Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Changes In Gen Z Travel Preferences In Filling Leisure Time At Coffee Shop, Jabarano Coffee Dago Salsabila, Jacinda Filzah; Novarlia, Irena; Asy’ari, Rifqi
JHSS (JOURNAL OF HUMANITIES AND SOCIAL STUDIES) Vol 9, No 1 (2025): Journal of Humanities and Social Studies
Publisher : UNIVERSITAS PAKUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jhss.v9i1.11790

Abstract

Generation Z's travel preferences are changing with an increasing interest in coffee shops as a place to sped leisure time. Coffee shops are no longer just a place to enjoy a drink, but have become a social space and part of the lifestyle. This study aims to understand the factors that influence the changes in generation Z's preferences in filling leisure time at coffee shops by using a descriptive qualitative method and a case study approach. The results show that this preference change is influenced by trends in social media, available facilities, popularity, strategic location, comfortable atmosphere, and interactive services. In addition, this demographic tends to choose productive activities that enhance their mental and emotional well-being. Young people adapt their needs and lifestyles to activities that provide a relaxing, entertaining, and pressure-free impression as part of their leisure time at coffee shops. The findings highlight the importance for the coffee shop industry to continue adapting to generation Z travel preferences to stay relevant and meet market demands. 
Pendampingan Tata Kelola Destinasi Pariwisata di Desa Wisata Dayun, Kabupaten Siak, Provinsi Riau Asy'ari, Rifqi; Larasati, Ajeng Ramadhita; Permadi, Reza; Tamrin, Irwan; Sumarahadi, Suryo Agung
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 8 (2025): Juni
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/j8hwps77

Abstract

Desa menjadi salah satu target dalam perwujudan pariwisata alternatif dewasa ini. Hal ini didukung karena desa dapat memberikan daya tarik yang beragam dan membentuk satu kegiatan tematik yang beragam untuk di kunjungi. Desa Wisata Dayun merupakan desa wisata yang memenangi anugerah desa wisata dalam kategori kelembagaan. Potensi wisata yang berada di Desa Wisata Dayun cukup tinggi namun belum terkelola secara terintegrasi khususnya dalam lingkup potensi ruang administrasi Kecamatan. Mengintegrasikan potensi yang ada dalam lingkup destinasi pariwisata dibutuhkan tata kelola untuk membentuk integrasi yang berkesinambungan, maka dari itu dilakukan pendampingan tata kelola destinasi pariwisata di Desa Wisata Dayun dalam meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan. Proses pendampingan dilakukan secara intensif dalam pendekatan pemberdayaan. Hasil pendampingan yang dilakukan terlihat dalam peningkatan kemampuan masyarakat dalam mengelola dan memasarkan produk wisata. Secara keseluruhan, pelatihan dan pendampingan bukan hanya memberikan pengetahuan praktis, tetapi juga merangsang motivasi dan semangat kolaboratif di antara masyarakat.
VOLUNTOURISM : PARIWISATA DAN SUKARELAWAN asy'ari, rifqi
Warta Pariwisata Vol 20 No 1 (2022)
Publisher : Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.782 KB) | DOI: 10.5614/wpar.2022.20.1.02

