Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

COLLABORATIVE PEMERINTAH DESA DAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN DESA WISATA ULU MUSI TROKON DI CAWANG LAMA KABUPATEN REJANG LEBONG Aditia; Aditia Arjuansyah; Rosidin; Novliza Eka Patrisia
Mimbar : Jurnal Penelitian Sosial Dan Politik Vol 14 No 2 (2025): Mimbar : Jurnal Penelitian Sosial dan Politik (Desember)
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences Universitas Prof Dr Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/h3wh7d36

Abstract

Management of the Ulu Musi Trokon Tourism Village in Cawang Lama. This tourism village utilizes the natural potential of the Musi River, which was previously a traditional stone quarry. This study aims to analyze how collaborative processes involving the village government and community can enhance the sustainability and economic empowerment of the village. Through a qualitative approach using interviews, observations, and documentation, the research findings indicate that despite challenges such as limited skills and understanding, this collaboration successfully encouraged community participation in planning, organizing, and implementing the development of tourism facilities. Additionally, the synergy between the village government and the community plays a crucial role in maintaining the sustainability and upkeep of the village's tourism facilities. This effective collaboration has boosted the local economy and introduced the natural tourism potential of Ulu Musi Trokon Village to tourists, thereby providing long-term benefits for the well-being of the community.
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM LOMBA DESA WISATA PROVINSI BENGKULU: (Studi kasus di Kabupaten Kepahiang) Rosa Oktapia; Titi Darmi; Rekho Adriadi; Rosidin
Mimbar : Jurnal Penelitian Sosial Dan Politik Vol 14 No 2 (2025): Mimbar : Jurnal Penelitian Sosial dan Politik (Desember)
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences Universitas Prof Dr Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/8mnnfx65

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas Program Lomba Desa Wisata di Kabupaten Kepahiang dengan menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product). Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap 12 informan yang terdiri dari pihak Dinas Pariwisata, kepala desa, dan pengurus Pokdarwis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek context, program ini sesuai dengan kebutuhan pengembangan pariwisata daerah dan potensi lokal yang dimiliki desa. Dari aspek input, kebijakan dan dukungan kelembagaan cukup baik, namun masih terdapat keterbatasan sumber daya manusia serta sarana dan prasarana penunjang. Pada aspek process, pelaksanaan program sudah berjalan sesuai prosedur, tetapi pendampingan dan monitoring pasca-lomba masih minim. Dari aspek product, program berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi wisata dan mendorong partisipasi lokal, meskipun dampak ekonomi dan keberlanjutan belum optimal. Secara keseluruhan, program ini dinilai cukup efektif dalam mendorong pengembangan desa wisata, namun perlu ditingkatkan melalui penguatan kapasitas SDM, pendampingan berkelanjutan, serta promosi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan agar manfaat program dapat berlangsung secara berkelanjutan.
UPAYA PEMERINTAH KABUPATEN EMPAT LAWANG DALAM MENANGGULANGI KRIMINALITAS Fathia Rizki Amrina; Rekho Adriadi; Titi Darmi; Rosidin
Mimbar : Jurnal Penelitian Sosial Dan Politik Vol 14 No 2 (2025): Mimbar : Jurnal Penelitian Sosial dan Politik (Desember)
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences Universitas Prof Dr Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/hn7wsa24

