Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Relationship of Anxiety Level And Knowledge of Pregnant Women in Trimester III Facing Delivery Preparation Fadmiyanor, Isye; Rahman, Yessy Trisna; Helina, Siska; Susanti, Ari
JURNAL IBU DAN ANAK Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Ibu dan Anak, Volume 10, No.1, Mei 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau Under Health Ministry Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/jia.v10i1.512

Abstract

Physical and psychological changes in pregnancy can be a stressor that causes anxiety. The causes of anxiety in pregnant women include lack of knowledge. Not infrequently pregnant women have thoughts that interfere with their mindset so that pregnant women are less prepared for childbirth. This study aims to determine the relationship between anxiety and knowledge of pregnant women in the third trimester with preparation for delivery, is a quantitative study with a cross sectional design conducted at the Teluk Belitung Public Health Center. The research population was all third trimester pregnant women with a sample of 36 respondents. The sampling technique was accidental sampling, using the chi square statistical test. The results showed that there was a relationship between the level of anxiety of pregnant women in the third trimester with preparation for delivery (pValue 0.007) and there was no relationship between knowledge of pregnant women in the third trimester and preparation for delivery (pValue 0.061). For health workers, especially village midwives, to always provide positive support, information and motivation to pregnant women regarding pregnancy, childbirth, postpartum and newborns
THE EFFECT OF HYPNOBIRTHING ON THE LENGTH OF THE FIRST STAGE OF LABORAT PMB PEKANBARU CITY Fadmiyanor, Isye; Harahap, Juraida Roito; Susanti, Ari; Masritna, Erin
JURNAL IBU DAN ANAK Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Ibu dan Anak, Volume 10, No.2,November 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau Under Health Ministry Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/jia.v10i2.629

Abstract

Childbirth causes pain, causing fear, worry and prolonged parturition. Prolonged parturition is one of the factors causing the high maternal mortality rate in Indonesia, which is 5%. One of the non-pharmacological methods to speed up the delivery process is hypnobirthing, by giving positive suggestions to make the mother feel comfortable and pleasant in facing labor. The aim of the study was to determine the effect of hypnobirthing on the length of labor in the first stage. The type of research was Quasy Experiment with Static Group Comparison design. The sample consisted of 20 mothers in labor consisting of 10 intervention groups and 10 control groups. The results showed that there was no effect of hypnobirthing on the duration of the first stage of labor (p=0.106). It is recommended that health workers can increase their competence in providing complementary therapy in order to facilitate safe and comfortable deliveries so as to speed up the delivery process.
PENINGKATAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DI SMPN 01 RENGAT BARAT KABUPATEN INDRAGIRI HULU Yulianto, Yulianto; Deswita, Deswita; Fadmiyanor, Isye
PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health Vol 3 No 1 (2024): Vol 3 No 1 (2024): PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/pitimas.v3i1.923

