Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PEMANFAATAN UV-C CHAMBER SEBAGAI DISINFEKTAN ALAT PELINDUNG DIRI UNTUK PENCEGAHAN PENYEBARAN VIRUS CORONA Cahyo Mustiko Okta Muvianto; Kurniawan Yuniarto
Jurnal Abdi Insani Vol 7 No 1 (2020): Jurnal Abdi Insani Universitas Mataram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v7i1.312

Abstract

Penyebaran virus corona tidak hanya terjadi pada interaksi antara penderita (human to human), namun juga dapat menyebar melalui piranti yang digunakan oleh tenaga medis atau biasa disebut alat pelindung diri (APD). Penggunaan kembali APD boleh dilakukan apabila sudah di lakukan tahapan disinfektan sehingga dukungan alat untuk disinfektan APD sangat diperlukan bagi tenaga medis yang menangani virus Corona. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan informasi langkah-langkah dalam pembuatan disinfektan alat penglindung diri dalam penanganan virus Corona berbasis iradiasi sinar UV-C. Pelaksanaan kegiatan ini meliputi: desain dan pembuatan fisik prototype disinfektan UV-C chamber; petunjuk penggunaan dan penyerahan prototype disinfektan ke rumah sakit Unram. Prototype disinfektan UV-C chamber ini memiliki dimensi 1000x1000x2000 mm dan didukung lampu UV-C dengan daya sebesar 200 W. Untuk keperluan disinfektan APD dimana inti DNA virus corona akan hancur apabila terkena paparan iradiasi UV-C sebesar 67 J/m2 maka operasional penyinaran APD dapat dilakukan selama minimal 15 menit. Saat ini, disinfektan UV-C chamber telah dimanfaatkan untuk disinfektan virus corona masker N-95 di Rumah Sakit Unram.
Low Budget Respirometer Chamber Design Based on Wireless Sensor Network Cahyo Mustiko Okta Muvianto; Kurniawan Yuniarto; Anang Lastriyanto; Lalu Arioki Setiadi
agriTECH Vol 42, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.042 KB) | DOI: 10.22146/agritech.65739

Abstract

Fresh fruit respiration information is essential optimizing food storage systems. Meanwhile, respiration is defined as the process of oxygen production and carbon dioxide release during storage in a closed respiratory chamber. Therefore, this study aims to design a low-budget computerized respiratory chamber for enhancing fruit packaging and storage system. Real-time fruit respiration can be measured by applying wireless gas sensors network. The respirometer consisted of 3,600 mL glass jar with a screw stainless lid, while the electrochemical and non-dispersive infrared sensors were mounted on the cover of the glass jar for collecting data on the oxygen, carbon dioxide, and temperature during mangoes’ respiration. Arduino USB port was used to record all measured parameters consisting of oxygen (%) and carbon dioxide concentrations (ppm, as well as temperature in the respiration chamber. Additionally, a controlled cooling chamber was applied to maintain the temperature during storage, while data communication was supported by Xbee S2C based on radio frequency. According to the respirometer real-time reading, there was a decrease in oxygen concentration caused by increasing carbon dioxide release with temperature. The low-budget respirometer was used to measure the respiration rate and record the data through a wireless sensor network system. The data plot shows that the respiration rate increased as the storage temperature and the respiratory quotient ranged from 0.32-0.44.
DESAIN MODIFIKASI CANTENNA UNTUK OPTIMASI FEED ANTENA GRID 2.4 GHz Pahrurrozi Pahrurrozi; Cahyo Mustiko Okta Muvianto; Suthami Ariessaputra
Jurnal Bakti Nusa Vol. 1 No. 2. Oktober 2020: JURNAL BAKTI NUSA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/baktinusa.v1i2. Oktober 2020.18