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan pembentukan Satuan Polisi Pamong Praja Desa (Pol PP Desa) di Kabupaten Empat Lawang sebagai bagian dari kebijakan desentralisasi dalam upaya meningkatkan ketertiban dan keamanan di tingkat lokal. Desentralisasi memberikan kewenangan bagi pemerintah daerah untuk mengatur wilayahnya sesuai kebutuhan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pembentukan Pol PP Desa yang diatur melalui Peraturan Bupati Empat Lawang Nomor 65 Tahun 2018 terbukti efektif dalam menurunkan tingkat kriminalitas hingga 54% pada tahun pertama pelaksanaannya. Selain itu, Pol PP Desa juga berperan dalam memperkuat koordinasi antara aparat desa dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tertib. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa Pol PP Desa merupakan instrumen strategis dalam mendukung stabilitas sosial di wilayah pedesaan. Rekomendasi penelitian ini menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi aparatur, alokasi anggaran yang memadai, serta pengawasan berkelanjutan agar kebijakan ini dapat berfungsi secara optimal dan berkelanjutan.
ANALISIS DAMPAK KOTAK KOSONG TERHADAP PARTISIPASI PEMILIH PADA PILKADA DI KABUPATEN BENGKULU UTARA TAHUN 2024 Renaldi Wahyu Hidayat; Rekho Adriadi; Sri Indarti; Rosidin
Mimbar : Jurnal Penelitian Sosial Dan Politik Vol 14 No 2 (2025): Mimbar : Jurnal Penelitian Sosial dan Politik (Desember)
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences Universitas Prof Dr Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/x0defn16

Abstract

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) merupakan instrumen utama dalam mewujudkan kedaulatan rakyat di tingkat lokal. Dalam konteks Pilkada Kabupaten Bengkulu Utara tahun 2024, munculnya fenomena kotak kosong akibat hanya satu pasangan calon menjadi isu yang menarik untuk dikaji karena berpotensi memengaruhi legitimasi dan kualitas demokrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak keberadaan kotak kosong terhadap tingkat partisipasi pemilih, motivasi politik masyarakat, serta implikasinya terhadap dinamika demokrasi lokal. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap 12 informan kunci, observasi langsung selama masa kampanye, dan studi dokumentasi terhadap data partisipasi pemilih serta pemberitaan lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena kotak kosong menimbulkan ambivalensi politik: partisipasi secara kuantitatif tetap tinggi, namun secara kualitatif muncul rasa apatis dan ketidakpuasan terhadap proses yang dianggap tidak kompetitif. Sebagian masyarakat menggunakan kotak kosong sebagai bentuk ekspresi politik pasif untuk menolak hegemoni calon tunggal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberadaan kotak kosong memiliki pengaruh signifikan terhadap kesadaran kritis masyarakat dan menegaskan pentingnya reformasi regulasi Pilkada guna memastikan kontestasi yang lebih terbuka, kompetitif, dan mencerminkan aspirasi politik rakyat.
SINERGI DANA DESA DAN GERAKAN GIZI :STRATEGI PENCEGAHAN STUNTING DI KEPAHIANG Genne Andeli Rebianti; Rekho Adriadi; Titi Darmi; Rosidin
Mimbar : Jurnal Penelitian Sosial Dan Politik Vol 14 No 2 (2025): Mimbar : Jurnal Penelitian Sosial dan Politik (Desember)
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences Universitas Prof Dr Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/39079w06

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi kebijakan penggunaan Dana Desa dalam upaya pencegahan stunting di Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu. Evaluasi dilakukan menggunakan empat indikator model Van Meter & Van Horn, yaitu kesesuaian ukuran dan tujuan kebijakan, kecukupan sumber daya, efektivitas komunikasi antar organisasi, serta kondisi sosial, politik, dan ekonomi desa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap delapan informan kunci, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pencegahan stunting telah diintegrasikan ke dalam RKPDes dan APBDes, meskipun realisasi alokasi Dana Desa rata-rata hanya mencapai 5–7,5 %. Dana yang tersedia cukup untuk mendukung honor kader posyandu dan penyediaan PMT, namun pencairan dana yang lambat sering menghambat pelaksanaan kegiatan. Koordinasi lintas sektor berjalan aktif melalui forum musyawarah dan komunikasi daring, walaupun masih dibutuhkan pendalaman petunjuk teknis pencairan. Faktor sosial ekonomi masyarakat agraris serta komitmen aparatur desa menjadi pendorong utama keberhasilan implementasi kebijakan, sementara kondisi infrastruktur dan jadwal kegiatan menjadi kendala utama. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kapasitas aparatur desa, percepatan prosedur pencairan, dan penguatan koordinasi antar sektor guna mempercepat penurunan angka stunting secara berkelanjutan.
PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP GOOD GOVERNANCE DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN PUBLIK DI BAWASLU BENGKULU SELATAN Asesda, Syach; Diyo Asesda, Syach Sema; Rosidin; Novliza Eka Patrisia
Mimbar : Jurnal Penelitian Sosial Dan Politik Vol 14 No 2 (2025): Mimbar : Jurnal Penelitian Sosial dan Politik (Desember)
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences Universitas Prof Dr Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/q9b47s49

