Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Kematangan Emosi dan Efikasi Diri terhadap Stres Kerja Karyawan Arifin, Moch Zainal; Saragih, Sahat; Prasetyo, Yanto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 02 (2025): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i02.12847

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kematangan emosi dan efikasi diri terhadap stres kerja pada karyawan di PT X. Latar belakang penelitian ini adalah tingginya tekanan pekerjaan di industri jasa internet yang dapat memicu stres kerja. Stres yang tidak terkelola dengan baik dapat menurunkan kinerja dan kesejahteraan karyawan. Kematangan emosi dan efikasi diri dipandang sebagai faktor psikologis yang dapat membantu karyawan dalam mengelola stres. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada karyawan PT X. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis korelasional untuk mengetahui hubungan antara kematangan emosi, efikasi diri, dan tingkat stres kerja. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kedua faktor tersebut dengan stres kerja. Karyawan yang memiliki kematangan emosi lebih tinggi cenderung lebih mampu mengelola stres, sementara efikasi diri yang baik meningkatkan rasa percaya diri dalam menghadapi tekanan kerja. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan strategi pengelolaan stres kerja dengan memperhatikan aspek psikologis seperti kematangan emosi dan efikasi diri.
Organizational Citizenship Behavior pada Karyawan: Peranan Quality of Work Life dan Komitmen Organisasi Prasetyo, Yanto; Farhanindya, Hikmah Husniyah; Mawaddah, Nadhifa Avriel
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v10i1.14244

Abstract

This study aims to examine the influence of Quality of Work Life (QWL) and Organizational Commitment on Organizational Citizenship Behavior (OCB) among employees. OCB is an extra-role behavior that supports organizational effectiveness and enhances business sustainability by encouraging employees to contribute beyond their formal duties. This study employs a quantitative approach with a correlational design and involves 104 employees of PT. Kerta Rajasa Raya (51 males, 53 females, average age = 34 years). Data were collected through questionnaires measuring QWL (α = 0.949), Organizational Commitment (α = 0.900), and OCB (α = 0.887). Multiple linear regression analysis indicates that QWL and Organizational Commitment collectively contribute 50.3% to OCB (R² = 0.503, p 0.01). Partially, QWL (t = 3.901, p 0.01) and Organizational Commitment (t = 3.253, p = 0.002) significantly influence OCB. The findings suggest that higher QWL and Organizational Commitment increase employees’ tendency to engage in OCB. Therefore, organizations should enhance QWL through employee welfare programs, a supportive work environment, and work-life balance. Additionally, fostering commitment through supportive leadership, effective communication, and fair reward systems can strengthen employee engagement, boost work motivation, and optimize organizational productivity in a sustainable manner. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Quality of Work Life (QWL) dan Komitmen Organisasi terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada karyawan. OCB merupakan perilaku ekstra peran yang mendukung efektivitas organisasi dan meningkatkan keberlanjutan perusahaan dengan mendorong karyawan untuk berkontribusi di luar tugas formal mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan melibatkan 104 karyawan PT. Kerta Rajasa Raya (51 laki-laki, 53 perempuan, rerata usia = 36 tahun). Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur QWL (α = 0.949), Komitmen Organisasi (α = 0.900), dan OCB (α = 0.887). Analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa QWL dan Komitmen Organisasi secara simultan berkontribusi sebesar 50.3% terhadap OCB (R² = 0.503, p 0.01). Secara parsial, QWL (t = 3.901, p 0.01) dan Komitmen Organisasi (t = 3.253, p = 0.002) memiliki pengaruh signifikan terhadap OCB. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin baik QWL dan semakin tinggi Komitmen Organisasi, semakin besar kecenderungan karyawan untuk menunjukkan OCB. Oleh karena itu, organisasi perlu meningkatkan QWL melalui kesejahteraan, lingkungan kerja yang mendukung, serta keseimbangan kerja-hidup. Selain itu, membangun komitmen melalui kepemimpinan yang suportif, komunikasi efektif, serta sistem penghargaan yang adil dapat memperkuat keterikatan karyawan, meningkatkan motivasi kerja, dan mengoptimalkan produktivitas organisasi secara berkelanjutan.
Hubungan Dukungan Sosial terhadap Kesiapan Kerja Generasi Z Effendi, Ayu Azizah Rizky; Prasetyo, Yanto; Farhanindya, Hikmah Husniyah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.31380

