Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Strategi Pengembangan Agribisnis Sereh Wangi Di Desa Pasir Putih Kecamatan Sumarorong Kabupaten Mamasa Provinsi Sulawesi Barat Oktavia, Wildia; Salam, Suryawati; Sheyoputri, Aylee Christine Alamsyah; Abri, Abri
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 22 No. 3 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 3, September-Desember Tahun 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v22i3.1982

Abstract

Sereh Wangi merupakan tanaman yang dapat menghasilkan minyak atsiri yang dikenal dengan nama citronella oil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal dan faktor eksternal serta merumuskan alternatif strategi pengembangan agribisnis sereh wangi. Penelitian ini dilaksanakan bulan April-Mei 2022, di Desa Pasir Putih. Metode analisis yang digunakan adalah SWOT. Hasil penelitian ini menunjukkan yaitu faktor internal meliputi kekuatan (antusias masyarakat membudidayakan sereh wangi; luas lahan tersedia; kondisi iklim mendukung; peluang pasar) dan kelemahan (lahan sebagaian berpasir; alat penyulingan manual; tenaga kerja kurang terampil). Faktor eksternal meliputi peluang (pertama kali dikembangkan di Kabupaten Mamasa; tanaman sereh wangi tahan terhadap hama dan penyakit; dukungan pemerintah; permintaan pasar tinggi) dan ancaman (harga berfluktuasi; kondisi pandemic membatasi sosialisasi; lahan sebagian berpasir). Analisis faktor strategi internal IFAS, diperoleh total skor sebesar 2,85. Sementara  analisis faktor strategi eksternal EFAS diperoleh total skor sebesar 2,48. Strategi pengembangan sereh wangi yang paling tepat untuk diterapkan di Desa Pasir Putih, Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa adalah strategi SO. Lemongrass is a plant that can produce essential oils known as citronella oil. This study aims to determine internal and external factors and to formulate alternative strategies for developing lemongrass agribusiness. This research was conducted in April-May 2022, in the village of Pasir Putih. The analytical method used is SWOT. The results of this study indicate that internal factors include strengths (Community enthusiasm for cultivating lemongrass; available land area; favorable climatic conditions; market opportunities) and weaknesses (partially sandy land; manual distillation equipment; unskilled labor). External factors include opportunities (first developed in Mamasa District; lemongrass plants are resistant to pests and diseases; government support; high market demand) and threats (fluctuating prices; pandemic conditions limit socialization; land is partially sandy). IFAS internal strategy factor analysis, obtained a total score of 2.85. Meanwhile, EFAS's external strategy factor analysis obtained a total score of 2.48. The most appropriate strategy for developing lemongrass is the SO strategy.
Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Untuk Peningkatan Pengetahuan Petani di Desa Kale Ko’mara Kabupaten Takalar Elisabeth, Cherly; Salam, Suryawati; Sulfiana, Sulfiana; Thahir, Ratnawati; MS, Nurliani
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 10 (2024): Januari
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10574393

Abstract

Saat ini kesuburan tanah yang rendah adalah menjadi permasalahan sebagian besar petani di desa Kale Ko’mara. Beberapa masalah yang melandasi hal ini adalah penggunaan pupuk buatan secara terus menerus yang dapat menyebabkan pengerasan tanah dan menurunkan keseimbangan biologi tanah. Selain itu petani juga petani hanya memberikan pupuk yang mengandung unsur hara makro primer (N,P,dan K). Pupuk organik dan kompos adalah dua jenis pupuk yang dihasilkan dari bahan organik seperti limbah tanaman, kotoran hewan, dan sisa-sisa makanan. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan dengan metode penyuluhan dan pelatihan dan diikuti oleh 20 petani. Kegiatan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam membuat pupuk organik sebagai saah satu solusi sulitnya mendapatkan pupuk. Hasil dari kegiatan pelatihan menunjukkan bahwa pengetahuan   petani  tentang teknik pembuatan pupuk organik semakin meningkat, dan peserta sudah mampu membuat pupuk organik sebagai solusi atas sulitnya mendapatkan pupuk.
The Role of Post-Harvest Technology on the Income Level of Seaweed Farmers in Sapolohe Village, Bonto Bahari District, Bulukumba Regency Baharuddin, Baharuddin; Salam, Suryawati; Fitryah, Andi Tenri; Ahmad, Ahfandi
Agrikan Jurnal Agribisnis Perikanan Vol. 15 No. 2 (2022): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/agrikan.v15i2.1351

