Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisis Preferensi Konsumen Terhadap Pembelian Beras Premium Pabrik Beras Tujuh Lima Di Kecamatan Maritengae Kabupaten Sidrap Hasmin, Alia Hasti; Salam, Suryawati; Azuz, Faidah
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 2 No. 2 (2024): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Juli 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v2i2.2913

Abstract

Rice is a very important staple food and is widely consumed by the public. Rice available in Indonesia has several different types and characteristics. Consumers will always consider the type or characteristics of rice before buying and adjust it to their likes or preferences when purchasing rice. This research was carried out with the aim of analyzing consumer preferences in purchasing PB. Tujuh Lima premium rice in Maritengae District, Sidrap Regency. This research was conducted in Maritengae District, Sidrap Regency in June 2023. Respondents consisted of 30 consumers of PB. Tujuh Lima premium rice. Qualitative-descriptive preference analysis presented in tabular form. The results of the analysis show that all variables have an influence on the purchase of PB. Tujuh Lima premium rice. These variables are in terms of product quality, in terms of product brand image, in terms of product texture, in terms of product packaging, in terms of product price, and in terms of product availability. Consumer preferences for purchasing PB. Tujuh Lima premium rice state that PB. Tujuh Lima premium rice is very good. Beras merupakan bahan makanan pokok yang sangat penting dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat, Beras yang tersedia di Indonesia memiliki beberapa jenis dan karakteristik yang berbeda-beda. Konsumen akan selalu mempertimbangkan jenis atau karakteristik beras sebelum membeli dan menyesuaikan dengan kesukaan atau preferensi terhadap pembelian beras. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menganalisis preferensi konsumen dalam pembelian beras premium PB Tujuh Lima di Kecamatan Maritengae, Kabupaten Sidrap. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Maritengae, Kabupaten Sidrap pada bulan Juni 2023. Responden terdiri dari 30 konsumen beras premium PBTujuh Lima. Analisis preferensi dengan kualitatif-deskriptif yang disajikan dalam bentuk tabel. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada semua variabel berpengaruh terhadap pembelian beras premium PB Tujuh Lima. Variabel tersebut yaitu dari segi kualitas produk, citra merek produk, tekstur produk, kemasan produk, harga produk, dan ketersediaan produk. Preferensi konsumen pembelian beras premium PB Tujuh Lima menyatakan bahwa beras premium PB Tujuh Lima sangat baik.
Kontribusi Usahatani Kakao Terhadap Pendapatan Petani Di Desa Mamullu Kecamatan Pana Kabupaten Mamasa Heriawan, Reji; Salam, Suryawati; Baharuddin, Baharuddin
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 2 No. 1 (2024): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Januari 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v2i1.2916

Abstract

This research was conducted to determine the contribution of cocoa farming to farmers' income in Mamullu Village, Pana District, Mamasa Regency. This research took place from May to June 2023. 23 cocoa farmers were taken as samples. The method of data analysis uses income analysis and farming contributions. Based on the results of the study it can be concluded that the contribution of cocoa farming to farmer income is 21% which can be categorized as a source of farmer income, with an average cocoa farming income per year of Rp. 4,936,739,- and the average income of farmers per year is Rp. 30,958,043,-.. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kontribusi usahatani kakao terhadap pendapatan petani di Desa Mamullu Kecamatan Pana Kabupaten Mamasa. Penelitian ini berlangsung pada bulan Mei – Juni 2023. Sampel diambil sebanyak 23 orang petani Kakao. Metode analisis data menggunakan analisis pendapatan dan kontribusi usahatani. Kontribusi usahatani kakao terhadap pendapatan petani adalah sebesar 21% dapat dikategorikan sebagai salah satu sumber pendapatan petani, dengan rata-rata pendapatan usahatani kakao per tahun sebesar Rp. 4.936.739,- dan rata-rata pendapatan petani per tahun Rp. 30.958.043,-.
Analisis Pendapatan Usahatani Padi Di Desa Teppo 1 Kecamatan Patampanua Kabupaten Pinrang Hidayah, Azhaliyatul; Sheyoputri, Aylee Christine Alamsyah; Salam, Suryawati
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 2 No. 2 (2024): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Juli 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v2i2.3349

