Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Kematangan Emosi dan Efikasi Diri terhadap Stres Kerja Karyawan Arifin, Moch Zainal; Saragih, Sahat; Prasetyo, Yanto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 02 (2025): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i02.12847

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kematangan emosi dan efikasi diri terhadap stres kerja pada karyawan di PT X. Latar belakang penelitian ini adalah tingginya tekanan pekerjaan di industri jasa internet yang dapat memicu stres kerja. Stres yang tidak terkelola dengan baik dapat menurunkan kinerja dan kesejahteraan karyawan. Kematangan emosi dan efikasi diri dipandang sebagai faktor psikologis yang dapat membantu karyawan dalam mengelola stres. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada karyawan PT X. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis korelasional untuk mengetahui hubungan antara kematangan emosi, efikasi diri, dan tingkat stres kerja. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kedua faktor tersebut dengan stres kerja. Karyawan yang memiliki kematangan emosi lebih tinggi cenderung lebih mampu mengelola stres, sementara efikasi diri yang baik meningkatkan rasa percaya diri dalam menghadapi tekanan kerja. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan strategi pengelolaan stres kerja dengan memperhatikan aspek psikologis seperti kematangan emosi dan efikasi diri.
Organizational Citizenship Behavior pada Karyawan: Peranan Quality of Work Life dan Komitmen Organisasi Prasetyo, Yanto; Farhanindya, Hikmah Husniyah; Mawaddah, Nadhifa Avriel
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v10i1.14244

Abstract

This study aims to examine the influence of Quality of Work Life (QWL) and Organizational Commitment on Organizational Citizenship Behavior (OCB) among employees. OCB is an extra-role behavior that supports organizational effectiveness and enhances business sustainability by encouraging employees to contribute beyond their formal duties. This study employs a quantitative approach with a correlational design and involves 104 employees of PT. Kerta Rajasa Raya (51 males, 53 females, average age = 34 years). Data were collected through questionnaires measuring QWL (α = 0.949), Organizational Commitment (α = 0.900), and OCB (α = 0.887). Multiple linear regression analysis indicates that QWL and Organizational Commitment collectively contribute 50.3% to OCB (R² = 0.503, p 0.01). Partially, QWL (t = 3.901, p 0.01) and Organizational Commitment (t = 3.253, p = 0.002) significantly influence OCB. The findings suggest that higher QWL and Organizational Commitment increase employees’ tendency to engage in OCB. Therefore, organizations should enhance QWL through employee welfare programs, a supportive work environment, and work-life balance. Additionally, fostering commitment through supportive leadership, effective communication, and fair reward systems can strengthen employee engagement, boost work motivation, and optimize organizational productivity in a sustainable manner. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Quality of Work Life (QWL) dan Komitmen Organisasi terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada karyawan. OCB merupakan perilaku ekstra peran yang mendukung efektivitas organisasi dan meningkatkan keberlanjutan perusahaan dengan mendorong karyawan untuk berkontribusi di luar tugas formal mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan melibatkan 104 karyawan PT. Kerta Rajasa Raya (51 laki-laki, 53 perempuan, rerata usia = 36 tahun). Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur QWL (α = 0.949), Komitmen Organisasi (α = 0.900), dan OCB (α = 0.887). Analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa QWL dan Komitmen Organisasi secara simultan berkontribusi sebesar 50.3% terhadap OCB (R² = 0.503, p 0.01). Secara parsial, QWL (t = 3.901, p 0.01) dan Komitmen Organisasi (t = 3.253, p = 0.002) memiliki pengaruh signifikan terhadap OCB. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin baik QWL dan semakin tinggi Komitmen Organisasi, semakin besar kecenderungan karyawan untuk menunjukkan OCB. Oleh karena itu, organisasi perlu meningkatkan QWL melalui kesejahteraan, lingkungan kerja yang mendukung, serta keseimbangan kerja-hidup. Selain itu, membangun komitmen melalui kepemimpinan yang suportif, komunikasi efektif, serta sistem penghargaan yang adil dapat memperkuat keterikatan karyawan, meningkatkan motivasi kerja, dan mengoptimalkan produktivitas organisasi secara berkelanjutan.
Hubungan Dukungan Sosial terhadap Kesiapan Kerja Generasi Z Effendi, Ayu Azizah Rizky; Prasetyo, Yanto; Farhanindya, Hikmah Husniyah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.31380