Abstract

Seaweed (sea weeds) is a fishery product that is not in the form of fish, but in the form of plants. The potential for seaweed as a non-oil and gas export commodity has bright economic prospects, to be cultivated both from the aspect of cultivation and business opportunities. This study aims to determine the role of post-harvest technology on the level of income of seaweed farmers. This research was conducted in Sapolohe, Bonto Bahari District, Bulukumba Regency, South Sulawesi, Indonesia with a total of 13 respondents who were selected by purvosive sampling method. The average income of respondent farmers using post-harvest technology is Rp. 9,160,000 and non-technologically Rp. 4,760,000. From the research it was concluded that the use of post-harvest technology on seaweed provides twice as much income compared to not using post-harvest technology.
Socio-Cultural Influence on Buffalo Prices in Toraja Society Salam, Suryawati; Baharuddin, Baharuddin; Fitryah, Andi Tenri; Ahmad, Ahfandi
Agrikan Jurnal Agribisnis Perikanan Vol. 15 No. 2 (2022): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/agrikan.v15i2.1352

Abstract

In Toraja, buffaloes cannot be separated from the socio-cultural life of the Toraja people. Culture is something that cannot be separated from human life. Communities interact with each other, create and develop a culture within the cultural system. This research was conducted with the aim of knowing how socio-cultural influences the price of buffalo in the Toraja people. It will be held from July to August 2021. The informants consist of 5 people. Research data consists of primary and secondary data. The results of the study show that, in the socio-cultural life of the Toraja people, it influences the price of buffalo. Owned culture such as the Rambu Solo Ceremony has a major influence on buffalo prices. Where the existence of this traditional ceremony makes the price of existing buffalo expensive. As for buying buffalo, the Toraja people also have a perception of buffalo which also makes the price of buffalo more expensive which can be seen from the characteristics of the buffalo.
Analisis Pendapatan Petani Padi Di Desa Alatengae, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros Setiawan, Andri; Azuz, Faidah; Salam, Suryawati
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 3 No. 1 (2025): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Januari 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v3i1.3641

Abstract

One of the consequences of an agricultural country as well as a country with a high population density is the certainty of food availability for its population. Such certainty is a shared responsibility between the government and the community, where rice farmers are at the leading edge of food producers. The objective of this study was to analyze the income of rice farmers in South Sulawesi. The method used was descriptive quantitative, involving 15 rice farmers in Alatengae Village, Maros Regency, South Sulawesi Province. Data were collected through three methods: observation, interviews, and relevant documents. To achieve the research objectives, analysis of production costs, revenue, and income is an aspect that is not ignored. The results showed that farmers' income amounted to Rp 24,93,649.17/planting period/hectare. Revenue amounted to Rp 31,987,573.43/planting period/hectare, and costs incurred amounted to Rp 7,014,924.25/planting period/hectare. Based on the national average, the income of farmers in Maros Regency can still be increased through the use of appropriate seeds, the right dose and method of fertilization, and effective and anticipatory pest and disease management. Salah satu konsekuensi dari negara agraris sekaligus negara dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi adalah kepastian tersedianya pangan bagi penduduknya. Kepastian tersebut menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat, dimana petani menjadi ujung tombak produsen pangan dalam hal ini tanaman padi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui berapa besar pendapatan petani padi di Sulawesi Selatan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan melibatkan 15 petani padi di Desa Alatengae, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan. Data diperoleh melalui tiga cara yakni observasi, wawancara, dan dokumen yang relevan. Untuk mencapai tujuan penelitian, analisis biaya produksi, penerimaan, dan pendapatan merupakan aspek yang tidak diabaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan petani sebesar Rp 24.93.649,17/musim tanam/hektar. Penerimaan sebesar Rp 31.987.573,43/musim tanam/hektar, dan biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 7.014.924,25/musim tanam/hektar. Jika dilihat dari angka rata-rata nasional, pendapatan petani di Kabupaten Maros masih dapat ditingkatkan melalui penggunaan bibit yang sesuai, dosis, dan cara pemuoukan yang tepat, serta penanganan hama dan penyakit yang efektif dan antisipatif.
Analisis Pemasaran Beras Premium Pada PB Citra Lestari Di Desa Bontotallasa Kecamatan Simbang Kabupaten Maros Hermawan, Dedi; Salam, Suryawati; Fitriyah, Andi Tenri
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 3 No. 1 (2025): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Januari 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v3i1.4319

