Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Persepsi Petani alam Penggunaan Psb (Photosynthetic Bacteria) Sebagai Stimulan Pertumbuhan Tanaman Padi Sawah Febrimeli, Dwi; Suherma, Mita; Herawaty, Herawaty
Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 21 No 2 (2025): Juni, 2025
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jsep.v21i2.41645

Abstract

The use of Photosynthetic bacteria (PSB) as a growth stimulant for rice plants to increase productivity is new for farmers. The purpose of this study is to analyze the level of farmer perception and the factors that influence farmer perception in the use of PSB. This study was conducted from March to June 2024. Data collection methods were unstructured interviews and questionnaires that had been tested for validity and reliability. The data analysis method used was a Likert scale and multiple linear regression. The results of the study showed that the level of farmer perception in the use of PSB as a growth stimulant for rice plants was classified as moderate, with a percentage of 57.6%. This indicates that farmers have begun to accept and understand the use of PSB as a rice plant stimulant. Farmer perceptions are influenced by factors of knowledge, land area, cosmopolitanism, innovation characteristics, and intensity of extension, but the factor that has a very significant influence is the social environment.
TINGKAT ADOPSI BUDIDAYA YANG BAIK (GOOD AGRICULTURE PRACTICES) TANAMAN KOPI ARABIKA OLEH PETANI DI KABUPATEN TAPANULI SELATAN Kansrini, Yuliana; Febrimeli, Dwi; Mulyani, Puji Wahyu
Paradigma Agribisnis Vol 3 No 1 (2020): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v3i1.3957

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang tingkat adopsi budidaya yang baik (Good Agricultural Practices) tanaman kopi arabika oleh petani di Kabupaten Tapanuli Selatan. Tujuan dasar dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat adopsi budidaya yang baik (Good Agriculture Practice) tanaman kopi arabika oleh petani di Kabupaten Tapanuli Selatan. Dasar pemilihan lokasi penelitian ditentukan secara sengaja (purposive methode). Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode deskriptif analitis. Sampel ditentukan dengan metode purposive sampling yang sesuai dengan kriteria dalam penelitian ini yakni sebanyak 60 orang petani kopi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara pengisian kuisioner dan wawancara mendalam (indepth interview). Analisa data dilakukan dengan tabulasi data kuantitatif hasil penilaian dengan skoring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat adopsi budidaya tanaman kopi arabika yang baik (Good Agriculture Practice) oleh petani di Kabupaten Tapanuli Selatan termasuk kategori rendah yakni sebesar 32,40 persen.Kata kunci: Adopsi, Budidaya yang baik, Kopi Arabika
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kohesivitas Kelompok Tani Dalam Menjalankan Fungsi Unit Produksi Usahatani Padi Sawah di Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang P, Novi Anggiana; Febrimeli, Dwi; Ramadhani, Elrisa
Jurnal SOMASI (Sosial Humaniora Komunikasi) Vol. 6 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CERED Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/js.v6i2.1459

Abstract

Peningkatan efektivitas kelompok tani sebagai unit produksi sangat dipengaruhi oleh kemampuan anggota kelompoknya dalam menjalin kerja sama yang kuat. Kohesivitas kelompok menjadi indikator penting dalam keberhasilan kelompok untuk menjalankan fungsinya sebagai unit produksi pada usahatani padi sawah. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kohesivitas kelompok tani serta faktor-faktor yang memengaruhinya, dengan kebaruan yang terletak pada penggunaan enam variabel psikososial yang diuji secara simultan pada konteks kelompok tani padi sawah di Kecamatan Sunggal. Penelitian dilaksanakan pada Maret–Mei 2025 menggunakan metode deskriptif kuantitatif melalui penyebaran kuesioner dan wawancara tidak terstruktur, serta dianalisis menggunakan skala Likert dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kohesivitas berada pada kategori tinggi (78,46%), dengan persamaan regresi Y = 4,702 + 0,170X1 + 0,430X2 + 0,946X3 – 0,350X4 + 0,560X5 + 0,552X6 + e. Persamaan tersebut menunjukkan bahwa interaksi sosial (X2), tujuan kelompok (X3), konflik kelompok ((X5), dan peran dalam kelompok (X6) terbukti berpengaruh signifikan, sedangkan untuk ketertarikan anggota (X1) dan ukuran kelompok (X4) tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa kualitas interaksi, kejelasan tujuan, manajemen konflik, dan pembagian peran merupakan faktor kunci yang memperkuat kohesivitas kelompok tani dalam menjalankan fungsi unit produksi usahatani padi sawah.
RESPON PETANI TERHADAP PROGRAM OPTIMALISASI LAHAN DALAM MENINGKATKAN INDEKS PERTANAMAN (IP) PADI DI KECAMATAN TANJUNG BERINGIN KABUPATEN SERDANG BEDAGAI PROVINSI SUMATERA UTARA Perangin-Angin, Raffi Aditya; Harahap, Nurliana; Febrimeli, Dwi
Jurnal SOMASI (Sosial Humaniora Komunikasi) Vol. 6 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CERED Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/js.v6i2.1461

Abstract

Respon Petani terhadap Program Optimalisasi Lahan dalam Meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) Padi di Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara. Tujuan dari Pengkajian ini adalah untuk mengetahui tingkat respon dan faktor-faktor yang memengaruhi petani terhadap program optimalisasi lahan dalam meningkatkan indeks pertanaman. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan kuisioner yang sudah diuji validitas dan realibilitasnya. Sementara teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat respon petani terhadap program optimalisasi lahan dalam meningkatkan indeks pertanaman dengan tingkat respon sebesar 59,38%. Hasil regresi linear berganda terhadap faktor-faktor yang memengaruhi respon petani diperoleh persamaan sebagai berikut Y = -56.516 + 0,256X1 + 0,913X2 + 0,830X3 + 0,263X4 + 0,606X5 + 0,438X6 + 0,609X7 + e. Uji lanjut menggunakan t-hitung menunjukkan bahwa faktor umur, pendidikan, pengalaman usahatani, pendapatan, status kepemilikan lahan, dan peran penyuluh memiliki pengaruh yang signifikan dengan nilai t-hitung lebih besar dari t-tabel. Sedangkan faktor luas lahan berpengaruh tidak signifikan dengan t-hitung lebih kecil dari pada t-tabel.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Adaptasi Petani Padi Sawah Terhadap Perubahan Sistem Irigasi Oleh Petani Pemakai Air (P3A) di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat Muhammad Robby; Mahmuda Mahmuda; Dwi Febrimeli
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 01 (2026): Februari - Maret 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan sistem irigasi oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) di Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, menuntut petani padi sawah untuk melakukan berbagai bentuk adaptasi guna mempertahankan produktivitas pertanian mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat adaptasi petani serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner dan wawancara terhadap 83 responden, yang ditentukan menggunakan metode proportionate stratified random sampling. Analisis data dilakukan dengan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat adaptasi petani berada pada kategori Tinggi. Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap adaptasi petani adalah dukungan sosial, motivasi, pengalaman bertani, akses informasi, dan penyesuaian pola tanam. Sementara itu, kepemilikan lahan tidak memberikan pengaruh signifikan. Temuan ini menekankan pentingnya peran kelembagaan dan informasi dalam meningkatkan kemampuan adaptasi petani terhadap perubahan sistem irigasi. Oleh karena itu, penguatan peran P3A dan penyuluhan pertanian menjadi kunci dalam mendukung keberlanjutan pertanian berbasis irigasi.