Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH KOMPENSASI DAN KOMPETENSI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN BANGLI Ari Setianingsih, Ni Kadek; Antarini, Lilik; Sudemen, I Wayan
Jurnal Widya Publika Vol 11 No 2 (2023): Widya Publika
Publisher : Magister Administrasi Publik Program Pascasarjana Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70358/widyapublika.v11i2.1101

Abstract

Sumber daya manusia merupakan bagian yang sangat penting dalam pencapaian tujuan. Faktor tercapai atau tidaknya tujuan tergantung dari kinerja pegawainya, dalam hal ini seorang pegawai memiliki peran penting atas keberhasilan pencapaian tujuan. Setiap organisasi selalu berusaha agar produktivitas kerja pegawai dapat ditingkatkan. Untuk itu pemimpin perlu mencari cara dan solusi guna menimbulkan kinerja para pegawai. Hal itu penting, sebab kinerja mencerminkan kesenangan yang mendalam terhadap pekerjaan yang dilakukan sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dan hasil yang lebih baik dapat dicapai. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh kompensasi dan kompetensi terhadap kinerja pegawai di Sekretariat Daerah Kabupaten Bangli. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain asosiatif yaitu suatu penelitian yang memiliki pengaruh satu variabel terhadap variabel lain atau mengetahui hubungan antara variabel. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai di Sekretariat Daerah Kabupaten Bangli. Pengambilan sampel menggunakan metode non probability sampling. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus slovin dengan jumlah sampel 68 responden. Teknik analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah korelasi product moment, analisis regresi linier berganda, analisis koefisien determinasi, uji t dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai serta kompensasi dan kompetensi secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Saran bagi peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian ini dengan menambahkan variabel lain.
DAMPAK SOSIAL DAN POLA PIKIR MASYARAKAT TERHADAP PERKEMBANGAN PARIWISATA Mirta, I Wayan; Sudemen, I Wayan; Hamel, Victorius Adventius
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.32760

Abstract

Kebijakan-kebijakan yang berbasis lingkungan banyak sekali dirumuskan oleh pemerintah daerah di Bali, baik dalam bentuk PERGUB maupun PERDA. Namun kebijakan-kebijakan ini tidak dapat secara langsung mengatasi persoalan-persoala psikologis yang dihadapi oleh masyarakat khsusunya di daerah-daerah pariwista. Dipahami bahwa dampak pariwisata dapat bersifat positif tetapi juga bersifat negatif, meningkatnya kriminalitas, kemacetan yang parah, munculnya peruahan gaya hidup dan eksklusifitas tempat-tempat wisata adalah sedikit dari dampak negatif pertumbuhan pariwisata. Kondisi itu berdampak juga secara psikologis kepada masyarakat, baik secara individu dan komunal yang harus diantisipiasi dengan cara memperkuat basis-basis pemahaman seperti kesiapan mental, perbaikan stigma, perubahan pola piker dan sudut pandang serta eningkatan kesadaran diri.
IMPLEMENTASI PROGRAM POSYANDU BALITA DAN LANSIA DALAM MEWUJUDKAN KESEHATAN MASYARAKAT DI DESA MENGWI, KECAMATAN MENGWI, KABUPATEN BADUNG Hendryawan, Made Bayu; Sudemen, I Wayan; Antarini, Lilik
Jurnal Widya Publika Vol 13 No 2 (2025): Widya Publika
Publisher : Magister Administrasi Publik Program Pascasarjana Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70358/widyapublika.v13i2.1657

