Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

EXPLORATION AND SELECTION OF RHIZOBACTERIA THAT INHIBIT PHYTOPHTHORA CAPSICI IN VITRO Zakia, Aulia; Ilyas, Satriyas; Budiman, Candra; ., Syamsuddin; Manohara, Dyah
JURNAL HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHAN TROPIKA Vol 18, No 1 (2018): MARCH, JURNAL HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHAN TROPIKA
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.999 KB) | DOI: 10.23960/j.hptt.11883-94

Abstract

Exploration and Selection of Rhizobacteria that Inhibit Phytophthora capsici in vitro. Phytophthora capsici, a seed borne and the soil borne fungal pathogen is the cause of phytophthora blight on chili. The disease is difficult to control because of the resistant varieties unavailability in Indonesia. The aimed was to obtain isolates of rhizobacteria which has the ability to inhibit P. capsici in vitro. Rhizobacteria exploration was conducted in the chili production center in East Java (Malang, Batu, and Kediri) and West Java (Bogor). In one location, chili plant that had symptoms of phytophthora blight disease and a healthy plant next to it were chosen as samples to isolate P. capsici and the rhizobacteria. The rhizobacteria were isolated on NA, TSA, and TSAP (TSA with heated sample). Samples of diseased plants were used in isolation of P. capsici on V8 agar. The inhibition and compatibility of the rhizobacteria to inhibit P. capsici in vitro were tested by dual culture method. In this experiment, it was obtained 252 isolates of rhizobacteria and one isolate of P. capsici. Isolates of rhizobacteria with high to medium inhibition were E1, E3C2, and F2B1 respectively. All three isolates were then combined and tested against P. capsici in vitro. The highest inhibition was indicated by four isolate and combination of isolates, which were E1 isolate (58%), the combination of E1 + E3C2 isolates (58%), E1 + F2B1 (60%) and E1 + E3C2 + F2B1 (58 %).
PENERAPAN BANTUAN PANGAN NON TUNAI DI KELURAHAN SAMAENRE KECAMATAN SINJAI TENGAH ., Syamsuddin; ., Jusniaty
Al Qisthi: Jurnal Sosial dan Politik Vol 11 No 1 (2021): VOLUME 11, NOMOR 1, JUNI 2021
Publisher : STISIP Muhammadiyah Sinjai Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/jaq.v11i1.179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Penerapan Bantuan Pangan Non Tunai yang diberikan kepada masyarakat di Kelurahan Samaenre Kecamatan Sinjai Tengah Kabupaten Sinjai dimana diketahui bahwa Program bantuan sosial pangan yang sebelumnya merupakan Subsidi Rastra mulai ditransformasikan menjadi bantuan pangan non tunai (BPNT) pada 2017 di 44 kota terpilih, salah satunya di Kabupaten Sinjai Provinsi Sulawesi Selatan. Tahap pertama pendistribusian KKS di 9 kecamatan pada tanggal 15-21 November 2018 dan tahap kedua pada tanggal 17-23 Desember 2018, dan untuk penyaluran komoditi di Kelurahan Samaenre Kecamatan Sinjai Tengah pada tanggal 2 Desember 2019. Saat ini, data penerima BPNT pada Agustus 2020 sebanyak 20.525 kepala keluarga (kk) di Kabupaten Sinjai, sedangkan di Kecamatan Sinjai Tengah itu sendiri terdiri dari Kelurahan dan beberaapa desa diantaranya Kelurahan Samaenre sebanyak 182 KK, Desa Baru sebanyak 211 KK, Desa Bonto sebnayak 214 KK, Desa Gantarang sebanyak 289 KK, Desa Kanrung sebanyak 343 KK, Desa Kompang sebanyak 361 KK, Desa Mattunreng Tellue sebanyak 191 KK, Desa Pattongko sebanyak 483 KK, Desa Saohiring sebanyak 302 KK, Desa Saotanre sebanyak 219 KK,dan Desa Saotengnga sebanyak 329 KK data tersebut berdasarkan data yang telah di input oleh Dinas Sosial di bulan Agustus 2020. Penelitian ini menggunakan tipe deskriptif kualitatif yang dimaksudkan untuk memberikan gambaran dan uraian yang jelas secara keseluruhan dari permasalahan yang ada mengenai penerapan bantuan pangan non tunai untuk mengentaskan kemiskinan. Informan yang digunakan yakni Koordinator Daerah Bantuan Pangan Non Tunai/ Program Sembako Dinas Sosial, Sekertaris Lurah, Tenaga Kesejahteran Sosial Kecamatan Dinas Sosial, Pemilik E- Warung/ Agen Penyaluran Komoditi Kelurahan Samaenre, serta masyarakat Sasaran atau penerima bantuan bahan pangan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa Penerapan Bantuan Pangan Non Tunai yang di laksanakan di Kelurahan Samaenre, telah berjalan efektif. Namun Pihak Kelurahan dan Dinas Sosial perlu mengadakan perekapan ulang data masyarakat miskin di Kelurahan Samaenre.