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan prinsip-prinsip good governance untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di Bawaslu Bengkulu Selatan. Penelitian ini menyoroti pentingnya akuntabilitas, transparansi, partisipasi, dan supremasi hukum dalam menciptakan pelayanan publik yang efisien, responsif, dan dapat diandalkan. Meskipun sudah ada kemajuan yang signifikan, masih terdapat tantangan dalam memastikan penerapan yang efektif, seperti masalah teknis (jaringan internet yang tidak stabil dan pemadaman listrik), keterbatasan infrastruktur, dan ketidakhadiran petugas yang tidak konsisten. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Bawaslu telah berusaha meningkatkan kualitas pelayanan, masalah seperti kurangnya keterlibatan petugas dan kurangnya pelatihan masih menjadi hambatan untuk mencapai tata kelola yang optimal. Penelitian ini menyimpulkan dengan rekomendasi untuk meningkatkan infrastruktur, pelatihan petugas, dan partisipasi publik guna memperbaiki efektivitas dan responsivitas pelayanan publik serta memastikan kelancaran proses pemilu.
IMPLEMENTASI PROGRAM IDENTITAS KEPENDUDUKAN DIGITAL DI KOTA BENGKULU Lala Intika Sari; Rekho Adriadi; Titi Darmi; Rosidin
Mimbar : Jurnal Penelitian Sosial Dan Politik Vol 14 No 2 (2025): Mimbar : Jurnal Penelitian Sosial dan Politik (Desember)
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences Universitas Prof Dr Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/t2sqkk35

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kota Bengkulu sebagai bagian dari transformasi digital dalam layanan administrasi kependudukan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program IKD telah berjalan cukup baik, meskipun masih menghadapi beberapa kendala. Berdasarkan teori implementasi George C. Edward III, aspek komunikasi masih perlu ditingkatkan karena kegiatan sosialisasi belum merata dan belum menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama yang kurang familiar dengan teknologi digital. Dari aspek sumber daya, pelaksanaan program dinilai efektif dengan dukungan operator yang kompeten serta sarana seperti laptop dan ponsel yang memadai. Aspek disposisi menunjukkan adanya komitmen tinggi dari para pelaksana dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat secara konsisten. Sementara itu, struktur birokrasi berjalan sesuai ketentuan dan menunjukkan kepatuhan administratif yang baik. Secara keseluruhan, program IKD di Kota Bengkulu telah menunjukkan kemajuan yang positif, namun perlu adanya strategi komunikasi yang lebih intensif agar implementasi program dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan merata.
TANTANGAN DAN STRATEGI IMPLEMENTASI LAYANAN SKCK ONLINE DI POLRES BENGKULU UTARA Novia Kenitam Putra; Rosidin; Novlizah Eka parisia; Sri Indarti
Mimbar : Jurnal Penelitian Sosial Dan Politik Vol 14 No 2 (2025): Mimbar : Jurnal Penelitian Sosial dan Politik (Desember)
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences Universitas Prof Dr Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/ey6hfa10

