Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Change-oriented OCB: Bagaimana peran psychological capital menunjang generasi Z ditempat kerja? Fachry, Rey Anwar; Sofiah, Diah; Prasetyo, Yanto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 03 (2024): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i03.11684

Abstract

Current cafes are usually filled with young employees, The young generation of this era is usually called generation Z is often known as the strawberry generation or the generation that is passionate and enthusiastic but cannot face social pressure and easily gives up when faced with problems. This research was conducted on generation Z who were working in cafes/coffeeshops in the Dukuh Pakis area and aged 18-28 years with a total of 127 out of 142 participants. This research used a quantitative method approach. Data collection was carried out using measurement instruments adapted to the Change-Oriented OCB scale (OCB-CH) and PCQ-24. Data analysis used the Spearman's Rho analysis technique with results showing a strong positive correlation between the two variables studied with a correlation coefficient of 0.469 with a significance level of 0.000 (p < 0.01). This means that the higher the level of Psychological Capital, the higher the level of OCB-CH behavior and otherwise, the lower the level of Psychological Capital, the lower the level of OCB-CH behavior. Keywords: Psychological Capital, OCB-CH, Cafe, Coffeeshop, Gen Z
Hubungan antara iklim organisasi dengan change oriented organizational citizenship behavior (OCB-CH) pada karyawan di PT. X Diputra, Sadewa Arya; Sofiah, Diah; Prasetyo, Yanto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 03 (2024): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i03.11691

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tedapat hubungan antara iklim organisasi dengan change-oriented organizational citizenship behavior pada karyawan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode korelasional. Teknik pengambilan sempel dalam penelitian ini menggunakan random sampling. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 50 responden pada kaaryawan. Hasil analisis product moment menunjukkan bahwa hubungan antara iklim organisasi dengan change-oriented organizational citizenship behavior pada karyawan dengan koefisien sebesar 0,522, signifikansi p=0,000 (p<0,01) yang berarti terdapat hubungan signifikan positif antara iklim organisasi dengan change-oriented organizational citizenship behavior pada karyawan. Jika karyawan mempunyai Iklim Organisasi yang tinggi maka semakin tinggi juga karyawan memunculkan perilaku Change-Oriented OCB, sebaliknya apabila karyawan memiliki Iklim Organisasi yang rendah maka semakin rendah juga karyawan memunculkan perilaku Change-Oriented OCB. ABSTRACTThis study aims to determine the relationship between organizational climate and change-oriented organizational citizenship behavior in employees. This research is a type of quantitative research using a correlational method. The sampling technique in this study uses random sampling. The subjects in this study were 50 respondents in the study. The results of the product moment analysis showed that the relationship between organizational climate and change-oriented organizational citizenship behavior in employees with a coefficient of 0.522, significance p=0.000 (p<0.01) which means that there was a positive significant relationship between organizational climate and change-oriented organizational citizenship behavior in employees. If employees have a high Organizational Climate then the higher the employee will also develop Change-Oriented OCB, on the other hand if the employee has a low Organizational Climate then the lower the employee will also appear Change-Oriented OCB.
Organizational citizenship behavior pada karyawan: Bagaimana work engagement berperan? Aditiya, Muhammad Rizqi; Sofiah, Diah; Prasetyo, Yanto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 03 (2024): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i03.11810