Abstract

Pemahaman tentang voluntourism semakin baik saat ini dan menjadi kajian bagi banyak peneliti di seluruh dunia yang melihat fenomena ini sebagai hal sangat positif, sehingga dapat memberikan keragaman berpikir dalam industri pariwisata yang sedang tumbuh dan bertanggung jawab atas terciptanya pembangunan berkelanjutan. Voluntourism menggabungkan perjalanan, waktu luang, dan rekreasi dengan pekerjaan sukarela sehingga kombinasi dari dua istilah menjadi fokus diskusi di media dan akademisi. Artikel ini mencoba mengkaji melalui studi literatur untuk membentuk rekonstruksi berpikir terkait dengan voluntourism melalui konsep, dampak dan perkembangan yang tersaji dalam literatur. Dasar kesimpulan di dapat bahwa voluntourism merupakan bagian dari pariwisata yang dikemas dalam kegiatan sukarelawan sehingga berdampak positif bagi pengembangan wisatawan dan kawasan sebagai peruntukan tujuan wisata.
Studi kelayakanTaman Hutan Raya Gunung Kunci Sebagai Destinasi wisata Berkelanjutan : Studi Kasus Di sumedang Ika Maelani; Indra Safar; Rifqi Asy’ari
Jurnal Pariwisata Prima Vol. 3 No. 2 (2025): September
Publisher : P2PKM Politeknik Pariwisata Prima Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan Taman Hutan Raya (Tahura) Gunung Kunci sebagai destinasi wisata berkelanjutan di Kabupaten Sumedang. Kawasan ini memiliki potensi besar berupa nilai sejarah, keanekaragaman hayati, keindahan alam, serta fungsi edukatif dan konservatif. Namun, potensi tersebut belum dimaksimalkan karena rendahnya promosi, keterbatasan infrastruktur, minimnya partisipasi masyarakat, dan belum adanya kolaborasi lintas sektor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi lapangan, wawancara dengan pengelola dan pengunjung, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tahura Gunung Kunci memiliki kelayakan  sebagai destinasi wisata berkelanjutan berdasarkan aspek daya tarik, aksesibilitas, amenitas, keberlanjutan lingkungan, sosial, budaya, serta dukungan kelembagaan. Pengembangan destinasi ini memerlukan strategi terpadu yang melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, dan sektor swasta guna mewujudkan ekowisata yang berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi, sosial, serta lingkungan bagi masyarakat sekitar.
Pengembangan Tata Kelola Destinasi Pariwisata Melalui Pendekatan Pemberdayaan Masyarakat di Kampung Wisata Braga Asy'ari, Rifqi; Afriza, Lia; Silalahi, Agnes Tresia
TOBA: Journal of Tourism, Hospitality, and Destination Vol. 1 No. 1 (2022): February 2022
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.917 KB) | DOI: 10.55123/toba.v1i1.78

Abstract

The Bandung City Government has launched creative villages in 30 sub-districts in Bandung City. The tourism development that is in the management of tourist village destinations in Bandung City can be formed as a thematic tourism village with important attributes that integrate the tourism potential that exists in the tourist village. One of them is the Tourism Village which is carried out in development, namely the Braga Tourism Village through a community empowerment approach. Kampung Wisata Braga is the focus of tourism development in the form of community empowerment carried out by the Bandung City Culture and Tourism Office to be steps taken in preparing the management of tourism destinations in Bandung City in 2020 through special allocation funds. This study aims to identify the tourist attractions in the Braga Tourism Village which is integrated in the Braga Village with a community empowerment approach. The method used is a survey method with a qualitative approach through community empowerment techniques. Obstacles that occur from destination management in Bandung City, especially those that occur in Kampung Wisata Braga, from the results of research, namely management, facilities and regulations are obstacles that occur in development. The results of the development of tourism destination governance that can be developed in the Braga Tourism Village by integrating the tourism potential in Braga Village in the form of the main activities that exist, namely traveling around visiting cultural heritage and getting to know history.
Desa Wisata Kemiren: Menemukenali dari Perspektif Indikator Desa Wisata dan Pariwisata Berbasis Masyarakat Silalahi, Agnes Tresia; Asy'ari, Rifqi
TOBA: Journal of Tourism, Hospitality, and Destination Vol. 1 No. 1 (2022): February 2022
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.082 KB) | DOI: 10.55123/toba.v1i1.104

Abstract

This study aims to describe Kemiren Tourism Village through the perspective of tourism village indicators and community-based tourism. This research was conducted in Kemiren Village, Glagah District, Banyuwangi Regency. This research uses qualitative methods with data collection techniques carried out by means of observation, in-depth interviews with informants, and documentation. The results showed that the existence of the Kemiren tourist village which is a form of integration of natural and cultural tourist attractions and the strength of the community to maintain heritage, customs that are still strong and unique is maintained because of the local wisdom of the local community so that Kemiren Village has been designated as a cultural heritage to preserve his solitude. In its management, Kemiren Tourism Village applies the principle of community-based tourism. Supervision or control is carried out by the community led by a traditional leader who is very influential in holding traditions, customs and culture as well as in making decisions. In order to maintain and maintain the existence of Kemiren Village as a Tourism Village, there are several things that may need to be improved, including facilities, regeneration, and the making of written cultural rules.
Analisis Dampak Media Sosial terhadap Minat Wisata Inbound: Studi Kasus Instagram @jaswitatourism di Jawa Barat Ibrahim, Airin Rahmanu; Sukirman, Oman; Asy'ari, Rifqi
JURNAL NASIONAL PARIWISATA Vol 15, No 2 (2025): Jurnal Nasional Pariwisata
Publisher : Pusat Studi Pariwisata Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jnp.109977

