Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Optimalisasi Infrastruktur Jalan, Drainase Dan Sarana Pendidikan Keagamaan Pedesaan Di Desa Kembang Limus Dan Desa Tegal Arum, Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang Luke, Mrluke; Yuwono
JURNAL NAGARA BHAKTI Vol. 4 No. 2 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : PPM Sdirjianbang Akademi Militer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63824/nb.v4i2.447

Abstract

Keterbatasan kualitas infrastruktur dasar dan sarana pendidikan keagamaan masih menjadi permasalahan utama di wilayah pedesaan yang berdampak pada aksesibilitas, keselamatan, serta ketahanan sosial masyarakat. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan fungsi infrastruktur jalan, drainase, serta sarana pendidikan keagamaan melalui pendekatan Teknik Sipil Pertahanan. Kegiatan dilaksanakan di Desa Kembang Limus dan Desa Tegal Arum, Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang, dengan metode partisipatif yang meliputi survei kondisi eksisting, perencanaan teknis sederhana, pelaksanaan perbaikan badan jalan dan drainase/gorong-gorong, rehabilitasi bangunan pengajian, serta pemberian buku belajar Al-Qur’an kepada masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kualitas fisik infrastruktur berupa jalan yang lebih stabil dan aman dilalui, sistem drainase yang berfungsi optimal dalam mengurangi genangan, serta bangunan pengajian Al-Qur’an anak yang lebih layak dan nyaman digunakan. Selain itu, distribusi buku belajar Al-Qur’an memberikan dampak positif terhadap peningkatan aktivitas pembelajaran keagamaan anak-anak. Program ini juga meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pemeliharaan infrastruktur lingkungan. Secara keseluruhan, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berbasis Teknik Sipil Pertahanan ini berkontribusi pada peningkatan aksesibilitas, keselamatan, dan ketahanan sosial masyarakat pedesaan, serta mendukung pembangunan wilayah yang berkelanjutan.
Analisis Status Tekanan Darah berdasarkan Tingkat Aktivitas Fisik Masyarakat Desa Mluweh Kabupaten Semarang Afifah, Davina Rachma; Anam , Khoiril; Indardi, Nanang; Setiowati, Anies; Yuwono
Jurnal Kesehatan Jasmani dan Olahraga (KEJAORA) Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Kejaora (Kesehatan Jasmani dan Olah Raga)
Publisher : Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/kejaora.v11i1.7770

Abstract

Tekanan darah merupakan indikator penting dalam kesehatan masyarakat karena berperan besar terhadap risiko penyakit kardiovaskular. Aktivitas fisik diketahui memiliki peran dalam pengendalian tekanan darah, namun penerapannya di masyarakat pedesaan belum optimal. Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat aktivitas fisik dan status tekanan darah pada masyarakat Desa Mluweh. Studi ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Sampel studi berjumlah 55 perempuan berusia 23-75 tahun yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Aktivitas fisik diukur menggunakan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) dan dikonversi ke dalam satuan MET-menit/minggu, kemudian diklasifikasikan menjadi aktivitas fisik rendah, sedang, dan tinggi. Tekanan darah diukur menggunakan tensimeter digital tervalidasi dan diklasifikasikan berdasarkan Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK) Hipertensi Dewasa. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji korelasi Pearson setelah data dinyatakan berdistribusi normal. Hasil studi menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat aktivitas fisik tinggi (56,36%) dan status tekanan darah terbanyak berada pada kategori optimal (38,18%). Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat aktivitas fisik dengan tekanan darah sistolik maupun diastolik (p > 0,05). Kesimpulan studi ini menunjukkan bahwa aktivitas fisik yang dilakukan responden, yang sebagian besar bersifat rutin dan tidak terstruktur, belum memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pengendalian tekanan darah. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan aktivitas fisik yang terencana dan terstruktur sebagai bagian dari pencegahan hipertensi di masyarakat pedesaan.