Claim Missing Document
Check
Articles

Asuhan Keperawatan pada Pasien Halusinasi Pendengaran dengan Penerapan Terapi Generalis Arni Nur Rahmawati; Luthfiana Dewi
Community Health Nursing Journal Vol. 1 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/cmhn.v1i1.7

Abstract

Introduction: Halusinasi pendengaran merupakan distorsi persepsi palsu dimana pasien gangguan jiwa mendengar bisikan atau suara-suara yang tidak nyata dan meresponnya. Gangguan halusinasi dapat dikontrol dengan terapi generalis SP 1-4: mengenalkan halusinasi dan menghardik, minum obat, bercakap-cakap dan melakukan aktivitas terstruktur. Objectives: Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran. Methods: Metode yang digunakan adalah studi kasus melalui wawancara, observasi fisik dan dokumentasi. Partisipan yang digunakan dalam implementasi asuhan keperawatan jiwa adalah Sdr. A dengan gangguan halusinasi pendengaran di Wisma Antareja RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang. Analisis data yang digunakan dengan melakukan evaluasi penerapan generalis strategi pelaksanaan halusinasi. Results: Hasil studi kasus menunjukkan bahwa pasien mampu mengidentifikasi masalah halusinasi yang dialami dan mampu mengontrol halusinasi. Conclusions: Terapi generalis pada pasien halusinasi dapat membantu pasien mengenali halusinasinya sampai pada tindakan mengontrol halusinasi. Terapi generalis sebaiknya dilakukan rutin oleh perawat kepada pasien.
Pelatihan Penanganan Kegawatdaruratan Tersedak Pada Anak di Desa Ledug Purwokerto Sabna Meisya Lestari Sabna; Rahmaya Nova Handayani; Arni Nur Rahmawati
JURNAL Comunità Servizio : Jurnal Terkait Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, terkhusus bidang Teknologi, Kewirausahaan dan Sosial Kemasyarakatan Vol. 6 No. 2 (2024): OKTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Univesitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/cs.v6i2.6118

Abstract

Choking is a very dangerous emergency that often occurs in children under three years of age. Choking occurs when solid food that should pass through the digestive tract blocks the airway. Choking victims can lose consciousness, causing death. Treatment for choking in children is divided into three types, namely back blow, Heimlick maneuver and chest thrust. The aim of this Community Service is to identify the mother's level of knowledge and skills in handling choking emergencies in children. The method used is the lecture and demonstration method. There were 32 participants who attended and took part in the activity. The activity was carried out at RT.01/RW.05 Ledug Village, Purwokerto on Thursday, June 6 2024. The media used were powerpoint, leaflets and videos. Community Service Results showed that 19 participants (59.4%) had sufficient knowledge before the education was provided and after the education was provided, 29 participants (90.6%) were in the good category. The skill level before being given education and demonstration was that all participants were unskilled, 32 participants (100.0%), whereas after being given education and demonstration, 21 participants (65.6%) had skilled skills and 11 participants (34.4%) had less skilled skills. From the results of community service it can be concluded that there is an increase in knowledge and skills.
HUBUNGAN STRATEGI KOPING DENGAN KONFLIK KERJA-KELUARGA PADA TENAGA KESEHATAN PEREMPUAN DI RSUD AJIBARANG Arni Nur Rahmawati; Indri Heri Susanti
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 15, No 1 (2026): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v15i1.3185

Abstract

Tenaga kesehatan perempuan yang menjalankan peran ganda sebagai pekerja profesional sekaligus pengelola tanggung jawab keluarga rentan mengalami konflik kerja-keluarga (work-family conflict/WFC). Konflik ini berpotensi memengaruhi kesejahteraan psikologis, kualitas hidup, dan kinerja. Strategi koping merupakan salah satu sumber daya personal yang digunakan individu untuk merespons tekanan akibat konflik peran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara strategi koping dan konflik kerja-keluarga pada tenaga kesehatan perempuan di RSUD Ajibarang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Responden berjumlah 77 tenaga kesehatan perempuan yang memenuhi kriteria inklusi, dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Work-Family Conflict versi singkat (5 item) dan Brief COPE versi singkat (6 item) yang telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami WFC kategori sedang (64,94%) dan memiliki strategi koping kategori sedang (63,64%). Hasil uji Spearman menunjukkan terdapat hubungan positif yang bermakna antara strategi koping dan WFC (r? = 0,584; p < 0,001). Analisis kategorik dengan uji Chi-Square juga menunjukkan hubungan yang signifikan (?² = 19,387; p = 0,001). Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi konflik kerja-keluarga yang dialami, semakin tinggi pula intensitas strategi koping yang digunakan. Temuan ini menegaskan pentingnya intervensi berbasis individu dan organisasi untuk mendukung tenaga kesehatan perempuan dalam menghadapi tuntutan peran ganda.
Overview of gadget use by 8th grade students Septia Rachman Prasasti; Ita Apriliyani; Arni Nur Rahmawati
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 12 (2026): March
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i12.2840