Abstract

The digitalization of public services is an essential component of bureaucratic reform aimed at improving efficiency, transparency, and accessibility for citizens. One of its implementations is the Online Police Clearance Certificate (SKCK) service, which has been introduced since 2018 at the North Bengkulu Police Resort (Polres Bengkulu Utara). This study aims to analyze the influence of assertive communication and active listening on marital relationship quality through enhanced emotional awareness and behavioral change. A qualitative case study approach was employed involving 8 informants-six married couples who had attended interpersonal communication training. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using thematic analysis. The results indicate that assertive communication improves couples’ ability to express feelings and needs honestly without creating conflict, while active listening strengthens empathy, enhances mutual understanding, and fosters emotional intimacy. The combination of these skills contributes to healthier, more open, and respectful communication patterns. However, the study identified challenges such as persistent communication habits, resistance to change, and difficulty managing negative emotions. Future research is recommended to assess the long-term effectiveness of assertive communication training and to explore cultural factors influencing communication patterns in marital relationships.
Optimalisasi Komponen Forensik dalam Pendidikan Profesi Hukum di Indonesia Sumarta, Marta; Dinata Firmansyah; Rosidin; Kusyana
Al-Wajih: The Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2025): Islamic Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/04j45f19

Abstract

This study examines the critical role of forensic components in enhancing the quality and effectiveness of professional legal education in Indonesia. The increasing complexity of modern criminal cases, including corruption, sexual violence, and other sophisticated crimes, necessitates the integration of forensic knowledgesuch as forensic medicine, forensic linguistics, and evidence analysisinto legal curricula. Using a qualitative approach with library research and thematic content analysis, the study analyzed recent literature, journals, and official documents to identify essential forensic components, evaluate their impact on professional competence, and formulate strategic recommendations for curriculum development. Findings indicate that integrating forensic components equips law graduates with multidisciplinary competencies, ethical awareness, and collaborative skills, enabling them to interpret scientific evidence, analyze verbal and written testimonies, and work effectively with forensic experts. The study proposes a forensic-legal competency framework emphasizing legal knowledge, forensic analytical skills, and ethical-procedural awareness. Implementing structured theoretical and practical forensic training not only improves individual competence but also strengthens the justice system by promoting evidence-based decisions and minimizing errors. This research extends existing legal education theories, offering a foundation for curriculum innovation and future empirical studies on the synergy between law and forensic science, ultimately preparing Indonesian legal professionals to handle complex criminal cases effectively and ethically.
Dampak Implementasi Learning Management System (LMS) terhadap Self-Regulated Learning Mahasiswa: Penelitian Everhard Markiano Solissa; Rosidin; Imam Tazali; Markus Asta Patma Nugraha; Siti Marliah; Diki Masria
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6311

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah mendorong transformasi sistem pembelajaran di pendidikan tinggi melalui implementasi Learning Management System (LMS). LMS tidak hanya berfungsi sebagai media penyampaian materi pembelajaran, tetapi juga sebagai sarana yang dapat mendukung pengembangan self-regulated learning mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak implementasi LMS terhadap self-regulated learning mahasiswa melalui metode studi literatur. Penelitian dilakukan dengan mengkaji berbagai artikel ilmiah yang relevan dari jurnal nasional dan internasional yang terindeks dan membahas hubungan antara penggunaan LMS dan kemampuan regulasi diri mahasiswa dalam konteks pendidikan tinggi. Tahapan penelitian meliputi identifikasi topik, penelusuran literatur, seleksi artikel berdasarkan relevansi, analisis isi, sintesis temuan, serta penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi LMS memberikan dampak positif terhadap peningkatan self-regulated learning mahasiswa, terutama dalam aspek pengelolaan waktu belajar, monitoring perkembangan akademik, peningkatan motivasi belajar, serta kemampuan refleksi diri. Fitur-fitur LMS seperti pengingat tugas, forum diskusi, evaluasi daring, pelacakan progres belajar, dan umpan balik pembelajaran terbukti mampu membantu mahasiswa mengembangkan kemandirian belajar secara lebih efektif. Selain itu, integrasi learning analytics dalam LMS memberikan peluang untuk memantau perilaku belajar mahasiswa secara lebih terukur. Namun demikian, efektivitas LMS dalam mendukung self-regulated learning dipengaruhi oleh kesiapan teknologi, desain pembelajaran, dan kemampuan regulasi diri mahasiswa. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa sintesis komprehensif mengenai peran LMS dalam membangun budaya belajar mandiri di pendidikan tinggi serta menjadi referensi bagi pengembangan strategi pembelajaran digital yang lebih adaptif dan berpusat pada mahasiswa.