Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Struktur Komunitas Echinodermata pada Berbagai Tipe Habitat di Daerah Intertidal Pantai Lakeba, Kota Baubau Sulawesi Tenggara WD. Syarni Tala; Kusrini Kusrini; Jumiati Jumiati
Jurnal Kelautan Tropis Vol 24, No 3 (2021): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v24i3.11610

Abstract

Echinoderms are one of organisms that inhabit intertidal areas which have important ecological roles in marine ecosystems, also have high economic values. The community structure and distribution pattern of Echinoderms in the intertidal area can provide an overview of the condition of the Echinoderm community. This research aims to determine the community structure of Echinoderms in various habitat types in the intertidal areas of Lakeba Beach, Baubau Town. The community structure of Echinoderms were observed using quadratic transec method. Echinoderms found were 777 individuals consisting of 18 species from 5 classes. Echinoderms were distributed in four habitat types, i. e. sandy, sand covered with seagrass, rocky, and rock covered with algae habitats. The highest abundance of Echinoderm was Ophiocoma scolopendrina (Ophiuroidea) and the lowest were Maretia planulata, Arachnoides placenta (Echinoidea), Holothuria scabra, H. leucospilota, Stichopus horrens (Holothuroidea), and Isocrinidae (Crinoidea). The species diversity of Echinoderms was categorized as moderate (H’ = 1,42180), species evenness was moderate (E = 0,49191), and no dominant species of Echinoderm community (D = 0,36601). Echinoderm community living in the intertidal area was influenced by antropogenic factors.  Echinodermata merupakan salah satu organisme yang mendiami daerah intertidal yang memiliki peran ekologis penting bagi ekosistem laut, juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Struktur komunitas dan pola distribusi Echinodermata pada daerah intertidal dapat memberikan gambaran mengenai kondisi komunitas Echinodermata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas dan pola distribusi Echinodermata di daerah intertidal Pantai Lakeba, Kota Baubau. Struktur komunitas dan pola distribusi Echinodermata diamati menggunakan metode transek kuadrat. Echinodermata yang ditemukan berjumlah 777 individu yang terdiri atas 18 jenis dari 5 kelas. Echinodermata terdistribusi pada empat tipe habitat yaitu habitat pasir, pasir yang ditutupi lamun, batu, dan batu yang ditutupi alga. Echinodermata yang memiliki kelimpahan tertinggi adalah Ophiocoma scolopendrina (Ophiuroidea) dan kelimpahan terendah adalah Maretia planulata, Arachnoides placenta (Echinoidea), Holothuria scabra, H. leucospilota, Stichopus horrens (Holothuroidea), dan Isocrinidae (Crinoidea). Keanekaragaman jenis Echinodermata dikategorikan sedang (H’ = 1,42180), kemerataan jenis sedang (E = 0,49191) dan tidak ada jenis yang dominan dalam komunitas Echinodermata (D = 0,36601). Komunitas Echinodermata yang hidup di daerah intertidal pantai dipengaruhi oleh faktor antropogenik.
The Study of Mangrove Reproductive Phenology in The Rhizophoraceae Family (Bruguiera gymnorrhiza (L.) Lamk., Ceriops tagal (Perr.) C.B. Rob., Rhizophora apiculata Blume. and Rhizophora mucronata Lamk.) WD. Syarni Tala
Jurnal Biologi Tropis Vol. 20 No. 3 (2020): September - Desember
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v20i3.2091

