Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Buletin Utama Teknik

ANALISA KEKUATAN TARIK DAN KEKERASAN PENGELASAN SMAW MENGGUNAKAN ELEKTRODA E 7016 DAN E 308 Pandia, Ardian Victori; Ritonga, Din Aswan Amran; Kurniawan, Fadly Ahmad; Junaidi, Junaidi
Buletin Utama Teknik Vol 19, No 2 (2024): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/but.v19i2.8389

Abstract

Pengelasan logam adalah teknik penyambungan dua jenis atau paduan logam menjadi satu. stainless steel adalah baja yang dirancang dengan kualitas yang mampu bekerja pada kisaran suhu yang lebih tinggi, sehingga dapat digunakan di konstruksi tangki penyimpanan, pipa, dan katup. Perbedaan suhu leleh, koefisien muai, kualitas fisik, dan sifat mekanik merupakan masalah umum pengelasan saat menyambung dua logam berbeda. Oleh karena itu, pemilihan elektroda las yang tepat akan menghasilkan sambungan yang memuaskan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana jenis elektroda mempengaruhi kekuatan tarik dan kekerasan baja tahan karat 201 dan baja tahan karat 304. Elektroda dipakai didalam penelitian ini yakni jenis E 7016 serta E 308. Metode pengelasan memakai las SMAW dengan kampuh v 60°. Kekuatan mekanik diuji menggunakan mesin uji tarik serta uji kekerasan. Berdasarkan uji tarik, terdapat perbedaaan signifikan. Pada pengelasan specimen yang berbeda jenis antara SS 201 dan SS 304 dengan menggunakan elektroda E 7016 mempunyai kekuatan tegangan mekanis rata-rata sebesar 506,63 N/mm² ,dan E 308 sebesar 546,79 N/mm².Dan nilai rata-rata regangan pada elektroda E 7016 sebesar 8,17% sedangkan pada elektroda E 308 sebesar 22,53%. Dan nilai rata-rata kekerasannya  pada elektroda E 7016 sebesar 422,5kgf/mm² sedangkan pada elektroda E 308 sebesar 238,3kgf/mm².Dan untuk perbandingannya pengelasan pada material yang sama jenis SS 201 dan SS 304 nilai rata-rata tegangan mekanis pada elektroda E 7016 sebesar 496,42 N/mm² dan  pada elektroda E 308 sebesar 487,97 N/mm², untuk nilai rata-rata regangannya pada elektroda E 7016 sebesar 3,27% dan pada elektroda E 308 sebesar 7,59%. Dan nilai rata-rata kekerasannya pada elektroda E 7016 sebesar 491,7kgf/mm² sedangkan pada elektroda E 308 sebesar 382,1 kgf/mm². Sehingga bisa disimpulkan, jenis elektroda dan perbedaan material yang dilas  mempengaruhi kekuatan tarik serta kekerasan pengelasan stainless steel 201 dan stainless steel 304.
PEMBUATAN ALAT PENGHITUNG DAN PEMBERITAHUAN JADWAL PERAWATAN GENERATOR SET BERDASARKAN JAM OPERASIONAL BERBASIS ARDUINO Dani, Agus Ramah; Junaidi, Junaidi; Ritonga, Din Aswan Amran
Buletin Utama Teknik Vol 19, No 2 (2024): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/but.v19i2.8561

Abstract

Sebuah sistem kompleks seperti mesin proses selalu membutuhkan perawatan berkala untuk menjaga kontinuitas fungsi dan penggunaan nya. Tanpa perawatan yang baik akan membuat kinerja mesin tersebut turun bahkan rusak atau mal function. Masalah yang sering dialami dalam menentukan jadwal perawatan mesin adalah tidak adanya pemberitahuan sebelumnya sehingga selalu dilewati bahkan kadang kala sampai rusak baru disadari. Berdasarkan masalah tersebut ide pembuatan sebuah alat pengingat dan pemberitahuan jadwal dibuat dengan tujuan untuk mengingatkan secara berkala saat  perawatan telah tiba. Alat pengingat ini dapat dibuat dengan komponen elektronika seperti modul jam digital RTC, mikrokontroler, display dan modem GSM.
ANALISA PERBANDINGAN GETARAN MENGGUNAKAN BANTALAN MESIN (ENGINE MOUNTING) BERBAHAN DASAR KOMBINASI EMPAT PER SPIRAL DAN KARET ALAMI PADA TOYOTA AVANZA Adrian, Jefri; Kurniawan, Fadly A.; Ritonga, Din Aswan Amran; Junaidi, Junaidi
Buletin Utama Teknik Vol 19, No 2 (2024): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/but.v19i2.8102