Abstract

BAHASA Pada penelitian ini akan membahas tentang desain modifikasi feed antena grid 2,4 GHz untuk mendapatkan parameter gain antena yang optimum. Antena grid digunakan untuk transmisi dan menerima gelombang elektromagnetik pada frekuensi 2,4 GHz. Feedersangat memengaruhi kualitas pancaran gelombang elektromagnetik, sehingga polarisasi feeder harus tepat. Metode optimalisasi dengan cara mengganti feed point menggunakan modifikasi feeder dengan cantena. Modifikasi feeder ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas gain menjadi optimum. Hasil dari simulasi modifikasi cantena dapat meningkatkan parameter gain menjadi 24,41 dBi. Pola radiasi yang dihasilkan direksional dengan beamwidth sebesar 10,2o pada polarisasi vertikal dan beamwidth 7,1o pada polarisasi horizontal. Bandwidth antena yang diperoleh sebesar 99,4 MHz. ENGLISH This research will discuss about the design of feed modification of 2,4 GHz grid antenna to get optimal antenna gain parameters. Grid antennas are used for electromagnetic wave transmission and receiver that work at 2.4 GHz frequencies. Feeder can greatly affect the quality emission of electromagnetic waves, so the polarization of the feeder must be precise. Optimization method by replacing feed point using feeder cantenna optimization. This feeder modification is expected to improve the gain quality to be optimal. The result of the modified feeder cantenna simulation can increase the gain parameter to 24.41 dBi. The resulting radiation pattern is directional with a beamwidth of 10.2o in vertical polarization and 7.1o in horizontal polarization. The antenna bandwidth obtained is 99.4 MHz.
INSTALASI CATU DAYA CADANGAN BERBASIS UNINTERUPTABLE POWER SUPPLY (UPS) PADA GEDUNG SEKOLAH/MADRASAH Warindi Warindi; Budi Darmawan; Cahyo Mustiko; Suthami Ariessaputra; Syafaruddin Syafaruddin
Jurnal Bakti Nusa Vol. 2 No. 2 (2021): JURNAL BAKTI NUSA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/baktinusa.v2i2.35

Abstract

Gedung Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Mubasysyirun yang berlokasi di Pemenang Timur, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu bangunan terdampak gempa bumi Lombok yang terjadi pada bulan Agustus 2018 silam. Akibat gempa tersebut hampir seluruh bangunan madrasah rusak berat. Setelah masa tanggap darurat selesai gedung madrasah dibangun kembali. Termasuk listrik yang disuplai oleh PLN. Namun dalam hal penyediaan listrik masih terdapat kekurangan yaitu kurangnya kontinuitas pelayanan, dimana seringnya terjadi pemadaman listrik. sementara kegiatan belajar mengajar di madrasah sedang berlangsung sehingga dirasa cukup mengganggu. Selain itu MTs juga berencana mengikuti ujian nasional berbasis komputer sehingga pasokan listrik ketika ujian tidak boleh terhenti. Masalah ketidaksinambungan pasokan listrik PLN tersebut perlu diatasi melalui penyediaan suatu sumber listrik cadangan yang akan menggantikan pasokan listrik ketika PLN padam. Listrik cadangan yang yang diusulkan adalah berbasis Unintruptable Power Supply (UPS) yang mempunyai berbagai kelebihan. Kelebihan tersebut adalah waktu pindah yang cepat dan lebih senyap. Sistem UPS tersebut, terdiri dari serangkaian baterai/aki, inverter dan pengisi baterai. Ketika listrik PLN dalam kondisi menyala, maka sebagian energi listrik disimpan dalam baterai melalui suatu modul pengisi baterai. Ketika listrik dari PLN padam, energi listrik yang tersimpan dalam baterai tersebut akan disalurkan ke beban melalui suatu mekanisme saklar pindah. Dengan kata lain beban yang sebelumnya disangga oleh listrik PLN akan segera dipindah dan disangga oleh UPS ketika listrik PLN padam. Berbagai macam cara instalasi UPS yang paling umum adalah UPS dihubungkan ke salah satu stop kontak. Namun cara ini hanya efektif bila beban yang disangga hanya sedikit, misalnya 1 buah komputer. Untuk sekala beban yang lebih luas yaitu seluruh beban di gedung sekolah maka UPS perlu dipasang di tiap sentral listrik (papan hubung bagi). Oleh sebab itu umumnya perlu modifikasi jaringan kelistrikan suatu gedung sekolah. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penentuan lokasi UPS: 1) kedekatan dengan sentral/MCB 2) sirkulasi udara 3) keamanan. Dari Uji coba, didapatkan bahwa sistem UPS yang telah dipasang memenuhi beberapa kriteria yang diharapkan antara lain: 1) kemudahan perawatan 2) kemudahan pemasangan 3) memenuhi standar keamanan dan 4) biaya instalasi murah. Manfaat kegiatan PPM diantarannya: 1) mitra mendapatkan sumber listrik cadangan yang bermanfaat bilamana listrik PLN padam, khususnya untuk  persiapan ujian yang berbasis komputer 2) menghemat biaya pembelian BBM dan perawatan daripada menggunakan genset 3) mendapatkan sumber listrik cadangan yang senyap dan tidak mengganggu aktifitas belajar mengajar.
Perancangan Antena Yagi Gain Tinggi Pada Ground Control Station Wahana Udara Nirawak Melvi Melvi; Nur Fadillah; Yetti Yuniati; Aryanto Aryanto; Nora Aditiyan; Cahyo Mustiko Okta Muvianto; Ardian Ulvan
Jurnal Rekayasa Elektrika Vol 16, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1062.68 KB) | DOI: 10.17529/jre.v16i3.18682

