Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PENGARUH KOMPETENSI TERHADAP  KINERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL PADA DINAS KESEHATAN KOTA BENGKULU Wisnu Wijaya; Titi Darmi; Rekho Adriadi; Rosidin
Mimbar : Jurnal Penelitian Sosial Dan Politik Vol 14 No 1 (2025): Mimbar : Jurnal Penelitian Sosial dan Politik (Juni)
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences Universitas Prof Dr Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/8txeyv89

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan rendahnya kinerja pegawai negeri sipil di Dinas Kesehatan Kota Bengkulu berdasarkan laporan buku profil Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, yang diduga berkaitan dengan tingkat kompetensi pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kompetensi memengaruhi kinerja pegawai dalam konteks pelayanan publik. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode survei terhadap seluruh pegawai negeri sipil di Dinas Kesehatan Kota Bengkulu sebanyak 68 orang sebagai sampel jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup berbasis skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linier sederhana melalui aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kompetensi pegawai negeri sipil dan tingkat kinerja tergolong “baik”. Temuan signifikan diperoleh dari uji regresi, yang menunjukkan bahwa kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, dengan nilai signifikansi 0,000 dan koefisien determinasi sebesar 60,8%. Artinya, kompetensi menjelaskan lebih dari separuh variasi dalam kinerja pegawai. Namun demikian, terdapat 39,2% variasi kinerja yang dipengaruhi oleh faktor lain di luar kompetensi. Penelitian ini memberikan gambaran bahwa peningkatan kompetensi merupakan strategi penting dalam mendongkrak kinerja pelayanan publik di tingkat daerah.
Strategy for the Development of Kuranding Lake Tourist Attraction in Tanjung Beringin Village, South Bengkulu Regency Indarti, Sri; Mimi Julilah; Rosidin
Journal of Social Science and Humanities Vol. 3 No. 2 (2024): July-December
Publisher : GAYAKU PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/jossh.v3i2.1095

Abstract

Indonesia is an archipelago that has many good and beautiful places, including mountains, green nature, rivers and more. This is utilized as a tourist attraction that adds to the income of the tourist attraction area, one of the tours is Kuranding Lake, this tour is located in Tanjung Beringin Village, Air Nipis Subdistrict, South Bengkulu Regency, Kuranding Lake Tourism is relatively new and there are still many who do not know about this tour. The problem in this study is how the development strategy of the Kuranding lake tourist attraction in Tanjung Beringin Village, South Bengkulu Regency, The purpose of this study is to describe the development strategy carried out by the management or manager of the Kuranding lake tourist attraction. This research uses descriptive qualitative methods, collection techniques by means of observation, interviews, and documentation. The data analysis technique used is an interactive analysis technique consisting of three components, namely data reduction, data presentation, and conclusion drawing. From the results of the study according to the research focus, the dimensions of the strategy are objectives, policies and programs, there are 6 short-term goals and 3 medium-term goals obtained from interviews with managers, besides that there are policies for managing Kuranding lake, namely 6 policies that have been applied to Kuranding lake objects, as for several programs for Kuranding lake objects by managers, namely real or real programs, besides that there are also 3 programs as material for developing Kuranding lake tourism objects including marketing programs, lake tourism destinations, partnerships. The obstacles faced include lack of funds and need a touch from the government or other private parties. Kuranding Lake also has several resident resources such as tourist sites and environmental conditions that are still beautiful.
Polemik Gaji Dosen dalam Perspektif Literatur Tafsir Nusantara Klasik dan Kontemporer Rosidin
RABBAYANI: Jurnal Pendidikan dan Peradaban Islami Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/29z8df03

