Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGOLAHAN LIMBAH SAYUR PETANI DESA SUKAMANAH MENJADI ECO-ENZYME DENGAN PRINSIP WASTE TO RESOURCES Magdalena, Carolina; Wibisono, Nono; Setiawati, Lina; Nuryati, Neneng; Pakpahan, Rosma; Kurniasetiawati, Annisa Syafitri
Jurnal Difusi Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/difusi.v6i1.4541

Abstract

Praktek pengurangan limbah berbasis prinsip ekonomi waste to resources menjadi salah satu aspek yang menjadi prioritas pemerintah saat ini dalam pengelolaan sampah. Salah satu indikator Kinerja Program ‘Pengelolaan Sampah’ pada Renstra Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2015-2019 adalah “Jumlah sampah yang dikelola sebesar 124,6 juta ton di 380 kota”. Sampah rumah tangga merupakan jenis sampah yang turut menyumbang pencemaran lingkungan dengan jumlah 68% sampah rumah tangga terdiri dari sampah organik. Pengelolaan sampah organik belum dilakukan dengan baik dan masih didominasi dengan membuangnya ke lahan kosong, sungai bahkan dibakar. Padahal jika diolah dengan baik, sampah organik bisa menjadi lebih bermanfaat, salah satunya diolah menjadi eco enzyme. Fungsi yang dimiliki eco-enzyme diantaranya bisa sebagai pembersih lantai, pembersih sayur dan buah, penangkal serangga serta penyubur tanaman.
PENGEMBANGAN SARANA DAN PENINGKATAN KOMPETENSI KARANG TARUNA DESA CIWARUGA DALAM BIDANG PERAWATAN AC DAN PENDINGIN Mitrakusuma, Windy Hermawan; Yuningsih, Nani; Kurniasetiawati, Annisa Syafitri; Akmal, Muhammad; Susilawati
Jurnal Difusi Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/difusi.v7i2.5527

Abstract

Berbagai data statistik menunjukkan peningkatan permintaan penggunaan AC di bangunan di Indonesia. Meningkatnya investasi, pembangunan infrastruktur publik dan swasta, akan memicu pertumbuhan industri refrigerasi dan tata udara dan akan meningkatkan kebutuhan tenaga ahli perawatan alat/sistem refrigerasi dan tata udara. Desa Ciwaruga yang terletak di Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat memiliki 97 RT dan 20 RW kepengurusannya terdiri atas sejumlah 60 pengurus karang taruna dan 101 PKK. Diketahui, sekitar 83,87% dari warga Desa Ciwaruga berada pada kategori usia produktif. Berdasarkan data prasarana perekonomian, di Desa Ciwaruga telah tersedia jenis pekerjaan yang terkait dengan keterampilan Teknik, khususnya bidang mekanik (bengkel las dan motor) dan elektrikal (elektronik). Hal ini menjadi potensi pengembangan kompetensi warga. Sehubungan dengan munculnya peluang peningkatan lapangan kerja di bidang tenaga ahli perawatan alat/sistem refrigerasi dan tata udara, maka seiring dengan tujuan dan fungsi Karang Taruna, Tim PKM Polban telah melaksanakan kegiatan pembekalan dan peningkatan kompetensi perawatan dan perbaikan AC split untuk Karang taruna Desa Ciwaruga. Materi teori yang diberikan berupa, konsep sistem refrigerasi dan tata udara, prosedur standar pengopersian sistem refrigerasi dan tata udara, serta informasi terkait perkembangan aplikasi AC yang berhubungan dengan aspek lingkungan dan penghematan energi dalam sistem refrigersi dan tata udara. Dalam kegiatan pelatihan ini juga disiapkan unit AC yang dijadikan sebagai media pembelajaran agar peserta dapat lebih memahami cara kerja sistem pendingin dan mencoba secara langsung seperti implementasi di lapangan saat bekerja. Diharapkan, dengan kerjasama ini dapat meningkatkan peluang kerja bagi Karang Taruna Desa Ciwaruga di industri refrigerasi dan tata udara, sehingga dapat meningkatkan kondisi sosial dan ekonomi warga.
PENINGKATAN KAPASITAS PETANI DI DESA CIKANDE DALAM MENDAYAGUNAKAN SAMPAH ORGANIK UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN Mitrakusuma, Windy Hermawan; Yuningsih, Nani; Kurniasetiawati, Annisa Syafitri; Akmal, Muhammad; Susilawati; Rosulindo, Parisya Premiera; Pramudantoro, Triaji Pangripto; Badarudin, Apip; Arman, Muhammad; Setyawan, Andriyanto
Jurnal Difusi Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/difusi.v7i2.6328

