Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Pelatihan Konselor Sebaya Dalam Optimalisasi Pengetahuan Terhadap Ancaman Dasar Kesehatan Reproduksi Remaja Yusita, Intan; Nuraeni, Siti; Idar, Idar; Nugraha, Dedep; Wahyudi, Deni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju Vol 4 No 01 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju Volume 04 Nomer 01 Tahun 2023
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jpmim.v4i01.2287

Abstract

Masa remaja adalah masa perubahan fisik dan mental Secara psikologis, karena ada transisi dari masa kanak-kanak menuju dewasa. Masalah kesehatan reproduksi remaja dapat mempengaruhi tidak hanya tubuh, tetapi juga kesehatan mental dan emosional jangka panjang. Salah satu dari strategi yang dapat digunakan adalah membentuk kelompok pelatihan sebaya. Konselor sebaya adalah pendidik yang usianya sebaya dengan remaja. Kegiatan dilakukan melalui metode pelatihan dan pendampingan. Tahap I Pemberian informasi. Tahap II dengan Role Play/ permainan peran. Tahap III dilakukan Focus Group Discussion. Tahap IV dilakukan melalui Simulasi dan Latihan dan terakhir tahap V melakukan refleksi. Data diolah dengan menggunakan SPSS dengan uji Paired Sample Test. Kegiatan ini dilaksanakan sejak tanggal 17 November dan tanggal 23 November 2022 di Sekolah Madrasah Aliyah Al-Istiqomah Kota Bandung dan diikuti oleh 450 orang siswa/i. Hasilnya, terdapat perbedaan secara signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan t -40.882 dengan siginifikansi 0.000 lebih kecil dari alpha 0.05 dan terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan pada siswa/i secara signifikan dengan rata-rata peningkatannya sebesar -32.369. Pelatihan konselor sebaya efektif dalam meningkatkan pengetahuan reproduksi remaja serta meningkatkan kemampuan dalam melakukan konselor pada teman sebaya.
Perbandingan Posisi Semi Fowler dan Pursed Lip Breathing Exercise terhadap Tingkat Sesak Nafas pada Pasien Tb Paru Rifai, Susan Irawan; Nugraha, Egi Ginanjar; Nugraha, Dedep; Mukaromah, Raihany Sholihatul
Journal of Language and Health Vol 5 No 1 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i1.4135

Abstract

Tuberculosis (TB) paru sudah menjadi permasalahan kesehatan di Indonesia termasuk masalah kesehatan di dunia. Pada pasien TB paru gejala umum yang sering dialami yaitu sesak nafas yang berkepanjangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektifitas posisi semi fowler dan pursed lip breathing exercise terhadap tingkat sesak nafas pada pasien TB paru. Design penelitian ini quasy experimental dengan rancangan two group pre-post test design. Besar Sampel sebanyak 36 pasien TB paru, terbagi dalam dua kelompok yaitu 18 pasien kelompok intervensi semi fowler dan 18 pasien intervensi pursed lip breathing exercise. Tehnik sampling yang digunakan purposive sampling. Pengolahan data menggunakan uji wilcoxon dan mann whitney pada taraf signifikansi α = 0,05. Pada penelitian diperoleh rata-rata tingkat sesak napas sebelum pemberian posisi posisi semi fowler dan pursed lip breathing exercise masing masing yaitu 5,11 dan 5,33. Rata-rata tingkat sesak napas setelah pemberian posisi posisi semi fowler dan pursed lip breathing exercise masing-masing yaitu 3,28 dan 2,44. Pemberian posisi semi fowler dan pursed lip breathing exercise berpengaruh terhadap penutunan tingkat sesak napas pada pasien TB paru (p=0,00). Penurunan tingkat sesak napas pada Pursed lip breathing exercise 2,89 lebih tinggi dibandingkan pada pemberian posisi semi fowler 1,83 (p=0,004). Penelitian ini menunjukan Pursed lip breathing exercise lebih efektif dalam menurunkan tingkat sesak napas pada pasien TB paru dibandingkan dengan posisi semi fowler.
WORK MOTIVATION AND WORKLOAD ON NURSES’ CARING BEHAVIOR IN EMERGENCY ROOM Nugraha, Dedep; Situmorang, Roganda; Sholihatul Mukaromah, Raihany
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 16 No. 1, Januari 2025
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v16i1.1614