Abstract

Abstrak Perusahaan retail penjualan motor atau disebut dealer menghadapi persaingan yang semakin kompetitif. Persaingan penjualan motor terjadi pada merek dagang yang berbeda dan merek dagang yang sama dengan toko yang berbeda. Persaingan yang ada menuntut karyawan untuk menjukkan kinerja yang maksimal dalam rangka mencapai hasil kerja maksimal. Salah satu upaya perilaku untuk meningkatkan performa yaitu perilaku extra-role yang juga disebut organizational citizenship behavior. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi organizational citizenship behavior yaitu work engagement. Karyawan yang memiliki work engagement dapat digambarkan dengan semangat tinggi, ulet dalam melaksanakan tanggung jawab pekerjaan, tekun dan memiliki kemauan, menunjukkan keterikatan kerja yang kuat, antusias, memiliki inspirasi, kebanggaan, dalam melakukan pekerjaannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Sampel penelitian ini sebanyak 72 orang yang bekerja di divisi administrasi, sales marketing dan mekanik. Metode pengumpulan data menggunakan skala Organizational Citizenship Behavior (Podsakoff dkk, 1996) dan UWES (Scahufelli & Bakker, 2004). Teknik analisis data menggunakan Spearman Brown. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh koefisien korelasi yang menunjukkan rxy = 0.324 dengan p= 0.006 <0.01, yang artinya adalah adanya korelasi positif dan sangat signifikansi, antara organizational citizenship behavior dengan work engagement. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa responden penelitian yaitu karyawan di divisi marketing, sales dan administrasi termasuk kategori tinggi, yang artinya sesuai dengan hasil uji hipotesis sebelumnya yaitu adanya hubungan positif yang signifikansi antara work engagement dengan OCB. Kata Kunci: organizational citizenship behavior, work engagement, kinerja
Peran Berpikir Positif dan Self-Efficacy terhadap Kecemasan Berbicara di Depan Umum pada Mahasiswa Baru Larisa, Iqlimah Hera; Prasetyo, Yanto; Farhanindya, Hikmah Husniyah
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 04 (2024): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i04.12513

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara berpikir positif dan self-efficacy dengan kecemasan berbicara di depan umum pada mahasiswa baru Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Kecemasan berbicara di depan umum merupakan tantangan umum yang dihadapi mahasiswa, ditandai dengan gejala fisik dan psikologis seperti gugup, gemetar, dan rasa takut berlebihan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Dengan sampel yang berjumlah 101 mahasiswa baru. Berdasarkan hasil analisis data melalui analisis regresi bergandayang menggunakan bantuan program Statistic Package for Social Science (SPSS)versi 2.7. nalisis statistik hubungan variabel berpikir positif dan self-efficacy secara simultan dengan kecemasan berbicara didepan umum memperoleh nilai F = 10.108 dengan signifikasi 0,000 < 0,05 yang berarti terdapat hubungan negative yang signifikan antara berpikir positif dan self-efficacy dengan kecemasan berbicara didepan umum. Semakin tinggi kemampuan berpikir positif dan self-efficacy, semakin rendah tingkat kecemasan berbicara yang dirasakan mahasiswa.
Work Engagement pada Mahasiswa Bekerja: Bagaimana Peran Regulasi Emosi dan Persepsi Dukungan Organisasi? Firdaus, Muhammad Robby; Sofiah, Diah; Prasetyo, Yanto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3 No 01 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i01.12603

