Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Penurunan Konsentrasi Pb dengan Metode Fitoremediasi Menggunakan Tumbuhan Jeringau (Acorus calamus) Suhar Suhar; Eka Marya Mistar; Ida Hasmita; Nurul Aflah; Ika Rezvani Aprita
Jurnal Serambi Engineering Vol 8, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v8i1.5607

Abstract

Industrial activities have led to the aquatic environment degradation. One of the pollutants is lead (Pb) which has a dangerous toxic effect, cannot be decomposed and is mutagenic. High levels of Pb in waters can result in the death of aquatic biota and pose a threat to human health. This study examined the ability of the Jeringau plant (Acorus calamus) to absorb Pb. The Jeringau plant is taken from the river bank, with a length of 20 cm, has many leaves and roots. Artificial Pb waste was made with various concentrations of 0.5 mg/L, 1 mg/L and 2 mg/L. Furthermore, the Jeringau plant was put into a reactor containing Pb waste and observed for 9 days. The obtained results showed that Pb concentration decreased at the ninth day of 0.03 mg/L, 0.067 mg/L and 0.201 mg/L.
EFEKTIVITAS TANAMAN KANGKUNG AIR (Ipomoea aquatic forsk) SEBAGAI MEDIA PENYERAP MERKURI (Hg) EKA MARYA MISTAR EKA MARYA MISTAR
PERISAI: Jurnal Pendidikan dan Riset Ilmu Sains Vol. 1 No. 1 (2022): Oktober Jurnal Perisai
Publisher : LPPM - Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.431 KB) | DOI: 10.32672/perisai.v1i1.65

Abstract

Perkembangan dalam dunia industri selain memberikan dampak positif juga membawa dampak negatif, salah satunya terjadinya kerusakan lingkungan khususnya pada air sungai. Industri yang menghasilkan limbah cair yang mengandung logam berat berbahaya langsung membuang atau mengalirkan limbah tersebut ke badan air tanpa dilakukan pengolahan terlebih dahulu. Salah satunya logam berat Hg, yang dinilai sangat berbahaya bagi kesehatan yaitu dapat memicu kerusakan fungsi hati dan ginjal. Penelitian ini terdiri atas 2 tahap, yaitu proses aklimatisasi kangkung dan proses penyerapan Hg Penelitian ini difokuskan untuk mengetahui efektifitas penyerapan merkuri (Hg) oleh kangkung air (Ipomoea aquatica forsk) dengan menggunakan metode fitoremediasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik fitoremediasi yang melibatkan tanaman kangkung air dapat menurunkan konsentrasi Hg menjadi 1.037 mg/L. Katakunci : merkuri, kangkung air, fitoremediasi, logam berat
Adsorpsi Zat Pewarna Metilen Biru Menggunakan Karbon Berpori Teraktivasi NaOH Eka Marya Mistar; Chairul Amni; Ikramullah Zein; Maulinda Maulinda; Teuku Muhammad Zulfikar; Ida Hasmita
Jurnal Serambi Engineering Vol 8, No 3 (2023): Juli 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v8i3.6352

Abstract

Metilen biru (MB) merupakan suatu zat pewarna yang sering digunakan pada proses pewarnaan kapas, kayu dan sutra. Tetapi pembuangan air limbah berwarna tanpa pengolahan yang tepat dapat mengakibatkan berbagai masalah lingkungan. Penggunaan biosorben yang berbeda sebagai adsorben berbiaya rendah alternatif dalam menghilangkan MB telah dipelajari dan dikaji secara luas, termasuk kapasitas adsorpsi dan kondisi eksperimentalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adsorpsi methylene blue pada karbon aktif. Dalam penelitian ini, karbon aktif yang diproduksi dari bambu kuning teraktivasi NaOH digunakan sebagai biosorben untuk menyerap MB dari media berair. Karbon aktif dimasukkan ke dalam kolom unggun tetap dengan variasi laju alir larutan MB yaiut 5 mL/menit dan 10 mL/menit. Hasil adsorpsi mengindikasikan bahwa daya serap MB tertinggi yaitu 8.23 mg/L pada laju alir 5 mL/menit pada waktu adsorpsi menit ke 100.
Modifikasi Serat Kenaf (Hibiscus cannabinus L.) Menggunakan Anhidrida Propionat Eka Marya Mistar; Muhammad Muhammad
Jurnal Serambi Engineering Vol 8, No 4 (2023): Oktober 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v8i4.6687