Abstract

Engine mounting adalah komponen yang sangat berperan pada suatu kendaraan, tak ubahnya seperti mengurangi gocangan atau kejut berkendara. mesin mobil sebagai daya penggerak utama pada kendaraan memilik getaran yang tinggi akibat proses pembakaran. Pengujian dilakukan dengan 2 tahapan,yaitu pengujian langsung  dan pengujian tak langsung. Pengujian langsung terdiri dari pengukuran getaran dalam system sumbu x, sumbu y dan sumbu z. pengujian tak langsung seluruh variable nilaimya di dapat dari perhitungan dan digunakan bahan pengamat atau analisis. Untuk  bahan sampel hasil simpangan rata-rata0,925441mm, dan untuk bahan standar hasil simpangan rata-rata 0,90508 mm. Dari hasil penelitian( amplitudo) getaran bahan standar relatif lebih kecil jika di bandingkan dengan bahan sampel
ANALISA PERBANDINGAN GETARAN MENGGUNAKAN BANTALAN MESIN (ENGINE MOUNTING) BERBAHAN DASAR KOMBINASI EMPAT PER SPIRAL DAN KARET ALAMI PADA TOYOTA AVANZA Adrian, Jefri; Kurniawan, Fadly A.; Ritonga, Din Aswan Amran; Junaidi, Junaidi
Buletin Utama Teknik Vol 19, No 2 (2024): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/but.v19i2.8102

Abstract

Engine mounting adalah komponen yang sangat berperan pada suatu kendaraan, tak ubahnya seperti mengurangi gocangan atau kejut berkendara. mesin mobil sebagai daya penggerak utama pada kendaraan memilik getaran yang tinggi akibat proses pembakaran. Pengujian dilakukan dengan 2 tahapan,yaitu pengujian langsung  dan pengujian tak langsung. Pengujian langsung terdiri dari pengukuran getaran dalam system sumbu x, sumbu y dan sumbu z. pengujian tak langsung seluruh variable nilaimya di dapat dari perhitungan dan digunakan bahan pengamat atau analisis. Untuk  bahan sampel hasil simpangan rata-rata0,925441mm, dan untuk bahan standar hasil simpangan rata-rata 0,90508 mm. Dari hasil penelitian( amplitudo) getaran bahan standar relatif lebih kecil jika di bandingkan dengan bahan sampel
ANALISA KEKUATAN TARIK DAN KEKERASAN PENGELASAN SMAW MENGGUNAKAN ELEKTRODA E 7016 DAN E 308 Pandia, Ardian Victori; Ritonga, Din Aswan Amran; Kurniawan, Fadly Ahmad; Junaidi, Junaidi
Buletin Utama Teknik Vol 19, No 2 (2024): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/but.v19i2.8389

Abstract

Pengelasan logam adalah teknik penyambungan dua jenis atau paduan logam menjadi satu. stainless steel adalah baja yang dirancang dengan kualitas yang mampu bekerja pada kisaran suhu yang lebih tinggi, sehingga dapat digunakan di konstruksi tangki penyimpanan, pipa, dan katup. Perbedaan suhu leleh, koefisien muai, kualitas fisik, dan sifat mekanik merupakan masalah umum pengelasan saat menyambung dua logam berbeda. Oleh karena itu, pemilihan elektroda las yang tepat akan menghasilkan sambungan yang memuaskan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana jenis elektroda mempengaruhi kekuatan tarik dan kekerasan baja tahan karat 201 dan baja tahan karat 304. Elektroda dipakai didalam penelitian ini yakni jenis E 7016 serta E 308. Metode pengelasan memakai las SMAW dengan kampuh v 60°. Kekuatan mekanik diuji menggunakan mesin uji tarik serta uji kekerasan. Berdasarkan uji tarik, terdapat perbedaaan signifikan. Pada pengelasan specimen yang berbeda jenis antara SS 201 dan SS 304 dengan menggunakan elektroda E 7016 mempunyai kekuatan tegangan mekanis rata-rata sebesar 506,63 N/mm² ,dan E 308 sebesar 546,79 N/mm².Dan nilai rata-rata regangan pada elektroda E 7016 sebesar 8,17% sedangkan pada elektroda E 308 sebesar 22,53%. Dan nilai rata-rata kekerasannya  pada elektroda E 7016 sebesar 422,5kgf/mm² sedangkan pada elektroda E 308 sebesar 238,3kgf/mm².Dan untuk perbandingannya pengelasan pada material yang sama jenis SS 201 dan SS 304 nilai rata-rata tegangan mekanis pada elektroda E 7016 sebesar 496,42 N/mm² dan  pada elektroda E 308 sebesar 487,97 N/mm², untuk nilai rata-rata regangannya pada elektroda E 7016 sebesar 3,27% dan pada elektroda E 308 sebesar 7,59%. Dan nilai rata-rata kekerasannya pada elektroda E 7016 sebesar 491,7kgf/mm² sedangkan pada elektroda E 308 sebesar 382,1 kgf/mm². Sehingga bisa disimpulkan, jenis elektroda dan perbedaan material yang dilas  mempengaruhi kekuatan tarik serta kekerasan pengelasan stainless steel 201 dan stainless steel 304.
PEMBUATAN ALAT PENGHITUNG DAN PEMBERITAHUAN JADWAL PERAWATAN GENERATOR SET BERDASARKAN JAM OPERASIONAL BERBASIS ARDUINO Dani, Agus Ramah; Junaidi, Junaidi; Ritonga, Din Aswan Amran
Buletin Utama Teknik Vol 19, No 2 (2024): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/but.v19i2.8561