Abstract

Secara global, sekitar 85% karyawan merasa tidak terlibat dalam pekerjaan mereka. Di Asia Tenggara, hanya 19% karyawan yang merasa engaged, Di Indonesia, sekitar 76% karyawan melaporkan bahwa mereka tidak engaged dengan pekerjaan mereka, menjadikannya salah satu negara dengan tingkat disengagement tertinggi di Asia Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi serta menganalisis hubungan antara regulasi emosi dan persepsi dukungan organisasi dengan work engagement, serta menjawab beberapa rumusan masalah. Penelitian ini menggunakan purposive sempling dengan 384 responden. Hasil penelitian ini hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi emosi dan persepsi dukungan organisasi secara simultan memiliki hubungan yang signifikan dengan work engagement. Adapun Hasil pengujian hipotesis kedua menunjukkan bahwa regulasi emosi memiliki hubungan positif yang signifikan dengan work engagement. Sedangkan pada hipotesis ketiga Hasil pengujian hipotesis ketiga mengungkapkan bahwa persepsi dukungan organisasi memiliki hubungan yang signifikan dengan work engagement.
Interaksi Self-Compassion dan Dukungan Sosial terhadap Tingkat Loneliness pada Mahasiswa Perantauan di Surabaya Rosstiana, Meicha Lady; Saragih, Sahat; Prasetyo, Yanto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3 No 01 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara self compassion dan dukungan sosial dengan loneliness pada mahasiswa rantau di surabaya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode kuantitatif korelasional. Responden dalam penelitian ini berjumlah 104 mahasiswa rantau Fakultas Psikologi Universitas 17 agustus 1945 surabaya. Hasil analisis regresi berganda menunjukan bahwa hubungan antara self compassion dan dukungan sosial secara simultan dengan loneliness memperoleh nilai F = 71.144 dengan signifikasi 0,000 < 0,05 yang berarti terdapat hubungan negatif yang signifikan antara self compassion dan dukungan sosial dengan loneliness pada mahasiswa rantau di surabaya. Hasil uji parsial pada variabel self compassion memperoleh nilai (β= -0,526; t= -8,155) dengan signifikasi 0,001 < 0,05 yang berarti terdapat hubungan negatif yang signifikan antara self compassion dengan loneliness sehingga semakin tinggi perilaku loneliness, maka semakin rendah self compassion yang dimiliki. Sedangkan hasil uji parsial pada variabel dukungan sosial memperoleh nilai (β= -0,499; t= -7,737) dengan signifikasi 0,001 < 0,05 yang berarti terdapat hubungan negatif yang signifikan antara dukungan sosial dengan loneliness sehingga semakin tinggi perilaku loneliness, maka semakin rendah dukungan sosial yang dimiliki
Self Compassion dan Dukungan Sosial: Kunci Mengatasi Quarter Life Crisis Gen Z Setyowati S, Ninda Widya; Saragih, Sahat; Prasetyo, Yanto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3 No 01 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i01.12719

Abstract

Abstract This study was conducted to explore the relationship between self compassion and social support and the quarter life crisis for Gen Z social media users. The application of correlational quantitative methods was used in this study involving 183 participants aged 20–27 years. Research data was obtained through distributing Likert scale-based questionnaires which included three main variables: self compassion, social support, and quarter life crisis. Research findings indicate a significant negative relationship between self compassion and social support and quarter life crisis. Self compassion encourages individuals to be more accepting of life's challenges, while social support provides a sense of emotional security and reduces psychological stress. The variables self compassion and social support simultaneously play an important role in supporting Generation Z in facing changes towards adulthood. Keywords: Generation Z; quarter life crisis; self compassion; social media; social support Abstrak Studi ini dilakukan untuk mengeksplorasi keterkaitan antara self compassion dan dukungan sosial dengan quarter life crisis bagi pengguna media sosial Gen Z. Penerapan metode kuantitatif korelasional digunakan dalam studi ini dengan melibatkan 183 partisipan berusia 20–27 tahun. Data penelitian diperoleh melalui penyebaran kuesioner berbasis skala Likert yang mencakup tiga variabel utama: self compassion, dukungan sosial, dan quarter life crisis. Temuan penelitian mengindikasikan hubungan negatif yang signifikan antara self compassion dan dukungan sosial dengan quarter life crisis. Self compassion mendorong individu untuk lebih menerima tantangan hidup, sementara dukungan sosial memberikan rasa aman emosional dan mengurangi stres psikologis. Variabel self compassion dan dukungan sosial secara bersamaan memegang peranan penting dalam mendukung Generasi Z menghadapi perubahan menuju kedewasaan. Kata kunci: dukungan sosial; Generasi Z; media sosial; quarter life crisis; self compassion
Penerimaan Diri dan Persepsi Keharmonisan Keluarga dengan Psychological Well-Being pada Gen-Z Husnol Khatimah, Sofia Diana; Saragih, Sahat; Prasetyo, Yanto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 02 (2025): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i02.12736