Abstract

Desa Cikande merupakan desa yang terletak di Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Luas area Desa Cikande, yaitu berkisar 6,93Km2 atau sekitar 13,47% dari total luas Kecamatan Saguling. Dari segi geografis, lanskap yang mendominasi area di Desa Cikande adalah wilayah tanah lapang yang digunakan sebagai lahan pertanian. Desa Cikande merupakan desa yang memiliki potensi ekonomi dari pertanian yang melimpah, tetapi pemanfaatannya masih minimal. Kegiatan ekonomi yang telah dilakukan di Desa Cikande terkait dengan potensi pertanian ini, barulah berupa pertanian keluarga yang digunakan sebagai upaya peningkatan ekonomi daerah. Produksi pertanian harus ditingkatkan seiring dengan pertambahan jumlah penduduk yang pesat. Kebutuhan akan produksi-produksi pertanian meningkat, sehingga diperlukan teknologi untuk meningkatkan hasil. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan di bidang pertanian yaitu faktor pemupukan. Pengertian pemupukan yaitu penambahan bahan (yang digunakan untuk mengubah sifat fisik, kimia, biologi tanah) ke tanah agar tanah tersebut menjadi lebih sehat dan subur. Termasuk di antaranya yaitu pengapuran, pemberian legin, pemberian pembenah tanah (soil condition), pemberian urea dan lain sebagainya. Eco enzyme merupakan hasil dari fermentasi sampah dapur organik seperti ampas buah atau sayuran dengan air dan substrat gula. Berdasarkan hasil pengamatan dari penelitian pengaplikasian pupuk organik eco-enzyme menghasilkan rata-rata pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan dengan pupuk organik bukan Eco enzyme. Dengan kata lain, pengaruh dari pemanfaatan Eco-enzyme mampu meningkatan hasil produksi pertanian sehingga berpotensi meningkatkan pendapatan usahatani bila harga tetap atau tidak turun. Dari hasil analisis permasalahan prioritas, didapatkan bahwa masalah kebergantungan pupuk subsidi sebaiknya diprosiataskan terlabih dahulu, karena dengan diselesaikannya permasalahan ini dapat membantu penyelesaian kedua permasalahan lainnya. Dengan dilakukannya konversi sampah organik ke pupuk organik, maka dapat mengurangi volume sampah. Selain itu, dengan menggunakan pupuk organik dapat meningkatkan produktivitas pertanian, sehingga secara berangsur dihaarapkan juga dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat di Desa Cikande.
PENGARUH POWER SUPPLY TERHADAP KINERJA COOLER BOX MINI PADA SISTEM TERMOELEKTRIK PELTIER Setiawan, Dibyo; Siahaan, Herbert Hasudungan; Ferdiyansyah, Ferdiyansyah; Wibowo, Cahyo; Kurniasetiawati, Annisa Syafitri
Steam Engineering Vol. 6 No. 1 (2024): STEAM Engineering, Vol. 6, No. 1, September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/jptm.v6i1.13073