Abstract

The rice plant is one of the food ingredients that plays a very important role in the economy, namely as an ingredient to meet the basic needs of the community and as a source of livelihood for the community. Analysis of Rice Farm Income with the aim of knowing how much production costs are incurred and income obtained by rice farmers in Teppo 1 Village, Patampanua District, Pinrang Regency. This research will be conducted from June to July 2023. Samples were taken by 18 farmers.  The data analysis method uses quantitative descriptive analysis by calculating production costs, receipts, and farm income. The results of the analysis showed that the total receipts amounted to Rp. 33,575,060ha/m.t. The total production cost incurred amounted to Rp. 11,849,579ha/m.t. The amount of income is obtained from the difference between total revenue and total production costs, so that the income generated in this study amounted to Rp. 21,725,481ha/m.t. Tanaman padi merupakan salah satu bahan pangan yang memegang peranan sangat penting bagi perekonomian yaitu sebagai bahan untuk mencukupi kebutuhan pokok masyarakat maupun sebagai mata pencaharian masyarakat. Analisis pendapatan usahatani padi dengan tujuan untuk mengetahui berapa besar biaya produksi yang dikeluarkan dan pendapatan yang diperoleh petani padi di Desa Teppo 1, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai Juli 2023. Sampel diambil sebanyak 18 petani. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan menghitung biaya produksi, penerimaan, serta pendapatan usahatani. Hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah penerimaan sebesar Rp.33.575.060/ha/m.t. Total biaya produksi yang dihasikan sebesar Rp.11.849.579/ha/m.t. Besarnya pendapatan diperoleh dari selisih total penerimaan dengan total biaya produksi, sehingga pendapatan yang dihasilkan dalam penelitian ini sebesar Rp.21.725.481/ha/m.t.
Analisis Perbandingan Pendapatan Usahatani Jagung dari Benih Jagung Unggul dan Non Unggul Di Dusun Lokayya, Desa Tompobulu, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros Ahmad, Fadhia; Sheyoputri, Aylee Christine Alamsyah; Salam, Suryawati
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 2 No. 2 (2024): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Juli 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v2i2.3502

Abstract

Corn is the second most important food ingredient after rice. Efforts to increase corn production are by using seeds. This research was carried out with the aim of finding out how much income corn farming uses superior and non-superior corn seeds in Lokayya Hamlet, Tompobulu Village, Tompobulu District, Maros Regency. This research was conducted in Lokayya Hamlet, Tompobulu Village, Tompobulu District, Maros Regency in July 2023. Respondents consisted of 30 corn farmers. The data analysis method uses quantitative descriptive analysis by calculating production costs, revenues and farming income. The results of the analysis show that the total income from non-improved seed corn farming is IDR. 4,604,737/ha.m.t and superior seeds amounting to Rp. 6,225,448/ha/m.t. Jagung merupakan bahan pangan terpenting kedua setelah padi. Upaya dalam meningkatkan produksi jagung yakni dengan penggunaan benih. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui berapa besar pendapatan usaha tani jagung yang menggunakan benih jagung unggul dan non unggul di Dusun Lokayya, Desa Tompobulu, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros. Penelitian ini dilakukan di Dusun Lokayya, Desa Tompobulu, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros pada bulan Juli 2023. Responden terdiri dari 30 petani jagung. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan menghitung biaya produksi, penerimaan, dan pendapatan usahatani. Hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah pendapatan usahatani jagung benih non unggul sebesar Rp. 4.604.737/ha.m.t dan benih unggul sebesar Rp. 6.225.448/ha/m.t.
Growth Mechanism and Carbon Sequestration of Gracilaria verrucosa Wahdaningsih, Sri Muliani; Mulyani, Sri; Salam, Suryawati
Jurnal Kelautan Tropis Vol 28, No 3 (2025): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v28i3.28590