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara idealitas karakteristik Generasi Z dan realitas angka pengangguran terbuka pada usia 20–29 tahun sebesar 22,48%. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dan kesiapan kerja Generasi Z. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan populasi 191 mahasiswa Generasi Z, di mana teknik sampel jenuh diterapkan sehingga seluruh populasi menjadi sampel. Instrumen penelitian menggunakan skala kesiapan kerja dari Caballero et al. (2011) dan skala dukungan sosial dari Zimet et al. (1988). Analisis data dilakukan dengan korelasi Spearman rho. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara dukungan sosial dan kesiapan kerja, dengan nilai r = 0,440 dan signifikansi 0,000 (< 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi dukungan sosial, maka semakin tinggi kesiapan kerja Generasi Z.
Workplace well-being karyawan: Bagaimana peran work engagement? Saragih, Martha Lina; Prasetyo, Yanto; Farhanindya, Hikmah Husniyah
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No 1 Juni 2025
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the relationship between workplace well-being and work engagement among employees. Workplace well-being refers to the physical and mental well-being that employees experience in the workplace. Meanwhile, work engagement is a positive condition in which individuals demonstrate enthusiasm, dedication, and full focus in carrying out their work. This research employed a quantitative method with a correlational design. The sampling technique used was classical random sampling, with a total of 101 employees working at a regional company in Surabaya participating in the study. The research instruments utilized were the workplace well-being scale based on the theory of Hyett & Parker (2011) and the work engagement scale based on the theory of Bakker and Schaufeli (2004). The data obtained were analyzed using the Pearson Product Moment correlation test. The results showed a significant positive relationship between workplace well-being and work engagement among employees at a regional company in Surabaya. This indicates that the higher the workplace well-being, the higher the work engagement, and conversely, the lower the workplace well-being, the lower the work engagement among employees. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara workplace well-being dengan work engagement pada karyawan. Workplace well-being adalah kesejahteraan baik fisik maupun mental yang didapatkan karyawan di tempat kerja. Sementara itu, work engagement adalah kondisi positif dimana individu memiliki semangat, dedikasi dan fokus penuh dalam melaksanakan pekerjaan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan classical random sampling dengan jumlah partisipan sebanyak 101 laryawan yang bekerja disalah satu perusahaan daerah yang ada di Surabaya. Instrumen penelitian ini menggunakan skala workplace well-being berdasarkan teori Hyett & Parker (2011) serta skala work engagement berdasarkan teori Bakker dan Schaufeli (2004). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara workplace well-bening dengan work engagement pada karyawan disalah satu perusahaan daerah yang ada di Surabaya. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi workplace well-being maka semakin tinggi juga workengagement, demikian sebaliknya jika semakin rendah workplace well-being maka semakin rendah juga work engagement pada karyawan
PENINGKATAN KUALITAS KERJA DAN ANTI RADIKALISME PEGAWAI SERTA MASUKAN PEMIKIRAN DARI PURNA TUGAS Prasetyo, Yanto; Sofiah, Diah
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 7 No 1 (2023): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v7i1.2587

Abstract

Kualitas kerja adalah hasil yang dapat diukur dengan efektifitas dan efisiensi suatu pekerjaan yang dilakukan oleh sumber daya manusia dalam mencapai tujuan organisasi. Pegawai yang berkualitas dan mampu mempersiapkan masa purna tugasnya dengan baik akan bekerja dengan efisien dan menjadi lebih unggul. Pelaksanaan pengabdian dilakukan pada tanggal 24 April 2022 dengan menggunakan metode pelatihan. Hasil analisis pre-test dan post test dihitung menggunakan SPSS 20 for windows dengan menggunakan Uji Mann Whitney U-Test. Hasil analisis pada persiapan pensiun diperoleh skor Z sebesar -9,916 dengan signifikasi = 0,000 (p<0,05). Artinya dapat dijelaskan bahwa ada perbedaan yang sangat signifikan antara persiapan pensiun dosen ketika sebelum dan sesudah diberi pelatihan. Kemudian, Berdasarkan hasil analisis pada kualitas kerja dosen diperoleh skor Z sebesar -9,920 dengan signifikasi = 0,000 (p<0,05). Artinya dapat dijelaskan bahwa ada perbedaan yang sangat signifikan antara kualitas kerja dosen ketika sebelum dan sesudah diberi pelatihan.
PERENCANAAN KARIR DAN EVALUASI DIRI SISWA DI KOTA DILI NEGARA TIMOR LESTE Prasetyo, Yanto
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 5 No 1 (2021): JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v5i1.959

