Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

The Effect of Cultivation Techniques in The Dry and Rainy Seasons on The Quality of The Seaweed Caulerpa racemosa Darmawati, Darmawati; Soedibya, Petrus Hary Tjahja; Anwar, Asni; Murni, Murni; Tang, Beddu
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 13 No. 3 (2024): JAFH Vol. 13 No. 3 September 2024
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jafh.v13i3.54784

Abstract

The seaweed Caulerpa racemosa has great potential to be developed because it has economic value and potential as a functional food. This seaweed contains nutrients, including protein, carbohydrates, polyunsaturated fatty acids, fiber minerals, and antioxidants. The availability of seaweed is still very dependent on nature and has not been appropriately cultivated. The planting season and appropriate cultivation methods will influence seaweed's quality/nutritional content. This research aims to analyze the nutritional content of seaweed C. racemosa cultivated in different growing seasons. The research method used a floating raft system with a completely randomized design and a factorial pattern carried out in two seasons, namely the dry and rainy seasons. Proximate analysis was carried out to determine the nutritional composition of seaweed C. racemosa, including protein, crude fiber, water, ash, fat, and carbohydrate (NFE). Next, it was analyzed using ANOVA with a further test with Tukey. The research results showed differences in the nutritional composition of seaweed C. racemosa from each treatment cultivated in the dry and rainy seasons. The nutritional composition of seaweed C. racemosa best treatment is found in the plant spacing of 30 cm with a depth of 50 cm in the dry season with the nutritional content namely protein (13.8%), NFE (20.75%), crude fiber (15.71%), a fluctuating fat content of 0.16-1.42%, highest ash (34.69%), water content (35%), moderate in the rainy season namely: protein (10.8%), BETN (10.78%), crude fiber (12.33%), fat content fluctuates (0.18-1.06%), highest ash (30.21%), water content (41.01%).
ANALISIS TINGKAT KELAYAKAN DAN DAYA DUKUNG WISATA PANTAI MARUMASA KECAMATAN BONTOBAHARI, KABUPATEN BULUKUMBA, PROVINSI SULAWESI SELATAN Aisyah, Nur; Danial, Danial; Tang, Beddu
JURNAL ILMIAH WAHANA LAUT LESTARI (JIWaLL) Vol. 3 No. No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Laut Lestari
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan Fakuktas Ilmu Perikanan dan Kelautan Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/mqgkpa07

Abstract

Wisata adalah kegiatan perjalanan atau sebagian dari yang dilakukan secara sukarela, bersifat sementara untuk menikmati objek dan daya tarik wisata. Analisis potensi dan daya dukung pantai dari suatu wilayah untuk dijadikan objek wisata dengan segala potensi yang ada hingga dapat menarik wisatawan. Dalam hal ini dilakukan penelitian untuk mengetahui sarana dan prasarana, kesesuaian lahan wisata rekreasi dan daya dukung tampung wisata rekreasi di pantau Marumasa Kecamatan Bontobahari Kabupaten Bulukumba untuk dijadikan suatu objek wisata serta kemungkinan dampak yang ditimbulkan ketika suatu kawasan wisata pantai melebihi kapasitas daya dukung kawasan.Penelitian ini dilakukan pada tanggal 15 Mei – 24 Juni 2025 mulai dari studi literatur mengenai pantai Marumasa dan kesesuaian wisata dalan pengambilan data lapangan yang berlokasi di pantai Marumasa, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba,Sulawesi Selatan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kesesuaian kawasan pantai Marumasa masuk pada kategori S1 (sesuai) dengan nilai 2,995% dan daya dukung kawasan wisata pantai dapat menunjang seluruh kegiatan wisata pantai dengan kapasitas 34 orang/hari. Adapun presepsi terhadap kawasan pantai Marumasa yaitu memiliki kualitas lingkungan yang baik dengan panorama alam yang sangat indah sehingga cukup memberikan kenyamanan bagi para wisatawan. Salah satunya yaitu kondisi pasir yang sangat indah, sedangkan untuk ketersediaan tempat sampah masih kurang baik dikarenakan tempat sampah yang tersediah masih sangat kurang dan kurangnya papan inforamasi tentang kebersihan.