Abstract

Marketing premium rice is an important factor in the continuity ofdistribution of premium rice to consumers. This research aims to determine marketing channels, marketing costs, marketing margins, marketing profits and marketing efficiency of premium rice. This research was conducted at the PB Citra Lestari Factory in Bontotallasa Village, Simbang District, Maros Regency. Research data was analyzed using marketing channel analysis, costs, margins, profits and marketing efficiency of premium rice. The results of this research show that there are 2 marketing channels for premium rice at PB Citra Lestari in Bontotallasa Village. The marketing margin in marketing channel I is IDR 5,000 per kilogram and the margin in marketing channel II is IDR 5,500 per kilogram. Marketing channel I is the most efficient marketing channel compared to marketing channel II. Pemasaran beras premium menjadi faktor yang penting dalam kelangsungan pendistribusian beras premium sampai ke konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran, biaya pemasaran, besar margin pemasaran, keuntungan pemasaran, dan efisiensi pemasaran beras premium. Penelitian ini dilakukan pada Pabrik PB Citra Lestari di Desa Bontotallasa Kecamatan Simbang Kabupaten Maros. Data penelitian dianalisis menggunakan analisis saluran pemasaran, biaya, margin, keuntungan, dan efisiensi pemasaran beras premium. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat dua saluran pemasaran beras premium di PB Citra Lestari yang terdapat di Desa Bontotallasa. Margin pemasaran pada saluran pemasaran I sebesar Rp 5.000,- per kilogram dan margin pada saluran pemasaran II sebesar Rp 5.500,- per kilogram. Saluran pemasaran I merupakan saluran pemasaran yang paling efisien dibandingkan dengan saluran pemasaran II.
Penerapan Kearifan Lokal Pada Usaha Tani Padi Di Kelurahan Deri Kecamatan Sesean Kabupaten Toraja Utara Werang, Michael Macmarten Koda; Azuz, Faidah; Salam, Suryawati
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 3 No. 2 (2025): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Juli 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v3i2.5698