Abstract

The hashtag #janganjadidosen is trending on various social media platforms due to the lack of financial welfare of lecturers. Empirical evidence is that 76% of lecturers take side jobs, so that the campus climate changes from an academic climate to an entrepreneurial climate. Until now, people have still been polemicising about lecturers' salaries. This polemic is rooted in different views on the lecturer profession. Is the lecturer profession a service that is classified as a non-commercial contract (tabarru’at), or is it a job that is classified as a commercial contract (mu’awadat)? This article is compiled using the thematic tafsir method (maudu'i) initiated by Abdul Hayy al-Farmawi with five national tafsir literature as primary sources, namely Tarjuman al-Mustafid by Abdurrauf al-Singkili; Marah Labid by Syaikh Nawawi; al-Ibriz by KH. Bisri Mustofa; Tafsir Al-Azhar by Buya Hamka and Tafsir Al-Mishbah by Quraish Shihab. There are four research results. First, the relevant keyword to discuss the polemics over lecturers’ salaries is the word “ajrun” and its derivations, mentioned 108 times in 99 verses. Second, the object of research is 10 verses that are directly related to the theme of lecturers’ salaries, namely Surat al-A'raf [7]: 113, Yunus [10]: 72, Hud [11]: 51, al-Kahf [18]: 77, al-Furqan [25]: 57, al-Shu’ara’ [26]: 109, al-Qasas [28]: 26, Yasin [36]: 21, Sad [38]: 86 and al-Shura [42]: 23. Third, based on the analysis of comparative interpretation (muqarin), the word ajrun and its derivatives in the Qur’an have three connotations of meaning: a) The meaning of non-commercial reward; b) The meaning of commercial wages; c) The meaning of “maslahat” which includes commercial and non-commercial benefits. Fourth, the meaning of maslahat is a parameter that is relevant to lecturer salaries in Indonesia today. Meanwhile, the scope of the meaning of maslahat can be elaborated by future research that uses the Burhani (empirical) or Irfani (idealistic) approach, as a complement to this article that uses the Bayani (textualist) approach. Tagar #janganjadidosen trending di berbagai media sosial, akibat minimnya kesejahteraan finansial dosen. Bukti empirisnya, 76% dosen mengambil kerja sampingan, sehingga iklim kampus berubah dari iklim akademik menjadi iklim wirausaha. Hingga saat ini, masyarakat masih berpolemik mengenai gaji dosen. Polemik ini berakar pada perbedaan pandangan dalam menyikapi profesi dosen. Apakah profesi dosen merupakan pengabdian yang tergolong akad tabarru’at yang bersifat non-komersil, atau merupakan pekerjaan yang tergolong akad mu’awadhat yang bersifat komersil. Artikel ini disusun dengan menggunakan metode tafsir tematik (maudhu’i) yang digagas oleh Abdul Hayy al-Farmawi dengan lima literatur tafsir nusantara sebagai sumber primer, yaitu Tarjuman al-Mustafid karya Abdurrauf al-Singkili; Marah Labid karya Syaikh Nawawi; al-Ibriz karya KH. Bisri Mustofa; Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka dan Tafsir Al-Mishbah karya Quraish Shihab. Ada empat hasil penelitian. Pertama, kata kunci yang relevan untuk membahas polemik gaji dosen adalah kata ajrun dan derivasinya yang disebutkan sebanyak 108 kali dalam 99 ayat. Kedua, objek penelitian adalah 10 ayat yang berkaitan langsung dengan tema gaji dosen, yaitu Surat al-A’raf [7]: 113, Yunus [10]: 72, Hud [11]: 51, al-Kahfi [18]: 77, al-Furqan [25]: 57, al-Syu’ara’ [26]: 109, al-Qashash [28]: 26, Yasin [36]: 21, Shad [38]: 86 dan al-Syura [42]: 23. Ketiga, berdasarkan analisis tafsir komparatif (muqarin), kata ajrun dan derivasinya dalam Al-Qur’an memiliki tiga konotasi makna: a) Makna pahala ukhrawi yang bersifat non-komersil; b) Makna upah duniawi yang bersifat komersil; c) Makna maslahat yang mencakup manfaat duniawi (komersil) dan ukhrawi (non-komersil). Keempat, makna maslahat merupakan parameter yang relevan dengan gaji dosen di Indonesia saat ini. Sedangkan ruang lingkup makna maslahat, dapat dielaborasi oleh penelitian berikutnya yang menggunakan pendekatan Burhani (empiris) maupun Irfani (idealis), sebagai pelengkap dari artikel ini yang menggunakan pendekatan Bayani (tekstualis). Kata Kunci: Dosen, Gaji Dosen, Tafsir Al-Qur’an, Tafsir Nusantara.     
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN MODUL FIKIH KELAS XI DAN XII BAGI TIM PENGEMBANG BAHAN AJAR MADRASAH ALIYAH ALMAARIF SINGOSARI KABUPATEN MALANG JAWA TIMUR Rosidin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Fakultas Teknik : Jurnal Abditek Vol. 5 No. 01 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Fakultas Teknik: Jurnal Abditek
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Abditek.051.07

