Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

EFEKTIVITAS TEKNIK SERANGAN PUKULAN DAN TEKNIK SERANGAN TENDANGAN TERHADAP PEROLEHAN POIN DALAM PERTANDINGAN KUMITE CABANG OLAHRAGA KARATE Fendrian, Ferry; Nurzaman, Muhammad
Jurnal Kepelatihan Olahraga Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jko-upi.v8i2.16073

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian terhadap keberhasilan teknik seranganpukulan dan teknik serangan tendangan terhadap perolehan poin dalampertandingan karate nomor kumite pada Kejuaraan Nasional INKANAS 2012 diBandung. Masalah yang menjadi acuan penulis dalam penilitian ini adalahuntuk mengetahui manakah yang lebih efektif terhadap perolehan poin antarateknik serangan pukulan dan teknik serangan tendangan. Metode yangdigunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Adapun teknikpengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknikpurposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh atlet seniorputra dan putri yang berhasil lolos ke babak semifinal dan final dalamKejuaraan Karate INKANAS 2012 di Bandung. Instrumen yang digunakandalam penelitian ini yaitu teknik observasi langsung dengan menggunakan alatbantu berupa lembar skor dan (handycam-minyDV). Teknik pengolahan dananalisis data menggunakan rumus prosentase. Kesimpulan dari penelitian iniadalah sebagai berikut: pada atlet putra tingkat keberhasilan teknik seranganpukulan terhadap perolehan poin sebesar 17% dan untuk tingkat keberhasilanteknik serangan tendangan sebesar 5%. Sedangkan pada atlet putri tingkatkeberhasilan teknik serangan pukulan terhadap perolehan poin sebesar 13%dan untuk tingkat keberhasilan teknik serangan tendangan sebesar 2%.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada Kejuaraan Karate INKANAS2012 di Bandung teknik serangan yang lebih efektif terhadap perolehan poindalam pertandingan kumite nomor senior putra dan senior putri yaitu teknikserangan pukulan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: padaatlet putra tingkat keberhasilan teknik serangan pukulan terhadap perolehanpoin sebesar 17% dan untuk tingkat keberhasilan teknik serangan tendangansebesar 5%. Sedangkan pada atlet putri tingkat keberhasilan teknik seranganpukulan terhadap perolehan poin sebesar 13% dan untuk tingkat keberhasilanteknik serangan tendangan sebesar 2%. Dengan demikian dapat disimpulkanbahwa pada Kejuaraan Karate INKANAS 2012 di Bandung teknik seranganyang lebih efektif terhadap perolehan poin dalam pertandingan kumite nomorsenior putra dan senior putri yaitu teknik serangan pukulan.
PENGARUH LATIHAN MULTIPLE BOX-TO-BOX JUMPS DAN DEPT JUMP TO SINGLE LEG BARRIER HOPS TERHADAP POWER TUNGKAI PADA CABANG OLAHRAGA BOLA VOLI Kustiana, Dera; Risma, Risma; Nurzaman, Muhammad
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 5, No 3 (2024): OKTOBER
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v5i3.12403

Abstract

ABSTRAKFaktor komponen fisik dalam hal ini kekuatan, kecepatan, kelincahan, kelentukan, daya tahan, koordinasi, serta power dapat memberikan pengaruh terhadap pencapaian prestasi olahraga. Khususnya pada cabang olahraga bola voli, keberhasilan atau kemampuan passing sangat dipengaruhi oleh keadaan fisik. Salah satu indikasi keadaan fisik atlet yang sangat mempengaruhi terhadap kemampuan passing adalah power tungkai. Dalam perkembangannya kedua komponen fisik tersebut dapat ditingkatkan melalui latihan dengan penerpan beberapa metode latihan salah satunya adalah metode latihan Multiple Box-To-Box Jumps  dan metode latihan Dept Jump To Single Leg Barrier Hops. Dalam proses pelatihan khususnya pada cabang olahraga bola voli  sudah tentu memiliki sasaran serta tujuan yang akan diambil. Pada prosesnya hasil dari latihan yang dilaksanakan akan ditentukan oleh beberapa faktor, salah satu indikator yang dapat diamati adalah metode serta alat latihan yang digunakan. Tujuan dari penelitian yang penulis ajukan adalah ingin mengetahui pengaruh latihan Multiple Box-To-Box Jumps Dan Dept Jump To Single Leg Barrier Hops terhadap peningkatan power tungkai pemain bola voli, serta perbedaan pengaruh dari kedua bentuk latihan tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, instrumen penelitian atau alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes standing broad jump. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa metode latihan Multiple Box-To-Box Jumps dan Dept Jump To Single Leg Barrier Hops memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan power tungkai pemain bola voli akan tetapi metode latihan Multiple Box-To-Box Jumps memiliki pengaruh yang lebih signifikan bila dibandingkan dengan latihan menggunakan metode latihan Dept Jump To Single Leg Barrier Hops terhadap peningkatan power tungkai pemain bola voli.Kata Kunci: voli, passing, latihan, box jump, single leg depth jump power.
Perbandingan Latihan foward Squat Jumps Dengan Short Run-up Triple Jump Terhadap Peningkatan Power Tungkai Nurani, Alini; Kurniawan, Asep Ridwan; Nurzaman, Muhammad
Jurnal Keolahragaan Vol 10, No 2 (2024): Jurnal Keolahragaan
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkor.v10i2.15827

