Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan Pencegahan Hipertensi Pada Anggota Senam Lanjut Usia di Puskesmas Rajabasa Indah Bandar Lampung Sumekar, Dyah Wulan; Wulan, Anggraini Janar; Saftarina, Fitria; Wahono, Endro Prasetyo
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 2 No. 1 (2016): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v2i1.1157

Abstract

Angka Harapan Hidup di Indonesia, khususnya di Provinsi Lampung mengalami peningkatan. Semakin tingginya Angka Harapan Hidup merujuk pada semakin meningkatnya kesejahteraan dan derajat kesehatan masyarakat. Akan tetapi, peningkatan Angka Harapan Hidup juga meningkatkan penyakit-penyakit degeneratif, diantaranya adalah hipertensi. Di sisi lain diketahui bahwa terdapat beberapa faktor risiko hipertensi yang dapat dicegah, sehingga dapat mengurangi risiko hipertensi atau efek dari hipertensi. Faktor risiko yang dapat dicegah diantaranya adalah pola makan yang kurang sesuai dan kurangnya aktivitas fisik. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan pencegahan hipertensi di Puskesmas Rajabasa, khususnya pada anggota senam lanjut usia. Pengabdian dilakukan dengan memberikan penyuluhan mengenai hipertensi, menu makan yang sesuai bagi penderita hipertensi, self-monitoring dan aktivitas fisik. Pada kegiatan pengabdian ini juga diberikan buku menu dan resep makanan yang sesuai bagi penderita hipertensi serta buku self-monitoring. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan ini dapat meningkatkan pengetahuan para anggota senam lanjut usia di Puskesmas Rajabasa Indah tentang hipertensi. Oleh karena itu, penyuluhan yang kontinu diperlukan untuk peningkatan pengetahuan secara berkelanjutan. Penyuluhan dapat dilakukan melalui media yang telah ada seperti posyandu maupun pos kesehatan kelurahan.Kata kunci: pencegahan, hipertensi, lanjut usia
Peningkatan Pengetahuan dan Partisipasi Aktif dalam Gerakan Cegah dan Berantas Skabieske pada Anak-Anak Pondok Pesantren Annida Kecamatan Jatimulyo, Lampung Selatan Wulan, Anggraini Janar; Kurniati, Intanri; Jausal, Anisa Nuraisa
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 4 No. 1 (2019): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v4i1.2529

Abstract

Skabies atau yang dikenal dengan nama kudisan merupakan suatu penyakit kulit menular yang disebabkan oleh parasit Sarcoptes scabei. Penyakit ini sejak tahun 2017 oleh World Health Organization (WHO) dimasukkan dalam kelompok Neglected Tropical Diseases atau NTDs. Jumlah penderita skabies di Indonesia menunjukkan angka yang berbeda di setiap daerah. Jumlah kasus baru penyakit skabies di propinsi Lampung tahun 2011 berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Lampung berjumlah 1135 orang dan meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 2941 orang pada tahun 2012. Pondok pesantren adalah salah satu lembaga pendidikan Islam yang identik dengan kepadatan penduduk yang tinggi.Beberapa faktor diketahui berperan sebagai faktor resiko terjadinya skabies. Faktor tersebut antara lain usia muda (5-14 tahun), jumlah penghuni rumah yang padat lebih dari 5 orang, penggunaan barang pribadi secara bersama termasuk tempat tidur, personal higiene dan sanitasi lingkungan yang buruk.Hampir seluruh penelitian mengenai skabies merekomendasikan perlunya tindakan untuk meningkatan pengetahuan masyarakat mengenai penyakit skabies terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan remaja yang tinggal secara berkelompok, salah satunya adalah warga pondok pesantren.Khalayak sasaran pada kegiatan ini adalah anak-anak pondok pesantren Annida yang berusia 12-13 tahun, yaitu para santri baru, dan dibatasi untuk 50-75 santri.Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan partisipasi aktif para anak-anak pondok pesantren dalam “ Gerakan Cegah Dan Berantas Skabies”.Metode yang diterapkan pada kegiatan ini mencakup: 1) evaluasiawal; 2) penyuluhan; 3) evaluasi proses; 4) evaluasi akhir,dengan materipenyuluhanmengenaiscabies dantineamulaidarietiologi, gejala, kondisi lingkungan maupun perilaku seperti apa yang menyebabkanS. scabieidan jamur untuk hidup dan berkembang biak serta pencegahannya. Pada kegiatan pengabdian ini juga dilakukan demonstrasi cuci tangan WHO. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan ini dapat meningkatkan pengetahuan para santri di Pondok Pesantren Annida Lampung Selatan tentang skabies. Oleh karena itu, penyuluhan yang kontinu diperlukan untuk peningkatan pengetahuan secara berkelanjutan.Kata kunci: peningkatan pengetahuan, pondok pesantren, skabies
Penyuluhan Tentang Pentingnya Rantai Dingin (Cold Chain) dalam Mencegah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) pada Tenaga Kesehatan di Puskesmas Tanjungsari Lampung Selatan Oktafany, Oktafany; Soleha, Tri Umiana; Hanriko, Rizki; Wulan, Anggraini Janar
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 5 No. 1 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v5i1.2811

