Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR PSIKOSOSIAL YANG MENYEBABKAN GANGGUAN KESEHATAN MENTAL PEKERJA PADA KLINIK KASIH IBU: PSYCHOSOCIAL FACTORS THAT CAUSE WORKER MENTAL HEALTH DISORDERS AT THE KASIH IBU CLINIC Nasution, Windya Sari; Sitio, Sri Sudewi Pratiwi; Hariati
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik) Vol. 8 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/stm.v8i1.820

Abstract

This study aims to identify the relationship between psychosocial factors and mental health disorders among workers at Kasih Ibu Clinic. A cross-sectional quantitative approach was employed with 30 respondents. Data were collected using questionnaires covering job demands, interpersonal relationships, workplace values, health, well-being, and offensive behavior. Analysis results revealed significant relationships between mental health disorders and interpersonal relationships and leadership (p=0.009), health and well-being (p=0.009), and offensive behavior (p=0.008). However, job demands (p=0.118) and workplace values (p=0.207) showed no significant relationships. Most workers experienced severe to very severe mental health disorders, with all respondents reporting very severe anxiety. This study emphasizes the importance of workplace management, including leadership training, anti-bullying policies, and well-being programs, to enhance workers' mental health. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan faktor psikososial dengan gangguan kesehatan mental pada pekerja di Klinik Kasih Ibu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif cross-sectional dengan total 30 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner mengenai tuntutan kerja, hubungan interpersonal, nilai tempat kerja, kesehatan, kesejahteraan, dan perilaku ofensif. Hasil analisis menunjukkan bahwa hubungan interpersonal dan kepemimpinan (p=0,009), kesehatan dan kesejahteraan (p=0,009), serta perilaku ofensif (p=0,008) memiliki hubungan signifikan dengan gangguan kesehatan mental. Sementara itu, tuntutan kerja (p=0,118) dan nilai-nilai di tempat kerja (p=0,207) tidak menunjukkan hubungan signifikan. Mayoritas pekerja mengalami gangguan mental berat hingga sangat berat, dengan tingkat kecemasan sangat berat pada semua responden. Penelitian ini menyoroti pentingnya pengelolaan lingkungan kerja, termasuk pelatihan kepemimpinan, kebijakan anti-bullying, dan program kesejahteraan untuk meningkatkan kesehatan mental pekerja.
Pemanfaatan Agen Hayati Beauveria Bassiana dalam Pengendalian Hama Boleng (Cylas formicarius) pada Tanaman Ubi Jalar Hariati; M. Taufik Fauzi; A.A. Ketut Sudharmawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i2.7411

Abstract

Ubi jalar (Ipomoea batatas) merupakan salah satu komoditas pangan penting di Indonesia, namun rentan mengalami penurunan produktivitas akibat serangan hama penggerek umbi Cylas formicarius. Selama ini, pengendalian hama lebih banyak dilakukan dengan insektisida kimiawi yang berdampak negatif terhadap lingkungan, kesehatan manusia, dan musuh alami. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pengendalian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji potensi dan efektivitas cendawan entomopatogen Beauveria bassiana sebagai agen hayati dalam mengendalikan hama C. formicarius pada tanaman ubi jalar. Penulisan dilakukan melalui metode studi literatur dengan menelaah berbagai sumber ilmiah yang relevan, termasuk jurnal, prosiding, dan laporan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa B. bassiana mampu menginfeksi serangga target melalui proses penetrasi dan produksi toksin yang mematikan, serta efektif diterapkan di lapangan dengan menyemprotkan suspensi cendawan pada batang, pangkal daun, dan area sekitar akar. Keunggulan lainnya adalah kisaran inang yang luas, aman terhadap lingkungan, dan tidak mengganggu predator alami. Namun, efektivitas aplikasi dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, frekuensi aplikasi, serta konsentrasi konidia. Dengan pengelolaan yang tepat, B. bassiana berpotensi besar menjadi bagian dari strategi pengendalian hama terpadu dalam budidaya ubi jalar yang berkelanjutan.
MOTHER’S KNOWLEDGE DAN ATTITUDE ABOUT STUNTING OF CHILDREN IN NAMORAMBE DISTRIC Siti Saidah Nasution; Febrina Oktavinola; Hariati
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2019): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.477 KB) | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v4i1.2386

