Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

EFEKTIFITAS PENDAMPINGAN TERAPI MODALITAS KEPERAWATAN MATERNITAS PADA KADER POSYANDU, MASYARAKAT DAN PIK REMAJA DI WILAYAH SAMARINDA Irsal, Imran; Rahayu, Anik Puji; Siti Rahmadhani; Ika Fikriah; Handy Wiradharma; Naina
Pendas Mahakam : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol. 7 No. 2 (2022): December
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/pm.v7i2.1116

Abstract

Program pendampingan masyarakat adalah bagian dari fungsi dosen di sebuah perguruan tinggi. Dosen menjadi pionir untuk melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat, utamanya di lingkungan sekitar kampus dengan memanfaatkan sumber daya manusia dan sumber daya sarana prasarana yang dimiliki. Jenis penelitian ini adalah penelitian Kuantitatif. Pada penelitian kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimen dan desain pre post test design, dimana data variabel dependen dan independen didapatkan dalam satu periode waktu yaitu tentang efektifitas terapi modalitas keperawatan maternitas sebelum dan sesudah pendampingan oleh dosen PSDK FK Unmul. Penelitian ini menggunakan instrumen penelitian yaitu berupa 40 item pertanyaan tentang efektifitas sebelum dan sesudah pendampingan terapi modalitas keperawatan maternitas (dalam proses uji coba instrument). Sampel pada penelitian ini adalah 100 orang (Kader posyandu, masyarakat dan PIK Remaja) yang mengikuti pendampingan terapi modalitas keperawatan maternitas. Uji kelayakan etik No. 133/KEPK-FK/VIII/2022 oleh Komisi Etik Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman. Penelitian ini adalah jenis penelitian studi kasus dengan pendekatan deskriptif kuantitatif, Pengetahuan, keterampilan, sikap dari 100 partisipan sebelum dilakukan pendampingan masih kurang dan pengetahuan mengenai makna pendampingan, pengetahuan dan sikap mengenai 7 terapi modalitas keperawatan maternitas meningkat setelah dilakukan pendampingan. Dilakukannya pendampingan dengan memberikan informasi tentang terapi modalitas keperawatan maternitas pada Kader Posyandu, Masyarakat dan PIK-Remaja terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap partisipan. Berdasarkan hasil penelitian, responden terdiri dari 50 orang mahasiswa (50%) dengan usia mahasiswa 20 tahun dan masyarakat dan kader posyandu sebanyak 50 orang (50%), terdiri dari usia 30-40 tahun sebanyak 38 orang (38%) dan usia 40-50 tahun sebanyak 12 orang (12%). Berdasarkan tingkat pendidikan, mahasiswa sebanyak 50 orang (50%), SMA sebanyak 48 orang (48%) dan IRT sebanyak 2 orang (2%). Berdasarkan pekerjaan, mahasiswa sebanyak 50 orang (50%), swasta sebanyak 27 orang (27%) dan IRT sebanyak 23 orang (23%). Berdasarkan hasil penelitian rata-rata pengetahuan, sikap dan keterampilan sebelum pendampingan adalah 21,78 dan meningkat setelah pendampingan menajadi 32,07 dengan rata-rata kenaikan 10,31 point. Berdasarkan hasil analisis bivariate dengan nilai P-Value 0,000 < α= 0.05, berarti ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap dan keterampilan partisipan sebelum dan sesudah dilakukan pendampingan. Kata Kunci : Efektifitas Pendampingan, terapi modalitas keperawatan maternitas, kader, masyarakat dan PIK-R
Hubungan Kehilangan Gigi dengan Status Gizi dan Kualitas Hidup pada Lansia di Kecamatan Balikpapan Timur Ramadhana, Gusti N.; Irsal, Imran; Fitriany, Evi
e-GiGi Vol. 13 No. 1 (2025): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v13i1.54933