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine the impact of forward squat jumps training with short run-up triple jump training on increasing leg power. The research method used is pre-experimental design. The research location is SD Negeri 2 Bojongmengger, Ciamis Regency. The research sample consisted of 26 girls who were members of extracurricular volleyball. The sampling technique uses total sampling. Based on data analysis using SPSS series 26, the results are: 1. Forward squat jumps training has a significant influence on increasing leg power in female students at SD Negeri 2 Bojongmengger, Ciamis Regency. 2. The short run-up triple jump exercise had a significant influence on increasing leg power in female students at SD Negeri 2 Bojongmengger, Ciamis Regency. 3. There is a significant difference between forward squat jumps and short run-up triple jumps on increasing leg power in female students at SD Negeri 2 Bojongmengger, Ciamis Regency. The conclusion is that forward squat jumps training with short run-up triple jumps has a significant effect on increasing leg muscle explosive power. Suggestion: It is hoped that there will be research involving male students because it can be seen that when carrying out research in the field, male students also tend to have a sense of interest and are inspired to try to carry out movements on both variables and the test instrument.
Pengaruh Latihan Leaning star dengan Airplane pose Terhadap Keseimbangan dan Stabilitas Tubuh Pada Pemain Bolavoli Putra MAN 3 Kabupaten Ciamis Anggoro, Prasuda Tri; Rustiawan, Hendra; Nurzaman, Muhammad
Jurnal Keolahragaan Vol 8, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.029 KB) | DOI: 10.25157/jkor.v8i1.5795

Abstract

This study aims to determine how much influence the leaning star exercise with airplane pose has on balance and body stability in male volleyball players at MAN 3 Ciamis Regency. The research method used is comparative causal. The population of this study were students of MAN 3 Ciamis Regency, totaling 20 people. The research instrument used to collect data was the flamingo balance test. Based on data analysis using SPSS series 24 the results are 1. Leaning star exercise has a significant effect on improving balance and body stability in male volleyball players at MAN 3 Ciamis Regency. 2. Airplane pose exercise has a significant effect on improving balance and body stability in male volleyball players at MAN 3 Ciamis Regency. 3. There is a significant difference between leaning star and airplane pose exercises on improving balance and body stability in male volleyball players at MAN 3 Ciamis Regency. The conclusion is that the leaning star exercise and the airplane pose group have a significant effect on improving balance and body stability in male volleyball players at MAN 3 Ciamis Regency. Suggestion: This research is expected to be a source of reference for other researchers so that further research in the same field will develop, especially on balance and body stability.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh latihan leaning star dengan airplane pose terhadap keseimbangan dan stabilitas tubuh pada siswa pemain bolavoli putra MAN 3 Kabupaten Ciamis. Metode penelitian yang digunakan adalah causal comparatif. Populasi penelitian ini adalah siswa MAN 3 Kabupaten Ciamis yang berjumlah sebanyak 20 orang. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah flamingo balance test. Berdasarkan analisis data menggunakan SPSS serie 24 hasilnya adalah 1. Latihan leaning star memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan keseimbangan dan stabilitas tubuh pada siswa pemain bolavoli putra MAN 3 Kabupaten Ciamis. 2. Latihan airplane pose memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan keseimbangan dan stabilitas tubuh pada siswa pemain bolavoli putra MAN 3 Kabupaten Ciamis. 3. Terdapat perbedaan yang signifikan antara latihan leaning star dan airplane pose terhadap peningkatan keseimbangan dan stabilitas tubuh pada siswa pemain bolavoli putra MAN 3 Kabupaten Ciamis. Kesimpulannya bahwa latihan leaning star dan kelompok airplane pose berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan keseimbangan dan stabilitas tubuh pada siswa pemain bolavoli putra MAN 3 Kabupaten Ciamis. Saran: Penelitian ini diharapkan menjadi salah satu sumber referensi bagi peneliti lain agar adanya penelitian lanjutan pada bidang yang sama semakin berkembang terutama pada keseimbangan dan stabilitas tubuh. 
PENGARUH PERMAINAN TRADISIONAL GOBAK SODOR TERHADAP KELINCAHAN SISWA Sopyanudin, Muhammad; Risma, Risma; Nurzaman, Muhammad
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 5, No 1 (2024): FEBRUARI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v5i1.19978