Abstract

Stunting was associated by chronic malnutrition due to intake of nutrients that are lacking in a long time in children. This condition causes the child to have a height tends to be short in his age. The incidence of stunting is influenced by care in the family, especially related to the knowledge and attitudes of mothers in the event of stunting. Treatment from pregnancy to child is related to the fulfillment of food and family nutrition. This research is descriptive which aims to describe the knowledge and attitudes of mothers in the incidence of stunting in children. Population of all mothers with babies and toddlers in Namo Rambe sub-district. Samples are families / parents who have children aged one to 5 years. Data collection uses a questionnaire, which consists of demographic data, data on mother's knowledge and attitudes. Univariate data analysis uses the frequency of distribution and presentation. The results of mother's knowledge about stunting in general are in the low category at around 50.7%. The mother's attitude is in the negative attitude which is around 55.8%. Health workers must be able to optimize their role in providing health education to the community specifically about stunting.
Pemanfaatan Agen Hayati Beauveria Bassiana dalam Pengendalian Hama Boleng (Cylas formicarius) pada Tanaman Ubi Jalar Hariati; M. Taufik Fauzi; A.A. Ketut Sudharmawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i2.7411

Abstract

Ubi jalar (Ipomoea batatas) merupakan salah satu komoditas pangan penting di Indonesia, namun rentan mengalami penurunan produktivitas akibat serangan hama penggerek umbi Cylas formicarius. Selama ini, pengendalian hama lebih banyak dilakukan dengan insektisida kimiawi yang berdampak negatif terhadap lingkungan, kesehatan manusia, dan musuh alami. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pengendalian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji potensi dan efektivitas cendawan entomopatogen Beauveria bassiana sebagai agen hayati dalam mengendalikan hama C. formicarius pada tanaman ubi jalar. Penulisan dilakukan melalui metode studi literatur dengan menelaah berbagai sumber ilmiah yang relevan, termasuk jurnal, prosiding, dan laporan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa B. bassiana mampu menginfeksi serangga target melalui proses penetrasi dan produksi toksin yang mematikan, serta efektif diterapkan di lapangan dengan menyemprotkan suspensi cendawan pada batang, pangkal daun, dan area sekitar akar. Keunggulan lainnya adalah kisaran inang yang luas, aman terhadap lingkungan, dan tidak mengganggu predator alami. Namun, efektivitas aplikasi dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, frekuensi aplikasi, serta konsentrasi konidia. Dengan pengelolaan yang tepat, B. bassiana berpotensi besar menjadi bagian dari strategi pengendalian hama terpadu dalam budidaya ubi jalar yang berkelanjutan.
Pencegahan Kekerasan terhadap Anak Ode Yahyu Herliani Yusuf; Wa Ufi; Irma; Wa Ode Novika; Samria; Merry Purnamasari; Irmawati; Salmawati; Hariati
Sempugi: Journal of Community Service and Empowerment Vol. 1 No. 1 (2023): Sempugi Vol 1 No. 1 September 2023
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/sempugi.v1i1.40

Abstract

Sosialisasi ini dilatar belakangi oleh dampak kekerasan orang tua terhadap anak usia dini yang dapat berpengaruh negatif jika tidak dicari dan diantisipasi faktor-faktor yang mempengaruhinya, secara umum bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pencegahan, perlindungan dan penanganan kekerasan terhadap anak. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini ialah melalui penyuluhan dengan memaparkan secara jelas dan kompherensif tentang kekerasan pada anak. Hasil dari kegiatan ini ialah bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Desa Lanto, Kec. Mawasangka Tengah, Kab. Buton Tengah, Sulawesi Tenggara karena banyak sekali pengetahuan baru yang mereka peroleh selama mengikuti kegiatan, mulai dari makna kekerasan pada anak, berbagai bentuk kekerasan pada anak, beberapa faktor yang menjadi pemicu atau penyebab terjadinya kekerasan pada anak, hingga langkah-langkah atau upaya penanggulangan tindak kekerasan pada anak Kata kunci:,
Inovasi Digital untuk Peningkatan Pelayanan Publik : Studi Kasus Penerapan Sp4n-Lapor di Disdukcapil Kota Samarinda Dyah Rahayuning Perwitasari; Enos Paselle; Hariati; Suci Fitrah Syari
National Conference for Community Service Project (NaCosPro) Vol. 7 No. 01 (2025): The 7th National Conference for Community Service Project 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/nacospro.v7i01.11103

Abstract

Penelitian ini mengkaji inovasi digital melalui implementasi SP4N-Lapor di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Samarinda, dengan menitikberatkan pada novelty berupa integrasi complaint management system SP4N-Lapor dengan sistem layanan administrasi kependudukan digital. Tujuannya adalah membuat layanan dokumen kependudukan lebih responsif, transparan dan partisipatif. Metode yang digunakan adalah studi kasus kualitatif dengan analisis dokumentasi layanan. Hasilnya menunjukkan peningkatan akuntabilitas layanan, kecepatan respons terhadap laporan masyarakat, dan penguatan komunikasi antara Disdukcapil dan masyarakat. Tantangan utama termasuk literasi digital warga, keterbatasan infrastruktur dan regulasi data kependudukan yang perlu disinergikan.