Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

ANALISA KERUSAKAN JALAN BERDASARKAN METODE ASPHALT INSTITUTE DAN INTERNATIONAL ROUGHNESS INDEX (STUDI KASUS : JALAN NASIR PAMUNCAK, KOTA SOLOK) Eltika, Rifa; Utama, Rizky Indra; Patriotika, Fithriyah; Arbi, Yaumal
Jurnal Applied Science in Civil Engineering Vol 6 No 4 (2025): Jurnal Applied Science in Civil Engineering
Publisher : Teknik Sipil Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/asce.v6i4.139383

Abstract

Jalan Nasir Pamuncak adalah ruas jalan nasional yang vital di Kota Solok dan mengalami berbagai kerusakan. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kerusakan dan kondisi jalan untuk menentukan rekomendasi perbaikan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan dua pendekatan yaitu metode Asphalt Institute untuk menilai jenis serta luas kerusakan secara visual dan metode International Roughness Index (IRI) menggunakan aplikasi RoadLab Pro untuk mengukur ketidakrataan permukaan. Berdasarkan hasil analisis metode Asphalt Institute diperoleh total kerusakan sebesar 10,665% dengan nilai kondisi perkerasan sebesar 89,334% yang menunjukkan bahwa kondisi jalan tergolong baik dan memerlukan pemeliharaan rutin. Sementara itu, hasil pengukuran menggunakan metode IRI menunjukkan nilai rata-rata sebesar 4,58 m/km yang mengindikasikan bahwa kondisi jalan termasuk dalam kategori sedang dan memerlukan pemeliharaan berkala. Perbedaan hasil antara kedua metode menunjukkan pentingnya penggunaan pendekatan ganda untuk memperoleh gambaran kondisi jalan yang lebih komprehensif serta menentukan jenis penanganan yang tepat agar kinerja jalan tetap optimal.
ANALISA KERUSAKAN JALAN BERDASARKAN METODE ASPHALT INSTITUTE DAN INTERNATIONAL ROUGHNESS INDEX (STUDI KASUS : JALAN NASIR PAMUNCAK, KOTA SOLOK) Eltika, Rifa; Utama, Rizky Indra; Patriotika, Fithriyah; Arbi, Yaumal
Jurnal Applied Science in Civil Engineering Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Applied Science in Civil Engineering
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/asce.v6i4.139383

Abstract

Jalan Nasir Pamuncak adalah ruas jalan nasional yang vital di Kota Solok dan mengalami berbagai kerusakan. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kerusakan dan kondisi jalan untuk menentukan rekomendasi perbaikan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan dua pendekatan yaitu metode Asphalt Institute untuk menilai jenis serta luas kerusakan secara visual dan metode International Roughness Index (IRI) menggunakan aplikasi RoadLab Pro untuk mengukur ketidakrataan permukaan. Berdasarkan hasil analisis metode Asphalt Institute diperoleh total kerusakan sebesar 10,665% dengan nilai kondisi perkerasan sebesar 89,334% yang menunjukkan bahwa kondisi jalan tergolong baik dan memerlukan pemeliharaan rutin. Sementara itu, hasil pengukuran menggunakan metode IRI menunjukkan nilai rata-rata sebesar 4,58 m/km yang mengindikasikan bahwa kondisi jalan termasuk dalam kategori sedang dan memerlukan pemeliharaan berkala. Perbedaan hasil antara kedua metode menunjukkan pentingnya penggunaan pendekatan ganda untuk memperoleh gambaran kondisi jalan yang lebih komprehensif serta menentukan jenis penanganan yang tepat agar kinerja jalan tetap optimal.
EVALUASI DAYA DUKUNG TANAH DASAR (SUBGRADE) PADA PERKERASAN JALAN MENGGUNAKAN ALAT DYNAMIC CONE PENETROMETER Patriotika, Fithriyah; Aprilia, Chintya
Jurnal Applied Science in Civil Engineering Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Applied Science in Civil Engineering
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/asce.v6i4.1412

Abstract

Abstract: This Final Project aims to evaluate the bearing capacity of the subgrade on road pavement on Jl. Koto Tuo, Koto Tangah District, Padang City using the Dynamic Cone Penetrometer (DCP) method. This Final Project focuses on field testing by taking 10 points along the road for ±1 km in a zigzag manner. In addition to the DCP test, tests on the physical properties of the original soil such as water content, specific gravity, sieve analysis, and hydrometer were also carried out to obtain a comprehensive picture of the subgrade soil characteristics. The test results showed that the field CBR value ranged from 1.46% to 2.04%, indicating that the bearing capacity of the subgrade was relatively low and did not meet the minimum CBR standard of 6% according to SNI standards. The characteristics of the soil at the data collection location were classified as non-organic silty clay with low plasticity (CL-ML) and included in the AASHTO classification group A-2-4. The results of the soil physical properties test showed an average water content of 15.87% and an average specific gravity of 2.614 which also affected the strength of the subgrade. Various technical recommendations include the need for re-compacting the subgrade, using reinforcement materials such as geotextiles, and improving road maintenance to reduce further damage.
PENILAIAN KINERJA TROTOAR BERDASARKAN LEVEL OF SERVICE (LOS) (STUDI KASUS: JALAN PERMINDO, KOTA PADANG) Patriotika, Fithriyah; Aulia, Miftahul
Jurnal Applied Science in Civil Engineering Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Applied Science in Civil Engineering
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/asce.v6i4.1413

