Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENGARUH KOMPETENSI TERHADAP  KINERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL PADA DINAS KESEHATAN KOTA BENGKULU Wisnu Wijaya; Titi Darmi; Rekho Adriadi; Rosidin
Mimbar : Jurnal Penelitian Sosial Dan Politik Vol 14 No 1 (2025): Mimbar : Jurnal Penelitian Sosial dan Politik (Juni)
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences Universitas Prof Dr Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/8txeyv89

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan rendahnya kinerja pegawai negeri sipil di Dinas Kesehatan Kota Bengkulu berdasarkan laporan buku profil Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, yang diduga berkaitan dengan tingkat kompetensi pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kompetensi memengaruhi kinerja pegawai dalam konteks pelayanan publik. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode survei terhadap seluruh pegawai negeri sipil di Dinas Kesehatan Kota Bengkulu sebanyak 68 orang sebagai sampel jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup berbasis skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linier sederhana melalui aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kompetensi pegawai negeri sipil dan tingkat kinerja tergolong “baik”. Temuan signifikan diperoleh dari uji regresi, yang menunjukkan bahwa kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, dengan nilai signifikansi 0,000 dan koefisien determinasi sebesar 60,8%. Artinya, kompetensi menjelaskan lebih dari separuh variasi dalam kinerja pegawai. Namun demikian, terdapat 39,2% variasi kinerja yang dipengaruhi oleh faktor lain di luar kompetensi. Penelitian ini memberikan gambaran bahwa peningkatan kompetensi merupakan strategi penting dalam mendongkrak kinerja pelayanan publik di tingkat daerah.
Strategy for the Development of Kuranding Lake Tourist Attraction in Tanjung Beringin Village, South Bengkulu Regency Indarti, Sri; Mimi Julilah; Rosidin
Journal of Social Science and Humanities Vol. 3 No. 2 (2024): July-December
Publisher : GAYAKU PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/jossh.v3i2.1095

Abstract

Indonesia is an archipelago that has many good and beautiful places, including mountains, green nature, rivers and more. This is utilized as a tourist attraction that adds to the income of the tourist attraction area, one of the tours is Kuranding Lake, this tour is located in Tanjung Beringin Village, Air Nipis Subdistrict, South Bengkulu Regency, Kuranding Lake Tourism is relatively new and there are still many who do not know about this tour. The problem in this study is how the development strategy of the Kuranding lake tourist attraction in Tanjung Beringin Village, South Bengkulu Regency, The purpose of this study is to describe the development strategy carried out by the management or manager of the Kuranding lake tourist attraction. This research uses descriptive qualitative methods, collection techniques by means of observation, interviews, and documentation. The data analysis technique used is an interactive analysis technique consisting of three components, namely data reduction, data presentation, and conclusion drawing. From the results of the study according to the research focus, the dimensions of the strategy are objectives, policies and programs, there are 6 short-term goals and 3 medium-term goals obtained from interviews with managers, besides that there are policies for managing Kuranding lake, namely 6 policies that have been applied to Kuranding lake objects, as for several programs for Kuranding lake objects by managers, namely real or real programs, besides that there are also 3 programs as material for developing Kuranding lake tourism objects including marketing programs, lake tourism destinations, partnerships. The obstacles faced include lack of funds and need a touch from the government or other private parties. Kuranding Lake also has several resident resources such as tourist sites and environmental conditions that are still beautiful.
Polemik Gaji Dosen dalam Perspektif Literatur Tafsir Nusantara Klasik dan Kontemporer Rosidin
RABBAYANI: Jurnal Pendidikan dan Peradaban Islami Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/29z8df03

