Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Green Banking dalam Islam: Konsep Alquran tentang Investasi yang Bertanggung Jawab Fauzan, M.; Asmuni; Anggraini, Tuti
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jms.v9i1.21402

Abstract

Perkembangan investasi perbankan Indonesia telah menunjukkan tren yang meningkat, namun sebagian besar dari investasi ini belum mempertimbangkan dampaknya terhadap aspek sosial dan lingkungan. Penelitian ini menyoroti keselarasan Responsible Investment (RI) dalam green banking dengan prinsip ajaran Islam tentang investasi yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial. Green banking menekankan investasi dengan pertimbangan dampak lingkungan dan social (ESG), serta mengedepankan nilai-nilai, pengembalian finansial, dan lingkungan operasional. Tujuan penelitian ini adalah utuk mengetahui konsep Al-Qur’an tentang Responsible Investment dalam green banking. Data yang terkumpul dari studi pustaka dan dokumentasi disusun secara sistematis dengan penggunaan metode analisis interpretatif, yang melibatkan pengklasifikasian dan penafsiran makna teks-teks Alquran yang relevan dan diperoleh dari berbagai referensi. Hasil penelitian menunjukkan konsep Triple Bottom Line dalam keberlanjutan mempengaruhi keputusan investasi dengan menekankan nilai-nilai dan pengembalian finansial jangka panjang. Al-Qur'an (QS Al-A’raf: 31) menegaskan untuk menghindari pemborosan dan membagi harta dengan adil kepada yang membutuhkan (People). Tindakan berlebihan pada sumber daya alam (QS Hud: 85) dapat menciptakan bencana seperti banjir atau kekeringan. Pandangan Islam ini sejalan dengan upaya ESG dalam mengukur dampak lingkungan (Planet) seperti yang disebutkan dalam Surah Ar-Rum (30):41 dan Surah Al-Baqarah (2):267. Profit dalam aktivitas bisnis diizinkan selama sesuai aturan Islam, termasuk larangan terhadap riba dan ketidakjujuran (Surah An-Nisa [4]: 29). Perbankan syariah mengenal bagi hasil (syirkah), mengutamakan kerja sama antara pengusaha dan pemberi modal serta membagi hasil sesuai kesepakatan. Implikasi penelitian ini menunjukkan kesenjangan antara kesadaran terhadap prinsip-prinsip keberlanjutan dan implementasinya. Rekomendasi kebijakan termasuk pengawasan ketat untuk memastikan kesesuaian dan konsistensi implementasi prinsip-prinsip green banking dan ESG Investment, serta perhatian pada integrasi nilai-nilai Islam dalam kebijakan perbankan berkelanjutan menjadi penting untuk mengurangi kesenjangan antara kesadaran dan praktik implementasi keberlanjutan di sektor perbankan.
Paradigma Ekonomi dalam Surah An-Nisa Ayat 6: Perspektif Tafsir dan Implementasinya Fauzan, M.; Akmal Tarigan , Azhari; Syukri Albani Nasution , Muhammad
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jms.v9i2.21423

Abstract

Surah An-Nisa Ayat 6 mengatur pedoman mengenai perlindungan harta anak yatim dan tata cara pengelolaannya. Tafsir ayat ini menekankan perubahan psikologis dan kedewasaan agar dapat menentukan hak dan batil dalam berbagai masalah yang dihadapi seseorang yang sudah dewasa, termasuk dalam kehidupan ekonomi individu seperti kemampuan mengelola harta. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pemahaman mendalam terkait tafsir Surah An-Nisa Ayat 6, sekaligus menganalisis bagaimana implementasinya dalam realitas kehidupan kontemporer saat ini, khususnya di bidang ekonomi. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif menggunakan metode analisis interpretatif digunakan untuk mengklasifikasikan dan menafsirkan teks Al-Qur'an dari berbagai referensi yang terkumpul dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan paradigma Surah An-Nisa Ayat 6 menggarisbawahi perlunya kebijakan perlindungan dan pengelolaan harta yang bijaksana bagi anak yatim, menekankan pada pendidikan keuangan sejak dini, serta pentingnya kesiapan intelektual dan sosial pada usia minimal dewasa dalam mengelola harta warisan. Implementasi nilai-nilai ajaran agama dalam praktik ekonomi mewajibkan pemahaman dan penegakan prinsip-prinsip tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Implikasi praktis dari ayat ini menekankan pentingnya pendidikan keuangan dan kesiapan individu dalam mengelola harta pada usia minimal dewasa. Hal ini menyoroti perlunya perubahan dalam pendekatan pendidikan keuangan, memfokuskan pada pengembangan keterampilan pengelolaan keuangan, investasi, dan tanggung jawab sosial terkait kekayaan. Juga, memperkenalkan program pendidikan yang mempersiapkan individu untuk mengambil keputusan bijak terkait keuangan, serta memastikan implementasi kebijakan yang memerlukan wali anak yatim untuk memeriksa kelayakan dan kemampuan anak sebelum menyerahkan harta.
Refleksi dan Relevansi Pemikiran Ekonomi Islam Menurut Konsep Sejarah Fauzan, M.; Tarigan , Azhari Akmal; Ridwan , M.
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 9 No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jms.v9i3.22675