Abstract

Artikel ini merupakan hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa Pendampingan Penyusunan Modul Fikih Kelas XI dan XII bagi Tim Pengembang Bahan Ajar Madrasah Aliyah Almaarif Singosari Kabupaten Malang Jawa Timur. Kegiatan PkM dilaksanakan selama enam bulan secara daring dan luring dengan menggunakan metode Service Learning (SL) yang terdiri dari tiga unsur utama, yaitu Academic Study (Kajian Akademik), Civic Engagement (Keterlibatan Sosial)  dan Practical Experience (Pengalaman Praktis). Kegiatan PkM dilaksanakan sesuai dengan prinsip POAC. Pertama, Planning. Kegiatan PkM dilaksanakan dalam 13 kali pertemuan dalam kurun waktu enam bulan. Kedua, Organizing. Ada dua penulis yang bertugas menyusun modul Fikih Kelas XI MA dan tiga penulis yang bertugas menyusun modul Fikih Kelas XII MA. Ketiga, Actuating. Penyusunan modul Fikih didasarkan pada metode SL yang terdiri dari Academic Study yang berupa kajian pustaka secara intensif untuk kebutuhan pra, proses dan pasca penulisan modul; Civic Engagement yang berupa keterlibatan Kepala Madrasah, Waka Kurikulum, Guru Fikih, Siswa dan Alumni MA Almasima secara langsung maupun tidak langsung; serta Practical Experience yang berupa praktik langsung penyusunan modul. Keempat, Controlling. Yaitu proses editing, proof reading, revisi hingga finalisasi modul yang melibatkan penulis dan guru Fikih sebagai ahli materi (substansi). Controlling untuk menjamin kualitas modul agar memenuhi standar Self Instructional (Belajar Mandiri), Self Contained (Lengkap), Stand Alone (Independen), Adaptive (Adaptif) dan User Friendly (Mudah). Dampak PkM adalah terbentuknya Tim Pengembang Bahan Ajar MA Almasima; publikasi Modul Fikih Kelas XI dan XII MA; penggunaan Modul Fikih Kelas XI dan XII MA sebagai referensi pembelajaran; dan terwujudnya iklim literasi yang kondusif.
Reformulasi Peran Masjid dalam Perspektif Tafsir Tarbawi Tematik: Reformulation of the Role of Mosque from the Perspective of Thematic Educational Interpretation Rosidin
RABBAYANI: Jurnal Pendidikan dan Peradaban Islami Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masjid berasal dari akar kata sajada yang secara sempit berarti sujud dan secara luas berarti berbagai aktivitas ibadah penuh ketundukan kepada Allah SWT. Fakta empiris bahwa fungsionalisasi masjid sebagai tempat shalat dan kajian keilmuan semata, belum layak dinilai meliputi totalitas pengertian sujud tersebut. Oleh sebab itu, penting untuk diadakan reformulasi peran masjid sebagai pusat kegiatan ke-Islam-an sebagaimana masa Rasulullah SAW. Artikel ini bertujuan memformulasikan peran masjid dalam perspektif Tafsir Tarbawi Tematik. Secara metodologis, penelitian ini mengacu pada langkah-langkah metodologis-aplikatif tafsir maudhu’i yang digagas ‘Abd al-Hayy al-Farmawi, disertai dengan penerapan tiga teknik analisis, yaitu analisis kebahasaan, analisis isi