Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Journal Industrial Servicess

Usulan Penjadwalan Produksi Dengan Metode Campbell Dudek Smith Dan Heuristic Pour Melalui Pendekatan Line Balancing Febianti, Evi; Irman Saeful Mutaqin, Ade; Rahman Pambudi, Aji
Journal Industrial Servicess Vol 2, No 1 (2016): Oktober 2016
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.123 KB) | DOI: 10.36055/jiss.v2i1.1508

Abstract

Penjadwalan (scheduling) diperlukan dalam mengalokasikan tenaga operator, mesin dan peralatan produksi, urutan proses, jenis produk, pembelian material dan lain sebagainya. Penjadwalan yang baik harus mampu meningkatkan utilitas sumber  daya  melalui minimum  flow  time, waktu pengiriman  barang sebelum due date yang telah ditetapkan serta minimum work in process (WIP), meminimisasi jumlah pekerjaan yang idle (menganggur), memperkecil jumlah work in process pada lintasan produksi. Akan tetapi lintasan produksi yang tidak seimbang dapat mempengaruhi proses penjadwalan dan menghambat proses produksi yang akan menjadi jauh lebih lama atau makespan yang dihasilkan semakin besar. IKM Sendal Hotel Permata adalah sebuah industri yang memproduksi sandal hotel yang dipesan oleh berbagi hotel yang ada didaerah Merak, Cilegon, Serang dan daerah lainnya. Proses produksi pada IKM Sendal Hotel Permata belum memperhatikan keseimbangan lintasan dalam alur produksinya. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk melakukan penyeimbangan lintasan menggunakan metode Region Approach (Kilbrige–Weston) dan penjadwalan dengan menggunakan metode Campbell Dudek Smith (CDS) serta metode Heuristic Pour. Hasil penelitian ini didapat jumlah stasiun terbaik yaitu sebanyak 6 dari yang sebelumnya adalah 9 stasiun. Sedangkan untuk penjadwalan didapatkan urutan terbaik pada metode Campbell Dudek Smith dan Heuristic Pour yaitu 1-3-4-2-5 dengan nilai makespan 207,96 jam.
Perancangan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) yang berkelanjutan di Provinsi Banten Supriyanto Supriyanto; Asep Ridwan; Rachmat Tamam; Muhammad Iman Santoso; Dhimas Satria; Ade Irman Saeful Mutaqin
Journal Industrial Servicess Vol 7, No 1 (2021): Oktober 2021
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/12952

Abstract

Perancangan Sistem  Pemerintahan  Berbasis  Elektronik (SPBE) di Provinsi Banten pada penelitian ini difokuskan pada penyusunan peta rencana SPBE Provinsi Banten Tahun 2022 - 2026. Pembuatan Peta Rencana  SPBE ini diawali  dengan melihat gambaran  kondisi  SPBE  Provinsi  Banten pada saat  ini yang kemudian dibandingkan dengan kondisi  yang diinginkan oleh Pemerintah  Provinsi Banten. Dengan demikian  Peta Rencana merupakan  program atau kegiatan  yang direncanakan  untuk mengurangi  gap antara keadaan SPBE Banten saat ini dengan kondisi ideal yang diharapkan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan cara menyelaraskan rencana kegiatan pada Peta Rencana dengan Visi dan Misi Provinsi Banten dan Rencana Induk SPBE Nasional. Hasil penelitian ini memuat sebanyak 78 program yang tersebar pada tujuh unsur Peta Rencana SPBE, yaitu Tata Kelola SPBE sebanyak 16 program, Manajemen SPBE sebanyak 20 program, Layanan SPBE sebanyak 11 program, Infrastruktur SPBE sebanyak 14 program, Aplikasi SPBE sebanyak 4 program, Keamanan SPBE sebanyak 8 program dan Audit Teknologi Informasi dan Komunikasi  sebanyak 5 program.
Usulan Preventive Maintenance Mesin Press 500 Ton Menggunakan Metode Reliability Centered Maintenance II di PT. DHI Maria Ulfah; Ade Irman Saeful Mutaqin; Azwar Affandi Saputra
Journal Industrial Servicess Vol 6, No 2 (2021): Maret 2021
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/62014

Abstract

PT. DHI merupakan perusahaan yang bergerak dibidang konstruksi pembuatan vessel, silo dan sejenisnya. Perusahaan ini memiliki mesin utama diantaranya mesin Rolling, Banding, Bubut, Borring, Las, Press 500 Ton. Dari enam mesin tersebut Mesin Press 500 Ton menjadi prioritas karena mesin ini hanya ada satu dan sangat dibutuhkan untuk membuat produk bagian Head. Mesin Press 500 Ton sering mengalami gangguan dalam proses produksinya. Berdasarkan data yang diperoleh telah terjadi 71 kerusakan dengan total downtime sebesar 3.985 menit yang berakibat produktifitas perusahaan menurun. Tujuan penelitian ini adalah menentukan komponen kritis, mengetahui nilai reliability setiap komponen kritis, mengetahui factor-faktor kegagalan, menentukan upaya aktivitas perawatan yang tepat, dan menentukan usulan interval waktu aktivitas perawatan yang tepat pada komponen kritis mesin Press 500 Ton. Informasi kerusakan pada masing-masing komponen kritis diidentifikasi menggunakan analisis failure mode and effect analysis (FMEA) sedangkan upaya aktivitas perawatan yang tepat menggunakan reliability centered maintenance II decision worksheet dan selanjutnya ditentukan usulan jadwal preventive maintenance pada masing-masing komponen berdasarkan aktivitas perawatannya. Hasil penelitian ini terdapat enam komponen kritis pada mesin Press 500 Ton. Mode kegagalan pada komponen hidraulic dan fanbelt ditangani oleh schedule on-condition task, mode kegagalan komponen coupling dan panel control ditangani oleh schedule restoration task, mode kegagalan pada grease dan motor ditangani oleh finding failure task. Diusulkan interval waktu aktivitas perawatan komponen dengan schedule on-condition hidraulic 1.055 jam, fanbelt 2.927 jam. Aktivitas perawatan komponen dengan schedule restoration task coupling 593 jam, panel control 902 jam. Aktivitas perawatan komponen dengan finding failure grease 283 jam, dan motor 649 jam.
Pengukuran Kriteria Green and Smart Campus dengan Metode Analytical Hierarchy Process Putro Ferro Ferdinant; Ade Irman Saeful Mutaqin; Nuraida Wahyuni
Journal Industrial Servicess Vol 6, No 2 (2021): Maret 2021
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/62019