Abstract

Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam bukan hanya menyediakan gambaran tentang bagaimana ekonomi Islam telah berkembang dari masa ke masa, tetapi juga memberikan wawasan tentang bagaimana prinsip-prinsip Islam dapat diterapkan secara efektif dalam praktik ekonomi modern. Ini membantu untuk memahami bahwa prinsip-prinsip ekonomi Islam tidaklah kaku atau ketinggalan zaman, tetapi dapat diadaptasi dan diterapkan dengan relevan dalam konteks ekonomi global saat ini. Jenis penelitian kualitatif deskriptif yang melibatkan dokumentasi dan interpretasi teks-teks klasik serta literatur terkait yang membahas sejaran pemikiran dan inteltual, serta refleksi dan relevansi pemikiran ekonomi Islam menurut konsep sejarah. Sumber data dalam penelitian ini adalah literature review menggunakan pendekatan hermeneutic. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemikiran ekonomi Islam telah mengalami evolusi yang panjang dan kompleks sepanjang sejarah, dari masa awal Islam hingga saat ini. Sejarah pemikiran ini mencerminkan adaptasi terhadap perubahan zaman serta relevansinya dalam menanggapi tantangan ekonomi kontemporer, seperti praktik perbankan syariah, zakat, wakaf, dan keadilan sosial. Implementasi praktik-praktik ini dapat membantu mengurangi kesenjangan ekonomi, mempromosikan inklusivitas keuangan, dan memberikan bantuan kepada yang membutuhkan.
Pelatihan Pembuatan Biogas dari Limbah Rumah Tangga pada Komunitas Ibu PKK di Kota Lhokseumawe Malasyi, Syibral; Fauzan, M.; Mukhlis, Mukhlis; Sarana, David; Mudi, Teuku; Fasdarsyah, Fasdarsyah
Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 4 Nomor 1 Februari 2024
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cok.v4i1.1998

Abstract

Kota Lhokseumawe, Aceh, Indonesia, menghadapi tantangan dalam pengelolaan limbah rumah tangga yang terus meningkat seiring pertumbuhan populasi. Limbah rumah tangga yang tidak terkelola dengan baik berkontribusi pada polusi lingkungan dan masalah kesehatan. Komunitas ibu PKK di kota ini memiliki potensi besar untuk berperan aktif dalam mengelola limbah rumah tangga dan memanfaatkan energi alternatif seperti biogas. Pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada pelatihan pembuatan biogas dari limbah rumah tangga untuk ibu-ibu PKK di Lhokseumawe. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu PKK dalam mengolah limbah rumah tangga menjadi biogas, yang dapat digunakan sebagai sumber energi ramah lingkungan. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), yang melibatkan partisipasi aktif ibu-ibu PKK dalam seluruh tahapan pelatihan, mulai dari perencanaan hingga evaluasi. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa peserta pelatihan memiliki pemahaman yang baik tentang konsep dan teknik pembuatan biogas, serta mampu menerapkannya di rumah masing-masing. Sebanyak 75% peserta berhasil memanfaatkan biogas, dengan manfaat ekonomi dan lingkungan yang signifikan, seperti pengurangan biaya energi dan penurunan emisi gas rumah kaca. Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi komunitas Lhokseumawe, meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan kesehatan lingkungan.