Abstract

Due to the changing times, local wisdom in each region began to fade, but in Deri Village, the farming community still practices or upholds local wisdom in rice farming. This study aims to determine the practical use of this local wisdom in rice farming in Deri Village, Sesean Sub-district, North Toraja Regency. North Toraja Regency. This study aims to determine the practical use of local wisdom in rice farming activities in Deri Village, Sesean Sub-district, North Toraja Regency. This research was conducted in Deri Village, Sesean Sub-district, North Toraja Regency. The informants in this study were determined as many as 15 people consisting of traditional leaders and religious leaders. The data analysis method used in this research is qualitative analysis method. The results showed that the farming community in Deri Village applies local wisdom in rice farming which includes four stages, namely; (1) Pre-Planting Stage which includes:  Ceremony to determine the time to go down the rice field (Medatu) and Ceremony to go down the rice field (Ma' Rara Kalo'); (2) Planting Stage which includes: Making a seeding place (Massukbak Panta'nakan), Planting Rice (Mantanan Pare), Fertilizing and Pest Management; (3) Harvest Stage which includes: Harvesting ceremony (Ma' Rakan for Aluk Todolo) and Rice Harvesting (Mepare); (4) Post-harvesting stage includes: Results and Harvest Thanksgiving. These activities are a form of culture or local wisdom in cultivating paddy rice in Deri Village which is still applied today. The figures involved or play an important role in every implementation of traditional ceremonies or rituals in the application of local wisdom in rice farming in Deri Village, namely: (1). Parandangan Ada' (Customary Leader); (2). Tomina (Prayers); and (3). The local community (both from children to adults/parents). Seiring perkembangan zaman kearifan lokal di setiap daerah mulai memudar, namun di Kelurahan Deri masyarakat petani masih menerapkan atau memegang teguh kearifan lokal dalam berusahatani padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan kearifan lokal setempat dalam usahatani padi di Kelurahan Deri Kecamatan Sesean Kabupaten Toraja Utara. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Deri Kecamatan Sesean Kabupaten Toraja Utara. Sampel atau informan dalam penelitian ini sebanyak 15 orang yang terdiri dari ketua adat dan pemuka agama. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat petani di Kelurahan Deri menerapkan kearifan lokal dalam berusahatani padi yang meliputi empat tahap, yaitu;  (1) Tahap pra tanam yang meliputi:  upacara waktu penentuan turun sawah (Medatu) dan upacara turun sawah (Ma’ Rara Kalo’); (2) Tahap penanaman  yang meliputi: membuat tempat pembenihan (Massukbak Panta’nakan), menanam padi (Mantanan Pare), pemupukan  dan penanganan hama; (3) Tahap panen yang meliputi: upacara penentuan panen (Ma’ Rakan untuk Aluk Todolo) dan panen padi (Mepare); (4) Tahap pasca panen meliputi: hasil dan syukuran panen. Berbagai kegiatan tersebut sebagai bentuk kebudayaan atau kearifan lokal dalam berusahatani padi sawah di Kelurahan Deri yang masih di terapkan sampai sekarang. Tokoh-tokoh yang terlibat atau berperan penting dalam setiap pelaksaan kegiatan upacara atau ritual adat dalam penerapan kearifan lokal pada usahatani padi di Kelurahan Deri yaitu: (1). Parandangan Ada’ (Ketua Adat); (2). Tomina (Pendoa); dan (3). Masyarakat setempat (baik itu dari anak-anak sampai dewasa/orang tua).
Kontribusi Pendapatan Usaha Tani Cabai Katokkon Terhadap Pendapatan Petani Di Desa Madandan, Kecamatan Rantetayo, Kabupaten Tana Toraja Ramadhan, Wahyudi; Baharuddin, Baharuddin; Salam, Suryawati
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 3 No. 2 (2025): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Juli 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v3i2.5711

Abstract

Due to determine how the contribution of katokkon chili farming income increases farmers' income in Madandan Village, Rantetayo District, Tana Toraja Regency. The sample taken was 8 farmers. The analysis used is quantitative descriptive analysis. The results of this study are the contribution of income from katokkan chili farming reached 67.48% of the total farmer income, which shows that katokkan chili is the main commodity that supports the economy of farmers in Madandan Village, Rantetayo District, Tana Toraja Regency. Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana kontribusi pendapatan usahatani cabai katokkon dalam meningkatkan pendapatan petani di Desa Madandan, Kecamatan Rantetayo, Kabupaten Tana Toraja. Sampel yang diambil sebanyak 8 orang petani. Metode Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Hasil dari penelitian ini adalah kontribusi pendapatan dari usahatani cabai katokkan mencapai 67,48% dari total pendapatan petani, yang menunjukkan bahwa cabai katokkan menjadi komoditas utama yang mendukung perekonomian petani di Desa Madandan, Kecamatan Rantetayo, Kabupaten Tana Toraja.
Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Untuk Peningkatan Pengetahuan Petani di Desa Kale Ko’mara Kabupaten Takalar Elisabeth, Cherly; Salam, Suryawati; Sulfiana, Sulfiana; Thahir, Ratnawati; MS, Nurliani
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 10 (2024): Januari
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10574393