Abstract

Indonesia has a high accumulation of patient visits to the Emergency Room (ER), thus caring in the ER requires more attention to produce better quality nursing services. This study aims to see the effect of nurses' motivation and workload on caring behavior in the ER. The research method used is quantitative, with a correlation analytic research design and a cross-sectional approach. The sample consisted of 37 nurse and patient respondents using accidental sampling techniques. The instrument used was the Gadar Caring Scale (GCS-46) questionnaire with frequency distribution data analysis and the Spearman Rank statistical test. The results showed that more than half of the nurses' motivation (56,76%) was in a good category and almost half of the nurses' workload was in the heavy category (40.54%). On the other hand, the level of nurses' caring was almost entirely in the moderate category (94.59%). In addition, there was a correlation between nurse’s motivation and caring as indicated by the correlation coefficient (r) and p-value of 0.55 and 0.0237, respectively. Meanwhile, the results of the analysis between nurses' workload and caring gave r and p-values ​​of 0.11 and 0.5121, respectively, indicating that there was no relationship between nurses' workload and nurses' caring in the ER.
Analisis Kecemasan Dengan Kepuasan Pasien Tentang Pelayanan Keperawatan Rumah Sakit Wilayah Majalaya Situmorang, Roganda; Mukaroma, Raihany Sholihatul; Nugraha, Dedep; Pritama, Julham
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 6, No 3 (2024): Desember
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v6i3.1382

Abstract

Nursing services are a service that has a big impact on hospital services, so it requires a high level of patient satisfaction to maintain and improve hospital services. Based on a study of the situation of the Nursing Management Profession at one of the hospitals in the Majalaya region in 2023, the patient satisfaction rate for nursing services was 78%, still far from the expected target of 95%. The situation study informed that patients experienced anxiety in facing the process of health problems, including 70% experiencing feelings of fear, 78% experiencing tension, 75% experiencing worry and 79% experiencing emotional changes. The aim of this research is to analyze the relationship between anxiety and patient satisfaction regarding nursing services at one of the hospitals in the Majalaya region.  The research uses a quantitative research method, descriptive correlation design, cross sectional approach. The sampling technique used incidental sampling of 70 respondents. Data collection used primary data by distributing an anxiety questionnaire (SRAS) with a Cronbach Alpha value of 0.964 and a modified Kotler and Armstrong (2016) patient satisfaction questionnaire with a Cronbach Alpha value of 0.977. The results showed that 61.4% of patients' anxiety was mild, 18.6% moderate, and 20% severe. The research results also showed that patient satisfaction was 20% low, 60% sufficient, and 20% high. The results of the p-value analysis in this study were 0.000, which shows that there is a relationship (of 81%) between anxiety and patient satisfaction regarding nursing services at one of the hospitals in the Majalaya region. The lower the level of patient anxiety, the higher the level of patient satisfaction regarding nursing services. Efforts are needed to identify and handle patient anxiety (through educating the patient's needs and relaxing) during the process of nursing services in order to obtain patient satisfaction.Keywords : Anxiety, Nursing, Patient, Satisfaction, Service
Peningkatan Motivasi Kader Posbindu dalam Mencegah Demensia: Program Inovatif di Kelurahan Pasir Biru, Bandung, Jawa Barat Nugraha, Dedep; Pratidina, Eki; Ulfah, Diana; Novianti, Wini Resna; Indarna, Asep Aep; Silpiani, Silpiani; Nurazizah, Siti; Mahardika, Abdi; Fauzi, Muhamad Ihsan
Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): JIPPM - Desember 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jippm.702

Abstract

Tantangan kesehatan masyarakat terkait demensia memerlukan pendekatan strategis untuk meningkatkan peran kader Posbindu. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan pengetahuan kader Posbindu dalam pencegahan demensia, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan lansia. Kurangnya pengetahuan dan motivasi kader Posbindu menjadi tantangan dalam pencegahan demensia, dengan 37,5% kader memiliki pengetahuan cukup dan motivasi yang menurun dari 84,4% menjadi 75% setelah pelatihan, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih efektif untuk meningkatkan dan mempertahankan motivasi kader. Metode yang digunakan meliputi survei kebutuhan, pelatihan, dan pendampingan langsung kepada 32 kader di Kelurahan Pasir Biru. Pelatihan mencakup materi tentang langkah pencegahan demensia, teknik komunikasi, dan senam otak untuk meningkatkan fungsi kognitif. Hasil menunjukkan peningkatan kader dengan pengetahuan baik dari 62,5% menjadi 68,8%. Motivasi tinggi kader menurun dari 84,4% menjadi 75,0%, namun mereka tetap aktif dalam sosialisasi kesehatan. Program ini membuktikan bahwa pelatihan berbasis kebutuhan efektif dalam meningkatkan kapasitas kader. Dengan dukungan berkelanjutan, kader dapat menjadi agen perubahan dalam mendorong kesadaran masyarakat terhadap pencegahan demensia.
Analisis Stress Kerja, Burnout Syndrome dan Motivasi Kerja pada Dosen Universitas Bhakti Kencana Bandung Berdasarkan Karakteristik Demografi Selama Work from Home (WFH) Masa Pandemic COVID-19 Mukaromah, Raihany Sholihatul; Nugraha, Dedep
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol. 15 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : Institut Kesehatan Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36051/jiki.v15i1.147

