Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : World Health Digital Journal (wolgitj)

Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Penerapan Hypertension Self Management Education Terhadap Masalah Keperawatan Ketidakefektifan Manajemen Kesehatan Keluarga Penderita Hipertensi di Desa Sungai Putih Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar Lestari, Lisda; Saputra , Candra; Emulyani , Emulyani; Hendra, Donny
World Health Digital Journal Vol. 1 No. 3 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v1i3.22

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan namun dapat dikendalikan supaya tidak terjadi peningkatan yang dapat menimbulkan kerusakan pembuluh darah di organ seperti serangan jantung, gagal jantung, kerusakan ginjal dan stroke. Self management pada hipertensi yang tidak efektif merupakan kemampuan pasien terkait perubahan gaya hidup yang tidak adekuat dalam mengontrol tanda dan gejala hipertensi. Tujuan Karya Ilmiah Akhir Ners Adalah memberikan gambaran tentang hasil praktik profesi ners dengan Aplikasi Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Penerapan Hypertension Self Management Education Terhadap Masalah Keperawatan Ketidakefektifan Manajemen Kesehatan Keluarga Penderita Hipertensi Di Desa Sungai Putih Kecamatan Tapung Kab Kampar. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan intervensi keperawatan pemberian hypertension self management education. Keunggulan dari hypertension self management education bagi keluarga dan pasien untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran, meningkatkan kualitas hidup, meningkatkan keterampilan mengambil keputusan. Pemberian hypertension self management education dilaksanakan selama 3 kali pertemuan, hasil studi kasus ini setelah dilakukan sebanyak 3 kali pertemuan pemberian hypertension self management education didapatkan nilai rata-rata ketidakefektifan manajemen kesehatan keluarga terhadap penerapan hypertension self management education, hasil pretest keluarga tn. P 16 dan nilai keluarga tn. A 14 setelah diberikan intervensi selama tiga hari berturut-turut yaitu didapatkan nilai postest keluarga tn. P 29 dan keluarga tn. A 30 (nilai rata-rata dari SLKI) terjadinya peningkatan yang signifikan.
Asuhan Keperawatan Jiwa dengan Penerapan Breathing Exercise Pranayama pada Pasien Risiko Perilaku Kekerasan di Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau Putri, Eliza; Yani, Emul; 'Irfan, M. Zul; Hendra, Donny
World Health Digital Journal Vol. 1 No. 3 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v1i3.25

Abstract

Isu kesehatan jiwa menjadi masalah yang serius dan mengkhawatirkan di banyak Negara termasuk Indonesia. Salah satu masalah kesehatan jiwa yang perlu perhatian lebih adalah risiko perilaku kekerasan. Pasien dengan risiko perilaku kekerasan akan memberikan dampak bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain. Dampak perilaku kekerasan yang dilakukan pasien terhadap dirinya adalah dapat mencederai dirinya sendiri atau merusak lingkungannya. Dalam mengurangi risiko perilaku kekerasan tindakan yang dapat dilakukan dengan menggunakan strategi pelaksanaan (SP) dan terapi non farmakologis. Salah satu terapi non farmakologis yang dapat dilakukan yaitu latihan pernapasan seperti breathing exercise pranayama. Breathing exercise pranayama dapat menurunkan tanda dan gejala pada pasien risiko perilaku kekerasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan asuhan keperawatan jiwa dengan penerapan breathing exercise pranayama pada pasien risiko perilaku kekerasan di Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau. Metode pelaksanaan yang dilakukan yaitu dengan teknik eksperimen (perlakuan) pada pasien dengan risiko perilaku kekerasan. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 2 orang. Instrumen yang digunakan berupa Skala Respons Umum Fungsi Adaptif (RUFA) dengan proses pengujian pre test dan post test. Waktu pelaksanaan dilakukan selama 4 hari dimana setiap hari dilakukan 1 kali latihan pada pagi hari selama 10 putaran. Tempat pelaksanaan di Ruangan Kuantan Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau. Hasil penelitian menunjukkan terdapat penurunan tanda dan gejala pada pasien dengan risiko perilaku kekerasan di nilai pre test sebelum dilakukan terapi breathing exercise pranayama dan post test setelah dilakukan breathing exercise pranayama.