dan analisis kependidikan. Temuan artikel ini adalah: Peran masjid dalam perspektif Tafsir Tarbawi Tematik ada tujuh, yaitu masjid sebagai pusat ibadah ritual, pendidikan Islam, pemberdayaan ekonomi, pelayanan kesehatan, pelayanan sosial, informasi dan komunikasi serta wisata religi. Implikasinya, seyogianya masjid di era kekinian dibangun dan didesain dengan memenuhi ketujuh peran tersebut secara proporsional dan representatif. Kata Kunci: Reformulasi, Peran Masjid, Tafsir Tarbawi, Tafsir Tematik.
Totalitas Manusia sebagai Objek Material Pendidikan Islam Perspektif Tafsir Tarbawi: The Totality of Human Beings as Material Object of Islamic Education from the Perspective of Qur’anic Educationl Interpretation Rosidin
RABBAYANI: Jurnal Pendidikan dan Peradaban Islami Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hakikat manusia hingga kini masih belum tersingkap dengan jelas, meskipun sudah banyak konsep hingga teori dari berbagai disiplin keilmuan yang mengkajinya. Artikel ini sekadar urun rembug dalam memahami hakikat totalitas manusia dari perspektif Tafsir Tarbawi. Artikel ini disusun dengan pendekatan kualitatif, jenis penelitian studi pustaka, dan teknik analisis khas Tafsir Tarbawi yang melibatkan tiga jenis analisis, yaitu analisis linguistik (lughawi), tafsir (tafsiri) dan kependidikan (tarbawi). Ada dua temuan artikel ini. Pertama, totalitas manusia dalam perspektif Al-Qur’an adalah makhluk yang memiliki tiga dimensi, yaitu Jismiyyah yang mencakup fisik dan biologis; Nafsiyyah yang mencakup nafsu, akal dan hati; Ruhaniyyah yang mencakup ruh dan fitrah. Kedua, totalitas manusia sebagai objek material pendidikan Islam meniscayakan model pendidikan Islam yang menyentuh dimensi Jismiyyah, Nafsiyyah dan Ruhaniyyah. Wujud akhirnya adalah pendidikan Islam yang komprehensif-holistik, karena bertujuan mengaktualisasikan totalitas dimensi dalam diri manusia dalam bentuk fisik yang bersih, sehat dan terampil (Jismiyyah); psikis yang stabil nafsunya, cemerlang akalnya dan jernih hatinya (Nafsiyyah); serta ruhani terpelihara dari berbagai kontaminasi akidah, syariah maupun akhlak (Ruhaniyyah). Kata Kunci: Totalitas Manusia, Objek Material Pendidikan, Pendidikan Islam, Tafsir Tarbawi, Pendidikan Komprehensif-Holistik.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MENINGKATKAN KUALITAS AKHIRUSSANAH STUDI KASUS DI TPQ DARUL AMANAH DESA TLAHAB KECAMATAN GEMUH KABUPATEN KENDAL Rosidin; Adib Azka Najib; Ainur Rosikhoh; Dwi Rahmawati; Jumrotul Nur Aisah; Laila Mufidatul Amrina; Martiasih Eva Hanifa; Masyrofie Ahmad Farhan; Muhammad Faqih Mubarok; Siti Muasomah; Umul Farikha Aprilia
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2024): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT: DIMASTIKA
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Islam Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/jpkm.v3i2.167

