Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENURUNAN TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI DENGAN PEMBERIAN AIR REBUSAN SELEDRI (APIUM GRAVEOLENS L) Mariyona, Kartika
MIKIA: Mimbar Ilmiah Kesehatan Ibu dan Anak (Maternal and Neonatal Health Journal) Vol 4, No 1 (2020): MIKIA Volume 4. Nomor 1. Mei 2020
Publisher : Ocean Learning Center (OLC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36696/mikia.v4i1.72

Abstract

World Health Organization menyatakan tekanan darah tinggi merupakan penyebab penyakit dan kematian paling penting yang dapat dicegah di seluruh dunia. Upaya pencegahan hipertensi dapat dilakukan secara farmakologis dan non farmakologis. Pengobatan non farmakologis dengan cara memanfaatkan tumbuhan alami, salah satunya seledri. Seledri memiliki kandungan zat astrigen dan flavanoid yang berperan sebagai diuretik untuk menurunkan tekanan darah. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh pemberian rebusan seledri terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Jenis penelitian Quasi Eksperiment dengan metode pendekatan pretest?posttest kepada 20 orang yang dipilih secara purposive sample. Subjek dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok kontrol dan intervensi. Kelompok intervensi diberikan rebusan seledri sebanyak 200 cc selama 5 hari. Analisis data menggunakan rerata tekanan darah sebelum dan sesudah dengan t-test. Hasil penelitian menunjukkan rerata tekanan darah sebelum 148/91 mmHg dan rerata sesudah 147/88 mmHg. Selain itu, terdapat pengaruh pemberian rebusan seledri terhadap penurunan tekanan darah (p value 0,001 p pada sistole dan <0,001 pada diastole). Kandungan ekstrak heksana, methanol dan etanol dapat membantu menurunkan tekanan darah. Penderita hipertensi dapat mengkonsumsi rebusan seledri untuk menetralisir tekanan darah.  Kata kunci: Rebusan Daun Seledri, Tekanan Darah
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT INTERNASIONAL: MEMBERIKAN TERAPI KELOMPOK TERAPEUTIK UNTUK MENINGKATKAN STIMULASI MOTIVASI ANAK DALAM BELAJAR Yasti, Miftah Amalia; Andriani, Liza; Anggraini, Yuliza; Mariyona, Kartika; Nugrahmi, Mega Ade; NR, Pagdya Haninda; Febria, Chyka; Ernita, Lisa; Sukmawati, Yofa; Putri, Rilly Yane; Angellina, Shinta
MONSU'ANI TANO Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32529/tano.v8i1.3760

Abstract

Pemberian stimulasi di lingkungan sekolah sangat efektif mengoptimalkan perkembangan anak karena hampir sepertiga waktu anak dalam satu hari dihabiskan di sekolah. Terapi Kelompok Terapeutik (TKT) dilakukan untuk belajar bagaimana stimulasi sesuai perkembangan anak sehingga membantu mengoptimalkan perkembangan psikomotor anak usia sekolah. PKM Internasional yang dilakukan oleh dosen kebidanan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat yang bertujuan memberikan terapi kelompok terapeutik (TKT) yang berguna untuk meningkatkan stimulasi anak dalam belajar pada siswa di sanggar PCIA Malaysia. PKM ini menggunakan metode ceramah, tanya jawab dan game dalam mengedukasi peserta PKM. Hasil kegiatan sebelum dikenalkan TKT sebagian siswa tidak fokus dalam kegiatan. Dan siswa mengikuti arahan dan instruksi serta fokus setelah digunakan metode TKT. Dimana TKT memiliki peran penting dalam stimulasi motivasi peserta dalam belajar. Disimpulkan TKT efektif dalam meningkatkan motivasi siswa dalam belajar. Perlu dilakukan Terapi Kelompok Terapeutik (TKT) yang kontiniu pada anak usia sekolah
PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG KEKERASAN SEKSUAL Nugrahmi, Mega Ade; Mariyona, Kartika; Rusdi, Pagdya Haninda Nusantri; Sari, Amelya Permata; Ramadianti, Delvi
Jurnal Kesehatan Vol 15, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v15i2.463