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara idealitas karakteristik Generasi Z dan realitas angka pengangguran terbuka pada usia 20–29 tahun sebesar 22,48%. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dan kesiapan kerja Generasi Z. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan populasi 191 mahasiswa Generasi Z, di mana teknik sampel jenuh diterapkan sehingga seluruh populasi menjadi sampel. Instrumen penelitian menggunakan skala kesiapan kerja dari Caballero et al. (2011) dan skala dukungan sosial dari Zimet et al. (1988). Analisis data dilakukan dengan korelasi Spearman rho. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara dukungan sosial dan kesiapan kerja, dengan nilai r = 0,440 dan signifikansi 0,000 (< 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi dukungan sosial, maka semakin tinggi kesiapan kerja Generasi Z.
Workplace well-being karyawan: Bagaimana peran work engagement? Saragih, Martha Lina; Prasetyo, Yanto; Farhanindya, Hikmah Husniyah
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No 1 Juni 2025
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the relationship between workplace well-being and work engagement among employees. Workplace well-being refers to the physical and mental well-being that employees experience in the workplace. Meanwhile, work engagement is a positive condition in which individuals demonstrate enthusiasm, dedication, and full focus in carrying out their work. This research employed a quantitative method with a correlational design. The sampling technique used was classical random sampling, with a total of 101 employees working at a regional company in Surabaya participating in the study. The research instruments utilized were the workplace well-being scale based on the theory of Hyett & Parker (2011) and the work engagement scale based on the theory of Bakker and Schaufeli (2004). The data obtained were analyzed using the Pearson Product Moment correlation test. The results showed a significant positive relationship between workplace well-being and work engagement among employees at a regional company in Surabaya. This indicates that the higher the workplace well-being, the higher the work engagement, and conversely, the lower the workplace well-being, the lower the work engagement among employees. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara workplace well-being dengan work engagement pada karyawan. Workplace well-being adalah kesejahteraan baik fisik maupun mental yang didapatkan karyawan di tempat kerja. Sementara itu, work engagement adalah kondisi positif dimana individu memiliki semangat, dedikasi dan fokus penuh dalam melaksanakan pekerjaan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan classical random sampling dengan jumlah partisipan sebanyak 101 laryawan yang bekerja disalah satu perusahaan daerah yang ada di Surabaya. Instrumen penelitian ini menggunakan skala workplace well-being berdasarkan teori Hyett & Parker (2011) serta skala work engagement berdasarkan teori Bakker dan Schaufeli (2004). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara workplace well-bening dengan work engagement pada karyawan disalah satu perusahaan daerah yang ada di Surabaya. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi workplace well-being maka semakin tinggi juga workengagement, demikian sebaliknya jika semakin rendah workplace well-being maka semakin rendah juga work engagement pada karyawan
PENINGKATAN KUALITAS KERJA DAN ANTI RADIKALISME PEGAWAI SERTA MASUKAN PEMIKIRAN DARI PURNA TUGAS Prasetyo, Yanto; Sofiah, Diah
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 7 No 1 (2023): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v7i1.2587

Abstract

Kualitas kerja adalah hasil yang dapat diukur dengan efektifitas dan efisiensi suatu pekerjaan yang dilakukan oleh sumber daya manusia dalam mencapai tujuan organisasi. Pegawai yang berkualitas dan mampu mempersiapkan masa purna tugasnya dengan baik akan bekerja dengan efisien dan menjadi lebih unggul. Pelaksanaan pengabdian dilakukan pada tanggal 24 April 2022 dengan menggunakan metode pelatihan. Hasil analisis pre-test dan post test dihitung menggunakan SPSS 20 for windows dengan menggunakan Uji Mann Whitney U-Test. Hasil analisis pada persiapan pensiun diperoleh skor Z sebesar -9,916 dengan signifikasi = 0,000 (p<0,05). Artinya dapat dijelaskan bahwa ada perbedaan yang sangat signifikan antara persiapan pensiun dosen ketika sebelum dan sesudah diberi pelatihan. Kemudian, Berdasarkan hasil analisis pada kualitas kerja dosen diperoleh skor Z sebesar -9,920 dengan signifikasi = 0,000 (p<0,05). Artinya dapat dijelaskan bahwa ada perbedaan yang sangat signifikan antara kualitas kerja dosen ketika sebelum dan sesudah diberi pelatihan.
PERENCANAAN KARIR DAN EVALUASI DIRI SISWA DI KOTA DILI NEGARA TIMOR LESTE Prasetyo, Yanto
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 5 No 1 (2021): JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v5i1.959