Abstract

Implementasi dan target jangka panjang Untirta dalam capaian Untirta 5.0 dengan era Untirta Integrated, Smart and Green Campus (It’s Green) sebagai World Class University tahun 2030 perlu didukung semua sivitas akademik di dalamnya. Untuk tahapan awal di tahun 2020 ini, perlu disiapkan model atau kerangka kerja yang mampu menilai kesiapan Untirta mencapai visi jangka panjang. Beberapa hal yang perlu ditinjau adalah integrasi dari Smart Campus dan Green Campus. Penelitian ini mengusulkan model terintegrasi yang diharapkan mampu mengukur tingkat kesiapan Untirta menuju It’s Green Campus di level dunia. Tahap awal diuraikan indikator-indikator kesiapan perguruan tinggi dengan menggunakan kerangka kerja G-Readiness+ (model Sullistyohati, 2018) yaitu attitude (sikap), policy (kebijakan), practice (praktek), technology (teknologi), governance (tata kelola), dan human resource (sumber daya manusia). Dipadukan dengan key performance indicators untuk Sustainable Campus Assessment yaitu Setting and Infrastructure, Energy and Climate Change, Waste, Water, Transportation, Education (model Amrina, 2015) yang masuk kedalam variabel tambahan. Modifikasi dari composite indicators untuk asesmen Smart Campus yaitu living the campus, environmental dan energy (model Pompei, 2019) dipadukan hingga mendapatkan model pengukuran yang terintegrasi. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dilakukan untuk memperoleh bobot kriteria dan sub kriteria yang terpenting dari model. Pembobotan dilakukan secara online oleh pakar (expert judgement) dengan membandingkan tingkat kepentingan antar kriteria dan sub kriteria. Hasil dari penelitian ini adalah memdapatkan kriteria terpenting yang menjadi pritoritas untuk kesiapan Fakultas Teknik Untirta dalam penerapan visi atau strategi jangka panjang menuju It’s Green Campus.
Perancangan rute pergerakan material handling crane pada operasional gudang barang jadi menggunakan ant colony optimization Yusraini Muharni; Lely Herlina; Bobby Kurniawan; Muhammad Adha Ilhami; Kulsum Kulsum; Evi Febianti; Ade Irman Saeful Mutaqin; Hartono Hartono
Journal Industrial Servicess Vol 7, No 2 (2022): April 2022
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v7i2.14468

Abstract

Gudang barang jadi merupakan area transit produk, tempat di mana produk yang telah selesai diproduksi menunggu penarikan dari pelanggan. Penarikan produk dari gudang yang tidak pasti  dapat berakibat pada produk ditarik pada waktu  yang bersamaan sehingga menimbulkan antrian dan waktu penanganan yang lebih lama. Di samping itu, rute pergerakan material handling menjadi tidak effisien, karena terlalu sering melalui rute bolak-balik yang seharusnya tidak perlu. Pada penelitian ini digunakan metode ant colony optimization  untuk  merancang rute pergerakan material handling yang efektif dan efisien untuk meminimasi biaya pemindahan material handling. Biaya pemindahan material handling terkecil dicapai pada seting parameter  = 1.0, = 1.0, dan  = 0.5.
Optimalisasi Tata Letak Fasilitas Gudang dengan Kebijakan Dedicated Storage Studi Kasus CV. XYZ Ade Irman Saeful Mutaqin
Journal Industrial Servicess Vol 1, No 2 (2016): Maret 2016
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v1i2.1615

Abstract

CV. XYZ adalah sebuah Perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur pembuatan alas kaki baik sandal maupun sepatu dengan beragam tipe dan ukuran. CV. XYZ memiliki sebuah gudang baru untuk menempatkan produk jadi hasil produksinya. Tata letak gudang baru untuk mendapatkan total jarak tempuh tranportasi dari dan menuju gudang menjadi perhatian CV. XYZ, hal ini dikarenakan meminimasi jarak tempuh akan meminimasi biaya operasional tranportasi. Kebijakan tata letak yang diambil oleh perusahaan adalah dedicated yang artinya suatu lokasi gudang akan tetap digunakan oleh produk yang sama sepanjang masa. Pencarian solusi tata letak gudang menggunakan model matematik linear programming yang di bantu dengan software Lingo versi 9.0. Hasil yang di dapat, jarak tempuh minimum adalah sebesar 6720 Meter di dapat oleh software Lingo dalam waktu kurang dari satu detik