PENERAPAN BANTUAN PANGAN NON TUNAI DI KELURAHAN SAMAENRE KECAMATAN SINJAI TENGAH ., Syamsuddin; ., Jusniaty
Al Qisthi: Jurnal Sosial dan Politik Vol 11 No 1 (2021): VOLUME 11, NOMOR 1, JUNI 2021
Publisher : STISIP Muhammadiyah Sinjai Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/jaq.v11i1.179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Penerapan Bantuan Pangan Non Tunai yang diberikan kepada masyarakat di Kelurahan Samaenre Kecamatan Sinjai Tengah Kabupaten Sinjai dimana diketahui bahwa Program bantuan sosial pangan yang sebelumnya merupakan Subsidi Rastra mulai ditransformasikan menjadi bantuan pangan non tunai (BPNT) pada 2017 di 44 kota terpilih, salah satunya di Kabupaten Sinjai Provinsi Sulawesi Selatan. Tahap pertama pendistribusian KKS di 9 kecamatan pada tanggal 15-21 November 2018 dan tahap kedua pada tanggal 17-23 Desember 2018, dan untuk penyaluran komoditi di Kelurahan Samaenre Kecamatan Sinjai Tengah pada tanggal 2 Desember 2019. Saat ini, data penerima BPNT pada Agustus 2020 sebanyak 20.525 kepala keluarga (kk) di Kabupaten Sinjai, sedangkan di Kecamatan Sinjai Tengah itu sendiri terdiri dari Kelurahan dan beberaapa desa diantaranya Kelurahan Samaenre sebanyak 182 KK, Desa Baru sebanyak 211 KK, Desa Bonto sebnayak 214 KK, Desa Gantarang sebanyak 289 KK, Desa Kanrung sebanyak 343 KK, Desa Kompang sebanyak 361 KK, Desa Mattunreng Tellue sebanyak 191 KK, Desa Pattongko sebanyak 483 KK, Desa Saohiring sebanyak 302 KK, Desa Saotanre sebanyak 219 KK,dan Desa Saotengnga sebanyak 329 KK data tersebut berdasarkan data yang telah di input oleh Dinas Sosial di bulan Agustus 2020. Penelitian ini menggunakan tipe deskriptif kualitatif yang dimaksudkan untuk memberikan gambaran dan uraian yang jelas secara keseluruhan dari permasalahan yang ada mengenai penerapan bantuan pangan non tunai untuk mengentaskan kemiskinan. Informan yang digunakan yakni Koordinator Daerah Bantuan Pangan Non Tunai/ Program Sembako Dinas Sosial, Sekertaris Lurah, Tenaga Kesejahteran Sosial Kecamatan Dinas Sosial, Pemilik E- Warung/ Agen Penyaluran Komoditi Kelurahan Samaenre, serta masyarakat Sasaran atau penerima bantuan bahan pangan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa Penerapan Bantuan Pangan Non Tunai yang di laksanakan di Kelurahan Samaenre, telah berjalan efektif. Namun Pihak Kelurahan dan Dinas Sosial perlu mengadakan perekapan ulang data masyarakat miskin di Kelurahan Samaenre.
Persepsi Terhadap Kualitas Pelayanan Pasien Asuransi Kesehatan Nasional Di Rumah Sakit Sitti Khadijah 1, Makassar Jayadie, Ahmad; ., Syamsuddin; Rosyadi, Muh. Erwin; Agussalim, Ruslan; Talib, Thabran
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v9i2.667

Abstract

Abstract The focus of the research in this study is the perception of the quality of service of National Health Insurance patients in cesarean section at Sitti Khadijah 1 Hospital, Makassar. This study aims to determine the perception of the quality of service of National Health Insurance patients with cesarean section. The approach used in this study is a quantitative approach with a survey method. This study uses an applied research design. The resource in this study was based on accidental sampling of 31 cesarean section patients plus 3 staff from Sitti Khadijah 1 Makassar Hospital. The result of the study showed that Tangibles is in the quality category with a total percentage of 45.16%. and nonequality by 6.45%. The reliability dimension is in the quality category with a total percentage of 48.39%. and quite good at 35.48%. The responsiveness dimension is in the quality category with a total percentage of 38.71%. and quite quality of 35.48%. In the aspect of the assurance dimension, the score obtained in the quality category with a total percentage of 51.61%. However, there were still respondents who gave unqualified answers of 3.22%. In the aspect of the emphaty dimension, the score obtained in the quality category with a total percentage of 61.29%. and nonquality by 6.45%.   Keywords: Quality of service, cesarean section patients, Sitti Khadijah 1 Makassar