Abstract

Perencanaan karir adalah bagian dari pengembangan karir (career development). Untuk mencapai pengembangan maksimal, seseorang perlu memahami yang dimaksud dengan perencanaan karir terlebih dahulu. Perencanaan karir (career planning) adalah suatu proses dimana individu dapat mengidentifikasikan dan mengambil langkah-langkah untuk mencapai tujuan-tujuan karirnya. Hal ini seperti memahami potensi diri, minat, dan keadaan zaman yang terus berubah. Maka, dari itu diperlukan pengetahuan yang luas dan pengalaman yang banyak untuk mencapai hal tersebut. Penyuluhan ini dapat memberikan kesadaran para siswa di Dili, Timor Leste, untuk merencanakan dan menggapai karirnya setinggi mungkin. Siswa diajak untuk memiliki tujuan dalam hidupnya, memahami potensi dalam dirinya dan menyiapkan cara merealisasikan mimpinya. Agar kelak setelah mereka dewasa mereka memiliki kemampuan lebih untuk mengelola diri dan negaranya untuk lebih baik lagi.
Hubungan Antara Loneliness dengan Cyberloafing Ridho, Rasyid; Prasetyo, Yanto; Farhanindya, Hikmah Husniyah
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 5 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i5.3267

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara loneliness dengan perilaku cyberloafing pada karyawan PT ENVILAB di Kota Gresik. Loneliness dipahami sebagai perasaan kesepian akibat kurangnya keterhubungan sosial, sedangkan cyberloafing merupakan perilaku berselancar di internet untuk tujuan non-pekerjaan saat jam kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan partisipan sebanyak 100 karyawan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan skala UCLA Loneliness dan Cyberloafing Scale. Hasil analisis data menggunakan korelasi Product moment menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara loneliness dan cyberloafing (r = 0,476; p < 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat loneliness yang dirasakan karyawan, semakin tinggi pula kecenderungan mereka melakukan cyberloafing. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya intervensi organisasi dalam mengurangi rasa kesepian karyawan melalui peningkatan interaksi sosial dan dukungan psikologis guna meminimalisir perilaku cyberloafing dan meningkatkan produktivitas kerja.
Job Satisfaction, Work Life Balance, and Trend Job Hopping on Gen Z Iftikhar, Galih; Maskur, Adi; Prasetyo, Yanto; Sofiah, Diah
Jurnal Pengabdian Nusantara Vol. 3 No. 4 (2025): DESEMBER
Publisher : Konsorsium Nasional Pengelola Jurnal Pengabdian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jpn.v3i4.119