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara penerimaan diri dan resiliensi terhadap kebahagiaan remaja yang mengalami kehilangan sosok ayah. Penerimaan diri merupakan kemampuan individu untuk menerima keadaan diri dan situasi hidup, sementara resiliensi mencerminkan kemampuan untuk bangkit dari kesulitan. Remaja fatherless sering menghadapi tantangan emosional yang dapat mempengaruhi kebahagiaan remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penerimaan diri dan resiliensi terhadap kebahagiaan remaja fatherless. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif korelasional dengan 200 partisipan berusia 16 hingga 18 tahun, yang dipilih melalui teknik snowball sampling dengan kriteria khusus kehilangan figur ayah. Hasil analisis menunjukkan adanya korelasi positif yang signifikan antara penerimaan diri dan resiliensi terhadap kebahagiaan remaja fatherless. Artinya, semakin tinggi tingkat penerimaan diri dan resiliensi, semakin tinggi pula tingkat kebahagiaan yang dirasakan. Kesimpulannya, penerimaan diri dan resiliensi memiliki peran penting dalam meningkatkan kebahagiaan remaja fatherless, tekanan perlunya dukungan psikologis untuk membantu remaja menghadapi tantangan hidup.
Hubungan antara Penyesuaian Diri dan Dukungan Sosial dengan Psychological Well-Being pada Mahasiswa Baru Purbandhini, Citra Galuh; Saragih, Sahat; Prasetyo, Yanto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 02 (2025): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i02.12766

Abstract

Mahasiswa baru yang mengalami transisi melalui berbagai aspek kehidupan yang menantang mengalami tingkat stres tinggi yang berdampak negatif pada psychological well-beingnya. Psychological well-being dimaknai sebagai kondisi dimana individu terbebas dari tekanan psikologis. Tujuan penelitian ini untuk menguji apakah ada hubungan antara penyesuaian diri dan dukungan sosial dengan psychological well-being pada mahasiswa baru, baik secara parsial maupun secara simultan. Populasi penelitian adalah mahasiswa baru fakultas psikologi di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, dengan jumlah responden penelitian sebanyak 162 mahasiswa. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif korelasional dengan menggunakan 3 (tiga) alat ukur, yaitu Ryff’s Psychological Well-Being Scale, Inventory of New College Student Adjustment Scale, dan The Multidimensional Scale of Perceived Social Support Scale. Hasil penelitian secara simultan menunjukkan adanya hubungan yang signifikan variabel penyesuaian diri dan dukungan sosial dengan psychological well-being pada mahasiswa baru. Secara parsial variabel penyesuaian diri dengan psychological well-being menunjukkan hasil yang signifikan dengan arah yang positif dan variabel dukungan sosial dengan psychological well-being menunjukkan hasil yang signifikan dengan arah yang positif.
Hubungan antara Regulasi Emosi dan Dukungan Sosial dengan Agresivitas Verbal pada Gen Z Putriyogatama, Maria Shevanda Shevanda Christiani; Saragih, Sahat; Prasetyo, Yanto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 02 (2025): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i02.12790

Abstract

Penelitian yang dilaksanakan bermaksud didalam menguji hubungan antara regulasi emosi, dukungan sosial, dan agresivitas verbal pada mahasiswa generasi Z, khususnya di Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Angkatan 2021. Sebanyak 283 responden dilibatkan melalui kuisioner yang disebarkan menggunakan Google Form dalam kurun waktu satu bulan. Melalui penerapan analisis regresi linier berganda, penelitian ini mengajukan tiga asumsi yang semuanya ditolak. Temuan penelitian menunjukkan bahwasanya regulasi emosi serta dukungan sosial bersamaan hanya memberi kontribusi minimal (0,6%) terhadap agresivitas verbal. Uji F dan uji t menunjukkan tidak ditemukan hubungan signifikan antara regulasi emosi dengan agresivitas verbal, serta dukungan sosial dengan agresivitas verbal. Temuan ini menunjukkan bahwa agresivitas verbal lebih dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya, diantaranya kepribadian, pola komunikasi, dan lingkungan sosial, yang tidak diukur dalam penelitian ini.