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh permainan gobak sodor terhadap kelincahan.  Metode yang digunakan adalah kuantitatif (pre-eksperiment) dengan menggunakan desain one group pretest posttest  design. Sampel penelitian terdiri dari 11 peserta ekstrakulikuler bola basket yang mengikuti latihan gobak sodor selama  4 minggu dengan frekuensi latihan 3 kali per minggu. Data diukur menggunakan illinions test sebelum dan sesudah  perlakuan pretest posttest. Hasil penelitian menunjukan bahwa: ada pengaruh yang signifikan permainan tradisional  gobak sodor terhadap kelincahan siswa dengan nilai t hitung 7.676 dan t tabel (df 10) 2.228 dengan nilai signifikansi (p) 0.000 < 0,05 dan t hitung 7.676 > t tabel 2.228, sehingga H1 diterima.
Implementasi Model Itqon Dalam Kurikulum Pembelajaran Tahfizhul Quran Di Pondok Pesantren Tahfizhul Quran Ibnu Abbas Klaten Zubair, Rakhmad; Isnaini, Siti; Nurzaman, Muhammad; Khuriyah, Khuriyah
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 7, No 3 (2023): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Juli)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v7i3.5487

Abstract

The rise of Al-Qur'an tahfizh learning programs in various Islamic educational institutions has become a special attraction for some people. On the one hand, it is a symbol, but it also becomes a problem when the tahfizh program offer is only used as a marketing strategy or a competition for the number of memorization achievements. Pondok Pesantren Tahfizhul Quran Ibnu Abbas Klaten is an educational institution that places the syiar of the Koran based on the tahfizh learning curriculum, which balances high quantity and quality. This research is aimed at analyzing the Itqon concepts and models used in the tahfizh learning curriculum. The approach used is qualitative with field research methods. The research was carried out by direct observation and obtained data from interviews as well as documentation which helps provide in-depth information regarding the Itqon model in tahfizh learning. Itqon is one of the memorization methods specially formulated to reinforce Ziyadah activities during tahfizh learning. Supported by Musyafahah Talaqqi Activities from competent mentors. Learning activities are also strengthened by the Murojaah, Juziyyah, and Imtihan programs. The supporting factor is to have a supervisor with a sanad.
Perbandingan Metode Latihan Split Manual Dan Split Leg Extension Dengan Fleksibilitas Otot Tungkai Pada Atlet Pencak Silat Di Perguruan Gajah Putih Cihaurbeuti Ciamis Abdulrouf, Yohan; Kardani, Gani; Nurzaman, Muhammad; Hartono, Tony
Jurnal Keolahragaan Vol 8, No 3 (2022): Jurnal Keolahragaan
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkor.v8i3.20070