Abstract

Kenaf is a local crop that has great potential as a polymer composite reinforcement. However, the main weakness in strengthening composites using kenaf fiber is its hydrophilic or water-absorbing properties. To improve composite properties, surface modification of kenaf fiber is needed to enhance the structure and chemical properties of kenaf fiber. This study aims to explore the potential of chemical modification of kenaf fiber for use in composites. Chemical modification treatment of kenaf fibers was intended to improve the hydrophobicity that the compatibility between the fiber and matrix bonds are enhanced. In this study, chemical modification of kenaf fiber was performed using propionic anhydride. The modification process was done through a three-variation of retention time; 100, 200, 300 minutes at 100 C. This research also compared the kenaf fiber properties with and without the modification process, including the analysis of the weight percent gain and surface morphological structure. The results showed that the optimal weight gain and morphological structure was at a retention time of 200 minutes.
Edukasi dan Sosialisasi Pengolahan Limbah Sekam Padi Menjadi Bioadsorben dengan Metode Ramah Lingkungan Eka Marya Mistar; Ida Hasmita; Dian Aswita
Jurnal Serambi Engineering Vol 8, No 4 (2023): Oktober 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v8i4.6694

Abstract

Cot Puklat merupakan suatu Desa di Mukim Meulayo Kabupaten Aceh Besar, yang mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai petani padi. Saat proses penggilingan padi, kulit padi akan terkupas dan terpisah dari beras, sehingga sekam padi ini menjadi limbah dari proses penggilingan padi yang selanjutnya disebut sekam padi. Di desa ini, saat masa panen, banyak limbah sekam padi yang menumpuk dan umumnya kurang dimanfaatkan. Sampai saat ini, limbah sekam padi hanya ditumpuk atau dijadikan bahan untuk abu gosok. Adanya potensi limbah sekam di desa dapat dimanfaatkan menjadi bioadsorben dan menjadi peluang masyarakat desa dalam meningkatkan pendapatan ekonomi. Program ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi dan pembekalan materi kepada masyarakat agar dapat mengolah limbah sekam padi menjadi bioadsorben. Produk bioadsorben ini sangat bermanfaat bagi kehidupan, diantaranya dapat berfungsi sebagai bioadsorben penyerap limbah logam berat juga dapat dijual kepada pabrik/industri yang membutuhkan bioadsorben untuk menangani limbah usahanya. Dengan telah terlaksananya program Pemberdayaan kemitraan masyarakat ini, masyarakat Desa Cot Puklat sudah memiliki pengetahuan dalam pemanfaatan limbah sekam padi menjadi bioadsorben.
Adsorpsi Pb Menggunakan Karbon Aktif dari Bambu Kuning (Bambusa Vulgaris Striata) Teraktivasi KOH Ida Hasmita; Herlina S. Manap; Eka Marya Mistar
Rona Teknik Pertanian Vol 15, No 1 (2022): Volume No. 15, No. 1, April 2022
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v15i1.22733

Abstract

Abstrak. Karbon aktif berbahan baku bambu kuning (Bambusa vulgaris striata) dipreparasi dengan KOH aktivasi untuk menyerap Timbal (Pb). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji daya adsorpsi Pb pada karbon aktif. Proses adsorpsi dilakukan dengan mengalirkan larutan Pb melewati unggun yang berisi karbon aktif. Variasi laju alir yang diaplikasikan adalah 5 mL/menit dan 10 mL/menit. Struktur mikro karbon aktif diamati dengan Scanning Electron Microscope (SEM). Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan daya adsorpsi Pb tertinggi pada laju alir 5 mL/menit, yaitu pada menit ke 100 menghasilkan konsentrasi effluent 5,82 mg/L.Adsorption of Pb using activated carbon from Yellow Bamboo (Bambusa vulgaris striata) using KOH activationAbstract. Activated carbon was prepared from Yellow bamboo (Bambusa vulgaris striata) via KOH activation to adsorb Pb ions from aqueous solutions. This research aimed to determine Pb adsorption using activated carbon. The adsorption process was performed by flowing the Pb solution through the fixed-bed column filled with the prepared activated carbon. The applied flow rate varied between 5 mL/min and 10 mL/min. The microstructure of activated carbon was observed using Scanning Electron Microscope (SEM). The obtained results showed that the highest Pb concentration at 5 mL/min was 5.82 mg/L.
Adsorpsi Zat Pewarna Metilen Biru Menggunakan Karbon Berpori Teraktivasi NaOH Eka Marya Mistar; Chairul Amni; Ikramullah Zein; Maulinda Maulinda; Teuku Muhammad Zulfikar; Ida Hasmita
Jurnal Serambi Engineering Vol 8, No 3 (2023): Juli 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v8i3.6352