Abstract

Perencanaan karir adalah bagian dari pengembangan karir (career development). Untuk mencapai pengembangan maksimal, seseorang perlu memahami yang dimaksud dengan perencanaan karir terlebih dahulu. Perencanaan karir (career planning) adalah suatu proses dimana individu dapat mengidentifikasikan dan mengambil langkah-langkah untuk mencapai tujuan-tujuan karirnya. Hal ini seperti memahami potensi diri, minat, dan keadaan zaman yang terus berubah. Maka, dari itu diperlukan pengetahuan yang luas dan pengalaman yang banyak untuk mencapai hal tersebut. Penyuluhan ini dapat memberikan kesadaran para siswa di Dili, Timor Leste, untuk merencanakan dan menggapai karirnya setinggi mungkin. Siswa diajak untuk memiliki tujuan dalam hidupnya, memahami potensi dalam dirinya dan menyiapkan cara merealisasikan mimpinya. Agar kelak setelah mereka dewasa mereka memiliki kemampuan lebih untuk mengelola diri dan negaranya untuk lebih baik lagi.
Hubungan Antara Loneliness dengan Cyberloafing Ridho, Rasyid; Prasetyo, Yanto; Farhanindya, Hikmah Husniyah
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 5 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i5.3267

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara loneliness dengan perilaku cyberloafing pada karyawan PT ENVILAB di Kota Gresik. Loneliness dipahami sebagai perasaan kesepian akibat kurangnya keterhubungan sosial, sedangkan cyberloafing merupakan perilaku berselancar di internet untuk tujuan non-pekerjaan saat jam kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan partisipan sebanyak 100 karyawan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan skala UCLA Loneliness dan Cyberloafing Scale. Hasil analisis data menggunakan korelasi Product moment menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara loneliness dan cyberloafing (r = 0,476; p < 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat loneliness yang dirasakan karyawan, semakin tinggi pula kecenderungan mereka melakukan cyberloafing. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya intervensi organisasi dalam mengurangi rasa kesepian karyawan melalui peningkatan interaksi sosial dan dukungan psikologis guna meminimalisir perilaku cyberloafing dan meningkatkan produktivitas kerja.
Job Satisfaction, Work Life Balance, and Trend Job Hopping on Gen Z Iftikhar, Galih; Maskur, Adi; Prasetyo, Yanto; Sofiah, Diah
Jurnal Pengabdian Nusantara Vol. 3 No. 4 (2025): DESEMBER
Publisher : Konsorsium Nasional Pengelola Jurnal Pengabdian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jpn.v3i4.119

Abstract

Job hopping is a phenomenon of frequent job changes that has become increasingly prevalent among Generation Z, who are young workers. Generation Z tends to switch jobs in order to meet their expectations related to satisfaction and work-life balance. This study aims to examine the relationship between job satisfaction and work-life balance with job hopping behavior among Generation Z. The subjects of this study were Generation Z employees currently working at PT. X Surabaya, with a population size of 130 individuals. The sampling technique used was probability sampling with the random sampling method, resulting in a sample of 108 respondents. Multiple regression analysis was employed as the data analysis technique. The results of the analysis show that job satisfaction and work-life balance have a simultaneous and significant relationship with job hopping. Both job satisfaction and work-life balance were found to have a negative association with job hopping, with job satisfaction having a stronger influence compared to work-life balance.
Hubungan Antara Optimisme dan Dukungan Sosial dengan Resiliensi pada Pekerja Coffee Shop Generasi Z di Surabaya Kusumawati, Roro Tarisha Ayu Aprilliani; Prasetyo, Yanto; Sofiah, Diah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5887