Abstract

The @jaswitatourism account is a digital promotional platform managed by PT Jaswita Jabar (Perseroda), a state-owned enterprise (BUMD) operating in the services and tourism sector. Social media is considered effective in shaping perceptions, destination imagery, and tourist interest. This study employs a quantitative approach using descriptive and correlational methods. Data was collected through a questionnaire distributed to 97 respondents. Since the data was not normally distributed, the Spearman Rank test and Rank-Based Regression were used to test the hypotheses. The results indicate that social media has a significant influence on inbound tourism interest, with a determination coefficient of 65.3%. This means that social media explains more than half of the variation in respondents' tourism interest. Descriptive results also show that most indicators scored high, particularly in content creation and destination image, although there are still weaknesses in content sharing.
STRATEGI ADAPTASI PELAKU USAHA DALAM REVITALISASI DESTINASI WISATA SITU GEDE TASIKMALAYA Aulia, Annisa; Asy'ari, Rifqi; Safari, Indra
Warta Pariwisata Vol 23 No 2 (2025):
Publisher : Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/wpar.2025.23.2.06

Abstract

Revitalisasi Situ Gede Tasikmalaya yang mengalami penundaan berdampak signifikan pada pelaku usaha lokal. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor pendorong dan menganalisis strategi adaptasi mereka. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan faktor internal (motivasi, loyalitas, modal terbatas) mendorong adaptasi, sementara faktor eksternal (kebijakan pemerintah, infrastruktur, perilaku wisatawan, dan lingkungan sosial) menjadi tantangan. Strategi dominan yang dilakukan adalah strategi aktif (diversifikasi, optimalisasi sumber daya), diikuti strategi pasif (penghematan) dan jaringan non-formal. Adaptasi pelaku usaha bersifat mandiri dan pragmatis karena minimnya dukungan struktural.
Representasi Nilai Budaya Tari Klasik Jayengrana Kasumedangan Sebagai Atraksi Wisata Budaya Ratu Nurul Fahmi Aulia; Irena Novarlia; Rifqi Asy’ari
Academy of Education Journal Vol. 17 No. 1 (2026): Academy of Education Journal
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47200/aoej.v17i1.3504

Abstract

Jayengrana dance is a form of classical dance that represents the rich local cultural values of the Sundanese people, especially in the Sumedang region. In the midst of modernization and globalization, traditional dance faces challenges in the preservation and regeneration of art actors, so efforts are needed to strengthen the role of traditional arts in the context of culture and tourism. This study aims to examine the existence of the Jayengrana Dance as a local cultural heritage and analyze its potential as a cultural tourism attraction that has educational value. The research uses a descriptive qualitative approach with ethnographic methods. Data was collected through field observations of the rehearsal and performance process, in-depth interviews with the performers, and documentation of dance activities. Data analysis was carried out by categorizing findings based on cultural values, social functions, and the role of dance in the development of cultural tourism. The results of the study show that the Jayengrana Dance not only functions as a medium of artistic expression, but also as a means of transferring moral, historical, and cultural values to the younger generation. In addition, this dance has significant potential to be developed as a cultural tourism attraction that is able to attract the interest of the public and tourists. Continued support from governments, cultural institutions, and the tourism sector is needed through the promotion, training, and integration of traditional dance in formal tourism and education packages.
Edukasi Bahan Pangan dan Makanan Darurat Bencana kepada Masyarakat Kampung Manyak Payed Aceh Tamiang Ulfah Azzahra Harahap; Fahriza Junizar; Rifqi Asy'ari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Unity Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70340/japamas.v5i1.334

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan risiko bencana hidrometeorologi yang tinggi, namun kesiapsiagaan masyarakat terhadap ketahanan pangan darurat masih rendah. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi pangan darurat di Kampung Mayak Payed dan SMP Negeri 1 Mayak Payed melalui edukasi tas siaga pangan berbasis bahan lokal. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis emergency food kit, penerapan teknologi edukasi digital, serta pendampingan. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 80%. Peserta mampu mengidentifikasi dan mengemas bahan pangan lokal secara mandiri. Kesimpulannya, integrasi pendidikan kebencanaan melalui institusi sekolah efektif dalam mentransformasikan pengetahuan dari siswa ke lingkungan keluarga, sehingga memperkuat ketahanan pangan rumah tangga pascabencana.