Abstract

The hashtag #janganjadidosen is trending on various social media platforms due to the lack of financial welfare of lecturers. Empirical evidence is that 76% of lecturers take side jobs, so that the campus climate changes from an academic climate to an entrepreneurial climate. Until now, people have still been polemicising about lecturers' salaries. This polemic is rooted in different views on the lecturer profession. Is the lecturer profession a service that is classified as a non-commercial contract (tabarru’at), or is it a job that is classified as a commercial contract (mu’awadat)? This article is compiled using the thematic tafsir method (maudu'i) initiated by Abdul Hayy al-Farmawi with five national tafsir literature as primary sources, namely Tarjuman al-Mustafid by Abdurrauf al-Singkili; Marah Labid by Syaikh Nawawi; al-Ibriz by KH. Bisri Mustofa; Tafsir Al-Azhar by Buya Hamka and Tafsir Al-Mishbah by Quraish Shihab. There are four research results. First, the relevant keyword to discuss the polemics over lecturers’ salaries is the word “ajrun” and its derivations, mentioned 108 times in 99 verses. Second, the object of research is 10 verses that are directly related to the theme of lecturers’ salaries, namely Surat al-A'raf [7]: 113, Yunus [10]: 72, Hud [11]: 51, al-Kahf [18]: 77, al-Furqan [25]: 57, al-Shu’ara’ [26]: 109, al-Qasas [28]: 26, Yasin [36]: 21, Sad [38]: 86 and al-Shura [42]: 23. Third, based on the analysis of comparative interpretation (muqarin), the word ajrun and its derivatives in the Qur’an have three connotations of meaning: a) The meaning of non-commercial reward; b) The meaning of commercial wages; c) The meaning of “maslahat” which includes commercial and non-commercial benefits. Fourth, the meaning of maslahat is a parameter that is relevant to lecturer salaries in Indonesia today. Meanwhile, the scope of the meaning of maslahat can be elaborated by future research that uses the Burhani (empirical) or Irfani (idealistic) approach, as a complement to this article that uses the Bayani (textualist) approach. Tagar #janganjadidosen trending di berbagai media sosial, akibat minimnya kesejahteraan finansial dosen. Bukti empirisnya, 76% dosen mengambil kerja sampingan, sehingga iklim kampus berubah dari iklim akademik menjadi iklim wirausaha. Hingga saat ini, masyarakat masih berpolemik mengenai gaji dosen. Polemik ini berakar pada perbedaan pandangan dalam menyikapi profesi dosen. Apakah profesi dosen merupakan pengabdian yang tergolong akad tabarru’at yang bersifat non-komersil, atau merupakan pekerjaan yang tergolong akad mu’awadhat yang bersifat komersil. Artikel ini disusun dengan menggunakan metode tafsir tematik (maudhu’i) yang digagas oleh Abdul Hayy al-Farmawi dengan lima literatur tafsir nusantara sebagai sumber primer, yaitu Tarjuman al-Mustafid karya Abdurrauf al-Singkili; Marah Labid karya Syaikh Nawawi; al-Ibriz karya KH. Bisri Mustofa; Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka dan Tafsir Al-Mishbah karya Quraish Shihab. Ada empat hasil penelitian. Pertama, kata kunci yang relevan untuk membahas polemik gaji dosen adalah kata ajrun dan derivasinya yang disebutkan sebanyak 108 kali dalam 99 ayat. Kedua, objek penelitian adalah 10 ayat yang berkaitan langsung dengan tema gaji dosen, yaitu Surat al-A’raf [7]: 113, Yunus [10]: 72, Hud [11]: 51, al-Kahfi [18]: 77, al-Furqan [25]: 57, al-Syu’ara’ [26]: 109, al-Qashash [28]: 26, Yasin [36]: 21, Shad [38]: 86 dan al-Syura [42]: 23. Ketiga, berdasarkan analisis tafsir komparatif (muqarin), kata ajrun dan derivasinya dalam Al-Qur’an memiliki tiga konotasi makna: a) Makna pahala ukhrawi yang bersifat non-komersil; b) Makna upah duniawi yang bersifat komersil; c) Makna maslahat yang mencakup manfaat duniawi (komersil) dan ukhrawi (non-komersil). Keempat, makna maslahat merupakan parameter yang relevan dengan gaji dosen di Indonesia saat ini. Sedangkan ruang lingkup makna maslahat, dapat dielaborasi oleh penelitian berikutnya yang menggunakan pendekatan Burhani (empiris) maupun Irfani (idealis), sebagai pelengkap dari artikel ini yang menggunakan pendekatan Bayani (tekstualis). Kata Kunci: Dosen, Gaji Dosen, Tafsir Al-Qur’an, Tafsir Nusantara.     
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN MODUL FIKIH KELAS XI DAN XII BAGI TIM PENGEMBANG BAHAN AJAR MADRASAH ALIYAH ALMAARIF SINGOSARI KABUPATEN MALANG JAWA TIMUR Rosidin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Fakultas Teknik : Jurnal Abditek Vol. 5 No. 01 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Fakultas Teknik: Jurnal Abditek
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Abditek.051.07