Abstract

The uncrewed Aerial Vehicle (UAV) operation is currently dominated by autonomous technology (autopilot) rather than manual control via remote control. During flying the mission autonomously, communication between the UAV and the Ground Control Station (GCS) must be in good and stable conditions. The GCS can well receive the telemetry data and payload sensor data carried by the vehicle. Conversely, any inconsistency parameters can be corrected by the GCS before transmitted to the UAV. Therefore, the role of the antenna is crucial to avoid signal loss during the communication process. This study focuses on GCS’s antenna. By designing the Yagi type antenna with the optimization of the distance, the number of directors, material, and shape of the reflector through CST simulation. The best option chosen is the Yagi antenna with the same distance between directors, seven directors, copper material, and flat reflectors with a VSWR of 1.1134, return loss -25.411 dB and 10.7 dB of gain. The measurement result after fabrication is the VSWR of 2.165 and the return loss of -8.677 dB. The antenna test results, when the UAV was flown as far as 2.5 km, found that the signal strength received by the GCS is -70.68 dBm with RSSI 107, and the signal strength in percent is 96%. 
Mangosteen Flesh Condition Detector Based on Microwave Non-destructive Technique Using Spiral Resonator Sensor’s Cahyo Mustiko Okta Muvianto; Muhammad Afrizal G. Rasyda; Suthami Ariessaputra; Kurniawan Yuniarto; Sudi Mariyanto Al Sasongko; Budi Darmawan; Syafaruddin Ch
Jurnal Rekayasa Elektrika Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.664 KB) | DOI: 10.17529/jre.v18i1.23761

Abstract

The mangosteen fruit has a characteristic thick skin, so it is difficult to know the condition of the flesh. Farmer can only know damage to the fruit flesh after the fruit skin had opened. Detection of the quality of the mangosteen flesh can be detected using a sensor capable of penetrating the thickness of the mangosteen rind. Flesh quality detection is carried out based on the S21 value (attenuation of mangosteen flesh value) using a portable device equipped with a sensor and capable of emitting microwaves. The S21 value of the fruit's flesh was measured using a spiral resonator that functioned as a sensor. The prototype device consists of an oscillator circuit, a power splitter, and a phase detector with 2507 MHz. Fruit flesh had divided into two conditions: damaged for fruit flesh with yellow sap or Translucent Flesh Disorder, and suitable condition for clean fruit flesh. The results showed that the fruit flesh had an average S21 value of 7.041 dB for damaged flesh and 6.007 dB for good flesh condition. The difference in the value of S21 had used as a reference for detecting the shape of the fruit flesh, with the detection threshold calculated by the Support Vector Machine, resulting in a threshold value of 6.712 dB.
Instalasi Repeater Seluler di Desa Pengengat Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah Suthami Ariessaputra; Cahyo Mustiko Okta Muvianto; Budi Darmawan; warindi warindi; Syafaruddin Ch
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 2 No. 1 (2023): Edisi Februari
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (782.444 KB) | DOI: 10.29303/jpimi.v2i1.1829

Abstract

Handphone menjadi perangkat yang banyak digunakan oleh masyarakat untuk menunjang kegiatan sehari-hari. Kegiatan tersebut meliputi pendidikan, ekonomi, hiburan, sosial maupun kegiatan keagamaan. Handphone dapat digunakan dengan baik apabila didukung oleh sarana infrastruktur termasuk tersedianya tower BTS (Base Transceiver Station). BTS ini berfungsi sebagai tranceiver yaitu dapat memancarkan sinyal (transmitter) dan menerima sinyal (Receiver). Penetuan lokasi BTS dipengaruhi oleh beberapa hal, antara lain: jangkauan, jumlah penduduk dan demand. Desa Pengengat berada di lingkar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika masih terdapat beberapa titik yang tidak terjangkau oleh sinyal handphone. Hal ini di sebabkan kondisi geografis desa pengengat yang berbukit-bukit yang mengakibatkan sinyal seluler yang dipancarakan dapat terpantul dan terbias. Kondisi ini menyebabkan sinyal menjadi lemah dan menyebabkan beberapa titik area menjadi blankspot. Kegiatan Pengabdian ini mampu memberikan solusi berupa peningkatkan kualitas Sinyal yang sebelumnya sebesar satu bar menjadi lima bar. Pengujian menggunakan panggilan telepon menunjukkan kualita susarayang bagus. Pengujian kualitas internet menunjukkan kualitas suara dan gambar video yang baik. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan pelatihan penggunaan dan perawatan peralatan repeater kepada warga dan pemuda Karang Taruna Dusun Papak Desa Pengengat Kabupaten Lombok Tengah.
Averrhoa Bilimbi Linn c Respiration Study in Passive Modified Atsmosphere Storage: Kurniawan Yuniarto; Anang Lastriyanto; Cahyo Mustiko Okta Muvianto; Nurtiti Nurtiti
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Keteknikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19028/jtep.09.2.57-64