Abstract

Akhirussanah TPQ merupakan kegiatan penting yang menandai terlaksananya akhir dari periode pembelajaran. Kualitas pelaksanaan akhirussanah TPQ bergantung pada partisipasi dan dukungan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pemberdayaan masyarakat dapat meningkatkan kualitas akhirussanah di TPQ Darul Amanah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui pembentukan panitia akhirussanah, pelatihan akhirussanah, dan penggalangan dana dapat meningkatkan kualitas akhirussanah TPQ secara signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberdayaan masyarakat merupakan faktor kunci dalam keberhasilan pelaksanaan akhirussanah TPQ.
Implementasi Kurikulum Merdeka dengan Pendekatan Deep Learning di SMA NU 03 Muallimin Weleri Tahun Pelajaran 2025/2026 Rosidin; Satria, Bahtiar Raga; Rizqiana Safitri, Aulia; Ichwanul Muttaqin, Maulana; Putra Firmansyah, Achlan Abi
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2025): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT: DIMASTIKA
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Islam Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/jpkm.v4i1.267

Abstract

Pendidikan nasional di Indonesia terus mengalami pembaruan kurikulum guna meningkatkan kualitas pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Salah satu terobosan yang dilakukan adalah penerapan Kurikulum Merdeka, yang menekankan fleksibilitas, penguatan karakter, serta pengembangan keterampilan abad 21. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka dengan pendekatan Deep Learning di SMA NU 03 Muallimin Weleri Tahun Pelajaran 2025/2026. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan menggunakan model Miles dan Huberman, dengan validasi melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi Kurikulum Merdeka dengan pendekatan Deep Learning mampu meningkatkan keterlibatan aktif siswa, mendorong keterampilan berpikir kritis dan reflektif, serta menghubungkan materi pembelajaran dengan pengalaman nyata. Kendala utama ditemukan pada keterbatasan pemahaman guru dalam menerapkan strategi Deep Learning secara konsisten, serta variasi kesiapan siswa dalam mengikuti pola pembelajaran yang menuntut analisis mendalam. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka berbasis Deep Learning sangat dipengaruhi oleh kesiapan guru, kesiapan siswa, serta dukungan kelembagaan. Penelitian ini berkontribusi dalam menawarkan model integrasi kurikulum dan pedagogi yang dapat menjadi rujukan bagi sekolah lain.
PENDAMPINGAN PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK MELALUI PENDIDIKAN PROGRESIF BAGI SANTRI Shalahuddin, Henri; Pramono, Muhamad Fajar; Da'i, Rahmat Ardi Nur Rifa; Falah, Muhammad Zulfikar Nur; Rosidin
Masyarakat: Jurnal Pengabdian Vol. 2 No. 4 (2026)
Publisher : Yayasan Pendidikan Dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/m-jp.v2i4.596

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk merespon sistem pendidikan yang diterapkan kepada santri dengan masalah kurangnya melakukan penguasaan materi dan praktik pengetahuan akidah akhlak dengan baik, alih-alih santri dikeluhkan kurang responsif dan hanya menekankan pembelajaran model hafalan saja. Metode yang digunakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terdiri observasi lapangan (wawancara, dialog partisipatif, dan survey lokasi), pelaksanaan, dan monitoring serta evaluasi. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di TPQ Sayyidah Fathimah Kediri pada tanggal 30 Agustus 2025 – 6 September 2025. Hasil pelaksanaan menunjukkan santri TPQ Sayyidah Fathimah Kediri cukup adaptif dengan pembelajaran model pendidikan progresif, sehingga kegiatan ini lebih mengarah kepada implikasi internal. Dari segi teknis, yang berkaitan produk fisik, pendidikan progresif mengharuskan menciptakan fasilitator dengan menyediakan alat tulis menulis dan ruang pengembangan diri berupa soal ujian untuk melihat kualitas pengetahuan yang diajarkan kepada TPQ Sayyidah Fathimah Kediri. Dari segi capaian materi pengetahuan, representasi tingkat sikap responsif santri TPQ Sayyidah Fathimah Kediri sangat baik sekali dengan adaptasi mereka terhadap pembelajaran model pendidikan progresif. Hal ini dibuktikan dengan prosentase angka nilai ujian akidah akhlak banyak di atas rata-rata, yang mencakup materi teori pemahaman dan ketajaman aktualisasi dari sikap aplikatif sehari-hari.
Implementasi Program Eco Masjid (Idarah, ‘Imarah, Ri’ayah) di Masjid Nur Muhammad Desa Randuagung Singosari Malang Fifin Nikmatus Sholihah; Yeni Febrianti; Oktavia Dwi Saputri; M. Azkal Azkiya; Nova Arum Wahyuningtyas; Muhammad Idham Kholid; Rosidin
Ngabekti: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Ngabekti: Edisi Desember 2025
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/whw3r428