Abstract

Kendari Bay is directly adjacent to the Kendari City area, so that it receives a lot of pressure mainly from community activities. This pressure causes the declining of mangrove forest area every year. Reproductive phenology of mangroves can be used in planning, collecting seeds, and seeding propagules for rehabilitation of degraded mangrove forest area. The aims of this research were to know the morphological characteristics of mangrove reprodutive organs and mangrove reproductive phenology of Bruguiera gymnorrhiza, Ceriops tagal, Rhizophora apiculata, and Rhizophora mucronata in Kendari Bay. The method using in this research was observation method that conducted directly in the field. Morphology and phenology of mangrove reproduction divided into 6 phases, i.e. flower bud, blooming flower, ovary, fruit, young propagule and mature propagule. The data was analysed descriptively. According to the result, the morphological characteristics of 4 mangrove species were different. Flower of B. gymnorrhiza was single, whereas flowers of C. tagal, R. apiculata and R. mucronata were inflorescences. Ovary of B. gymnorrhiza was hemi inferous, whereas ovaries of C. tagal, R. apiculata and R. mucronata were superous. R. mucronata had the largest propagule compared to other mangroves observed. The timing of mangrove reproductive phenology also showed different result. B. gymnorrhiza required 299 days to develop from flower bud to mature propagule and R. apiculata required 262 days, whereas C. tagal and R. mucronata  had not been able known its phenological period because the timing data from ovary to fruit had not been obtained. Further research is needed to resolve this issue. 
SOSIALISASI DAN PELATIHAN PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK DI SMA NEGERI 5 BAUBAU SULAWESI TENGGARA S. Hafidhawati Andarias; Agus Slamet; Dyah Pramesthi Isyana Ardyati; WD. Syarni Tala; Tika Amalia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 5 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i5.10195

Abstract

Abstrak: Sampah merupakan material sisa dari suatu proses atau aktivitas. Meskipun demikian, sampah dapat didaur ulang menjadi bentuk lain yang bernilai. Hampir seluruh aktivitas manusia, baik secara sadar ataupun tidak sadar menghasilkan sampah, salah satunya dari sampah rumah tangga. Selain itu, sampah juga dapat terbentuk dari guguran daun tumbuhan. Pengolahan dan pemanfaatan sampah dapat dimulai dari lingkungan kita sendiri. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada siswa mengenai cara pemanfaatan dan pengolahan sampah organik di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka. Sosialisasi dan pendampingan pemanfaatan sampah ini dilaksanakan di SMA Negeri 5 Baubau pada 10 Juli 2021. Peserta kegiatan adalah perwakilan dari siswa kelas X, XI, dan XII yang tergabung dalam kepengurusan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMA Negeri 5 Baubau sebanyak 24 orang siswa. Tahapan kegiatan ini meliputi prestest, pemaparan materi, tanya jawab, praktik langsung oleh peserta, dan posttest. Para siswa terlihat cekatan mempraktikkan pembuatan masing-masing olahan berdasarkan metode kerja yang telah disampaikan saat pemaparan materi. Para siswa juga menyampaikan keinginannya untuk mempraktikkan kembali metode pengolahan sampah seperti yang disajikan dalam kegiatan ini di tempat tinggal mereka . Evaluasi hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemahaman peserta terkait topik yang disajikan mengalami peningkatan dari 38% menjadi 87%.Abstract : Waste is residual material from a process or activity. However, waste can be recycled into other viable forms. Almost all human activities, both consciously and unconsciously, produce waste, like from household waste. In addition, waste can also be formed from plant leaf fall. Waste processing and utilization can be started from our own environment.This activity aims to provide information to students about how to use and process organic waste in their neighborhood. The socialization and assistance for the use of waste was carried out at SMA Negeri 5 Baubau on July 10, 2021. There are 24 participants were representatives from class X, XI, and XII students who were members of the Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) of SMA Negeri 5 Baubau. The stages of this activity include are pretest, material presentation, discussion, direct practice by participants, and posttest. The students seemed deft in practicing the making of each preparation based on the work method that had been conveyed during the presentation of the material. The students also expressed their desire to re-practice the waste management methods as presented in this activity in their homes. The results of the evaluation showed that participants' understanding of the topics presented had increased from 38% to 87%. 
PELATIHAN PEMBUATAN INSEKTISIDA NABATI DAUN KOMBA-KOMBA (Chromolaena odorata) DI KECAMATAN MURHUM KOTA BAUBAU WD. Syarni Tala; Dyah Pramesti Isyana Ardyati; Agus Slamet; S. Hafidhawati Andarias
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2021): November
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.346 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v4i4.2879

