Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

EFEKTIFITAS PEMANFAATAN RUANG PUBLIK MELALUI RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) DI KOTA TERNATE Jainudin Hasim; Asnita Ode Samili
Jurnal GeoCivic Vol 4 No 1 (2021): GEOCIVIC EDISI APRIL 2021
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/geocivic.v4i1.3061

Abstract

 Keberadaan taman di Kota Ternate sebagai ruang publik perlu diukur seberapa efektifnya, sehingga perlu dilakukan penelitian. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Terdapat 4 (enam) taman yang ada di Kota Ternate yaitu: Taman Nukila, Taman Kota Ternate, Taman Fitnes, Taman Moya Mabuku. Keberadaannya masih kurang efektif sebagai taman, karena banyak taman yang belum memiliki konsep yang jelas sehingga tidak memiliki identitas lokal yang jelas (miss identity), minimnya aktivitas dan wahana di dalam taman membuat taman tersebut sangat monoton dan kurang menarik. Selain itu masih Kurangnya ketentraman dan kenyamanan pengguna disebabkan karena taman berada di pinggir jalan raya, sehingga terganggu oleh aktivitas kendaraan bermotor, selain itu taman belum didesain dengan baik, karena banyak taman yang melakukan tidak memiliki tempat seperti "gazebo" atau "joglo" sebagai pembatas. terik matahari dan juga hujan yang bisa terjadi kapan saja. Keberadaan taman jika diukur dengan konsep Habermas terkait ruang publik nampaknya masih jauh dari ukuran sebuah ruang bagaimana mensyaratkan ruang publik tersebut bersifat inklusif, mengingat ruang publik di Kota Ternate masih bersifat personal, karena belum ada. menciptakan ruang yang dapat membangun interaksi masyarakat di Kota Ternate, sedangkan konsep egaliter telah terpenuhi, karena semua orang dapat mengakses taman dan tidak ada tekanan untuk melakukan rutinitas di ruang publik. Kata Kunci: Efektivitas, Ruang Publik, Ruang Terbuka Hijau
EFEKTIVITAS PEMBERDAYAAN DANA DESA DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DESA JIKO KECAMATAN MANDIOLI SELATAN Asnita Ode Samili; Jainudin Hasim; Riad Abdul
Jurnal GeoCivic Vol 4 No 2 (2021): GEOCIVIC EDISI OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/geocivic.v4i2.4118

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana efektivitas pemberdayaan dana desa dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa jiko kecamatan mandioli selatan. Penelitian ini menggunakan teori Matland untuk mengetahui efektivitas dana desa, yaitu tepat kebijakan, tepat pelaksanaan, tepat target, tepat lingkungan serta tepat proses. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di  Desa Jiko Kecamatan Mandioli Selatan secara khususnya. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, mengkaji dokumen dan arsip, serta observasi. Validitas  data  menggunakan  triangulasi  sumber.  Teknik  analisis  data menggunakan model analisis interaktif.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, efektivitas pemberdayaan dana desa Jiko dinilai tepat. Dari “lima tepat” menurut Matland, diperoleh hasil bahwa; Tepat Kebijkan, dengan adanya kebijakan dana desa masyarakat Jiko telah menerima dan menikmati manfaatnya. Yakni akses masyarakat Desa jiko dalam sehari-hari lebih mudah. Tepat Pelaksanaan, bahwa pemerintah desa Jiko telah melakukan kerjasama yang baik dengan masyarakat, pemerintah kota/kabupaten dan pihak swasta. Tepat Target, bahwa pemberdayaan yang dilakukan telah sesuai dengan target di APBDes. Tepat Lingkungan, koordinasi yang dilakukan pemerintah desa Jiko dengan masyarakat dan pemerintah kota/kabupaten telah baik. Serta di lingkungan eksternal  kebijakan  media  massa  telah  memberikan  infomasi  terkait pembangunan-pembangunan di Desa Jiko. Sedangkan di Tepat Proses, Pemerintah kabupaten/kota, kecamatan hingga desa sudah memahami maksud dan tujuan pemberdayaan Dana Desa. Pemberdayaan Dana Desa ini diterima dan dilaksanakan sesuai dengan tujuan dari pemberdayaan dana desa. Kata Kunci : Efektivitas, Dana Desa, Kesejahteraan
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MELALUI PENERAPAN MODEL RECIPROCAL LEARNING PADA MATERI HUBUNGAN DESA DAN PERKOTAAN KELAS VII SMP 31 HALMAHERA BARAT Asnita Ode Samili; Tamrin Robo; Fitriana Ibrahim; Jainudin Hasim; Muhammad Ikhsan; Ningsi Saibi
Jurnal GeoCivic Vol 5 No 1 (2022): GEOCIVIC EDISI APRIL 2022
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/geocivic.v5i1.4867