Abstract

Artikel ini merupakan hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa Pendampingan Penyusunan Modul Fikih Kelas XI dan XII bagi Tim Pengembang Bahan Ajar Madrasah Aliyah Almaarif Singosari Kabupaten Malang Jawa Timur. Kegiatan PkM dilaksanakan selama enam bulan secara daring dan luring dengan menggunakan metode Service Learning (SL) yang terdiri dari tiga unsur utama, yaitu Academic Study (Kajian Akademik), Civic Engagement (Keterlibatan Sosial)  dan Practical Experience (Pengalaman Praktis). Kegiatan PkM dilaksanakan sesuai dengan prinsip POAC. Pertama, Planning. Kegiatan PkM dilaksanakan dalam 13 kali pertemuan dalam kurun waktu enam bulan. Kedua, Organizing. Ada dua penulis yang bertugas menyusun modul Fikih Kelas XI MA dan tiga penulis yang bertugas menyusun modul Fikih Kelas XII MA. Ketiga, Actuating. Penyusunan modul Fikih didasarkan pada metode SL yang terdiri dari Academic Study yang berupa kajian pustaka secara intensif untuk kebutuhan pra, proses dan pasca penulisan modul; Civic Engagement yang berupa keterlibatan Kepala Madrasah, Waka Kurikulum, Guru Fikih, Siswa dan Alumni MA Almasima secara langsung maupun tidak langsung; serta Practical Experience yang berupa praktik langsung penyusunan modul. Keempat, Controlling. Yaitu proses editing, proof reading, revisi hingga finalisasi modul yang melibatkan penulis dan guru Fikih sebagai ahli materi (substansi). Controlling untuk menjamin kualitas modul agar memenuhi standar Self Instructional (Belajar Mandiri), Self Contained (Lengkap), Stand Alone (Independen), Adaptive (Adaptif) dan User Friendly (Mudah). Dampak PkM adalah terbentuknya Tim Pengembang Bahan Ajar MA Almasima; publikasi Modul Fikih Kelas XI dan XII MA; penggunaan Modul Fikih Kelas XI dan XII MA sebagai referensi pembelajaran; dan terwujudnya iklim literasi yang kondusif.
Reformulasi Peran Masjid dalam Perspektif Tafsir Tarbawi Tematik: Reformulation of the Role of Mosque from the Perspective of Thematic Educational Interpretation Rosidin
RABBAYANI: Jurnal Pendidikan dan Peradaban Islami Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masjid berasal dari akar kata sajada yang secara sempit berarti sujud dan secara luas berarti berbagai aktivitas ibadah penuh ketundukan kepada Allah SWT. Fakta empiris bahwa fungsionalisasi masjid sebagai tempat shalat dan kajian keilmuan semata, belum layak dinilai meliputi totalitas pengertian sujud tersebut. Oleh sebab itu, penting untuk diadakan reformulasi peran masjid sebagai pusat kegiatan ke-Islam-an sebagaimana masa Rasulullah SAW. Artikel ini bertujuan memformulasikan peran masjid dalam perspektif Tafsir Tarbawi Tematik. Secara metodologis, penelitian ini mengacu pada langkah-langkah metodologis-aplikatif tafsir maudhu’i yang digagas ‘Abd al-Hayy al-Farmawi, disertai dengan penerapan tiga teknik analisis, yaitu analisis kebahasaan, analisis isi dan analisis kependidikan. Temuan artikel ini adalah: Peran masjid dalam perspektif Tafsir Tarbawi Tematik ada tujuh, yaitu masjid sebagai pusat ibadah ritual, pendidikan Islam, pemberdayaan ekonomi, pelayanan kesehatan, pelayanan sosial, informasi dan komunikasi serta wisata religi. Implikasinya, seyogianya masjid di era kekinian dibangun dan didesain dengan memenuhi ketujuh peran tersebut secara proporsional dan representatif. Kata Kunci: Reformulasi, Peran Masjid, Tafsir Tarbawi, Tafsir Tematik.
Totalitas Manusia sebagai Objek Material Pendidikan Islam Perspektif Tafsir Tarbawi: The Totality of Human Beings as Material Object of Islamic Education from the Perspective of Qur’anic Educationl Interpretation Rosidin
RABBAYANI: Jurnal Pendidikan dan Peradaban Islami Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hakikat manusia hingga kini masih belum tersingkap dengan jelas, meskipun sudah banyak konsep hingga teori dari berbagai disiplin keilmuan yang mengkajinya. Artikel ini sekadar urun rembug dalam memahami hakikat totalitas manusia dari perspektif Tafsir Tarbawi. Artikel ini disusun dengan pendekatan kualitatif, jenis penelitian studi pustaka, dan teknik analisis khas Tafsir Tarbawi yang melibatkan tiga jenis analisis, yaitu analisis linguistik (lughawi), tafsir (tafsiri) dan kependidikan (tarbawi). Ada dua temuan artikel ini. Pertama, totalitas manusia dalam perspektif Al-Qur’an adalah makhluk yang memiliki tiga dimensi, yaitu Jismiyyah yang mencakup fisik dan biologis; Nafsiyyah yang mencakup nafsu, akal dan hati; Ruhaniyyah yang mencakup ruh dan fitrah. Kedua, totalitas manusia sebagai objek material pendidikan Islam meniscayakan model pendidikan Islam yang menyentuh dimensi Jismiyyah, Nafsiyyah dan Ruhaniyyah. Wujud akhirnya adalah pendidikan Islam yang komprehensif-holistik, karena bertujuan mengaktualisasikan totalitas dimensi dalam diri manusia dalam bentuk fisik yang bersih, sehat dan terampil (Jismiyyah); psikis yang stabil nafsunya, cemerlang akalnya dan jernih hatinya (Nafsiyyah); serta ruhani terpelihara dari berbagai kontaminasi akidah, syariah maupun akhlak (Ruhaniyyah). Kata Kunci: Totalitas Manusia, Objek Material Pendidikan, Pendidikan Islam, Tafsir Tarbawi, Pendidikan Komprehensif-Holistik.
UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU MELALUI PELATIHAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS Rosidin
Istifkar: Media Transformasi Pendidikan Vol 1 No 1 (2021): Istifkar: Media Transformasi Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/ji.v1i1.20