Abstract

Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang sangat besar bagi masyarakat. Berbagai kebijakan telah diterapkan oleh pemerintah pusat dan daerah untuk meminimalisir dampak yang menimpa masyakarat, salah satunya adalah mewujudkan kemandirian pangan bagi masyarakat. Kecamatan Murhum merupakan salah satu dari delapan kecamatan di Kota Baubau yang tengah menggalakkan kemandirian pangan melalui teknik budidaya tanaman untuk menunjang kemandirian pangan keluarga. Salah satu bentuk kegiatan ini adalah pelatihan pembuatan insektisida nabati daun komba-komba sebagai upaya mengurangi ketergantungan masyarakat pada insektisida kimia. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode demonstrasi. Metode demonstrasi ini terdiri atas tiga sesi yaitu sesi penyajian materi, demonstrasi pembuatan insektisida nabati daun komba-komba, dan tanya jawab. Ada dua cara pembuatan insektisida nabati daun komba-komba yang didemonstrasikan. Cara pertama menggunakan daun komba-komba segar dan cara kedua menggunakan daun komba-komba kering. Hasil wawancara menunjukkan bahwa masyarakat yang mengikuti kegiatan ini memahami cara pembuatan insektisida nabati ini karena cara pembuatannya yang mudah dan pengaplikasiannya yang tidak sulit. Setelah kegiatan ini diharapkan agar masyarakat dapat membuat sendiri insektisida nabati ini di rumah untuk mengatasi masalah hama yang menyerang tanaman budidayanya.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBAHAN SAMPAH PLASTIK PADA MATERI SISTEM SARAF DI SMA NEGERI 5 BAUBAU Dyah Dyah Pramesthi Isyana Ardyati; WD. Syarni Tala; Hafidhawati Andarias; Agus Slamet; Fatila Fatila
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2022): Agustus
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.386 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v5i3.3768

Abstract

Penggunaan plastik sangat erat dengan kehidupan sehari-hari. Sampah plastik menjadi masalah besar bagi lingkungan karena sifatnya yang sulit terurai. Sehubungan dengan hal tersebut, perlu dilakukan upaya untuk mendaur ulang sampah plastik, salah satunya dengan memanfaatkan sampah plastik sebagai media pembelajaran. Pemanfaatan sampah plastik menjadi media pembelajaran, dilakukan melalui kegiatan pendampingan pembuatan media pembelajaran berbahan sampah plastik pada materi saraf di SMA Negeri 5 Baubau. Tujuan dari kegiatan ini antara lain: 1) peserta didik dapat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan melalui pemanfaatan sampah plastik menjadi media pembelajaran, 2) peserta didik dapat lebih termotivasi belajar karena telah terlibat langsung dalam pembuatan media pembelajaran, 3) peserta didik memiliki pengalaman dalam membuat media pembelajaran berbahan sampah plastik sebagai fokus dari lomba Sekresi IX (Sejuta Kreasi Biologi) tahun 2021 yang diselenggarakan oleh HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) Pendidikan Biologi Universitas Haluoleo, kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Pelaksanaan kegiatan ini, terdiri atas tiga tahap: tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Materi saraf dipilih dalam pembuatan media berbahan sampah plastik, karena belum tersedia media pembelajaran berupa torso untuk materi ini. Hasil dari kegiatan ini, peserta didik yang menjadi peserta  kegiatan ini menjadi lebih peduli dengan lingkungan terutama dalam hal memanfaatkan sampah plastik, selain itu beberapa peserta didik berhasil mendapatkan juara III dalam lomba SEKRESI (Sejuta Kreasi Biologi) tahun 2021 yang diadakan Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Haluoleo.
GERAKAN SERIBU MASKER SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN COVID-19 La Aba; S. Hafidhawatii Andarias; Dyah Pramesthi Isyana Ardyati; WD. Syarni Tala; Rosita Rosita; Fahrul Fahrul; Hasdiana HS; Muhammad Syarif Hidayatullah
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2022): Agustus
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.721 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v5i3.3812