Abstract

Kesehatan masyarakat merupakan suatu hal yang harus diupayakan dengan baik untuk pemberdayaan masyarakat baik memahami, menjaga, dan meningkatkan kesehatan dalam suatu masyarakat. Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) merupakan salah satu komponen penting dalam upaya kesehatan masyarakat di Indonesia. Posyandu Balita (bawah lima tahun) merupakan pelayanan terhadap balita dan anak kecil dengan melakukan penimbangan sehingga dapat memantau tumbuh kembang balita dan anak kecil dari umur 0-5 tahun. Posyandu lansia (Lanjut Usia) merupakan posyandu terpadu untuk lansia masyarakat lansia di suatu daerah agar lansia mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai dan kebijakan pemerintah dalam mengembangkan pelayanan kesehatan bagi lansia serta posyandu lansia dimulai umur 60 tahun keatas. Pelayanan publik dalam hal Posyandu untuk balita dan lansia di Desa Mengwi adalah suatu upaya yang sangat penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program Posyandu berperan penting dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Implementasi Program Posyandu Balita Dan Lansia Dalam Mewujudkan Kesehatan Masyarakat di Desa Mengwi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Berdasarkan tujuan penelitian ini, menggunakan jenis metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Serta teknik pengumpulan data penelitian ini dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan data condensation (kondensasi data), data display (penyajian data), dan conclusion drawing/verification (penarikan kesimpulan). Hasil penelitiannya yaitu secara keseluruhan implementasi program posyandu balita dan lansia di Desa Mengwi, sudah berjalan dengan baik dimana hal ini dilihat dari kesesuaian antara program dengan kelompok sasaran yang terdapat tujuan, strategi, dan anggaran yang jelas dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kegiatan posyandu, kesesuaian antara program dengan organisasi pelaksana yang terdapat susunan pengurus, pemenuhan sarana dan prasarana, serta pemenuhan pengetahuan dan pemahaman kader yang jelas memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kegiatan posyandu, dan kesesuaian antara organisasi pelaksana dengan kelompok sasaran yang terdapat sasaran yang memenuhi persyaratan, tindak lanjut hasil pemeriksaan kesehatan serta hasil dari program yang sudah jelas pelaksanaanya memberikan pelayanan dalam kegiatan posyandu balita dan lansia di Desa Mengwi.
Peningkatan Tata Kelola Pelayanan Administrasi melalui Pendampingan Perangkat Desa dalam Penyusunan Survey Kepuasan Masyarakat di Desa Lebih, Kecamatan Gianyar Kabupaten Gianyar Sudemen, I Wayan; Sumawidayani, Nyoman
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 17, No 2 (2026): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v17i2.25169

Abstract

Pelayanan administrasi desa merupakan indikator penting keberhasilan tata kelola pemerintahan di tingkat lokal, karena menjadi ujung tombak interaksi pemerintah dengan masyarakat. Desa Lebih di Kecamatan Gianyar memiliki dinamika sosial-ekonomi yang kompleks, mobilitas penduduk tinggi, dan pertumbuhan pesat sektor pariwisata, perikanan, serta usaha mikro, sehingga memicu tingginya permintaan layanan administrasi. Namun, keterbatasan kapasitas sumber daya manusia perangkat desa, minimnya pemanfaatan teknologi informasi, dan ketiadaan evaluasi berkala terhadap kepuasan masyarakat menjadi kendala utama. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dirancang untuk meningkatkan tata kelola pelayanan administrasi melalui lima tahap: sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan program. Inovasi yang dihasilkan mencakup famlet dengan kode QR untuk akses Survey Kepuasan Masyarakat (SKM) berbasis Google Form, serta buku panduan pelaksanaan SKM yang sistematis dan berbasis bukti. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan partisipasi masyarakat dalam memberikan masukan layanan, percepatan pengumpulan data, efisiensi biaya, dan kemudahan analisis berbasis data digital. Dampak yang dicapai meliputi peningkatan kualitas dan produktivitas layanan administrasi desa, terbangunnya budaya evaluasi berbasis data, serta terbentuknya model pendampingan yang berkelanjutan untuk memperkuat kapasitas perangkat desa dalam mewujudkan pelayanan publik yang cepat, tepat, transparan, dan akuntabel.