Abstract

Indonesia has tropical climate characteristics, so it requires a cooling device where the utilization can be used as a room cooler and storage. Cooling machines generally use refrigerant working fluid in the compressor, refrigerant is a gas that is not environmentally friendly. So it is necessary to conduct alternative studies, that can replace refrigerant gas and simplify dimensions, weight, and convenience. This study was conducted to analyze the effect of applying a power supply on the performance of thermoelectric coolers. The experimental method applied 2 types of power supplies for thermoelectric Peltier coolers in cooling the mini cooler box space, then the 1400 ml capacity cooling room was given a varying volume of drinks. Analysis of the effect of using a power supply on the cooling performance of the mini cooler box on the thermoelectric Peltier system obtained the results that the time to reach the ambient temperature takes different times. The greater the load put into the box, the longer it takes to cool the drinking water. The greater the power supply ampere specifications, the better it is in accelerating the cooling rate but the power required is greater such as the application of the type of power supply with the type 20A.
Kaji Performansi Water Cooled Chiller Centrifugal CVHG 450 TR di Gedung Trans Studio Mall Bandung Sulthan Rachman Saleh; Ade Suryatman Margana; Annisa Syafitri Kurniasetiawati
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 16 No. 1 (2025): Vol. 16 No. 1 (2025): Prosiding 16th Industrial Research Workshop and National
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v16i1.6685

Abstract

Trans Studio Mall (TSM) adalah pusat perbelanjaan yang modern dan besar di Bandung dan di dalamnya memerlukan sistem tata udara yang baik untuk memberikan kenyamanan pada pengunjung mal. Salah satu komponen yang penting dari sistem tata udara adalah chiller. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja pada chiller yang di gunakan di Trans Studio Mall. Chiller yang digunakan di Trans Studio Mall adalah berjenis water cooled chiller centrifugal dengan tipe CVHG berkapasitas 450 TR dan berjumlah sebanyak dua chiller. Chiller tersebut bekerja selama 12 jam dengan pengoperasian menggunakan satu unit saja secara bergantian selama sepekan sekali. Kinerja yang diamati pada chiller dibagi menjadi 2, yaitu efisiensi refrigerasi dan efisiensi penggunaan energi. Dalam hal ini, kinerja yang diamati pada chiller CVHG 1 lebih tinggi dari chiller CVHG 2. Hal ini diketahui dari hasil pengolahan data, yaitu nilai efisiensi refrigerasi pada chiller CVHG 1 sebesar 57,33% dan lebih tinggi dari chiller CVHG 2 yang hanya sebesar 56,57%. Efisiensi penggunaan energi pada chiller CVHG 2 lebih boros yaitu sebesar 0,96 kW/TR dibandingkan chiller CVHG 1 yang sebesar 0,58 kW/TR. Hal ini berdampak pada konsumsi daya pada chiller CVHG 2 yang lebih tinggi dari chiller CVHG 1.
INVESTIGATION OF THE EFFECT OF WINDOW SHADES TYPE ON THE OTTV IN U COLLEGE BUILDING OF BANDUNG STATE POLYTECHNIC Akmal, Muhammad; Kurniasetiawati, Annisa Syafitri
AUSTENIT Vol. 15 No. 2 (2023): AUSTENIT: October 2023
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53893/austenit.v15i2.7064

Abstract

The U building is the college building for the Department of Refrigeration and Air Conditioning, Bandung State Polytechnic. However, during the afternoon teaching, the third floor is often complained of feeling hot and disrupting the teaching and learning process. This is caused by the size of the window on the third floor is too large and does not use any shade. This research was conducted to determine the OTTV value of the existing U Building and then investigate the potential for improving the OTTV value by changing window glass materials or adding shading such as window film. This study used primary and secondary data collection methods. The primary data consisted of: building dimensions, glass dimensions, door dimensions, ambient temperature, inside temperature, wall and glass surface temperatures, and glass types. Meanwhile, some secondary data, namely building U as built drawings, wall specifications, and glass specifications used. It was found that the existing OTTV value of the Lecture U Building reached 39.78 W/m2 where this value was above the SNI 03-6389 2011 standard. By investigating the installation of shading such as window film and double glass it was possible to minimize the building's OTTV value to 36.78 W/m2 for window film and 33.86 W/m2 for the addition of double glass accompanied by window film.