Abstract

Passive modified atmosphere storage (P-MAS) is a popular fresh fruits and vegetables storage method. The P-MAS creates naturally gas composition alteration due to aerobic respiration rate during storage which implies to maturity and shelf life. This research studied Averrhoa bilimbii Linn respiration behaviour by applying P-MAS at ambient temperature for 24 hours storage period. The gas composition was measured using typical zirconium and infrared gas sensor to determine oxygen and carbondioxide concentration. Heat and humidity were also logged by modifying SHT10 sensor. Acid titratic and weight loss represented the substrat consumption during respiration. The result investigated fastest respiration rate achieved at about RO2 28,60 ml [O2] kg-1 h-1 and (RCO2) sebesar 56,64 ml [CO2] kg-1 h-1 for an hour storage. The RQ was calculated above 1,0 for all period storage which indicated consumed organic acid material. Titratic acid reduced by 0,03 mg equivalent/100 g and average weigh loss was at about 0,04%. The Averrhoa bilimbi linn was categorized at sour-unripe during 24 hours storahe period and exponantially regression predicted sour-ripe level achieved after 37 hours.
Perancangan Antena Yagi Gain Tinggi Pada Ground Control Station Wahana Udara Nirawak Melvi Melvi; Nur Fadillah; Yetti Yuniati; Aryanto Aryanto; Nora Aditiyan; Cahyo Mustiko Okta Muvianto; Ardian Ulvan
Jurnal Rekayasa Elektrika Vol 16, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17529/jre.v16i3.18682

Abstract

The uncrewed Aerial Vehicle (UAV) operation is currently dominated by autonomous technology (autopilot) rather than manual control via remote control. During flying the mission autonomously, communication between the UAV and the Ground Control Station (GCS) must be in good and stable conditions. The GCS can well receive the telemetry data and payload sensor data carried by the vehicle. Conversely, any inconsistency parameters can be corrected by the GCS before transmitted to the UAV. Therefore, the role of the antenna is crucial to avoid signal loss during the communication process. This study focuses on GCS’s antenna. By designing the Yagi type antenna with the optimization of the distance, the number of directors, material, and shape of the reflector through CST simulation. The best option chosen is the Yagi antenna with the same distance between directors, seven directors, copper material, and flat reflectors with a VSWR of 1.1134, return loss -25.411 dB and 10.7 dB of gain. The measurement result after fabrication is the VSWR of 2.165 and the return loss of -8.677 dB. The antenna test results, when the UAV was flown as far as 2.5 km, found that the signal strength received by the GCS is -70.68 dBm with RSSI 107, and the signal strength in percent is 96%. 
PEMBUATAN DAN INSTALASI INVERTER OTOMATIS SEBAGAI LISTRIK CADANGAN UNTUK MUSHOLLA AL HUDA Budi Darmawan; , Cahyo Mustiko Okta Muvianto; Suthami Ariessaputra; Syafaruddin Ch
Jurnal Bakti Nusa Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Bakti Nusa
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/baktinusa.v4i2.69

Abstract

Mushalla Al-Huda di Dusun Kapek Atas, Desa Gunungsari, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat menawarkan berbagai kegiatan seperti pengajian rutin, membaca dan menghafal Al-Quran dan masih banyak kegiatan sosial lainnya yang membutuhkan listrik untuk mendukung operasionalnya. Mushalla Al-Huda hanya menggunakan listrik dari jaringan PLN dan belum memiliki sistem listrik cadangan. Artinya, jika aliran listrik dari jaringan PLN padam, maka kegiatan diliburkan. Untuk mengatasi kondisi tersebut, pada kegiatan pengabdian ini dilakukan instalasi inverter otomatis sebagai sumber listrik cadangan. Kegiatan pengabdian ini diawali dengan pemasangan inverter otomatis yang telah selesai dilaksanakan pada 27 September 2018. Selanjutnya pada 13 November 2018, dilaksanakan pelatihan penggunaan inverter yang diikuti oleh jamaah di mushalla Al-Huda. Inverter yang telah dipasang berfungsi dengan baik seperti yang diharapkan. Dengan terpasangnya inverter pada mushalla al-huda maka kegiatan rutin mushalla seperti pengajian, baca Al Quran dan hafalan yang biasanya diselenggarakan pada malam hari, dapat tetap berjalan dengan lancar walaupun terjadi pemadaman listrik PLN.