Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pencegahan Wasting pada Anak Balita untuk Menghindari Stunting melalui Family Center Model Febriati, Listia Dwi; Khasana, Tri Mei; Muflih, Muflih; Widaryanti, Rahayu; Wulandary, Anggi Indri; Salsabillah, Hayah Husnun
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 5 No 3 (2025): I-Com: Indonesian Community Journal (September 2025)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v5i3.7939

Abstract

Wasting merupakan masalah gizi akut yang berisiko tiga kali lipat meningkatkan kejadian stunting apabila tidak ditangani dengan baik. Pemerintah menargetkan penurunan prevalensi wasting menjadi 7%, namun angka nasional masih di atas target. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan keluarga dalam mencegah wasting melalui pendekatan Family Center Model. Sasaran program adalah 29 ibu atau ayah yang memiliki anak balita dengan wasting di Kelurahan Purwomartani. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi, sosialisasi, edukasi tentang deteksi dini wasting dengan pita LILA, praktik pemberian makan bayi dan anak, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 26,55 poin setelah edukasi, serta adanya kesadaran keluarga untuk melakukan deteksi dini dan praktik gizi seimbang. Kegiatan ini membuktikan bahwa pemberdayaan keluarga berperan penting dalam menurunkan risiko wasting dan mencegah terjadinya stunting pada anak.
PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI SMPN 4 WONOSARI DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL Astuti, Tutik; Febriati, Listia Dwi; Nugrahaningtyas, Nugrahaningtyas; Erang, Ambu Risa Ndapa
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 1 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Januari 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i1.2189

Abstract

Remaja mengalami perkembangan fisik, psikologis dan intelektual yang pesat. Remaja cenderung menyukai tantangan tanpa pertimbangan yang matang. Hal tersebut menimbulkan berbagai permasalahan pada remaja, khususnya permasalahan kesehatan reproduksi. Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) oleh guru merupakan suatu upaya untuk mengatasi masalah kesehatan reproduksi siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi penyampaian materi kesehatan reproduksi remaja di SMPN IV Wonosari Kabupaten Gunungkidul. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus observasional dengan pendekatan kualitatif. Informan dalam penelitian ini terdiri dari guru dan siswa. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan studi dokumen. Penelitian ini mengungkapkan bahwa sebagian besar informan guru kurang memahami KRR komprehensif. Informan guru menyatakan bahwa pendidikan KRR adalah tanggung jawab orang tua, sekolah, masyarakat dan pemeritah. Informan guru menyampaikan materi KRR dengan berbagai metode. Saat menyampaikan materi KRR yang sensitif, guru memisahkan siswa laki-laki dan perempuan. Metode tersebut dapat meningkatkan keaktifan siswa untuk tanya-jawab dengan guru. Pemahaman guru mengenai materi KRR yang semakin baik dapat meningkatkan kualitas penyampaian materi pada siswa. Pendidikan KRR bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah, namun perlu mendapatkan dukungan dari keluarga, masyarakat hingga pemeritah. Pemerintah perlu memberikan pelatihan pada guru terkait pendidikan KRR. Keluarga perlu memberikan pendidikan KRR di rumah, sedangkan masyarakat memberikan pengawasan pada remaja di lingkungannya.
Strategi Manajerial dalam Peningkatan Kompetensi Kader Posyandu melalui Pelatihan Stimulasi Perkembangan Bayi untuk Mencegah Global Development Delay Ratnaningsih, Ester; Febriati, Listia Dwi; Sugathot, Aan Ika; Zakiyah, Zahrah
Welfare : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2024): Welfare : December 2024
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/welfare.v2i4.1348

Abstract

Global developmental delays in toddlers are a major concern, with around 5-10% of toddlers experiencing this problem. At the Duku, Jampidan, Banguntapan, Bantul Regency Posyandu, only 40% of cadres have had training in infant development stimulation. Therefore, training for Posyandu cadres is very important to improve their competence in detecting and providing appropriate developmental stimulation. This community service program aims to provide training in infant developmental stimulation for Posyandu cadres, so that they can be better prepared to detect developmental delays early on. The training was conducted in August 2023 using a demonstration method by four lecturers and involved 22 participants. The results of the pretest evaluation showed that 45.5% of cadres had poor knowledge, while 54.5% had sufficient knowledge. After the training, the posttest results showed a significant increase in knowledge, with 90.9% of cadres having good knowledge, and 9.1% having sufficient knowledge. This program has succeeded in improving the competence of cadres in detecting and providing infant developmental stimulation.
EDUKASI PERUBAHAN FISIK DAN PSIKOLOGI LANSIA DENGAN PENINGKATAN PENGETAHUAN PADA KADER Febriati, Listia Dwi; Zakiyah, Zahrah; Ratnaningsih, Ester
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.39954

Abstract

Berdasarkan UUD Nomor 13 Tahun 1998 Lanjut Usia merupakan seseorang yang mencapai usia 60 tahun keatas. Persentase Lansia meningkat dua kali lipat pada tahun 1971-2020 yakni menjadi 9,92 persen (26 juta-an), jumlah lansia perempuan lebih bayak satu persen dibandingkan laki-laki 10,43 persen berbanding 9,42 persen. Pada tahun ini sudah ada enam provinsi yang memiliki struktur penduduk tua di mana penduduk lansianya sudah mencapai 10 persen, Salah satunya yaitu: DI Yogyakarta (14,71 persen) (Badan Pusat Statistik, 2020). Padukuhan Duku terletak di Desa Jambidan Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta. Terdiri dari 4 kampung dan 2 perumahan. Adapun kampung Di Padukuhan Duku antara lain kampung Genengan, Kampung Dhuku, Kampung Jambidan Kidul, Kampung Jambidan Lor. Dusun Duku dengan adanya pandemic covid- 19 semua kegiatan belum boleh dilakukan, termasuk Posyandu Lansia. Hal ini memberikan dampak yang sangat signifikan salah satunya terhadap kondisi psikis. Kegiatan yang dilakukan dalam bentuk edukasi Kader lansia harapannya mampu memberikan peningkatan kapasitas kader dalam mendampingi lansia. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini yaitu dengan cara penyuluhan kepada Kader tentang materi perubahan fisik dan psikologi pada lansia. Sebelum penyuluhan kader diberikan pre test dan selesai kegiatan penyuluhan dilanjutkan sesi Tanya jawab dan post test. Hasil dan pembahasan; kegiatan penyuluhan terlaksana dengan dihadiri 18 kader lansia dan diperoleh hasil terjadi peningkatan pengetahuan sebelum edukasi dan setelah edukasi yaitu sebelum edukasi kategori pengetahuan sebagian besar dalam kategori Cukup 72,22% sedangkan setelah perlakuan edukasi sebagian besar kategori Baik 55,5%.