Abstract

Abstract: Long life without being balanced with health is not meaningful enough. One of the oral health problems in the elderly is tooth loss. Reduced number of teeth can have an impact on reducing nutritional status and quality of life in the elderly. This study aimed to determine the relationship between tooth loss with nutritional status and quality of life in the elderly in East Balikpapan Sub-District. This was an analytical observational study with a cross-sectional design. Samples of 100 elderly people in East Balikpapan Sub-District were obtained using a proportionate stratified random sampling technique. Data were collected through oral cavity examination, height and weight measurements, and interviews using the Geriatric Oral Assessment Index (GOHAI) questionnaire. Data were analyzed using the chi-square test. The results showed that there were significant relationships between tooth loss and nutritional status (p=0.005) and between tooth loss and quality of life (p=0.000). In conclusion, there is a significant relationship between tooth loss with nutritional status and quality of life among the elderly people in East Balikpapan Sub-District. Keywords: tooth loss; nutritional status; quality of life; elderly    Abstrak: Usia panjang tanpa diimbangi dengan kesehatan kurang berarti. Masalah kesehatan rongga mulut pada lansia di antaranya ialah kehilangan gigi. Berkurangnya jumlah gigi dalam rongga mulut dapat berdampak pada penurunan status gizi dan kualitas hidup pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kehilangan gigi dengan status gizi dan kualitas hidup pada lansia di Kecamatan Balikpapan Timur. Jenis penelitian ialah observasional analitik dengan desain potong lintang. Sampel berjumlah 100 lanjut usia (lansia) di Kecamatan Balikpapan Timur diperoleh dari teknik pengambilan sampel proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui pemeriksaan rongga mulut, pengukuran tinggi badan dan berat badan, dan wawancara dengan kuesioner Geriatric Oral Assessment Index (GOHAI). Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara kehilangan gigi dan status gizi (p=0,005) serta antara kehilangan gigi dan kualitas hidup (p=0,000). Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan antara kehilangan gigi dengan status gizi dan kualitas hidup pada lansia di Kecamatan Balikpapan Timur. Kata kunci: kehilangan gigi; status gizi; kualitas hidup; lanjut usia
Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut kepada Penyandang Down's Syndrome dan Keluarganya di Samarinda Yani, Sinar; Danial; Irsal, Imran; Arsih Sulistiani, Dewi; Nuryanto, M. Khairul
ABDIKESMAS MULAWARMAN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol.3 No.2 Oktober (2023) : ABDIKESMAS MULAWARMAN
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/abdikesmasmulawarman.v3i2.508

Abstract

Down’s Syndrome yang dikenal sebagai trisomi21, merupakan kelainan kromosom yang ditandai dengan peningkatan materi genetik dari kromosom 21. Secara umum penyandang Down’s Syndrome (DS) ditandai dengan gangguan perkembangan kognitif dan mototrik. Selain tanda tersebut, penyandang DS juga sangat rentan terhadap berbagai gangguan kesehatan, termasuk masalah kesehatan gigi dan mulut. Bertolak dari berbagai keterbatasan yang terjadi pada penyandang DS, maka dalam kegiatan pengabdian ini penting untuk dilakukan intervensi untuk mencegah kondisi buruk yang bisa terjadi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan  edukasi kesehatan gigi dan mulut pada penyandang DS dan diharapkan penyandang DS dan keluarganya dapat meningkatkan kesehatan gigi dan mulut mereka. Metode yang diterapkan dalam kegiatan pengabdian ini adalah pelatihan. Pelatihan dimaksudkan untuk mengembangkan kemampuan dan kesiapan keluarga anak penyandang DS dalam melakukan kebiasaan baik menjaga kesehatan gigi dan mulut. Penerapan kebiasaan baik ini dilakukan dengan mengintervensi penyandang Down’s Syndrome untuk melakukan sikat gigi malam selama 21 hari yang dipantau dan diharapkan akan menjadi kebiasaan oleh penyandang Down’s Syndrome dalam memelihara kesehatan giginya. Secara umum, program edukasi dinilai berhasil karena antusias peserta melakukan pembiasaan kebiasaan baik menyikat gigi  selama 21 hari. Dengan kegiatan ini diharapkan apa yang diberikan selama penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan gigi dapat tertanam dengan kuat dan menjadi kebiasaan anak down’s syndrome dan keluarganya agar dapat memelihara kesehatan gigi dan mulutnya.
Prevalensi Kasus Infeksi Odontogenik Di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda Tahun 2020 Octavianto, Irvan Zulfikar; Pramasari, Cristiani Nadya; Irsal, Imran
Mulawarman Dental Journal Vol 2, No 2 (2022): MOLAR September 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/MOLAR.v2i2.7056

Abstract

Latar Belakang: Infeksi odontogenik adalah infeksi yang terjadi pada rongga mulut yang disebabkan oleh gigi yang karies dan penyakit periodontal dimana penyakit tersebut dapat meluas ke jaringan sekitar hingga daerah wajah, rahang dan leher. Infeksi ini biasa ditemui pada anak-anak maupun orang dewasa dan infeksi ini sukar dikendalikan dalam kedokteran gigi. Pencetus infeksi odontogenik berasal dari bakteri seperti bakteri aerob dan anaerob fakultatif. Tujuan: mengetahui prevalensi infeksi odontogenik di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda di tahun 2020. Metode: jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian observasional deskriptif yaitu, dengan mengambil data sekunder berupa rekam medik di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda. Sampel penelitian ini diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan memperhatikan beberapa kriteria eksklusi dan inklus. Hasil: prevalensi infeksi odontogenik di tahun 2020 mayoritas usia insidensi paling tinggi pada pasien infeksi odontogenik berada di usia kelompok dewasa (26-45 Tahun) dengan total 16 pasien (36,36%), jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki sebanyak 26 orang dari 44 orang (59.09%), pendidikan terakhir terendah yaitu SD sebanyak 8 orang (18,18%), abses submandibula menjadi spasia yang paling tinggi insdensinya dengan jumlah 17 orang (38,63%), alergi makanan dan gastritis menjadi insidensi tertinggi dengan jumlah 4 orang (9,09%). Kesimpulan: prevalensi terjadinya infeksi odontogenik terutama abses submandibula pada laki-laki lebih tinggi dibandingkan perempuan, dengan rentan usia 26-45 tahun serta pendidikan terakhir dan riwayat medis yang menyertainya.
Persepsi Estetika Gigi dan Senyum pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran : Studi cross-sectional Sari, Mayang Anggita; Irsal, Imran; Pramulia Yudia, Riries Choiru
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 9, No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v9i2.62616