Abstract

Job hopping is a phenomenon of frequent job changes that has become increasingly prevalent among Generation Z, who are young workers. Generation Z tends to switch jobs in order to meet their expectations related to satisfaction and work-life balance. This study aims to examine the relationship between job satisfaction and work-life balance with job hopping behavior among Generation Z. The subjects of this study were Generation Z employees currently working at PT. X Surabaya, with a population size of 130 individuals. The sampling technique used was probability sampling with the random sampling method, resulting in a sample of 108 respondents. Multiple regression analysis was employed as the data analysis technique. The results of the analysis show that job satisfaction and work-life balance have a simultaneous and significant relationship with job hopping. Both job satisfaction and work-life balance were found to have a negative association with job hopping, with job satisfaction having a stronger influence compared to work-life balance.
Hubungan Konsep Diri dan Dukungan Sosial dengan Psychological Well-Being pada Mahasiswa Semester Akhir Ratmo, Satya Ananda; Saragih, Sahat; Prasetyo, Yanto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractFinal semester students transitioning from education to the workforce face various challenging aspects of life, leading to high levels of stress that negatively impact their psychological well-being. Psychological well-being is understood as a condition in which individuals are free from psychological pressure. The aim of this research is to examine whether there is a relationship between self-concept and social support with psychological well-being among final semester students, both partially and simultaneously. The study population consists of final semester students from the psychology faculty at Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, with a total of 312 respondents. The approach used is a correlational quantitative approach employing three measurement tools: Ryff’s Psychological Well-Being Scale, Self Concept Scale, and The Multidimensional Scale of Perceived Social Support. The results of the study indicate a significant relationship between self-concept and social support with psychological well-being among final semester students. Specifically, the self-concept variable shows a significant positive relationship with psychological well-being, while the social support variable also exhibits a significant positive relationship with psychological well-being.Keywords: social support, self-adjustment, psychological well-being, final semester students.AbstrakMahasiswa semester akhir yang mengalami transisi dari dunia pendidikan ke dunia pekerjaan melalui berbagai aspek kehidupan yang menantang mengalami tingkat stres tinggi yang berdampak negatif pada psychological well-beingnya. Psychological well-being dimaknai sebagai kondisi dimana individu terbebas dari tekanan psikologis. Tujuan penelitian ini untuk menguji apakah ada hubungan antara konsep diri dan dukungan sosial dengan psychological well- being pada mahasiswa semester akhir, baik secara parsial maupun secara simultan. Populasi penelitian adalah mahasiswa semester akhir fakultas psikologi di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, dengan jumlah responden penelitian sebanyak 312 mahasiswa. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif korelasional dengan menggunakan 3 (tiga) alat ukur, yaitu Ryff’s Psychological Well-Being Scale, Self Concept Scale, dan The Multidimensional Scale of Perceived Social Support Scale. Hasil penelitian secara simultan menunjukkan adanya hubungan yang signifikan variabel konsep diri dan dukungan sosial dengan psychological well-being pada mahasiswa akhir. Secara parsial variabel konsep diri dengan psychological well-being menunjukkan hasil yang signifikan dengan arah yang positif dan variabel dukungan sosial dengan psychological well-being menunjukkan hasil yang signifikan dengan arah yang positif.Kata kunci: dukungan social, Konsep diri, psychological well-being, mahasiswa baru.
Work Engagement pada Guru: Bagaimana Peranan Stress Kerja dan Resiliensi? Mufti, Assyifa Rizqiyah; Sofiah, Diah; Prasetyo, Yanto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis study aims to determine the relationship between job stress and resilience with work engagement in teachers at the Attarbiyah Surabaya College Foundation. This research is a type of quantitative research using multiple regression analysis research. The subjects in this study were 123 teachers at the Attarbiyah Surabaya College Foundation. The data collection method was carried out through distributing questionnaires using a Likert scale. The results obtained simultaneously show a coefficient of 18,313 with a significance of 0.000 <0.01, which means that there is a positive relationship between job stress and resilience with work engagement. The results obtained in partial regression of work stress with work engagement show a coefficient of -2.178 with a significance of 0.031 <0.05 which means that the lower the work stress, the higher the work engagement, in partial regression between resilience and work engagement shows a coefficient of 4.757 with a significance of 0.000 <0.05 which meansthat the higher the resilience, the higher the work engagement.Keywords: Work stress, Resilience, Work Engagement, Attarbiyah College FoundationAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stress kerja dan resiliensi dengan work engagement pada guru di Yayasan perguruan Attarbiyah Surabaya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan penelitian analisis regresi berganda . Subjek dalam penelitian ini sebanyak 123 Guru di Yayasan perguruan Attarbiyah Surabaya. Metode pengumpulan data yang dilakukan melalui penyebaran kuesioner meggunakan skala likert. Adapun hasil yang diperoleh secara simultan menunjukkan koefiesien 18.313 dengan signifikansi 0.000 <0.01 yang artinya terdapat hubungan positif antara stres kerja dan resiliensi dengan work engagement. Adapun hasil yang diperoleh secara regresi parsial stress kerja dengan work engagement menunjukkan koefisien -2.178 dengan signifikansi 0.031 < 0.05 yang artinya rendah stress kerja maka semakin tinggi work engagement, secara regresi parsial antara resiliensi dengan work engagement menunjukkan koefisien 4.757 dengan signifikansi 0.000 < 0.05 yang artinya semakin tinggi resiliensi maka semakin tinggi juga work engagement.Kata kunci: Stres kerja, Resiliensi, Work Engagement, Yayasan Perguruan Attarbiyah