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru MTs. NU 04 Muallimin Weleri di Kabupaten Kendal provinsi Jawa Tengah. Peningkatan kompetensi guru dilakukan melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilakukan dengan strategi siklus yang dilakukan dengan tahapan dari identifikasi masalah, perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Berdasarkan identifikasi masalah bahwa masih banyak guru yang mengalami kesulitan dalam menyusun PTK dan melaksanakannya di kelas. Lemahnya kemampuan mereka dalam menyusun PTK disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan atau pemahaman mereka tentang PTK secara praktek. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan evaluasi. Dalam pelatihan menunjukkan bahwa para guru berpartisipasi aktif untuk memiliki keseriusan, kemauan, dan motivasi yang tinggi untuk mengembangkan penelitian tindakan kelas. Dalam meningkatkan keberhasilan pada proses pembelajaran salah satunya melalui penelitian tindakan kelas (PTK). Manfaat PTK di antaranya adalah membantu guru memperbaiki mutu pembelajaran, meningkatkan profesionalisme guru dan meningkatkan kompetensi guru. Kegiatan pelatihan Penelitian Tindakan Kelas ini memberikan dampak terhadap peningkatan pengetahuan yang signifikan tentang pemahaman penelitian tindakan kelas, pengolahan dan analisis data penelitian tindakan kelas. Hasil akhir dalam penelitian ini adalah proses pelatihan memberikan manfaat bagi guru, yaitu dapat meningkatkan pemahaman guru pada Penelitian Tindakan Kelas, menumbuhkan motivasi dalam menyusun PTK dan melaksanakan PTK, serta bagi sekolah dapat meningkatkan kinerja sekolah melalui peningkatan profesionalisme guru. Hasil dari penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan masukan guru di sekolah lainnya sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi guru melalui Penelitian Tindakan Kelas.
PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PADA PESERTA DIDIK DI MTS. NU 04 MUALLIMIN WELERI Rosidin
Istifkar: Media Transformasi Pendidikan Vol 2 No 1 (2022): Istifkar: Media Transformasi Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/ji.v2i1.60

