Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : TEKNOSIAR

Studi Komparatif Pengaruh Bahan Tambah Aditif Terhadap Sifat Fisik dan Mekanik Beton Ndale, Fransiskus Xaverius; Gado, Alfridus
TEKNOSIAR Vol. 18 No. 1 (2024): Volume 18 Nomor 1 April 2024
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v18i1.4074

Abstract

This research aims to conduct a comparative study analyzing the influence of additives on the physical and mechanical properties of concrete based on the results of previous research. Three relevant previous studies were used as a reference in analyzing the effect of additives on compressive strength, split tensile strength, modulus of elasticity and compressive strength of concrete. In Agus Setya Budi’s research, the use of fly ash with a content of 15% resulted in an increase in the compressive strength of concrete, while the use of fly ash levels of 30% and 40% resulted in a decrease in the compressive strength of the concrete. Samun Haris’ research shows that using silica fume powder at a level of 5% produces higher compressive strength results compared to a level of 15%. Meanwhile, Muhhamad Sadat’s research indicates that the use of slag as a substitute for fine aggregate increases the compressive strength of concrete along with increasing levels of slag substitution. Based on the analysis of the research results, it can be concluded that the use of additives in concrete has a significant influence on the physical and mechanical properties of concrete. However, the effect of added additives depends on the type and level of additives used. Therefore, it is necessary to pay attention to the selection of the right additives to achieve the desired concrete characteristics.
Analisis Komparatif Kinerja Beton Serat Bambu dan Beton Serat Baja Terhadap Sifat Mekanik Beton Normal Ndale, Fransiskus Xaverius; Gado, Alfridus; Kota, Ireneus
TEKNOSIAR Vol. 18 No. 2 (2024): Volume 18 Nomor 2 Oktober 2024
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v18i2.4557

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kinerja beton serat bambu dan beton serat baja dalam meningkatkan sifat mekanik beton normal, yaitu kuat tekan, kuat tarik belah, dan modulus elastisitas. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen faktorial 2 level x 3 level, dengan faktor: (1) jenis serat (serat bambu, serat baja) dan (2) kadar serat (0.5%, 1.0%, 1.5%). Benda uji dibuat dengan menggunakan semen Portland Tipe I, air, agregat halus, agregat kasar, dan serat bambu atau serat baja. Sifat mekanik beton diuji pada usia 28 hari dengan menggunakan mesin uji tekan beton, mesin uji tarik belah beton, dan alat ultrasonic pulse velocity (UPV). Hasil penelitian menunjukkan penambahan serat bambu dan serat baja secara umum meningkatkan sifat mekanik beton. Kenaikan sifat mekanik beton tertinggi dicapai pada beton serat baja dengan kadar 1.5%, yaitu sebesar 35.77% untuk kuat tekan, 43.75% untuk kuat tarik belah, dan 16.53% untuk modulus elastisitas. Serat baja lebih efektif dalam meningkatkan sifat mekanik beton dibandingkan dengan serat bambu. Penelitian ini memberikan informasi penting tentang kinerja beton serat bambu dan beton serat baja dalam meningkatkan sifat mekanik beton normal. Informasi ini dapat digunakan untuk memilih jenis serat dan kadar serat yang tepat untuk aplikasi konstruksi tertentu.
Analisis Pengaruh Bentuk Penampang Balok Baja Terhadap Kapasitas Beban Maksimum Pada Struktur Bangunan Ndale, Fransiskus Xaverius; Gado, Alfridus
TEKNOSIAR Vol. 19 No. 1 (2025): Volume 19 Nomor 1 April 2025
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v19i1.5604

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh bentuk penampang balok baja terhadap kapasitas beban maksimum pada struktur bangunan melalui studi pustaka sistematis dari empat penelitian terdahulu. Metode yang digunakan adalah analisis komparatif terhadap hasil penelitian terkait, dengan fokus pada empat tipe penampang utama: IWF, Box, Channel, dan T-section. Parameter yang dianalisis meliputi kapasitas beban maksimum, efisiensi penggunaan material, dan mode kegagalan struktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil IWF memiliki kapasitas beban maksimum tertinggi (285.6 kN) dengan efisiensi penggunaan material mencapai 100%, diikuti oleh profil Box (255.6 kN, 89.5%), Channel (188.4 kN, 66%), dan T-section (148.8 kN, 52.1%). Analisis mode kegagalan mengidentifikasi karakteristik spesifik untuk setiap penampang, dimana IWF cenderung mengalami tekuk lateral, Box dominan mengalami tekuk lokal, sementara Channel dan T-section rentan terhadap torsi dan torsi-lentur. Inovasi dalam bentuk penampang hibrid menunjukkan potensi peningkatan kapasitas hingga 22% dibanding penampang konvensional. Validasi hasil menunjukkan deviasi maksimum 3.08% terhadap perhitungan teoritis dan berada dalam rentang yang diijinkan oleh standar AISC 360-16. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman komprehensif tentang hubungan antara geometri penampang dan kapasitas struktur, serta menyediakan rekomendasi praktis untuk pemilihan bentuk penampang optimal dalam aplikasi struktural.
Perilaku Sambungan Near Surface Mounted (NSM) FRP dalam Perkuatan Balok Komposit Baja dan Beton Ndale, Fransiskus Xaverius; Gado, Alfridus; Kota, Ireneus
TEKNOSIAR Vol. 19 No. 2 (2025): Volume 19 Nomor 2 Oktober 2025
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v19i2.6965

Abstract

Struktur komposit baja dan beton sering membutuhkan perkuatan efektif akibat degradasi dan peningkatan beban layanan. Teknik Near Surface Mounted (NSM) Fiber Reinforced Polymer (FRP) telah muncul sebagai solusi superior karena rasio kekuatan-berat yang tinggi dan ketahanan korosi. Namun, tantangan utama tetap ada pada mekanisme kegagalan lekatan yang bersifat getas dan manajemen daktilitas. Penelitian ini menggunakan Systematic Literature Review (SLR) untuk mensintesis studi eksperimental dan numerik mengenai kinerja NSM, parameter lekatan, dan efek prategang. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa NSM FRP pasif meningkatkan kapasitas lentur (10%-20%), tetapi secara signifikan mengurangi daktilitas (14.8%-19.35%), dengan kegagalan dominan berupa pengelupasan penutup beton yang getas. Sebaliknya, penerapan prategang (PNSM) menawarkan kinerja unggul, termasuk peningkatan kapasitas (hingga 16.36%) dan kontrol yang lebih baik terhadap retak serta kekakuan awal. Meskipun demikian, tingkat prategang yang terlalu tinggi menimbulkan risiko fraktur FRP prematur dan kegagalan yang sangat getas. Kesimpulannya, desain perkuatan NSM harus mengoptimalkan tingkat prategang untuk menyeimbangkan peningkatan kekuatan dan daktilitas. Penelitian lanjutan direkomendasikan untuk mengembangkan model prediktif yang andal untuk kegagalan lekatan dan menentukan tingkat prategang optimal yang aman, terutama untuk aplikasi di lingkungan tropis.