Abstract

This study aims to evaluate the performance of sidewalks on Permindo Street, Padang City, using the Level of Service (LoS) approach. Data were collected through field surveys conducted over three days, from 17 to 19 October 2025, during three different time periods representing morning, midday, and evening peak hours. The data collected included pedestrian flow and the availability of pedestrian space in each observation segment. The analysis results show that on Friday, 17 October 2025, in segment 1, the available pedestrian space reached 14.2 m²/ped with a maximum pedestrian flow of 1.3 ped/min/m. Referring to the Regulation of the Ministry of Public Works (Permen PUPR) 2014, this condition corresponds to a Level of Service category A. On other days, the measured pedestrian space availability was 8.3, 10, and 11.1 m²/ped, which were classified as Level of Service B because they met the minimum space standard of ? 3.6 m²/ped. Overall, the sidewalk performance on Permindo Street is categorized as good, although variations in service levels occur at certain times and conditions.
PERBANDINGAN HASIL UJI SARINGAN TANAH LEMPUNG MENGGUNAKAN TIGA SIEVE SHAKER DI LABORATORIUM TEKNIK SIPIL Patriotika, Fithriyah; Ariful Azmi Arham
Jurnal Applied Science in Civil Engineering Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Applied Science in Civil Engineering
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/asce.v6i4.1414

Abstract

Laboratorium Teknik Sipil di Universitas Negeri Padang (UNP) memainkan peran penting dalam mendukung riset akademik sekaligus menyediakan jasa pengujian bahan bangunan di wilayah Sumatera Barat dan sekitarnya. Salah satu pengujian rutin yang dilakukan adalah analisis ayakan tanah memakai alat pengayak getar, yang mana hasil ujinya bergantung pada jenis serta cara alat itu bekerja. Studi ini bermaksud untuk membandingkan bagaimana kinerja alat sieve shaker manual, elektrik, dan otomatis dalam analisis ayakan tanah lempung, demi menemukan alat yang paling cocok digunakan di laboratorium. Metode yang digunakan dalam riset ini adalah percobaan laboratorium dengan menjalankan pengujian analisis ayakan sesuai standar SNI 03-1968-1990. Pengujian dijalankan dua kali untuk setiap jenis alat pengayak getar dengan durasi pengayakan 15 menit, memakai sampel tanah lempung yang identik. Evaluasi didasarkan pada persentase material yang lewat dari ayakan di tiap ukuran ayakan. Hasil riset memperlihatkan bahwa alat pengayak getar otomatis menghasilkan persentase lolos ayakan yang tertinggi dan paling stabil pada semua ukuran ayakan dibandingkan alat pengayak getar elektrik dan manual. Alat pengayak getar elektrik menunjukkan performa yang lebih baik dari alat pengayak getar manual, tetapi masih di bawah performa alat pengayak getar otomatis. Hasil riset ini menegaskan bahwa kestabilan serta konsistensi dari mekanisme getaran sangat berpengaruh pada ketepatan hasil analisis ayakan tanah lempung.
Diferensiasi Marshall Quotient Campuran HRS-WC Menggunakan Filler Batu Kapur Indarung dan Halaban Rahmi, Izzatul; Oktaviani, Oktaviani; Patriotika, Fithriyah; Zuwida, Nidal
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/0m0j2t44