Abstract

Maraknya kejadian kekerasan seksual pada remaja disebabkan karena kurangnya informasi terkait kekerasan seksual yang mengakibatkan rendahnya pengetahuan remaja terhadap kejadian tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengetahuan remaja putri tentang kekerasan seksual. Penelitian ini kualitatif deskriptif dengan metode cross sectional. Teknik pengambilan sampel dengan claster random sampling dengan menyebarkan kuesioner dengan jumlah sampel sebanyak 90 orang dengan analisa data menggunakan SPSS dan uji Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan mayoritas (76,7%) remaja memiliki pengetahuan baik. Agar edukasi terkait kekerasan seksual dapat disebarluaskan agar menurunkan angka kejadian kekerasan seksual baik dilingkungan rumah maupun sekolah.Kata Kunci: Pengetahuan; Remaja; Kekerasan Seksual AbstractThe rise in incidents of sexual violence among teenagers is caused by a lack of information regarding sexual violence which results in low knowledge among teenagers about these incidents. This research aims to determine the knowledge of young women about sexual violence. This research is descriptive qualitative. with the cross-sectional method. The sampling technique was cluster random sampling by distributing questionnaires to a sample size of 90 people. The research results showed that the majority (76.7%) of teenagers had good knowledge. Conclusion: So that education regarding sexual violence can be disseminated in order to reduce the number of incidents of sexual violence both in the home and school environment. Keywords: Knowledge; Teenagers; Sexual Violence.
Pendidikan Pencegahan Seksual Anak Usia Dini Melalui Video “Kujaga Diriku” di TK Aisyiyah Bukittinggi Mariyona, Kartika; Rusdi, Pagdya Haninda Nusantri; Nugrahmi, Mega Ade; Ulfa, Zikni Rahmi Aulia
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 25, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v25i1.5895

Abstract

This research aims to provide knowledge information through animated videos to children at Aisyiyah Kindergarten Bukittinggi. This research method is descriptive qualitative. Data were collected by means of observation, interviews and documentation with 3 (three) informants, namely, school principals, teachers and early childhood children. The data collection technique uses triangulation and is explained using the Miles and Huberman interactive model. The results of this research conclude that the animated video "Kujaga Myself" is sexual prevention education for children that is easy to understand, because the educational representation is interesting, like watching a cartoon film, and contains very useful education.
Efektivitas Promosi Kesehatan Menggunakan Audiovisual terhadap Pendidikan Seks Untuk Anak Prasekolah di TK Aisyiyah Kota Bukittinggi Mariyona, Kartika; Rusdi, Pagdya Haninda Nusantri; Nugrahmi, Mega Ade
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 25, No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v25i2.6184

Abstract

The purpose of this study was to determine the effectiveness of health promotion using audiovisuals on sex education for preschool children at Aisyiyah Kindergarten in Bukittinggi City. This study used a quasi-experimental method with a pre-test and post-test design without a control group, and applied a simple random sampling technique. Respondents were 10 Aisyiyah Kindergarten students in Bukittinggi City. Research data analysis used the Wilcoxon test. The results of this study prove that there is an increase in understanding of sex education for preschool children at Aisyiyah Kindergarten in Bukittinggi City by using audiovisuals.
HUBUNGAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC) DAN KONSUMSI TABLET FE DENGAN KEJADIAN STUNTING DI KABUPATEN PASAMAN BARAT Nusantri Rusdi, Pagdya Haninda; Mariyona, Kartika; Nugrahmi, Mega Ade; Angellina, Shinta; Putri, Rilly Yane
Menara Medika Vol 8, No 1 (2025): VOL 8 NO 1 SEPTEMBER 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v8i1.6992

