Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Developing Jurisprudential Inquiry Based Learning Model of Teaching Fiqh at Madrasah Tsanawiyah Rahmiati, Rahmiati; Zubir, Muhammad; Kamal, Muhiddinur; Rezi, Muhamad; Arriafdi, Muhammad Zainuddin bin
AT-TA'LIM Vol 28, No 3 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jt.v28i3.719

Abstract

Learning is the most significant activity in education. Through learning activities, the goals of education are achieved. Students’ success in learning mostly depends on their mastery to learn independently and on how they manage their study. The research aims to develop learning model at Madrasah Tsanawiyah, to make the learning process triggers students to be more creative and study better. The method used in the research refers to the nature of Research and Development. The steps of the study are preliminary study, development, and product test. The study found that the development of a jurisprudential inquiry-based learning model for learning Fiqh helps students to improve their learning outcomes. The model has significantly proven effective to support students’ behavior change, thus their achievement increases.
Perselingkuhan Digital sebagai Alasan Fasakh Nikah dalam Perspektif Hukum Islam untuk Menjaga Keutuhan Rumah Tangga Zubir, Muhammad
Ameena Journal Vol. 3 No. 2 (2025): Ameena Journal
Publisher : Yayasan Madinah Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63732/aij.v3i2.224

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam pola interaksi sosial, termasuk dalam kehidupan rumah tangga, yang pada gilirannya memunculkan fenomena perselingkuhan digital. Fenomena ini menimbulkan persoalan baru dalam hukum Islam karena belum adanya kejelasan mengenai kedudukannya sebagai alasan fasakh nikah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis posisi perselingkuhan digital dalam perspektif hukum Islam serta merumuskan kriteria yang dapat menjadikannya sebagai alasan pembatalan pernikahan. Metode yang digunakan adalah library research dengan pendekatan normatif-konseptual melalui penelaahan terhadap sumber-sumber hukum Islam, literatur fikih, serta kajian akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perselingkuhan digital memiliki kesamaan substansi dengan perselingkuhan konvensional dalam hal pelanggaran terhadap komitmen dan kepercayaan dalam pernikahan. Meskipun tidak melibatkan kontak fisik, interaksi digital yang intens dan bersifat emosional dapat berdampak serius terhadap keharmonisan rumah tangga. Oleh karena itu, perselingkuhan digital dapat dipertimbangkan sebagai alasan fasakh nikah apabila memenuhi kriteria tertentu seperti adanya pengkhianatan emosional, intensitas hubungan, dan dampak nyata terhadap hubungan suami istri. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa hukum Islam bersifat adaptif terhadap perkembangan zaman dan perlu dikontekstualisasikan untuk menjawab fenomena kontemporer. Penelitian ini berkontribusi dalam mengisi kekosongan kajian terkait perselingkuhan non-fisik dalam hukum perkawinan Islam serta memberikan dasar konseptual bagi pengembangan hukum yang lebih responsif.