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas perbandingan antara metode latihan manual split dan split leg extension dalam meningkatkan fleksibilitas otot tungkai pada atlet pencak silat di Sekolah Gajah Putih Cihaurbeuti Ciamis. Fleksibilitas otot tungkai berperan krusial dalam menunjang teknik menendang terbaik, meningkatkan jangkauan gerak, dan mengurangi kemungkinan cedera. Metode penelitian yang diterapkan adalah eksperimen dengan rancangan two group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 20 atlet yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok A melakukan latihan manual split dan kelompok B menggunakan alat bantu split leg extension, masing-masing selama 4 minggu dengan frekuensi 3 kali seminggu. Alat ukur fleksibilitas menggunakan tes V Sit and Reach yang dimodifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua teknik latihan tersebut memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan fleksibilitas (p = 0,000 pada uji-t sampel berpasangan). Kelompok split manual menunjukkan peningkatan rata-rata sebesar 4,50 cm (dari 23,80 cm menjadi 28,30 cm), sedangkan kelompok split leg extension menunjukkan peningkatan rata-rata sebesar 6,20 cm (dari 24,50 cm menjadi 30,70 cm). Hasil uji-t sampel independen menunjukkan nilai p = 0,003 (<0,05), yang menunjukkan perbedaan efektivitas yang signifikan antara kedua metode. Oleh karena itu, latihan split leg extension terbukti lebih efektif dalam meningkatkan fleksibilitas otot tungkai dibandingkan metode split manual. Temuan ini dapat menjadi panduan bagi pelatih dan atlet pencak silat dalam merancang program latihan fleksibilitas yang lebih efektif berdasarkan bukti ilmiah.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas antara metode latihan split manual dan split leg extension dalam meningkatkan pembekuan otot kaki pada atlet pencak silat di Perguruan Gajah Putih Cihaurbeuti Ciamis. Kelluasaan otot kaki memiliki peran krusial dalam mendukung teknik tendangan yang terbaik, meningkatkan jarak gerak, dan mengurangi kemungkinan cedera. Metode penelitian yang diterapkan adalah eksperimen dengan rancangan two group pretest-posttest design. Sampel terdiri dari 20 atlet yang terbagi menjadi dua kelompok: kelompok A melakukan latihan split manual dan kelompok B menggunakan alat bantu split leg extension, masing-masing selama 4 minggu dengan frekuensi 3 kali seminggu. Alat ukur permulaannya menggunakan tes V Sit and Reach yang telah dimodifikasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kedua teknik latihan memiliki dampak yang signifikan terhadap perbaikan perbaikan (p = 0,000 pada uji t-sampel berpasangan). Kelompok split manual menunjukkan peningkatan rata-rata 4,50 cm (dari 23,80 cm menjadi 28,30 cm), sedangkan kelompok split leg extension menunjukkan peningkatan rata-rata 6,20 cm (dari 24,50 cm menjadi 30,70 cm). Hasil uji t-test sampel independen menunjukkan nilai p = 0,003 (< 0,05) yang menandakan adanya perbedaan efektivitas yang signifikan antara kedua metode. Oleh karena itu, latihan split leg extension terbukti lebih ampuh dalam meningkatkan kesehatan otot kaki dibandingkan metode split manual. Penemuan ini dapat menjadi panduan menjadi bagi pelatih dan atlet pencak silat dalam menyusun program latihan yang lebih efektif dan berbasis pada bukti ilmiah. 
Survei Motivasi Beraktivitas Fisik Masyarakat Dusun Kalenanyar Tsani, Aziz Nurfalah; kardani, Gani; Nurzaman, Muhammad; Ropi, Ucu Abdul
Jurnal Keolahragaan Vol 10, No 3 (2024): Jurnal Keolahragaan
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkor.v10i3.20336