Abstract

Tujuan penilitian adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik kelas VII IPS SMP 31 Halmahera Barat pada materi hubungan desa dan kota menggunakan model Reciprocal Learning. Peneliti ini merupakan penilitian tindakan kelas (PTK) dilaksanakan dua siklus. Dengan subjek penelitian adalah peserta didik kelas VII IPS SMP 31 Halmahera Barat yang berjumlah 31 peserta didik. Setiap siklus terdiri dari tahapan perencanaan (planning), pelaksanaan tindakan (action), observasi (observation), dan refleksi (reflection). Adapun metode pengumpulan data yaitu lembar observasi dan tes. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerapan model Reciprocal Learning dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dari tiap siklus. Hal ini dapat diketahui bahwa peserta didik yang tuntas pada siklus I yaitu 10 orang dengan persentae 25%. Dan ada juga peserta didik yang tidak tuntas 21 orang dengan persentase 75%. Kemudian mengalami ketuntasan pada siklus II yaitu seluruh peserta didik tuntas dengan persentase 100% maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model Reciprocal Learning dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik Kelas VII IPS SMP 31 Halmahera Barat materi pokok hubungan desa dan perkotaan. Kata Kunci: Model Reciprocal Learning, Peserta Didik, Hasil Belajar
Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi Terhadap Pernikahan Dini di Desa Madopolo Kecamatan Obi Utara Asnita Ode Samili; Jainudin Hasim
Jurnal GeoCivic Vol 5 No 2 (2022): GEOCIVIC EDISI OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/geocivic.v6i2.5478

Abstract

The problem in this study is the socio-economic factors of early marriage. This type of research is classified as qualitative descriptive with a socio-economic approach. The data sources in this study were early marriage actors, parents of early marriage actors. Data collection methods used were interviews, documentation and reference tracing. Data management and analysis techniques were carried out by conducting in-depth interviews with informants. After the interview, the researcher made the results of the interview by playing back the recording of the interview and then writing down the words that match what was in the recording. After the researcher writes down the results of the interview, the researcher then makes data reduction by means of abstraction, namely taking data that is appropriate to the research context and ignoring data that is not needed. The results showed that the causes of early marriage in terms of the economy in Madopolo, North Obi sub-district were parents' economic factors, educational factors, factors ensuring parental sustainability, family economic dependence, namely helping to ease the economic burden of parents, being responsible for carrying the economic burden, yet economically ready and lead to productive employment.Keywords: Early Marriage, Madopolo Village.
PERAN BUDAYA LOKAL TERHADAP PERKEMBANGAN PARIWISATA JIKO MALAMO Asnita Ode Samili; Syarifuddin Adjam; Jainudin Hasim
Jurnal GeoCivic Vol 6 No 1 (2023): GEOCIVIC EDISI APRIL 2023
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/geocivic.v6i1.6194

Abstract

This research was conducted at the Jiko Malamo tourism site in the Takome sub-district. The objectives of this research include: (1) knowing the role of local culture in tourism development, and (2) describing the impact of local culture on tourism development. The research was conducted in a qualitative form with descriptive analysis. The results showed that the role of local culture in jiko malamo tourism can be seen from changes in several existing cultural elements, including the development of local community knowledge systems, emergence of new livelihoods, recognition of language diversity, technological advances, formation of social organizations, emergence of commercialization of hospitality, shifts solidarity values, as well as the emergence of horizontal conflicts between local communities. The tourism management strategy in Takome Village still leads to the type of cooperative solidarity, while the pattern of community relations is in accordance with the characteristics of the community which is marked by a strong culture of mutual cooperation, consensus in decision making, and life that still has a traditional rural nuance.
PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 12 KOTA TIDORE KEPULAUAN Asnita Ode Samili; Syarifuddin Adjam; Fitriana Ibrahim; Jainudin Hasim
Jurnal GeoCivic Vol 7 No 1 (2024): GEOCIVIC EDISI APRIL 2024
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/geocivic.v7i1.8283

Abstract

This article examines the use of social media in supporting the learning process at SMP Negeri 12 Tidore Islands. This research method is qualitative, data collection techniques are interviews, observation and documentation. The results of this research found that the use of social media really supports learning at SMP Negeri 12 Tidore Islands, students are very enthusiastic in collaborating on teaching materials with online media, students are more enthusiastic about following online tutorials, students find it easier to learn, teachers are providing education to students to use social media wisely, with social media, teachers and students can interact in learning activities anywhere and at any time, so they are not limited to space and time.
Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga melalui Inovasi Sangkola Hitam Berbahan Ubi Kayu Di Desa Madopolo Asnita Ode Samili; Ningsi Saibi; Jainudin Hasim
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : CV. Kurnia Grup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61476/6814b183

Abstract

This community service activity aims to increase the economic capacity of housewives through innovations in processing cassava into Black Sangkola products that have added value, competitiveness, and wider market opportunities. The activity was carried out in Madopolo Village, North Obi District, with the target of housewife business groups who have so far had basic skills in processing Black Sangkola, but still face various limitations in aspects of production, standardization, packaging, marketing, and business management. The implementation method uses a participatory approach through problem identification, socialization, training, production practices, application of appropriate technology, mentoring, and evaluation. The technology applied includes a multipurpose grating machine, mini copper zinc boiler, Black Sangkola molds, trays, scales, and packaging equipment. Non-physical technology is in the form of Standard Operating Procedures (SOP), sanitation guidelines, ingredient formulation, packaging, recording production costs, determining selling prices, and marketing strategies. The results of the activities show an increase in partners' abilities in raw material processing, production, packaging, marketing, business management, and financial recording. The average score of partner empowerment increased from 41.0 before the program to 81.0 after the program, or an increase of 40 points with a percentage increase of 97.56%. The N-Gain value of 0.68 indicates an increase in the effectiveness of the medium category. The program produces Sangkola Hitam products that are more hygienic, uniform, have product packaging and identity, and are more ready to be marketed. This activity shows that the utilization of local food potential through appropriate technology and participatory mentoring can be a strategy for economic empowerment of housewives and strengthening household businesses in Madapolo village.