Abstract

Penyebaran Covid-19 melalui droplet yang dihasilkan saat berbicara, batuk, atau bersin dapat dicegah dengan penggunaan masker yang dimaksudkan untuk melindungi diri sendiri dan orang lain. Penggunaan masker kain dianjurkan untuk mengatasi kelangkaan masker khususnya masker medis. Pembagian dan pemakaian masker dengan benar merupakan salah satu upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah membantu masyarakat mendapatkan masker di mana pada saat itu masker masih tergolong mahal dan sulit didapatkan. Pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari persiapan, pembuatan, pembagian dan sosialiasi penggunaan masker. Pembuatan dan pembagian masker dilakukan oleh relawan yang terdiri dari dosen dan mahasiswa Pendidikan Biologi UM Buton. Pembagian masker dilakukan dengan mendatangi dan membagikan 1000 masker secara langsung kepada masyarakat di beberapa titik di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara yaitu di Kelurahan Lipu, pusat perbelanjaan La Elangi, Palatiga, dan Karya baru Kecamatan Sorawolio sekaligus melakukan sosialisasi mengenai cara pemakaian masker yang baik dan benar.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MODEL LEARNING CYCLE 5E PADA MATERI KEANEKARAGAMAN HAYATI UNTUK SISWA SMA NEGERI 5 KOTA TERNATE Jalmia Larahidu; Bahtiar Bahtiar; Abdu Mas'ud; Aswal Salewangeng; Magfirah Rasyid; WD Syarni Tala
JURNAL BIOEDUKASI Vol 6, No 1: Jurnal Bioedukasi Edisi April 2023
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v6i1.4272

Abstract

Perangkat pembelajaran yang dikembangkan diharapkan dapat menjadi model atau contoh bagi guru dan dapat memberikan rangsangan bagi kreativitas guru untuk mengembangkan perangkat pembelajaran lain yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Pencapaian prestasi belajar yang tinggi memerlukan perangkat yang menunjang keterlaksanaan proses pembelajaran. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan dalam penelitian ini meliputi: Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan Lembar Kerja Siswa (LKS). Penelitian ini bertujuan (1). Menghasilkan perangkat pembelajaran yang layak digunakan sebagai acuan mengajar bagi guru untuk mencapai suatu pembelajaran yang valid; (2). Mengetahui kualitas perangkat pembelajaran yang dihasilkan. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 5 Kota Ternate dan dibatasi pada materi keanekaragaman hayati serta dilaksanakan pada November tahun ajaran 2020/2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan dengan Model Learning Cycle  5e Pada Materi Keanekaragaman Hayati Untuk Siswa SMA Negeri 5 Kota Ternate dengan nilai validasi untuk Silabus rata-rata 4,31 dengan kategori sangat valid, hasil validasi RPP dengan rata-rata 1,14 kategori kurang valid, dan hasil validasi Lembar Kerja Siswa (LKS) dengan rata-rata 22,1 kategori cukup valid. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran ini layak digunakan dalam proses belajar-mengajar.
JENIS - JENIS BULU BABI (ECHINOIDEA) DI ZONA INTERTIDAL PANTAI GERAK MAKMUR KECAMATAN SAMPOLAWA KABUPATEN BUTON SELATAN Resti Purnamasari; WD. Syarni Tala; Kusrini Kusrini; Magfirah Rasyid
JURNAL BIOEDUKASI Vol 6, No 2: Jurnal Bioedukasi Edisi Oktober 2023
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v6i2.6792