Abstract

Pendahuluan Stunting adalah masalah status gizi balita akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Salah satu faktor penyebab kejadian stunting yaitu riwayat kunjungan Antenatal care (ANC) dan konsumsi tablet Fe. Tujuan penelitian untuk mengetahui Hubungan Kunjungan Antenatal Care (ANC) dan Konsumsi Tablet Fe. Metode : Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu balita di Kabupaten Pasaman Barat dengan jumlah 6.143 balita. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 106 responden. Hasil : Hasil penelitian didapatkan hasil bahwa bahwa dari 106 responden yang ada didapatkan kunjungan antenatal care lengkap sebanyak 6 (24,0%) pada kelompok kasus dan 78 (96,3%) pada kelompok kontrol. Hasil analisis statistik didapatkan p-value 0.001, artinya ada hubungan antara kunjungan ANC dengan kejadian stunting. Selanjutnya didapatkan hasil konsumsi tablet Fe lengkap sebanyak 12 (84,0%) pada kelompok kasus dan 39 (60%) pada kelompok kontrol. Hasil analisis statistik didapatkan p-value 0.809, artinya tidak ada hubungan antara konsumsi tablet Fe dengan kejadian stunting. Diskusi : Kesimpulan dari penelitian ini adalah riwayat kunjungan ANC berhubungan dengan kejadian sunting dan riwayat konsumsi tablet Fe tidak berhubungan dengan kejadian stunting. 
Edukasi Pencegahan Pelecehan Sksual Pada Remaja Putri Di Gang Cemara Kota Bukittinggi Mariyona, Kartika; Nugrahmi, Mega Ade
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 4 (2024): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i4.1186

Abstract

Fenomena pelecehan seksual semakin meningkat dan menjadi permasalahan yang serius di berbagai negara. Pelecehan seksual dapat dialami oleh perempuan maupun laki-laki, tanpa memandang usia, dan dapat terjadi di sekolah, masyarakat maupun ruang publik. Pelecehan seksual merupakan bentuk perilaku yang mengarah pada hal-hal seksual yang dilakukan secara sepihak dan perilaku yang tidak diharapkan oleh orang yang menjadi sasarannya dan menimbulkan reaksi negatif seperti malu, marah, benci, curang dan sebagainya. Pelecehan seksual adalah segala macam bentuk perilaku yang berkonotasi seksual yang dilakukan secara sepihak dan tidak diharapkan oleh orang yang menjadi sasaran hingga menimbulkan reaksi negatif: rasa malu, marah, marah dan sebagainya pada diri orang yang menjadi korban mengungkap. Pelecehan seksual dapat menimbulkan dampak fisik, psikologis hingga dampak sosial. menurut survei nasional di ruang publik tahun 2018 kejadian pelecehan seksual di Indonesia pada perempuan sebesar 64 persen, laki-laki 11 persen, dan transeksual sebanyak 69 persen.Kegiatan Kebidanan Komunitas dilaksanakan berdasarkan kebutuhan remaja putri di wilayah Bukittinggi pilih di Gang Melati, Aur Kuning. . Metode penyuluhan yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah menggunakan media pamflet. Evaluasi langsung dilakukan setelah pemateri menyampaikan materi penyuluhan dengan memberikan pertanyaan dan meminta target menanyakan materi yang belum jelas dan kembali tentang materi edukasi pelecehan seksual pada remja putri. Dengan adanya praktek kebidanan komunitas mengenai edukasi pelecehan seksual pada remaja putri ini remaja putri dapat meningkatkan pengetahuan mengenai edukasi pelecehani seksual dan memberikan dampak yang baik bagi remaja putri agar bisa terhindar dari pelecehan seksual.
Edukasi Pendidikan Seksual Melalui Video Animasi Nugrahmi, Mega Ade; Mariyona, Kartika; Sari, Amelya Permata; Nusantri Rusdi, Pagdya Haninda; Nadya, Hafizhatun
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 4 (2024): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i4.1302

Abstract

Banyaknya kasus kekerasan seksual terhadap anak) yang dilakukan oleh orang-orang terdekat anak, termasuk keluarga, menunjukkan pentingnya pemahaman pendidikan seks anak. Masalah pendidikan seks kurang mendapat perhatian dari orang tua, sebagian besar orang tua percaya bahwa pendidikan seks adalah tanggung jawab sekolah. Pelaku kekerasan seksual di sekolah seringkali adalah orang dewasa seperti guru, staf sekolah dan anak-anak lain di sekolah tersebut. Salah satu cara mendidik anak tentang seks adalah dengan menggunakan alat bantu audiovisual seperti video animasi. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan menggunakan alat bantu video animasi terhadap pencegahan kekerasan seksual pada anak usia sekolah. Sampel terdiri dari murid TK Aisyiyah II Kota Bukittinggi. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan dengan menggunakan video animasi berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan murid tentang pencegahan kekerasan seksual pada anak usia sekolah, yang dapat dilihat dari peningkatan pengetahuan anak sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Kesimpulan menunjukkan bahwa media video animasi dapat mencegahan prilaku sexual abuse pada anak usia sekolah. Kata Kunci : Kekerasan seksual, Pendidikan kesehatan dengan media video animasi, Anak usia sekolah
Edukasi Pendidikan Keputihan Pada Remaja Putri Mega Ade Nugrahmi; Mariyona, Kartika; Sari, Amelya Permata; Rusdi, Pagdya Haninda Nusantri; Yanti, Rifni Seppri
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 6 (2024): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i6.1859