Abstract

Dewasa ini kejadian Outbreak Respon Imunization (ORI) pada imunisasi DPT banyak dijumpai dan merupakan kejadian ikutan paska imunisai yang tidak diinginkan, bahkan banyak diantaranya harus menjalani perawatan di rumah sakit. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas kesehatan mengenai teknik penyuntikan dan rantai dingin imunisasi DPT. Penyuluhan dan demonstrasi penyuntikan imunisasi DPT dan rantai dingin diharapkan dapat meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan kader posyandu sehingga dapat menurunkan angka kejadian ikutan paska imunisasi secara bermakna. Manfaat dari pengabdian ini adalah dengan meningkatnya pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dapat memberikan pelayanan imunisasi yang prima. Kegiatan ini akan dilaksanakan di Puskesmas Tanjungsari Lampung Selatan bulan Mei tahun 2020. Metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab serta demonstrasi langsung penyuntikan imunisasi DPT. Kegiatan ini meliputi persiapan, pelaksanaan serta evaluasi kegiatan. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan pre test dan post test seputar materi yang telah diberikan. Setelah mendapatkan penyuluhan mengenai cara penyuntikan vaksin DPT dan pentingnya rantai dingin sebagai pencegahan kejadian pasca imunisasi maka pengetahuan tenaga medis Puskesmas Tanjungsari meningkatKeyword : Imunisasi DPT, KIPI, Rantai dingin
Peningkatan Pengetahuan dan Partisipasi Aktif dalam Gerakan Cegah dan Berantas Skabies kepada Anak-Anak Pondok Pesantren Annida Kecamatan Jatimulyo Lampung Selatan Wulan, Anggraini Janar; Larasati, Ta; Kurniati, Intanri; Jausal, Anisa Nuraisa
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 5 No. 1 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v5i1.2812