Abstract

Background: The rapid development of digital technology has increased gadget use among adolescents, particularly junior high school (SMP) students. While gadget use can be beneficial as a learning medium and source of information, it also has the potential to negatively impact physical, emotional, and social health if not used wisely. Purpose: This study aims to examine gadget use among eighth-grade students. Method: The study employed a quantitative descriptive design with a survey method and a cross-sectional approach. The sample was determined using the Slovin formula and drawn using a non-probability purposive sampling technique, resulting in 60 respondents from a total population of 150 eighth-grade students. Data collection was conducted using a questionnaire structured based on gadget use indicators. Univariate analysis was conducted using frequency distributions and cross-tabulations. Results: The results showed that the majority of respondents were male (60.0%) and 13 years old (61.7%). Gadget use was dominated by the moderate category (60.0%), followed by the high category (23.3%) and the low category (16.7%). Cross-tabulations show that both male and female students are mostly in the moderate gadget use category, with the highest prevalence occurring at age 13. Conclusion: Gadget use among eighth-grade students was mostly in the moderate category. Suggestion: Based on these research findings, it is recommended that schools and parents supervise and educate students so that gadget use can be more judicious and balanced.
Asuhan Keperawatan Pasien Hipertensi Melalui Terapi Nostril Breathing Exercise Khairunnisa Saduede; Arni Nur Rahmawati; Mariah Ulfah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.264

Abstract

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik di atas 140 mmHg atau tekanan darah diastolik di atas 90 mmHg, yang dapat menyebabkan komplikasi serius. Prevalensi hipertensi terus meningkat di Indonesia, termasuk di Banjarnegara. Terapi farmakologis efektif, tetapi sering menyebabkan efek samping dan mengurangi kepatuhan pasien, sehingga terapi non-farmakologis menjadi alternatif yang lebih aman. Salah satu terapi tersebut adalah latihan pernapasan melalui lubang hidung, yaitu latihan pernapasan bergantian melalui lubang hidung yang dapat mengaktifkan saraf parasimpatis dan saraf vagus untuk menurunkan tekanan darah dan menenangkan tubuh. Studi ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan pretest-posttest pada pasien hipertensi di Rumah Sakit Islam Banjarnegara. Intervensi dilakukan selama tiga hari berturut-turut, dari 22 hingga 24 Mei 2025, dan meliputi penilaian, pendidikan, pemberian terapi latihan pernapasan melalui lubang hidung, dan evaluasi tekanan darah. Hasil pengukuran menunjukkan penurunan tekanan darah yang konsisten: pada 22 Mei, tekanan darah turun dari 141/92 mmHg menjadi 137/90 mmHg, pada 23 Mei dari 133/85 mmHg menjadi 130/82 mmHg, dan pada 24 Mei dari 125/80 mmHg menjadi 121/77 mmHg. Penurunan ini menunjukkan respons positif setelah terapi. Mekanisme fisiologis yang mendasari hasil ini adalah stimulasi sistem saraf parasimpatis, yang menurunkan denyut jantung, meningkatkan relaksasi, dan mengurangi aktivitas simpatis. Studi ini terbatas pada satu kasus, sehingga hasilnya tidak dapat digeneralisasikan, tetapi memberikan gambaran klinis bahwa latihan pernapasan hidung dapat digunakan sebagai terapi pelengkap yang sederhana, murah, aman, dan efektif untuk membantu mengontrol tekanan darah pada pasien hipertensi.
Penerapan Terapi Psikoreligius Zikir Pada Pasien Halusinasi Pendengaran Sofia Putri Romadhoni; Arni Nur Rahmawati; Ita Apriliyani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.267