Abstract

Pendidikan di Indonesia menjadi salah satu bidang yang terdampak akibat adanya pandemi COVID-19. Pemerintah menerapkan berbagai kebijakan untuk memutus mata rantai penyebaran virus COVID-19, salah satu langkah strategisnya dengan menerapkan WFH. Dengan adanya physical distancing, proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dilakukan dengan menggunakan sistem daring. Pergeseran pola WFH ini mempengaruhi kehidupan dosen yang dapat memberikan dampak negative yaitu stress kerja, burnout syndrome dan motivasi kerja yang menurun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis stress kerja, burnout syndrome dan motivasi kerja pada dosen UBK Bandung berdasarkan karakteristik demografi selama WFH masa pandemic COVID-19. Penelitian menggunakan desain penelitian Kuantitatif dengan pendekatan deskriptif non eksperimental dan rancangan cross sectional. Populasi penelitian adalah dosen UBK yang terdiri dari 3 Fakultas sebanyak 117 dengan menggunakan purposive sampling, yaitu 54 orang. Alat ukur menggunakan kuesioner. Analisa univariat menggunakan data distribusi frekuensi. Hasil penelitian, berdasarkan karakteristik demografi yaitu hampir setengahnya 26 (48,1%) berada pada rentang usia 36 45 tahun, sebagian besar 38 (70,4%) perempuan, hampir seluruhnya 48 (88,9%) berstatus menikah, hampir seluruhnya 50 (92,6%) Pendidikan S2, sebagian besar 31 (57,4%) jabatan asisten ahli, sebagian besar 38 (70,4%) bekerja > 5 tahun. Hampir seluruhnya 50 responden (92,6%) berada pada tingkat stress sedang, Sebagian besar responden 31 (57,4%) tingkat burnout sedang, sebagian besar responden 28 (51,9%) memiliki motivasi kerja yang rendah. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan unit SDM UBK dapat melakukan upaya - upaya untuk meningkatkan kinerja dosen pada masa pandemi sehingga dapat meringankannya saat bekerja di rumah.
WORK MOTIVATION AND WORKLOAD ON NURSES’ CARING BEHAVIOR IN EMERGENCY ROOM Nugraha, Dedep; Situmorang, Roganda; Sholihatul Mukaromah, Raihany
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 16 No. 1, Januari 2025
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v16i1.1614

Abstract

Indonesia has a high accumulation of patient visits to the Emergency Room (ER), thus caring in the ER requires more attention to produce better quality nursing services. This study aims to see the effect of nurses' motivation and workload on caring behavior in the ER. The research method used is quantitative, with a correlation analytic research design and a cross-sectional approach. The sample consisted of 37 nurse and patient respondents using accidental sampling techniques. The instrument used was the Gadar Caring Scale (GCS-46) questionnaire with frequency distribution data analysis and the Spearman Rank statistical test. The results showed that more than half of the nurses' motivation (56,76%) was in a good category and almost half of the nurses' workload was in the heavy category (40.54%). On the other hand, the level of nurses' caring was almost entirely in the moderate category (94.59%). In addition, there was a correlation between nurse’s motivation and caring as indicated by the correlation coefficient (r) and p-value of 0.55 and 0.0237, respectively. Meanwhile, the results of the analysis between nurses' workload and caring gave r and p-values ​​of 0.11 and 0.5121, respectively, indicating that there was no relationship between nurses' workload and nurses' caring in the ER.
Nurses’ Caring Behavior, Parental Anxiety and Satisfaction in Pediatric Inpatient War Rifai, Susan Irawan; Mukaromah, Raihany S.; Nugraha, Dedep; Fuadah, Novitasari T.
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 1 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i1.2545