Abstract

Sebuah sistem kompleks seperti mesin proses selalu membutuhkan perawatan berkala untuk menjaga kontinuitas fungsi dan penggunaan nya. Tanpa perawatan yang baik akan membuat kinerja mesin tersebut turun bahkan rusak atau mal function. Masalah yang sering dialami dalam menentukan jadwal perawatan mesin adalah tidak adanya pemberitahuan sebelumnya sehingga selalu dilewati bahkan kadang kala sampai rusak baru disadari. Berdasarkan masalah tersebut ide pembuatan sebuah alat pengingat dan pemberitahuan jadwal dibuat dengan tujuan untuk mengingatkan secara berkala saat  perawatan telah tiba. Alat pengingat ini dapat dibuat dengan komponen elektronika seperti modul jam digital RTC, mikrokontroler, display dan modem GSM.
ANALISA MICROSKOPIK HASIL EKSTRUDER MATERIAL KOMPOSIT SERAT DAUN NANAS Damanik, Ricardo Fransiskus; Ritonga, Din Aswan Amran
Buletin Utama Teknik Vol 21, No 2 (2026): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/but.v21i2.13120

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan serat daun nanas sebagai bahan penguat dalam pembuatan material komposit berbasis bioplastik PLA (Polylactic Acid) melalui proses ekstrusi. Pemilihan serat daun nanas didasarkan pada kandungan selulosa yang tinggi (±70%) sehingga berpotensi meningkatkan sifat mekanis komposit sekaligus mengurangi limbah pertanian. Proses penelitian meliputi persiapan serat melalui perendaman, perlakuan NaOH, pengeringan, dan penghalusan, dilanjutkan pencampuran dengan PLA pada perbandingan 15:1 menggunakan mesin molding plastik. Karakterisasi dilakukan menggunakan Differential Scanning Calorimetry (DSC) dan Foto microskope. Hasil DSC menunjukkan dua puncak endotermik utama pada suhu 108,60 °C (ΔH = 3,16 J/g) dan 151,16 °C (ΔH = 3,11 J/g), serta dua puncak eksotermik minor pada suhu 254,06 °C dan 268,14 °C yang menandakan awal degradasi termal. Nilai entalpi leleh yang rendah mengindikasikan kristalinitas komposit sangat rendah (hampir amorf). Hasil pengamatan SEM memperlihatkan distribusi serat yang tidak sepenuhnya homogen, dengan sebagian serat tertanam baik dan sebagian lain terekspos di permukaan matriks. Secara keseluruhan, penambahan serat daun nanas pada PLA berhasil menghasilkan material komposit yang ramah lingkungan dan berpotensi diaplikasikan pada produk teknik, meskipun optimalisasi proses pencampuran dan perlakuan serat masih diperlukan untuk peningkatan kinerja.
KAJIAN SERAT DAUN NANAS SEBAGAI MATERIAL KOMPOSIT PENGGANTI PLASTIK Tampubolon, Rijal; Damanik, Ricardo Fransiskus; Ritonga, Din Aswan Amran; Arifin, Muhammad
Buletin Utama Teknik Vol 21, No 2 (2026): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/but.v21i2.13121

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan serat daun nanas sebagai bahan penguat pada material komposit berbasis PLA (Polylactic Acid) sebagai alternatif pengganti plastik berbasis minyak bumi yang kurang ramah lingkungan. Serat daun nanas dipilih karena memiliki kandungan selulosa tinggi (±69–71%) yang berpotensi meningkatkan kekuatan mekanik komposit sekaligus memanfaatkan limbah pertanian. Proses penelitian meliputi persiapan serat melalui perendaman dan perlakuan alkali, pencampuran dengan PLA menggunakan mesin molding plastik, serta pencetakan spesimen untuk pengujian mekanik. Uji tarik, uji impak, dan uji tekan dilakukan sesuai standar ASTM. Hasil pengujian menunjukkan bahwa komposit serat daun nanas–PLA mampu mencapai kekuatan impak hingga ±34,70 kJ/m², kekuatan tarik hingga ±20,73 MPa, dan kekuatan tekan/bending hingga ±11,90 MPa. Variasi fraksi volume serat berpengaruh signifikan terhadap sifat mekanis, di mana peningkatan serat dalam batas tertentu meningkatkan performa, namun kelebihan fraksi serat menurunkan homogenitas material. Penelitian ini membuktikan bahwa serat daun nanas dapat digunakan sebagai material penguat ramah lingkungan dalam pembuatan komposit, sekaligus memberikan nilai tambah pada limbah pertanian.