Abstract

Saat ini kesuburan tanah yang rendah adalah menjadi permasalahan sebagian besar petani di desa Kale Ko’mara. Beberapa masalah yang melandasi hal ini adalah penggunaan pupuk buatan secara terus menerus yang dapat menyebabkan pengerasan tanah dan menurunkan keseimbangan biologi tanah. Selain itu petani juga petani hanya memberikan pupuk yang mengandung unsur hara makro primer (N,P,dan K). Pupuk organik dan kompos adalah dua jenis pupuk yang dihasilkan dari bahan organik seperti limbah tanaman, kotoran hewan, dan sisa-sisa makanan. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan dengan metode penyuluhan dan pelatihan dan diikuti oleh 20 petani. Kegiatan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam membuat pupuk organik sebagai saah satu solusi sulitnya mendapatkan pupuk. Hasil dari kegiatan pelatihan menunjukkan bahwa pengetahuan   petani  tentang teknik pembuatan pupuk organik semakin meningkat, dan peserta sudah mampu membuat pupuk organik sebagai solusi atas sulitnya mendapatkan pupuk.
Analisis Pendapatan Usaha Ternak Ayam Ras Petelur : Studi Kasus: CV. Zidan Farm di Desa Lawadia Kecamatan Tiwu, Kabupaten Kolaka Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara Putri, Nurhalisa Nanda; Salam, Suryawati; Fitriyah, Andi Tenri
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 2 No. 2 (2024): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Juli 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v2i2.2899

Abstract

Laying hens are superior breeds resulting from crosses between chickens which are known to have high productivity in terms of meat and egg production, as well as eggs for consumption or as a source of income. This research was conducted with the aim of knowing the size of the income of the business of laying hens CV. Zidan Farm in Lawadia Village, Tiwu District, North Kolaka Regency. This research was conducted from May to June 2023. The research location was determined purposively, meaning that the research area was determined deliberately. The sample in this study belongs to CV. Zidan Farm. Methods of data analysis using income analysis. The research results show that the acceptance obtained in the CV. Zidan Farm in Lawadia Village, Tiwu District, North Kolaka Regency in one year is Rp. 864,090,000 per year, and a variable cost of Rp. 622,740,000, and a fixed fee of Rp. 11,952,500 per year. The income received by CV. Zidan Farm in the laying hens business of Rp. 229,397,500 per year. Usaha ternak ayam ras petelur merupakan jenis ras unggul hasil persilangan ayam yang dikenal sangat produktif dalam hal produksi daging dan telur, serta telur untuk konsumsi atau sebagai sumber pendapatan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui besarnya pendapatan usaha peternakan ayam petelur CV. Zidan Farm di Desa Lawadia Kecamatan Tiwu Kabupaten Kolaka Utara. Penelitian ini dilakukan mulai Mei hingga Juni 2023. Penentuan lokasi penelitian yakni penentuan wilayah penelitian secara sengaja. Sampel penelitian ini adalah pemilik CV. Zidan Farm. Metode analisis data menggunakan analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan yang diperoleh CV. Zidan Farm di Desa Lawadia Kecamatan Tiwu Kabupaten Kolaka Utara dalam satu tahun sebesar Rp. 864.090.000 pertahun, dan diperlukan biaya variabel Rp. 622.740.000 dan biaya tetap sebesar Rp. 11.952.500 pertahun. Pendapatan yang di terima CV. Zidan Farm pada usaha ayam ras petelur sebesar Rp. 229.397.500 pertahun.