Abstract

Abstrak Sekitar 75% wanita Indonesia pernah mengalami keputihan minimal satu kali dalam hidupnya dan 45% di antaranya mengalami keputihan dua kali atau lebih. Hal ini, di karena Indonesia merupakan daerah tropis sehingga membuat keadaan tubuh menjadi lebih lembab dan berkeringat. Keputihan sering terjadi pada remaja dalam masa pubertas karena pengaruh peningkatan hormonal dan aktifitas remaja yang masih tinggi mengakibatkan area lembab pada alat genital (Utami, 2021). Hasil penelitian tentang kesehatan reproduksi wanita menunjukkan bahwa remaja di Indonesia mengalami keputihan sekitar 75% minimal satu kali dalam hidupnya dan 45% diantaranya mengalami dua kali atau lebih. Angka berbeda tajam dengan negara yang berbeda iklim dengan Indonesia (Dechacare, 2016). Masalah keputihan merupakan masalah yang umum dan terjadi di berbagai wilayah. Namun dapat diatasi dengan mudah melalui upaya peningkatan pengetahuan tentang masalah kesehatan reproduksi sehingga diharapkan remaja putri mampu mencegah munculnya masalah kesehatan reproduksi (Depkes, 2018). Kegiatan ini dilaksanakan dari bulan Januari s/d Agustus 2023. Sasaran pengabdian masyarakat ini adalah siswa kelas VII di SMPN 01 Rengat Barat dengan 3 kali pertemuan. Hasil kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan siswi tentang kesehatan reproduksi dan terbentuknya kelompok diskusi siswa tentang masalah kesehatan reproduksi. Luaran yang dithasilkan adalah publikasi di Jurnal nasional terakreditasi dan video edukasi tentang masalah kesehatan reproduksi.
PEMBERDAYAAN KADER DENGAN MENERAPKAN PRENATAL YOGA PADA KELAS IBU HAMIL DALAM MENGATASI KETIDAKNYAMANAN KEHAMILAN Fadmiyanor, Isye; Susanti, Ari
EBIMA : Jurnal Edukasi Bidan di Masyarakat Vol 5 No 2 (2024): Ebima: Jurnal Edukasi Bidan di Masyarakat
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prenatal yoga merupakan salah satu modifikasi hatha yoga yang disesuaikan dengan kondisi ibu hamil dengan tujuan mempersiapkan fisik, mental, dan spiritual ibu hamil dalam menghadapi proses persalinan (Pratignyo, 2014). Gerakan peregangan otot dalam prenatal yoga dapat meminimalkan atau mengurangi bahkan mengatasi ketidaknyamanan berupa keluhan-keluhan umum yang terjadi selama kehamilan seperti hearth burn, nyeri pinggul atau tulang rusuk, kram kaki, sakit kepala. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dikelurahan Harjosari merupakan wilayah kerja puskesmas Melur dengan sasaran kader Posyandu yang belum pernah terpapar Prenatal Yoga berjumlah 15 orang. Kegiatan ini berdampak baik terhadap pengetahuan kader mengenai Prenatal Yoga dari 6,67% menjadi 86,67%.Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya prilaku seseorang. Perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan lebih baik dari pada perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan. Terlihat dari senam prenatal yoga yang dilakukan oleh kader yang sangat bersemangat megikuti setiap gerakan-gerakan yoga prenatal yang ditandai dengan 90% kader dapat melakukan keseimbangan setiap gerakan oprenatal yoga dan 79% kader dapat menguasai setiap gerakan prenatal yoga. Kegiatan prenatal yoga hendaknya dapat dilanjutkan pada setiap kegiatan kelas ibu hamil dan memberikan dukungan bagi mitra dan masyarakat agar prenatal yoga tetap terlaksana secara berkelanjutan.
PERAN PENDIDIKAN GIZI DALAM MENINGKATKAN KESADARAN IBU HAMIL TERHADAP PENCEGAHAN STUNTING DI KLINIK PRATAMA TAMAN SARI KOTA PEKANBARU Fadmiyanor, Isye; Fatiyani Alyensi; Aryani, Yeni; Susanti, Ari
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.36198

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran pendidikan gizi dalam meningkatkan kesadaran ibu hamil terhadap pencegahan stunting di Klinik Pratama Taman Sari, Kota Pekanbaru. Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius, di mana kekurangan gizi pada ibu hamil dapat berdampak negatif pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber informasi dari jurnal, laporan penelitian, dan buku yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan gizi yang efektif dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil mengenai pentingnya asupan nutrisi selama kehamilan. Program edukasi yang bersifat interaktif, melibatkan dukungan keluarga, serta didukung oleh tenaga kesehatan yang berpengalaman, terbukti lebih berhasil dalam memfasilitasi perubahan perilaku gizi yang positif. Temuan ini juga menyoroti adanya kesenjangan dalam penelitian sebelumnya, yang lebih banyak berfokus pada intervensi di tingkat kebijakan tanpa mempertimbangkan konteks layanan kesehatan primer. Dengan demikian, penelitian ini menawarkan perspektif baru mengenai pentingnya peran klinik kesehatan dalam mencegah stunting melalui pendidikan gizi yang lebih terarah. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan program pendidikan gizi di klinik-klinik kesehatan primer, serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak dini.