Abstract

Gracilaria verrucosa, a commercially valuable red macroalga, plays a pivotal role in coastal aquaculture and carbon sequestration. This study investigates the effects of varying initial seedling weights (50 gram, 75 gram, 100 gram, and 125 gram/tie) on biomass yield, specific growth rate (SGR), and carbon sequestration over a 49-day cultivation period. Conducted in a floating raft system under controlled coastal conditions in South Sulawesi, Indonesia, the experiment followed a completely randomized design (CRD) with three replications per treatment. Biomass was harvested at seven-day intervals and assessed for dry weight, growth rate, and carbon composition using standardized methods and elemental analysis protocols. The results indicate that the 125 grams/tie treatment yielded the highest biomass, suggesting that larger initial weights enhance growth through enhanced nutrient uptake. However, the highest SGR and carbon sequestration were recorded in the 50 grams/tie treatment, highlighting the impact of planting density on physiological performance and carbon sequestration. The 100 grams/tie treatment presented the most balanced profile, maintaining high biomass while avoiding significant declines in SGR or carbon sequestration. These findings reveal a critical trade-off between economic and ecological outcomes, with implications for seaweed-based climate mitigation strategies and sustainable aquaculture design. Optimizing planting density can improve both yield and ecosystem services, aligning cultivation strategies with environmental sustainability objectives.
Inovasi Pakan Ikan dengan Biostarter dari Limbah Pengolahan Tuna Thunnus sp dan Rajungan Portunus pelagiscus : Solusi Mengurangi Biaya Produksi Pokdakan di Desa Panakkukang Cahyono, Indra; Kantun, Wayan; Awaluddin, Awaluddin; Salam, Suryawati
IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2025): IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Univeristas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/iptek.v5i2.81290

Abstract

Abstrak. Tingginya biaya pakan, yang mencapai hingga 70–90% dari total biaya operasional, menjadi tantangan utama bagi pembudidaya ikan di Desa Panakkukang dan berdampak langsung pada keberlanjutan usaha mereka. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan solusi inovatif dan berkelanjutan melalui pemanfaatan limbah pengolahan tuna (Thunnus sp.) dan rajungan (Portunus pelagicus) sebagai bahan dasar biostarter untuk fermentasi pakan ikan. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu pelatihan pembuatan biostarter, pelatihan produksi pakan ikan berbahan limbah perkebunan dan pertanian, produksi biostarter secara mandiri, proses fermentasi pakan, serta aplikasinya dalam kegiatan budidaya oleh anggota kelompok pembudidaya ikan (pokdakan). Peserta pelatihan mencakup anggota Pokdakan Parannuanta, GAPOKTAN, mahasiswa KKN, dan aparat desa. Hasil program menunjukkan bahwa peserta berhasil menguasai teknik produksi biostarter dan pakan fermentasi, serta mampu memproduksinya secara mandiri dengan memanfaatkan bahan baku lokal. Uji aplikasi pakan fermentasi pada kolam budidaya memperlihatkan peningkatan efisiensi pakan, percepatan pertumbuhan ikan, dan penurunan biaya operasional secara signifikan dibanding penggunaan pakan komersial. Selain meningkatkan produktivitas pembudidaya, inovasi ini mendorong pengelolaan limbah industri perikanan dan pertanian secara ramah lingkungan. Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi terhadap peningkatan kapasitas pembudidaya, keberlanjutan ekonomi rumah tangga, dan ketahanan pangan masyarakat lokal. Keberlanjutan program direkomendasikan melalui penyusunan panduan teknis dan replikasi secara lebih luas pada kelompok pembudidaya di wilayah lain. Kata Kunci: Biostarter, Limbah tuna dan rajungan, Pakan ikan fermentasi, Pembudidaya ikan (Pokdakan)