Abstract

Kerusakan lapis aus pada perkerasan lentur masih menjadi persoalan penting di Indonesia karena beban lalu lintas berulang dan praktik overloading mempercepat deformasi permanen. Penelitian ini bertujuan menganalisis diferensiasi nilai Marshall Quotient (MQ) campuran Hot Rolled Sheet-Wearing Course (HRS-WC) yang menggunakan filler batu kapur Indarung dan Halaban, serta menilai kadar yang paling rasional berdasarkan keseimbangan parameter Marshall. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif melalui pengujian Marshall laboratorium pada variasi kadar filler 6%, 7%, 8%, 9%, 10%, 11%, dan 12%, masing-masing dengan tiga benda uji. Parameter yang dianalisis meliputi VIM, VMA, VFB, stabilitas, flow, dan MQ, kemudian dibandingkan menggunakan uji Mann-Whitney U. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan kadar filler cenderung menaikkan stabilitas dan MQ, tetapi menurunkan flow, VIM, dan VMA. Semua nilai MQ memenuhi batas minimum HRS-WC, yaitu 150 kg/mm. Secara deskriptif, batu kapur Halaban menghasilkan MQ lebih tinggi pada kadar 6%-10%, sedangkan batu kapur Indarung lebih tinggi pada kadar 11%-12%. Namun, uji Mann-Whitney U menunjukkan nilai signifikansi MQ sebesar 0,848, sehingga perbedaan sumber filler tidak signifikan secara statistik. Secara kritis, temuan ini menegaskan bahwa MQ tidak boleh ditafsirkan terpisah dari parameter volumetrik; kadar optimum perlu mempertimbangkan stabilitas, deformasi, dan ruang rongga secara simultan. Filler batu kapur asal Indarung pada kadar 9% dan filler batu kapur asal Halaban pada kadar 8% merupakan komposisi yang layak berdasarkan pemenuhan parameter spesifikasi Marshall, dengan filler batu kapur asal Indarung pada kadar 9% lebih aman dijadikan sebagai rekomendasi teknis. Damage to the wearing course layer in flexible pavements remains a major issue in Indonesia because repeated traffic loads and overloading practices accelerate permanent deformation. This study aimed to analyze the differentiation of Marshall Quotient (MQ) values in Hot Rolled Sheet-Wearing Course (HRS-WC) mixtures using Indarung and Halaban limestone fillers and to determine the most rational filler content based on the balance of Marshall parameters. The study applied a comparative quantitative approach through laboratory Marshall testing on filler content variations of 6%, 7%, 8%, 9%, 10%, 11%, and 12%, with three specimens prepared for each variation. The analyzed parameters included Void in Mix (VIM), Void in Mineral Aggregate (VMA), Void Filled with Bitumen (VFB), stability, flow, and MQ, which were then compared using the Mann-Whitney U test. The results showed that increasing filler content tended to increase stability and MQ values while decreasing flow, VIM, and VMA values. All MQ values satisfied the minimum HRS-WC specification requirement of 150 kg/mm. Descriptively, Halaban limestone filler produced higher MQ values at filler contents of 6%-10%, whereas Indarung limestone filler produced higher MQ values at 11%-12%. However, the Mann-Whitney U test showed an MQ significance value of 0.848, indicating that the difference between filler sources was not statistically significant. Critically, these findings confirm that MQ should not be interpreted separately from volumetric parameters; the optimum filler content must simultaneously consider stability, deformation resistance, and void characteristics. Indarung limestone filler at 9% and Halaban limestone filler at 8% were considered feasible compositions based on Marshall specification compliance, with Indarung limestone filler at 9% being the safer technical recommendation.
Analisis Karakteristik Marshall Campuran Aspal HRS-WC Menggunakan Serbuk Bata Merah Sebagai Filler Hidayat, Wahyuda Mulya; Patriotika, Fithriyah; Rifwan, Fitra; Jufri, Windry Novalia
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v5i3.6293

Abstract

Perkerasan jalan memerlukan campuran beraspal yang memiliki stabilitas dan durabilitas tinggi agar mampu menahan beban lalu lintas. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas campuran sekaligus memanfaatkan limbah adalah penggunaan serbuk bata merah sebagai filler. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi kadar serbuk bata merah terhadap karakteristik Marshall campuran Hot Rolled Sheet–Wearing Course (HRS-WC) serta menentukan kadar filler yang memenuhi Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2. Penelitian menggunakan metode eksperimen di laboratorium dengan kadar aspal tetap sebesar 6% dan variasi kadar serbuk bata merah sebesar 2%, 3%, 4%, 5%, 6%, dan 7%. Parameter yang dianalisis meliputi Void in Mix (VIM), Void in Mineral Aggregate (VMA), Void Filled with Bitumen (VFB), stabilitas, flow, dan Marshall Quotient (MQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kadar serbuk bata merah menyebabkan nilai VIM, VFB, stabilitas, dan MQ cenderung meningkat, sedangkan nilai VMA dan flow cenderung menurun. Seluruh variasi kadar filler memenuhi persyaratan VMA, stabilitas, flow, dan MQ, sedangkan parameter VFB memenuhi persyaratan pada kadar 5%–7%, dan VIM belum memenuhi persyaratan pada seluruh variasi kadar filler. Berdasarkan hasil tersebut, serbuk bata merah berpotensi dimanfaatkan sebagai filler alternatif pada campuran HRS-WC karena mampu meningkatkan kekakuan dan stabilitas campuran, meskipun diperlukan pengendalian kadar filler agar karakteristik rongga campuran tetap memenuhi spesifikasi.