Abstract

ABSTRACTThis study aims to understand the motivation of physical activity in the Kalenanyar Hamlet community. The research method used in this study is descriptive analysis. The Kalenanyar Hamlet community has 15 members. The research instrument used to understand the Physical Activity Motivation Survey is the Motivation Questionnaire. The results of the research and analysis were carried out by researchers to understand amotivation, external regulation, introjected regulation, and intrinsic regulation. My answer in the statement "very true for me" has a frequency of around 89% with a percentage of 30%. Respondents' answers in the statement "Sometimes True For Me" have a total of 139 frequencies and a response rate of 48%. Respondents' answers in the statement "Not True For Me" have a total of 65 frequencies and a frequency of 22%. It is hoped that the results of this study can be a reference for further researchers if they decide to conduct more in-depth research with a larger sample size. Penelitian ini bertujuan untuk memahami motivasi aktivitas fisik masyarakat Dusun Kalenanyar. metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Komunitas Dusun Kalenanyar beranggotakan 15 orang. Instrumen penelitian yang digunakan untuk memahami Survei Motivasi Beraktifitas Fisik adalah Angket Motivasi. Hasil penelitian dan analisis dilakukan peneliti untuk memahami amotivasi, regulasi external, regulasi introjeksi, dan regulasi intrinsik. Jawaban Saya dalam pernyataan "sangat benar bagi saya" memiliki frekuensi sekitar 89% dengan persentase 30%. Jawaban responden dalam pernyataan "Kadang-kadang Benar Bagi Saya" memiliki total 139 frekuensi dan tingkat respons 48%. Jawaban responden dalam pernyataan "Tidak Benar Bagi Saya" memiliki total 65 frekuensi dan frekuensi 22%. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi peneliti selanjutnya jika mereka memutuskan untuk melakukan penelitian yang lebih mendalam dengan jumlah sampel yang lebih banyak.
Tingkat Pemahaman Strategi Dan Tatktik Dalam Bermain Futsal Pada Siswa SMA Sulistriono, Ade; Kardani, Gani; Nurzaman, Muhammad; Erlina, Terra
Jurnal Keolahragaan Vol 12, No 1 (2026): Jurnal Keolahragaan
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkor.v12i1.20047

Abstract

Pemahaman strategi-taktik menjadi unsur krusial dalam futsal. Meskipun memiliki teknik dan bakat unggul, kapasitas pemain menjadi kurang optimal tanpa penguasaan aspek strategis ini. Kenyataan menunjukkan masih banyak peserta ekstrakurikuler di tingkat SMA, termasuk di Kabupaten Ciamis, yang penguasaannya terhadap strategi dan taktik permainan futsal terbatas. Hambatan seperti kesalahan pemain dalam merespons serangan lawan atau kelemahan dalam pola pertahanan sering muncul akibat minimnya pemahaman ini. Penelitian deskriptif kuantitatif ini bertujuan mengukur tingkat pemahaman strategi-taktik bermain futsal di kalangan siswa pengikut ekstrakurikuler futsal di salah satu SMA di Ciamis. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen kuesioner berisi soal objektif terkait strategi-taktik futsal. Analisis deskriptif terhadap temuan penelitian mengungkapkan bahwa mayoritas pemahaman siswa peserta ekstrakurikuler berada pada kategori "sedang".
Pengaruh Latihan Box Jump dan Naik Turun Tangga Terhadap Power Otot Tungkai Ramadhan, Riswan Taufik; Risma, Risma; Nurzaman, Muhammad
Jurnal Keolahragaan Vol 10, No 3 (2024): Jurnal Keolahragaan
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkor.v10i3.20430

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine the effect of box jump and stair climbing exercises on leg muscle power improvement. The method used is an experiment with a Two Groups Pretest-Posttest Design. The population in this study is extracurricular sports participants at MTS Al-Aziz, with a sample size of 33 people determined through purposive sampling. The instrument used to measure lower limb muscle power was the vertical jump test. The results of the hypothesis test showed that box jump training had a significant effect on improving lower limb muscle power with a t-value of -15.209, df = 32, and significance of 0.000. Stair climbing exercise also showed a significant effect with a t-value of -1.209, df = 32, and significance of 0.000. Meanwhile, the third hypothesis test showed a significant difference between the two types of exercises on lower limb muscle power with a significance of 0.000. This study concluded that both types of exercises are effective but have different effects. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan box jump dan naik turun tangga terhadap peningkatan power otot tungkai. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain Two Groups Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta ekstrakurikuler olahraga di MTS Al-Aziz, dengan jumlah sampel sebanyak 33 orang yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengukur power otot tungkai adalah tes vertical jump. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa latihan box jump memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan power otot tungkai dengan nilai t sebesar -15.209, df = 32 dan signifikansi 0.000. Latihan naik turun tangga juga menunjukkan pengaruh yang signifikan dengan nilai t sebesar -1.209, df = 32 dan signifikansi 0.000. Sementara itu, uji hipotesis ketiga menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara kedua jenis latihan tersebut terhadap power otot tungkai dengan nilai signifikansi 0.000. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kedua jenis latihan efektif, namun memiliki pengaruh yang berbeda.