Abstract

Caring behavior should consistently be applied by nurses in all care settings, including pediatric inpatient wards.Children undergoing hospitalization will experience traumatic and highly stressful events, this condition can lead to anxiety in parents. Caring can reduce anxiety for both the child and parents. Furthermore, if nurses implement caring optimally, patients will feel satisfied, leading to an improvement in the quality of nursing services. This research aims to identify the relationship between nurses' caring behavior and parental satisfaction and anxiety in pediatric inpatient wards. The research design utilizes descriptive correlational with a cross-sectional approach involving 97 parents sampled through quota sampling. The instrument for measuring caring behavior uses the Caring Assessment Tools (CAT), a satisfaction questionnaire containing five SERVQUAL dimensions, and a parental anxiety questionnaire using the Zung Self-Rating Anxiety Scale. Sprearman rank was used as data analysis. The research results indicate that almost all respondents (90.7%) do not feel anxious, the majority of respondents (75.3%) are highly satisfied with the service, and most of respondentds (62.9%) assess nurses' caring behavior as adequate. Spearman-ranks test results show a significant relationship between anxiety and satisfaction with nurses' caring behavior (p=0.036 & p=0.001). These findings suggest that the better the nurses' caring behavior, the lower the level of parental anxiety, and the higher the patient satisfaction in the pediatric inpatient ward. Nurses need to undergo training and develop caring attitudes and behaviors in delivering nursing services.
Factors Determining Caring Behavior of Nurses in the Inpatient Rooms Rifai, Susan Irawan; Nugraha, Dedep; Situmorang, Roganda
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS6.5285

Abstract

Caring behavior is a very important aspect of nurse practice, because through this behavior nurses can show care, empathy, and concern for patients. Nurses' caring behavior not only has an impact on patient satisfaction, but also on faster patient recovery, adherence to care, and improved treatment outcomes. There are several factors that influence caring behavior, including nurse characteristics, rewards, personality type and work motivation. This study aims to analyze factors associated with caring behavior in nurses. The research design used descriptive correlation with a cross sectional approach to 56 nurses in the inpatient room with a sampling technique using proportionate random sampling. The characteristics of nurses consisted of age, gender, length of service, education level and marital status. The instrument to measure caring behavior uses the Caring Behavior Inventory (CBI-24), while the Eysenck personality inventory contains 24 question items to measure personality type. The results showed that length of work (p=0.015) and work motivation (p=0.015) had a significant relationship with caring behavior, while age (p=0.507), gender (p=0.634), marital status (p=0.146), education (p=0.244), employee status (p=0.529), reward (p=0.737) and personality type (p=0.152) were not related to caring behavior. These results indicate that the longer the nurse works and has high work motivation, the better the nurse's caring behavior will be. Therefore, there is a need for a preceptorship program for new nurses and efforts to increase nurses' work motivation through strategies that support their intrinsic needs and professionalism, especially caring behavior.
Analisis Stres Kerja dan Burnout Syndrom terhadap Perilaku Caring pada Perawat Pelaksana di Ruang Rawat Inap Mukaromah, Raihany Sholihatul; Rifai, Susan Irawan; Nugraha, Dedep
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 1 (2025): Februari 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i1.5353

Abstract

Ruangan rawat inap adalah salah satu pelayanan rumah sakit yang tenaga kesehatannya rentan terkena stres kerja dan burnout syndrome. Perilaku caring adalah bagian utama dalam memberikan pelayanan keperawatan yang dapat mempengaruhi proses penyembuhan pasien. Perilaku caring tersebut dapat berubah atau turun disaat perawat tersebut sedang mengalami sebuah kondisi yang dapat mempengaruhi perilaku caring tersebut. Kondisi stres kerja dan burnout syndrom yang dialami oleh perawat akan berdampak pada penurunan kinerja perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang nantinya akan bisa mempengaruhi perilaku caring perawat kepada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Stres kerja dan Burnout Syndrom terhadap perilaku Caring pada Perawat Pelaksana di Ruang Rawat Inap RSUD Umar Wirahadikusumah Sumedang. Design penelitian menggunakan deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu 189 Perawat Pelaksana dan sample yang digunakan menggunakan rumus lameshow dengan teknik simple random sampling pada 64 perawat pelaksana yang mewakili dari 8 ruang rawat inap. Instrument yang digunakan yaitu kuesioner stres kerja, burnout syndrom dan perilaku caring. Hasil Penelitian menunjukan hampir seluruhnya (89.1%) Perawat Pelaksana dengan kategori Stres kerja Sedang, hampir seluruhnya (89.1%) Perawat Pelaksana dengan kategori Burnout syndrom Sedang, hampir seluruhnya (82.8%) Perawat Pelaksana di Ruang Rawat Inap dengan kategori perilaku caring baik. Hasil uji spearman-ranks menunjukan hubungan yang signifikan antara stres kerja dan burnout syndrom dengan perilaku caring (p=0,001 & p=0,247). Hasil tersebut menunjukan bahwa semakin baik perilaku caring perawat, maka tingkat stres kerja dan burnout syndrom perawat akan semakin menurun, dan pasien akan semakin puas terhadap pelayanan di ruang rawat inap. Rumah sakit perlu mengelola kondisi stress perawat dalam bekerja untuk mencegah terjadinya stres kronis dan sebagai self healing untuk menurunkan burnout syndrom. Perawat perlu mengembangkan sikap dan perilaku caring dalam melaksanakan pelayanan keperawatan.