Abstract

Skabies merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan oleh Sarcoptes scabei. Angka kejadian skabies berdasarkan penelitian-penelitian di pondok pesantren di Indonesia termasuk Bandar lampung masih tinggi. Faktor utama yang menyebabkan tingginya prevalensi skabies pada tempat hunian yang padat seperti pondok pesantren adalah adanya kontak fisik antar individu yang memudahkan transmisi langsung dari kulit ke kulit. Faktor lain yang mempengaruhi kejadian skabies adalah tingkat pengetahuan, kebersihan pribadi, dan juga faktor resiko berupa usia anak-anak hingga remaja. Oleh karena itu perlu dilakukan kegiatan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai skabies dan tindakan untuk mencegahnya. Kegiatan meliputi penyuluhan, demontrasi dan praktek cuci tangan WHO serta pemeriksaan kesehatan kulit dan pengobatannya. Evaluasi meliputi penilaian sebelum, selama, dan sesudah kegiatan. Pada pre test didapatkan 42 peserta (65,62%) belum memiliki pemahaman tentang skabies dengan nilai kurang dari 60, 18 peserta (28,12%) memiliki pemahaman yang cukup tentang skabies dengan rentang nilai 60-79, dan 4 peserta (6,25%) sangat paham terhadap penyakit skabies dengan nilai lebih dari 80. Dari hasil post test didapatkan 6 peserta (9,37%) memiliki pemahaman yang sangat baik dengan rentang nilai 80-100, 39 peserta (60,93%) memiliki pemahaman yang cukup, dan 19 peserta (29,68%) tetap belum memiliki pemahaman mengenai skabies. Evaluasi proses menunjukkan seluruh peserta mampu melakukan cuci tangan WHO dengan benar. Disimpulkan bahwa kegiatan penyuluhan ini dapat meningkatkan pengetahuan para santri mengenai penyakit skabies dan para santri mampu melakukan tindakan pencegahan berupa cuci tangan WHO. Oleh karena itu, penyuluhan yang kontinu diperlukan untuk peningkatan pengetahuan secara berkelanjutan.Kata kunci: pencegahan, pemberantasan, pondok pesantren, skabies
Pemberdayaan Masyarakat untuk Pencegahan Anemia Larasati, Ta; Perdani, Roro Rukmi Windi; Wulan, Anggraini Janar; Ferdiansyah, Ahmad Irzal
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 5 No. 1 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v5i1.2815

Abstract

Remaja merupakan tahap transisi menuju dewasa dengan pertumbuhan pesat yang terkait dengan pemenuhan zat besi. Asupan zat besi yang kurang dapat menyebabkan anemia. Kejadian anemia nasional pada usia ≥ 1 tahun, 5-11 tahun, dan 15-24 tahun adalah masing-masing sebesar 21,7%, 26,4%, dan 18,4%. Kejadian anemia pada remaja putri di Bandar Lampung khusunya kecamatan Tanjungkarang Pusat mencapai 43,1%. Faktor-faktor yang mempengaruhi anemia pada remaja putri adalah kurangnya kosumsi makanan yang mengandung zat besi, menstruasi, konsumsi tablet tambah darah (TTD), dan konsumsi teh setelah makan. Pemberian TTD merupakan salah satu upaya penting untuk mencegah serta menanggulangi anemia akibat kekurangan zat besi. Tujuan dari pengabdian ini adalah mengatasi masalah anemia remaja putri berdasarkan hasil penelitian kualitatif analisis faktor penyebab masalah rendahnya pemberian tablet Fe di Tanjungkarang Pusat. Kegiatan ini telah dilakukan di Bandar Lampung dengan sasaran siswi-siswi SMP,SMA, dan SMK di Tanjungkarang Pusat sebagai duta pencegahan anemia. Strategi Community empowerment telah dilakukan berupa sosialisasi, FGD kepala sekolah serta pelatihan duta dan pembentukan komunitas penccgahan anemia, hingga akhirnya tercapai : 1) menumbuhkan kesadaran masyarakat, dalam hal ini sekolah dan siswi SMP,SMA, SMK se Tanjungkarang Pusat tentang pentingnya pencegahan anemia, 2) kemudian memotivasi dan memampukan masyarakat dengan proses edukasi dan pelatihan pencegahan anemia pada remaja putri, 3) Untuk menjamin keberlanjutan program, dibentuk komunitas penegahan anemia pada remaja putri yang beranggotakan perwakilan siswi dari tiap sekolah serta dibentuk juga komitmen dari stakeholder terkait, yang dicapai dengan deklarasi komitmen bersama dan Puskesmas Simpur dan Puskesmas Palapa sebagai leader.Kata Kunci: anemia, pemberdayaan masyarakat, pencegahan, remaja putri
Pencegahan Perilaku Merokok Siswa Sekolah Menengah Pertama di SMP Islam Mumtaz, Bandar Lampung Mustofa, Syazili; Kurniawaty, Evi; Saputra, Oktadoni; Wulan, Anggraini Janar; Nuriah, Nuriah; Suharyani, Suharyani
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v8i2.3229