Abstract

Abstract The concept of Green Mosques (Ecomosques) in Indonesia remain an elitist issue and have not yet developed into a widespread and popular movement. Therefore, a collective effort is needed to realize this program, one of which is through community service activities. The community service method employed is Service Learning (SL) based on Kolb’s Experiential Learning model, which consists of Concrete Experience (CE), Reflective Observation (RO), Abstract Conceptualization (AC), and Active Experimentation (AE). The outcomes of this community service activity include the implementation of three work programs aligned with the functions of Idarah (administration and management), ‘Imarah (welfare and religious activities), and Ri’ayah (maintenance and facilities). First, assistance to the takmir (mosque management board) as a representation of the Idarah function, focusing on coordination, facilitation, and initiation by the service team to help ease managerial duties and responsibilities related to the ecomosque concept. Second, optimization of Majelis Ta’lim as a representation of the ‘Imarah function, emphasizing the active participation of the service team in consultation, socialization, and ecomosque education through Majelis Ta’lim sessions held after the Fajr and Maghrib prayers, discussing Qur’anic exegesis, creed (aqidah), jurisprudence (fiqh), and Sufism (tasawuf). Third, preservation of facilities and infrastructure as a representation of the Ri’ayah function, focusing on the active role of the service team in maintaining cleanliness, sanctity, health, and the aesthetic quality of the mosque in accordance with ecomosque criteria. Keywords: Ecomasjid; Idarah-‘Imarah-Ri’ayah, Service Learning, Mosque Caretaker.     Abstrak Masjid Hijau (Ecomasjid) di Indonesia masih menjadi isu elitis, belum menjadi gerakan yang massif dan populis. Maka diperlukan gerakan bersama untuk mewujudkan program tersebut, dan salah satunya dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Metode pengabdian yang digunakan adalah Service Learning (SL) berbasis Experiential Learning model Kolb yang terdiri dari Concrete Experience (CE), Reflection Observation (RO), Abstract Conceptualization (AC) dan Active Experimentation (AE). Hasil kegiatan pengabdian ini adalah realisasi tiga program kerja yang sesuai fungsi Idarah (administrasi dan manajemen), ‘Imarah (kesejahteraan dan kegiatan), dan Ri’ayah (pemeliharaan dan fasilitas). Pertama, Asistensi Pengurus Takmir sebagai representasi fungsi Idarah yang difokuskan pada koordinasi, fasilitasi dan inisiasi tim pengabdi untuk membantu meringankan tugas dan tanggungjawab ketakmiran yang relevan dengan ecomasjid. Kedua, Optimalisasi Majelis Ta’lim sebagai representasi fungsi ‘Imarah yang difokuskan pada partisipasi aktif tim pengabdi untuk konsultasi, sosialisasi dan edukasi ecomasjid melalui Majelis Ta’lim ba’da Shubuh dan Maghrib yang membahas Tafsir Al-Qur’an, Akidah, Fikih dan Tasawuf. Ketiga, Pelestarian Sarana dan Prasarana sebagai representasi fungsi Ri’ayah yang difokuskan pada peran aktif tim pengabdi dalam menjaga kebersihan, kesucian, kesehatan dan keindahan masjid sesuai kriteria ecomasjid. Kata kunci: Ekomasjid; Idarah-‘Imarah-Ri’ayah; Pembelajaran Layanan; Takmir Masjid.