Abstract

Halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia merupakan gangguan persepsi sensori yang dapat mengancam keselamatan diri atau orang lain. Penatalaksanaan non-farmakologi yang dapat membantu pasien mengelola gejala dan meningkatkan kualitas hidup yaitu terapi spiritual atau psikoreligius (zikir). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan terapi psikoreligius zikir pada pasien skizofrenia dengan halusinasi pendengaran. Metode penelitian berbentuk studi kasus deskriptif dengan sasaran pasien skizofrenia beragama Islam dengan halusinasi pendengaran. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi perilaku, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi rekam medis. Hasil penelitian selama tiga hari menunjukkan pasien Sdr. A mampu mengenali dan mengontrol halusinasi melalui manajemen halusinasi dan terapi zikir dengan hasil pada fase halusinasi membaik, skor AHRS turun 26 (berat) menjadi 10 (ringan), disertai penurunan gejala (bisikan, menarik diri, melamun) dan peningkatan konsentrasi. Oleh karena itu, terapi zikir dapat memanfaatkan sumber daya spiritual pasien, meningkatkan penerimaan, kepatuhan, serta membantu pasien mengurangi gangguan halusinasi, sehingga asuhan keperawatan menjadi lebih efektif.
Penerapan Terapi Musik Klasik Pada Sdr. F Dengan Halusinasi Pendengaran Selma Subekti; Ita Apriliyani; Arni Nur Rahmawati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.268

Abstract

Halusinasi pendengaran merupakan salah satu gejala umum skizofrenia yang dapat berdampak buruk bagi pasien. Studi kasus ini bertujuan mendeskripsikan penerapan terapi musik klasik untuk mengatasi halusinasi pendengaran. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif yang berfokus pada subjek tunggal, yaitu Sdr. F, seorang pasien skizofrenia dengan masalah persepsi sensori berupa halusinasi pendengaran di Soerojo Hospital Magelang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan terapi musik klasik terbukti efektif dalam menurunkan tanda dan gejala halusinasi, yang ditunjukkan oleh berkurangnya verbalisasi mendengar bisikan, perilaku menarik diri, dan kecurigaan, serta membaiknya konsentrasi pasien. Oleh karena itu, terapi musik klasik dapat menjadi intervensi keperawatan yang efektif sebagai bagian dari asuhan keperawatan untuk pasien dengan halusinasi pendengaran.
Studi Deskriptif Pemberian Co-Loading Cairan Kristaloid Terhadap Perubahan Tekanan Darah pada Pasien Spinal Anestesi di Rumah Sakit Jatiwinangun Purwokerto Anggita Stevania Taono; Rahmaya Nova H; Arni Nur Rahmawati
Jurnal Inovasi Global Vol. 2 No. 9 (2024): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v2i9.177

Abstract

Tindakan spinal anestesi menyebabkan berbagai komplikasi. Penurunan tekanan darah merupakan salah salah komplikasi yang sering terjadi pada pasien spinal anestesi. Salah satu penanganan penurunan tekanan darah adalah dengan pemberian co-loading cairan kristaloid. Co-loading merupakan bagian dari tindakan pemberian cairan yang dilakukan sesaat setelah tindakan anestesi spinal. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian yang digunakan yakni observasi deskriptif. Pendekatan yang digunakan saat penelitian adalah cross sectional yaitu suatu penelitian dengan mempelajari dinamika dengan cara pendekatan observasi yang dilakukan sekali saja. Populasi dalam penelitian ini didapatkan 220 responden yang dilakukan tindakan spinal anestesi. Sampel pada penelitian ini didapatkan 70 responden yang mengalami penurunan tekanan darah dengan spinal anestesi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini yaitu lembar observasi,bed side monitor. Analisis data menggunakan, analisis univariat.  Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan bahwa responden yang mengalami peningkatan tekanan darah setelah co-loading cairan sebanyak  (80%) responden, sebanyak (8,6%) mengalami penurunan tekanan darah dan sebanyak (11,4%) tidak mengalami perubahan tekanan darah. Hasil penelitian ini yang didapatkan di Rumah Sakit Jatiwinangun Purwokerto.