Abstract

Fungi can breed in areas or countries with tropical climates and cause many cases of vaginal discharge in women. In Indonesia, the incidence of vaginal discharge continues to increase every year, reaching 70%. In Bukittinggi Agam, there is a rate of vaginal discharge that occurs in teenage girls, namely 71.7%. Many teenagers who experience vaginal discharge do not know about this problem. The aim of this community service is to find out vaginal discharge in young women related to personal hygiene. The sample consisted of young women in Alley Pine Aur Kuning, Bukittinggi city. The results of this community service show that health education related to vaginal discharge for young women can have a positive impact regarding the personal hygiene of these teenagers which can be seen from before and after the education is carried out to teenagers. The conclusion shows that education regarding vaginal discharge is very necessary for young women, so that they can maintain personal hygiene of teenagers to prevent symptoms of cervical cancer.
Gambaran Pengetahuan Remaja Penyandang Disabilitas Tentang Pelecehan Seksual Di SLB N 1 Bukittinggi Kota Bukittinggi Tahun 2023 Azizah, Wadif; Mariyona, Kartika; Haninda, Pagdya
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.10498

Abstract

Pelecehan seksual berasal dari dua kata dimana pelecehan adalah perbuatan atau cara melecehkan, dan seksual adalah segala hal yang berhubungan dengan seks. pihak kedua atau korban (Armiliansyah & Ni’mah, 2020). Menurut laporan dari United Nation hildren’s Fund (UNICEF), kasus pelecehan seksual pada remaja menjadi sorotan diseluruh dunia dan Indonesia. Kasus pelecehan seksual pada remaja didunia mencampai 120 juta.Yang sring banyak terjadi pada remaja meliputi pelecehan fisik, pelecehan psikologi, penelentaran, bullying, dan pelecehan seksual, diatara semua pelecehan yang terjadi pelecehan seksual yang paling dominan terjadi (Anthony, 2015). Di Indonesia, angka terjadinya kasus pelecehan seksual pada perempuan sangat tinggi. Berdasarkan data yang dikumpulkan komnas perempuan pada tahun 2019, kasus pelecehan seksual yang terjadi pada perempuan tercatat sebanyak 406.178 kasus.Berdasarkan Data Dinas Pemberdayaan Perempuan da Perlindungan Anak Provinsi Sumatera Barat, Angka kekerasan terhadap terhadap anak di Provinsi Sumatera Barat sepanjang 2016 terdapat 393 kasus pelecehan seksual terhadap anak (PPPA, 2017). Data yang didapatkan berdasarkan laporan Polres Bukittiggi  tahun 2012-2014 terdapat 68 kasus pelecehan seksual, diantara <10 tahun sebanyak 18 kasus, remaja yang usianya 10-24 tahun sebanyak 45 kasus dan diatas 24 tahun sebanyak 5 kasus. Pada tahun 2014 terjadi 11 kasus perkosaan, 3 kasus nikah paksa, 3 kasus pelecehan seksual, kekerasan seksual dalam berpacaran 2 kasus, kekerasan dalam pernikahan 2 kasus (Polres Kota Bukittinggi, 2014). Dampak dari pelecehan seksual yang paling sering terjadi adalah menderita konsekuensi perilaku, emosi dan fisik.Seperti depresi, kehilangan nafsu makan, mimpi buruk atau tidur terganggu, absensi, menurunnya kualitas sekolah, nilai menurun dan sering bolos. Perilaku pelecehan sesksual dapat dipengaruhi oleh faktor pengetahuan, persepsi, pemberian pendidikan seksual, keterlibatan guru dalam proses pembelajaran di sekolah dan cara pola asuh orang tua (Mohd Hanim et al., 2014).