Abstract

Bulu babi (Echinoidea) merupakan salah satu kelas dalam filum Echinodermata. Hewan ini umumnya berbentuk bulat dan memiliki duri yang berfungsi sebagai alat gerak. Beberapa jenis bulu babi ini dapat dikonsumsi. Pengambilan sampel menggunakan metode jelajah dengan menelusuri zona intertidal. Pengambilan sampel dilakukan di pagi hari dan malam hari saat air laut surut. Identifikasi bulu babi (Echinoidea) dilakukan berdasarkan karakteristik morfologi bulu babi, seperti bentuk tubuh, warna tubuh, warna duri dan panjang duri. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan 8 jenis bulu babi di lokasi penelitian yaitu Diadema setosum, Echinothrix calamaris, Astropyga radiata, Tripneustes gratilla, Mespillia globulus, Salmacis sphaeroides, Echinometra mathaei,  dan E. oblonga. Bulu babi ini mendiami substrat yang berbeda-beda yaitu pasir, batu dan karang. Jenis-jenis yang dapat dikonsumsi adalah Diadema setosum, Echinothrix calamaris, Tripneustes gratilla dan Salmacis sphaeroides.
Pemanfaatan Sampah Rumah Tangga sebagai Media Vertikutur di Lingkungan Batumaali Kelurahan Baadia Kota Baubau Slamet, Agus; Andarias, S. Hafidhawati; Isyana Ardhiati, Dyah Pramesti; Tala, Wd. Syarni
Room of Civil Society Development Vol. 1 No. 1 (2022): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.835 KB) | DOI: 10.59110/rcsd.1

Abstract

Masyarakat Lingkungan Batumaali Kelurahan Baadia Kota Baubau belum mengoptimalkan pemanfaatan sampah rumah tangga. Sampah berupa botol dan kemasan plastik dapat digunakan sebagai wadah bercocok tanam secara vertikultur. Vertikultur merupakan teknik budidaya tanaman (berupa sayur, tanaman hias maupun apotek hidup) secara bertingkat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan pengolahan sampah rumah tangga dan budidaya tanaman secara vertikultur kepada ibu rumah tangga. Metode yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian ini berupa sosialisasi dan praktek. Hasil kegiatan pengabdian ini ditandai dengan meningkatnya pengetahuan, pemahaman dan keterampilan masyarakat tentang pengelolaan sampah plastik, pengolahan limbah dapur rumah tangga, dan budidaya tanaman secara vertikultur dengan memanfaatkan plastik bekas serta mampu menyiapkan  media tanaman, dan pupuk organic cair  (POC) untuk memacu pertumbuhan tanaman sayur & apotik hidup ramah lingkungan skala rumah tangga. Hasil post-test menunjukan adanya peningkatan pengetahuan sekitar 65 % dibandingkan sebelum pelatihan sehingga kegiatan pengabdian ini tergolong berhasil. Oleh karena itu, kegiatan ini relevan dengan kebutuhan masyarakat di lingkungan Batumaali.
Efforts to Improve Cognitive Learning Outcomes Through the Problem Based Learning (PBL) Model on the Concept of Additive Substances for Class VIII Students at SMP Negeri 3 Ternate City Umasangadji, Finda; Saibi, Ningsi; Nur, Taslim D.; Taher, Dharmawaty M; Yusuf, Yusmar; Rasyid, Magfirah; Tala, WD Syarni; Salewangeng, Aswal
Biopedagogia Vol 6, No 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/biopedagogia.v6i1.5224

Abstract

Problem Based Learning (PBL) merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat membuat siswa menjadi lebih aktif, mandiri, menyenangkan dan mampu membentuk kerja sama yang baik antara guru dan siswa serta siswa dengan siswa yang lainnya dalam menemukan dan memahami konsep tersebut. Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa SMP Negeri 3 Kota Ternate. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa, maka peneliti menerapkan Model Problem Based Learning (PBL) pada kelas VIII-F. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dua siklus dengan jumlah 29 siswa, setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Dari hasil tindakan siklus I hasil nilai siswa di peroleh sebanyak 34% meningkat menjadi 86% pada siklus II. Pada aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar pada siklus I sebesar 39% meningkat menjadi sebesar 84%  pada siklus II. Hasil aktivitas guru pada siklus I sebesar 54% meningkat menjadi 84% pada siklus II. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan Model Problem Based Learning (PBL) dapat Terjadinya peningkatan hasil belajar siswa dikarenakan siswa sudah mulai paham dan kritis terhadap materi yang disampaikan oleh peneliti.