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan optimisme dan dukungan sosial dengan resiliensi pada pekerja coffee shop Generasi Z di Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan teknik purposive sampling. Partisipan berjumlah 163 pekerja coffee shop Generasi Z yang direkrut melalui kuesioner daring (Google Form) yang disebarkan dengan mendatangi coffee shop serta melalui tautan WhatsApp pada komunitas pekerja coffee shop di Surabaya. Instrumen penelitian terdiri dari skala optimisme berdasarkan Scheier dkk. (1994) (10 aitem; α = 0,728), skala dukungan sosial berdasarkan Zimet (1988) (12 aitem; α = 0,894), dan skala resiliensi berdasarkan Connor & Davidson (2003) (24 aitem; α = 0,922). Analisis data dilakukan menggunakan uji parametrik dengan bantuan SPSS 25 for Windows. Hasil analisis menunjukkan bahwa optimisme dan dukungan sosial secara simultan berpengaruh sangat signifikan terhadap resiliensi (R = 0,801; R² = 0,642; F = 143,156; p < 0,001), yang mengindikasikan kontribusi keduanya sebesar 64,2% terhadap variasi resiliensi. Secara parsial, optimisme menjadi prediktor positif yang sangat signifikan terhadap resiliensi (B = 1,425; t = 10,455; p < 0,001) dan dukungan sosial juga menjadi prediktor positif yang sangat signifikan (B = 0,441; t = 4,779; p < 0,001). Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan optimisme dan dukungan sosial untuk meningkatkan resiliensi pekerja coffee shop Generasi Z di Surabaya.
Komitmen organisasi dan kinerja karyawan Saputri, Elsha Dwi; Prasetyo, Yanto; Sofiah, Diah
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No 2 Desember 2025
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The era of globalization has intensified competition in the business world, leading to rapid and unpredictable changes in the business and organizational environment. Human resources (HR) play a crucial role in every organization, both in the public and private sectors. PT Bina Area Persada is a company engaged in outsourcing or labor supply services, located in Surabaya, East Java. This study aims to examine the relationship between organizational commitment and employee performance at PT Bina Area Persada. The research population consists of all structural employees of PT Bina Area Persada, with a total sample of 133 employees selected using a saturated sampling technique. Research data were collected through the distribution of questionnaires and performance assessments conducted by the company’s Human Resources Department. To measure the strength of the relationship between variables, the coefficient of determination was employed. Data analysis was carried out using SPSS version 27. The results of the analysis indicate that there is no relationship between organizational commitment and employee performance at PT Bina Area Persada. Based on these findings, the study recommends that PT Bina Area Persada enhance organizational commitment among employees so that they are reluctant to leave the organization, consider the benefits of remaining with the company, and view loyalty to the organization as an obligation. Abstrak Perkembangan era globalisasi menyebabkan tingkat persaingan dalam dunia usaha semakin tinggi, sehingga memicu perubahan lingkungan bisnis dan organisasi yang berlangsung cepat serta sulit diprediksi. Dalam kondisi tersebut, Sumber Daya Manusia (SDM) memegang peranan yang sangat penting bagi organisasi, baik pada sektor publik maupun swasta. PT Bina Area Persada merupakan perusahaan yang bergerak di bidang outsourcing atau penyedia jasa tenaga kerja yang berlokasi di Surabaya, Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara komitmen organisasi dan kinerja karyawan di PT Bina Area Persada. Populasi penelitian meliputi seluruh karyawan struktural PT Bina Area Persada, dengan jumlah sampel sebanyak 133 karyawan yang ditentukan menggunakan teknik sampel jenuh. Data penelitian diperoleh melalui penyebaran kuesioner serta penilaian yang dilakukan oleh pihak HRD perusahaan. Untuk mengetahui tingkat hubungan antarvariabel, peneliti menggunakan uji determinasi. Proses analisis data dilakukan dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 27. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara komitmen organisasi dan kinerja karyawan di PT Bina Area Persada. Berdasarkan temuan tersebut, peneliti merekomendasikan agar PT Bina Area Persada meningkatkan komitmen karyawan, sehingga karyawan merasa enggan untuk meninggalkan organisasi, mempertimbangkan manfaat yang diperoleh apabila tetap bekerja, serta memandang loyalitas terhadap organisasi sebagai suatu kewajiban.