Abstract

Metilen biru (MB) merupakan suatu zat pewarna yang sering digunakan pada proses pewarnaan kapas, kayu dan sutra. Tetapi pembuangan air limbah berwarna tanpa pengolahan yang tepat dapat mengakibatkan berbagai masalah lingkungan. Penggunaan biosorben yang berbeda sebagai adsorben berbiaya rendah alternatif dalam menghilangkan MB telah dipelajari dan dikaji secara luas, termasuk kapasitas adsorpsi dan kondisi eksperimentalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adsorpsi methylene blue pada karbon aktif. Dalam penelitian ini, karbon aktif yang diproduksi dari bambu kuning teraktivasi NaOH digunakan sebagai biosorben untuk menyerap MB dari media berair. Karbon aktif dimasukkan ke dalam kolom unggun tetap dengan variasi laju alir larutan MB yaiut 5 mL/menit dan 10 mL/menit. Hasil adsorpsi mengindikasikan bahwa daya serap MB tertinggi yaitu 8.23 mg/L pada laju alir 5 mL/menit pada waktu adsorpsi menit ke 100.
Review Potensi Biomassa Cangkang Kemiri (Aleurites moluccana) Sebagai Bahan Baku Karbon Aktif Penyerap Merkuri Eka Marya Mistar; Rita Sunatarty; Ikramullah Zein; Maulinda Maulinda; Chairul Amni
Jurnal Serambi Engineering Vol 8, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v8i1.5551

Abstract

AbstractActivated carbon derived from biomass as an adsorbent has attracted much interest due to its environmentally friendly nature, abundant and porous structure. This paper aims to summarize literature studies of activated carbon generated from candlenut shells (Aleurites moluccana) via a chemical was activation process. The availability of these raw materials is very abundant in Indonesia that requires serious attentions to reduce the accumulation of solid waste which cause the environmental problems. One possible solution is that the biomass can be converted to an adsorbent which can absorb the heavy metal that can damage the environment. The results of previous studies indicate that activated carbon produced from candlenut shells could effectively absorbs mercury.Keywords : activated carbon, candlenut shell, biomass, adsorbent, mercury
Penurunan Konsentrasi Pb dengan Metode Fitoremediasi Menggunakan Tumbuhan Jeringau (Acorus calamus) Suhar Suhar; Eka Marya Mistar; Ida Hasmita; Nurul Aflah; Ika Rezvani Aprita
Jurnal Serambi Engineering Vol 8, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v8i1.5607

Abstract

Industrial activities have led to the aquatic environment degradation. One of the pollutants is lead (Pb) which has a dangerous toxic effect, cannot be decomposed and is mutagenic. High levels of Pb in waters can result in the death of aquatic biota and pose a threat to human health. This study examined the ability of the Jeringau plant (Acorus calamus) to absorb Pb. The Jeringau plant is taken from the river bank, with a length of 20 cm, has many leaves and roots. Artificial Pb waste was made with various concentrations of 0.5 mg/L, 1 mg/L and 2 mg/L. Furthermore, the Jeringau plant was put into a reactor containing Pb waste and observed for 9 days. The obtained results showed that Pb concentration decreased at the ninth day of 0.03 mg/L, 0.067 mg/L and 0.201 mg/L.
Pembuatan Pulp and Paper Berbahan Dasar Serat Kulit Pinang (Areca Catechu L.) dengan Penambahan Kitosan Sebagai Zat Aditif Antibakteri Hasniar; Ida Hasmita; Eka Marya Mistar; Nadia Putri Mauliza; Kasturi
Jurnal Serambi Engineering Vol. 9 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The need for paper in Indonesia continues to increase along with population growth and progress in activities related to paper use. However, the supply of materials used to make wood pulp will also decrease over time. Continuous exploitation of forests will cause environmental problems. An alternative to reduce the impact on the environment is to replace the raw material for making non-wood paper which is rich in cellulose fiber. One non-wood raw material that is rich in fiber is areca nut shell. However, the current problem is that paper can be contaminated with microorganisms from free (dirty) air, dirty hands of people who handle it or from unsterile storage places. So,we need a new alternative to prevent this problem, namely by adding antibacterial additives to the paper. The method used is the process of delignification, filtration, drying, bleaching and adding chitosan additives. The conclusionsobtained that the optimum concentration of the NaOH cooking solution was found at a NaOH concentration of 10%, the optimum time was obtained at a delignification time of 6 hours, and the best concentration of chitosan additive was 6% with an inhibition zone of 7.01 mm. The inhibition zone obtained is in the weak category.