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Estetika gigi dan senyum memainkan peranan penting dalam membentuk persepsi seseorang terhadap penampilan dirinya maupun orang lain. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui persepsi estetika gigi dan senyum pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran, karena faktor seperti usia, jenis kelamin dan tingkat pendidikan dapat mempengaruhi penilaian estetika seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi estetika gigi dan senyum pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain penelitian cross-sectional. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang memuat 15 pertanyaan dengan menggunakan skala Guttman dengan alternatif pertanyaan YA atau TIDAK. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan November 2022. Responden penelitian mahasiswa Fakultas Kedokteran yang berjumlah 201 mahasiswa dan menggunakan teknik stratified random sampling. Jawaban yang dipilih responden dianalisis menggunakan metode descriptive statistics. Hasil: Responden dengan usia 22 tahun memiliki persepsi positif dengan persentase tertinggi yaitu 75.0%, persentase terendah yaitu pada responden dengan usia 17 tahun hanya 40.0%. Responden laki-laki lebih memiliki persepsi diri yang positif yaitu 70.7% dan responden perempuan hanya 47.6%. Mahasiswa berdasarkan tingkat akademik, responden tingkat 4: angkatan 2019 memiliki persepsi diri positif yaitu 71.4% dan pada responden tingkat 1: angkatan 2022 sebanyak 38.8% dan Program Studi Kedokteran Gigi memiliki persentase tertinggi berdasarkan latar belakang pendidikan responden, yaitu sebanyak 59.4%. Simpulan: Persepsi positif paling banyak adalah pada responden yang dengan usia 22 tahun. Responden laki-laki memiliki persepsi yang lebih positif. Berdasarkan tingkat akademik, persepsi positif paling banyak adalah pada responden dengan tingkat akademik yang lebih tinggi, dan berdasarkan latar belakang pendidikan, persepsi positif paling banyak adalah pada responden Program Studi Kedokteran Gigi.KATA KUNCI: Persepsi diri, estetika gigi, estetika senyum, senyum, pendidikan The Self-Perception of Dental Aesthetics and Smile in Students the Faculty of Medicine: Studi cross-sectionalABSTRACTIntroduction: Dental aesthetics and smiles play an important role in shaping a person's perception of their own appearance and that of others. This study was conducted to determine the perception of dental aesthetics and smiles among medical students, as factors such as age, gender, and educational level can influence a person's aesthetic judgment. Methods: This study is a descriptive study with a cross-sectional design. The study utilized a questionnaire comprising 15 questions using the Gutmann scale, with response options of YES or NO. Data collection was conducted in November 2022. The study respondents were 201 medical students, selected using stratified random sampling. The responses selected by the respondents were analyzed using descriptive statistics. Results: Respondents aged 22 years had the highest positive perception at 75.0%, while the lowest percentage was among respondents aged 17 years at 40.0%. Male respondents had a more positive self-perception at 70.7%, while female respondents had 47.6%. Based on academic level, respondents in their fourth year (class of 2019) had a positive perception of 71.4%, while respondents in their first year (class of 2022) had a positive perception of 38.8%. Students from the Dentistry Program had the highest percentage based on educational background, at 59.4%. Conclusion: The highest positive perception was among respondents aged 22 years. Male respondents had a more positive perception. Based on academic level, the highest positive perception was among respondents with a higher academic level, and based on educational background, the highest positive perception was among respondents from the Dental Medicine Program.KEY WORDS: Self-Perception, dental aesthetics, smile aesthetics, smile, academic
Differences of room temperature vulcanized silicone and dimensional accuracy towards silicone PVS light body impression: Study experimental Kambolong, Sitti Annisa; Masyhudi, Masyhudi; Sulistiani, Dewi Arsih; Asfirizal, Verry; Irsal, Imran; Sukotjo, Cortino
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 9, No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v9i2.62117

