Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal Terapi Wicara

Efektifitas Metode “Focus Stimulation” dalam Meningkatkan Pemahaman Bahasa Tingkat Kata pada Klien Dislogia Mental Retardasi Yulidar; Jumiarti
Jurnal Terapi Wicara Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Terapi Wicara (JAWARA)
Publisher : Akademi Terapi Wicara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1796.403 KB) | DOI: 10.59898/jawara.v4i1.13

Abstract

Dislogia merupakan gangguan wicara yang disebabkan karena kelainan mental. Gangguan wicara merupakan ketidakmampuan mengekspresikan pikiran dan perasaan melalui sistem bunyi bahasa dengan menggunakan alat-alat artikulasi. Keterbelakangan mental yaitu suatu keadaan yang ditandai dengan fungsi kecerdasan umum yang berada dibawah rata-rata disertai dengan berkurangnya kemampuan untuk menyesuaikan diri. Metode Focus Stimulation sering digunakan oleh terapis wicara dalam penanganan untuk pemahaman dan pengujaran bahasa. Tujuan dari penelitian ini adalah Ingin mengetahui efektifitas metode focus stimulation akan dapat meningkatkan pemahaman dan pengujaran bahasa pada klien Dislogia Mental Retardasi Responden sebanyak 3 (tiga) sample, dengan mengetahui pemahaman bahasa dan pengujaran bahasa dengan menggunakan tes pemahaman bahasa secara auditory. Rata-rata usia 11-14 tahun
Gambaran Ketepatan Artikulasi Berdasarkan Cara Artikulasi pada Anak Pra-Sekolah jumiarti, Jumiarti; Qhurotu Aini, Shofy
Jurnal Terapi Wicara Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Terapi Wicara
Publisher : Akademi Terapi Wicara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59898/jawara.v2i2.34

Abstract

Latar belakang : Ketepatan artikulasi adalah kemampuan untuk mengucapkan kata-kata dengan jelas dan tepat menggunakan organ bicara. Anak usia prasekolah yang dimulai dari anak berusia 3-6 tahun memiliki masa emas dalam perkembangannya terutama dalam perkembangan keterampilan bahasa lisan salah satunya adalah  cara artikulasi. Cara artikulasi dari konsonan merupakan proses pembentukan konsonan dengan melibatkan interaksi pergerakan artikulator melalui alat bicara. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran ketepatan artikulasi berdasarkan cara artikulasi dalam produksi Bahasa Indonesia. Metode : Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan korelasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan tenik purposive sampling dengan melibatkan 254 anak prasekolah umur tiga sampai tujuh tahun yang dibagi dalam usia 3, 4, 5, dan 6 tahun. Instrumen yang digunakan format observasi artikulasi anak Manner of Articulation (MOA) dilakukan dengan meniru tingkat kata pada konsonan tunggal posisi awal, tengah, dan akhir. Respon dicatat dan diskor untuk dianalisis. Data dianalisis menggunakan excel dan sistem SPSS (Statistical Product and Service Solutions) versi 25. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan semua bunyi konsonan tunggal dikuasai mulai usia 3 tahun namun ketepatan bertambah sesuai bertambahnya usia. Persentase konsonan yang benar semakin meningkat seiiring bertambahnya usia. Kesimpulan : Ketepatan artikulasi pada anak prasekoah meningkat seiiring bertambahnya usia. Dibutuhkan penelitian lanjutan untuk mendapatkan gambaran lebih lengkap tentang ketepatan artikulasi pada anak prasekolah.
Penerapan Metode Phonetic Placement untuk Gangguan Artikulasi pada Anak dengan Disabilitas Intelektual: Studi Kasus Tunggal Jumiarti, Jumiarti; Nur Muslimah, Addinia; Reza Antafani, Alfa; Budi, Ery
Jurnal Terapi Wicara Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Terapi Wicara (JAWARA)
Publisher : Akademi Terapi Wicara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59898/jawara.v2i1.21

Abstract

Speech intelligibility is an important factor in verbal communication. Children with intellectual disabilities with intellectual disabilities will face difficulties in communicating due to reduced speech intelligibility. This condition will affect social skills, mental mental state, and academics. Articulatory misplacement is one of the factor that makes difficulties in articulation accuracy.
Panganan Kasus Gagap Dewasa dengan Metode Fluency Shaping: Studi Kasus Tunggal jumiarti, Jumiarti; Sazha Aathirah, Quamilla; Ningtyas (22013), Hestiana
Jurnal Terapi Wicara Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Terapi Wicara
Publisher : Akademi Terapi Wicara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59898/jawara.v2i1.24

Abstract

A stuttere’s ability to produce speech fluently indicates of the success of a stuttering intervention. There is still little research related to the transfer of fluency to everyday situations, which is the reason for this research.
Hubungan Antara Memori Kerja dengan Kemampuan Lisan Pada Anak Pra-Sekolah Rusdi Rasyid, Yulidar; Jumiarti, Jumiarti; Wulandari Rinjani, Putri
Jurnal Terapi Wicara Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Terapi Wicara
Publisher : Akademi Terapi Wicara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59898/jawara.v2i2.30

Abstract

Kemampuan lisan pada anak pra-sekolah dapat berkaitan dengan kemampuan memori kerja (working memory), usia anak pra-sekolah dinyatakan untuk usia 3 sampai 6 tahun. Memori kerja merupakan fungsi kognitif yang sangat penting, memiliki kapasitas terbatas, yang hanya dapat menyimpan sejumlah kecil informasi dalam waktu singkat sekitar 2 sampai 3 detik. Untuk itu anak-anak dapat menyimpan dan memanipulasi informasi secara sementara dari berbagai tugas sehari-hari, seperti mengikuti instruksi yang terdiri dari beberapa langkah, memecahkan masalah, dan mempelajari konsep baru dan pemberian materi secara berulang dapat membantu memori kerja. Memori kerja yang kuat cenderung memiliki prestasi lebih baik secara akademis, terutama dalam mata pelajaran seperti matematika dan seni bahasa. Sebaliknya, anak yang memiliki memori kerja lebih lemah dapat memungkinkan kesulitan dalam belajar dan mengikuti instruksi, dan dapat menyebabkan kesulitan di sekolah dan kehidupan sehari-hari.