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik di MTs. Nu 04 Muallimin desa penaruban kecamatan weleri kabupaten kendal, melalui pembelajaran di dalam kelas. Guru merupakan titik sentral, yaitu sebagai ujung tombak di lapangan dalam pengembangan kurikulum. Keberhasilan belajar mengajar antara lain ditentukan oleh kemampuan professional dalam pribadi guru, dikarenakan pengembangan kurikulum berangkat dari dalam kelas, sehingga guru hendaknya mengusahakan gagasan kreatif dalam menerapkan kurikulum di kelasnya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan desain fenomenologi yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas praktik pembelajaran di dalam kelas. Data yang diambil adalah data sikap ilmiah siswa melalui teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif dengan wawancara dan observasi serta keduanya dilakukan pengecekan silang dengan tambahan dokumentasi sebagai data pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tujuh peran yang dilakukan guru-guru dalam meningkatkan motivasi peserta didik di MTs. Nu 04 Muallimin Weleri. Tujuh peran tersebut yaitu; Penggunaan metode dan media pembelajaran yang bervariasi, pemberian tugas yang teratur, pujian (reward), evaluasi yang konsisten, penilaian dalam setiap aspek, dan juga hukuman (punishment).
ANALISIS PROBLEMATIKA PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP NU 01 MU’ALLIMIN WELERI Rosidin
Istifkar: Media Transformasi Pendidikan Vol 4 No 1 (2024): Istfikar: Media Transformasi Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/ji.v4i1.111

Abstract

Perkembangan zaman yang begitu pesat, menjadikan teknologi sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Tidak terkecuali dunia pendidikan yang semakin hari dituntut untuk mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Pendidikan di era society 5.0 ini yang sangat berkaitan erat dengan kecakapan abad 21, menginspirasi pemerintah Indonesia untuk menghadirkan kurikulum terobosan baru yaitu kurikulum merdeka belajar. Hal ini berpengaruh juga pada konsep dan sistem pembelajaran yang lebih maju dan fleksibel, sehingga menuntut seluruh elemen sekolah untuk terus berkembang dan menyesuaikan terkhusus pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Tujuan dari penulisan artikel ini untuk menjabarkan serta menganalisis problematika penerapan kurikulum merdeka pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP NU 01 Mu’allimin Weleri. Pendekatan ini menggunakan metode kualitatif, melalui pendekatan fenomenologi. Hasil dari penelitian ini menyatakan, bahwa dalam penerapan Kurikulum Merdeka di sekolah masih menghadapi berbagai problematika terlebih pada aspek guru, siswa, dan sarana prasarana. Hal ini dibuktikan dengan keefektifan konsep pembelajaran Kurikulum Merdeka yang belum maksimal.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MENINGKATKAN KUALITAS AKHIRUSSANAH STUDI KASUS DI TPQ DARUL AMANAH DESA TLAHAB KECAMATAN GEMUH KABUPATEN KENDAL Rosidin; Adib Azka Najib; Ainur Rosikhoh; Dwi Rahmawati; Jumrotul Nur Aisah; Laila Mufidatul Amrina; Martiasih Eva Hanifa; Masyrofie Ahmad Farhan; Muhammad Faqih Mubarok; Siti Muasomah; Umul Farikha Aprilia
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2024): DIMASTIKA: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Islam Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/jpkm.v3i2.167

Abstract

Akhirussanah TPQ merupakan kegiatan penting yang menandai terlaksananya akhir dari periode pembelajaran. Kualitas pelaksanaan akhirussanah TPQ bergantung pada partisipasi dan dukungan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pemberdayaan masyarakat dapat meningkatkan kualitas akhirussanah di TPQ Darul Amanah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui pembentukan panitia akhirussanah, pelatihan akhirussanah, dan penggalangan dana dapat meningkatkan kualitas akhirussanah TPQ secara signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberdayaan masyarakat merupakan faktor kunci dalam keberhasilan pelaksanaan akhirussanah TPQ.