Abstract

Perokok usia muda semakin meningkat jumlahnya dari tahun ke tahun. Banyak factor yang menyebabkan anak usia sekolah mulai merokok, misalnya mengikuti gaya hidup, ingin terlihat keren, dan ketidak tahuan mengenai bahaya merokok.Perokok anak dan remaja dapat terjangkit penyakit misalnya asma, ISPA dan penurunan fungsi paru. Remaja di Indonesia mulai merokok karena tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang bahaya merokok bagi kesehatan. Peran temansebaya sangat dibutuhkan anak remaja dalam memberikan informasi pengetahuan yang tepat dan memotivasi berperilaku hidup sehat. Target khusus kegiatan ini adalah meningkatkan kesehatan remaja melalui pemberdayaan siswa sebagai peereducator dalam rangka upaya pencegahan perilaku merokok siswa di SMP Islam Mumtaz Bandar Lampung. Kegiatan ini berbentuk pendidikan pada masyarakat untuk pencegahan perilaku merokok di  SMP Islam Mumtaz, Bandar Lampung.Kegiatan mampu meningkatkan pengetahuan siswa SMP Islam Mumtaz terhadap bahaya rokok dan pencegahan perilaku merokok. Kami menyarankan kepada semua pihak untuk fokus dalam menghadapi permasalahan ini dan mengembangkan berbagai metode untuk menecegah perokok pada usia muda di Indonesia. Kata kunci: Bahaya merokok, pencegahan merokok, perokok siswa sekolah.
Pendidikan Berkelanjutan untuk Ibu “ Mempersiapkan dan Memberikan MP Asi yang Berkualitas ’’ Sebagai Salah Satu Strategi Cegah Stunting pada Masyarakat Desa Jatisari Kecamatan Jatimulyo Lampung Selatan Wulan, Anggraini Janar; Windarti, Indri; Mutiara, Hanna; Mustofa, Syazili; Fiana, Dewi Nur
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v8i2.3232

Abstract

Stunting atau kerdil merupakan masalah gizi kronis pada balita yang ditandai dengan tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan anak seusianya. Salah satu penyebab terjadinya masalah kekurangan gizi pada bayi adalah praktekpemberian MP ASI yang kurang tepat seperti pemberian MP ASI terlalu dini atau terlambat, pemilihan bahan yang tidak bervariasi, serta MP-ASI yang tidak memenuhi kebutuhan zat gizi. Para ibu dan juga para kader Kesehatan diwilayah Jatisari, Kecamatan Jatimulyo, Lampung Selatan belum mendapatkan pengetahuan yang memadai mengenai MP ASI. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya promotif untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para ibudengan bayi dan balita mengenai seluk beluk tentang pemberian MP ASI yang benar. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang berkesinambungan dengan pelatihan manajemen ASI Eksklusif pada tahun 2022. Kegiatan meliputi penyuluhandan diskusi interaktif. Pemberian penyuluhan meningkatan pengetahuan diketahui dari hasil pre test dan post test. Pemberian penyuluhan meningkatan  pengetahuan diketahui dari hasil pre test dan post test. Pada pre test p’ada pretest didapatkan bahwa 9 peserta (33,3 %) memiliki tingkat pengetahuan kurang paham mengenai MP ASI, 11 peserta (40,7%) sudah cukup paham dan terdapat 7 peserta (25,9%) yang sangat paham mengenai MP ASI. Pada hasil post testdidapatkan hampir seluruh peserta kegiatan atau 20 peserta (74,1%) sudah sangat paham mengenai MP ASI dan terdapat 7 peserta (25,9%) yang cukup paham dengan manajemen laktasi. Kegiatan pengabdian dikatakan berhasilkarena meningkatkan pengetahuan pada 74,07% peserta. Disimpulkan bahwa setelah mendapatkan penyuluhan mengenai MP ASI, maka pengetahuan Masyarakat khususnya ibu-ibu dengan bayi dan balita mengenai MP ASI di DesaJatisari, Kecamatan Jatimulyo, Lampung Selatan  meningkat. Kata kunci: MP ASI, Stunting