Abstract

ABSTRAKIntroduction: Dental impressions are materials used to accurately replicate. Silicon Room Temperature Vulcanized (RTV) impression material is known to have good ultimate tensile strength and flexibility. Polyvinyl siloxane light body impression (low viscosity) which has the same viscosity as RTV material. Dimensional accuracy is used to see the accuracy of the impression material. Objective to investigate the optimal ratio of base, catalyst, and filler for RTV silicone to achieve the setting time and working time. To investigate is a difference between treatments using fillers and not using fillers. To investigate the difference in dimensional accuracy between the two materials. Methods: This research is pure experimental researches with randomized post-test only control group design. The control group was PVS light body silicone and the treatment group was RTV silicone. RTV silicones were categorized into 6 treatment groups. The treatments were increasing the amount of catalyst and adding talc filler. Each treatment group had 4 replications. Based on data analysis, there was no difference in the average. Results: The results showed that RTV silicone had significant difference with p < 0.05. At the ratio of RTV treatment groups without fillers by using fillers had a real difference with p < 0.05. In terms of dimensional accuracy, RTV silicone and silicone with light body impression viscosity did not have significant difference with p > 0.05. Conclusion: The optimal ratio for RTV silicon is 10:2 with the addition of 10 grams of talc filler. In the treatment using filler and without filler, having original fabrics with faster results was found in the filler treatment group. There is no significant difference in dimensional accuracy between RTV silicone and silicone with light body impression viscosity, so that both materials have the same accuracy.KEY WORDS: Room temperature vulcanized (RTV) silicone, light body impression, dimensional accuracyPerbandingan silikon room temperature vulcanized   dan akurasi dimensi terhadap silikon PVS light body impression dalam kedokteran gigi : studi eksperimentalABSTRAKPendahuluan: cetakan gigi adalah bahan yang digunakan untuk membuat replika atau tiruan yang akurat. Bahan cetak Silicon Room Temperature Vulcanized (RTV) diketahui memiliki ultimate tensile strength serta kelenturan yang baik. Bahan polyvinyl siloxane (PVS) light body (viskositas rendah) yang memiliki viskositas sama dengan bahan RTV. Akurasi dimensi digunakan untuk melihat keakuratan bahan cetak. Metode: Penelitian ini bermetode eksperimental murni dengan desain penelitian Randomized post-test only control group design. Kelompok kontrol adalah Silikon PVS light body dan kelompok perlakuan adalah Silikon RTV. Silikon RTV dikelompokkan menjadi 6 kelompok perlakuan, dengan perlakuan menaikkan jumlah katalis dan penambahan filler talc. Setiap kelompok perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 4 kali. Akurasi dimensi dari silikon RTV dilakukan pengecoran, dan diukur menggunakan dental caliper. Pengulangan dilakukan sebanyak 4 kali. Berdasarkan analisis data didapatkan tidak terdapat perbedaan rata-rata. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa silikon RTV dengan PVS light body memiliki perbedaan yang nyata dengan nilai p<0.05. Pada akurasi dimensi antara kedua bahan silikon RTV dengan silikon PVS berviskositas light body impression, tidak memiliki perbedaan yang nyata dengan nilai p>0.05. Simpulan: RTV didapatkan rasio perbandingan yang paling optimal adalah katalis dan base (2:10) dengan penambahan filler talc sebanyak 10 gram. Pada akurasi dimensi silikon RTV dengan silikon berviskositas light body impression tidak memiliki perbedaan yang nyata/signifikan, sehingga kedua bahan memiliki keakuratan yang sama.KATA KUNCI: Silikon room temperature vulcanized (RTV), light body impression, akurasi dimensi 
Pengaktifan UKGS Sekolah Dasar Pesisir Dalam Memberikan Edukasi Trend Estetik Gigi Terhadap Dampak Oral Hygiene Masyarakat Teluk Kadere Kelurahan Bontang Lestari Kota Bontang Kalimantan Timur Astuti, Lilies Anggarwati; Pramasari, Nadya C.; Irsal, Imran; Masyhudi, Masyhudi; Alus, Levi Natya
Jurnal BALIRESO Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/balireso.v8i1.193

Abstract

Specific objectives to be achieved are giving birth to independent young dentists who are aware of the importance of maintaining oral and dental health in the form of UKGS program activation. In Bontang East Borneo, in particular, public awareness of the importance of dental and oral health still needs to be improved. On this basis, we want to try to offer a product development of human resources (HR) in the field of dentistry. The method used in the form of training for young dentists and young doctors, training, and assistance to students in primary school and teachers, mass toothbrushing practices, dental and oral examinations and procedures, and reactivation of the UKGS program by completing facilities that have not been there. Target and outcome which are expected: 1) Producing a cadre of young dentists and young doctors, 2) Increase knowledge in all students in primary school related to maintaining dental and oral dental, 3) Creating awareness of dental and oral dental which is reflected in healthy living behavior and 4) reactivate the UKGS program.