Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Transformasi Rambut Jagung Menjadi Teh Herbal Antidiabetes: Program Pelatihan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat di Majalengka Santoso, Clarinta Fadheela; Nanda, Elsa Vera; Suryani, Elma; Santika, Gusman; Nuraini, Hanif Afifah; Jannah, Zalfaa Midtakhul; Abidah, Zana Niswah
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20540

Abstract

Background: Kabupaten Majalengka memiliki potensi besar di sektor pertanian, khususnya jagung (Zea mays L.), yang menghasilkan limbah rambut jagung dalam jumlah melimpah dengan produksi jagung di wilayah ini mencapai 125.395 ton per tahun. Rambut jagung diketahui mengandung senyawa bioaktif berpotensi sebagai antidiabetes, namun pemanfaatannya belum optimal. Tujuan program pengabdian ini adalah mentransformasi limbah menjadi produk yang bermanfaat serta memberdayakan masyarakat melalui pelatihan pengolahan rambut jagung menjadi teh herbal antidiabetes dengan tambahan jahe (Zingiber officinale Roscoe) dan lemon (Citrus limon (L.) Osbeck). Metode: Metode kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan dan sosialisasi, pelatihan produksi teh herbal, edukasi kesehatan, pendampingan, dan evaluasi. Pelatihan ini diikuti oleh 20 peserta yang merupakan Ibu-ibu Rumah Keluarga Indonesia (RKI). Pelatihan berlangsung selama 1 hari. Hasil: Hasil menunjukkan peserta antusias dan memperoleh pengetahuan baru mengenai potensinya sebagai agen antidiabetes, pemanfaatan rambut jagung sebagai bahan baku, serta pengolahannya menjadi teh herbal bernilai kesehatan. Dari hasil tanya jawab dan wawancara singkat dengan peserta, menunjukan bahwa sebagian besar peserta tertarik untuk mempraktekan sendiri dan mengimbaskan ilmu yang diperoleh kepada rekan-rekan di komunitas mereka. Kesimpulan: program ini berpotensi meningkatkan keterampilan masyarakat, memperkuat ekonomi lokal, serta mendorong pengelolaan limbah pertanian yang berkelanjutan. Program juga dapat direplikasi di wilayah lain serta diperluas melalui kolaborasi pemangku kepentingan guna menciptakan dampak berkesinambungan.
Pelatihan Pembuatan Sabun Batang Dari Minyak Jelantah Sebagai Solusi Inovatif Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga Bagi Masyarakat Didaerah Majalengka Suryani, Elma; Nanda, Elsa Vera; Allanas, Edith; Febriani, Fazila Windy; Mardiah, Musyahadah Rodiatam; Hafizh, Ahmad
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20830

Abstract

Pendahuluan: Minyak jelantah merupakan limbah rumah tangga yang sering dibuang sembarangan dan berpotensi mencemari lingkungan serta membahayakan kesehatan. Di Desa Majalengka Kulon, tingginya angka kemiskinan dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah menjadi tantangan tersendiri. Studi ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan minyak jelantah menjadi sabun sebagai solusi terhadap pencemaran lingkungan dan peningkatan ekonomi lokal. Metode: Pendekatan partisipatif melalui pelatihan pembuatan sabun berbasis minyak jelantah, sosialisasi dampak lingkungan, serta dokumentasi kegiatan dalam bentuk publikasi ilmiah dan media massa. Hasil: Masyarakat mampu mengelola minyak jelantah menjadi sabun padat yang layak dan bernilai jual, serta menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap dampak lingkungan dari limbah minyak goreng. Kesimpulan: Pengolahan minyak jelantah menjadi sabun dapat menjadi solusi terpadu dalam mengatasi pencemaran lingkungan dan memberdayakan ekonomi masyarakat desa.
Optimasi Produktivitas Cabai melalui Pemanfaatan Limbah Organik Rumah Tangga sebagai Pupuk Cair di Kabupaten Majalengka Pratiwi, Yussi; Khansa, Harfi Amania; Ramadhan Hidayatullah, Rivqi Triputra; Violeta Eugenia, Kay Sarah; Nanda, Elsa Vera; Widianti, Riskia Chandra
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20868

Abstract

Background: Produksi cabai sebagai sumber mata pencaharian utama masyarakat di Majalengka mencapai 45.414 kwintal. Namun, produktivitas tanaman cabai mengalami penurunan akibat ketergantungan pada pupuk kimia yang mahal dan menurunkan kesuburan tanah. Selain itu, kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan limbah organik rumah tangga membuat peluang pemanfaatannya sebagai pupuk cair belum dimanfaatkan secara optimal. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi terkait pemanfaatan limbah organik rumah tangga menjadi pupuk cair sehingga dapat meningkatkan produktivitas tanaman cabai. Metode: Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan demonstrasi di JSIT Majalengka pada bulan Agustus 2025. Hasil: Hasil  dari  kegiatan ini adalah  dapat  meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pemanfaatan limbah organik rumah tangga menjadi pupuk untuk mendukung produktivitas tanaman cabai Kesimpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat tentang pemanfaatan limbah organik rumah tangga menjadi pupuk cair ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat serta mengatasi kekhawatiran masalah kurangnya pengolahan limbah serta penurunan produktivitas tanaman cabai di Majalengka.
Analysis of Students’ Critical Thinking Skills by Applying Flipped Classroom Learning Model using Powtoon Application on The Topic of Salt Hydrolysis Paristiowati, Maria; Nanda, Elsa Vera; Putri Hasibuan, Nur Azizah; Ilmana, Miska Zidna
JKPK (Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia) Vol 7, No 3 (2022): JKPK (Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkpk.v7i3.67802

Abstract

This study aims to determine students' critical thinking skills by applying flipped classrooms using the Powtoon application on the topic of salt hydrolysis. This study, which included 36 participants—15 men and 21 women—used a descriptive methodology and was carried out at one of Jakarta's public high schools. The instrument used was an observation sheet to observe the flipped classroom model’s learning process, critical thinking skills tests, reflective journals, and depth interviews. The flipped classroom method entails four steps: pre-class by studying independently and providing stimuli. In-class by fostering critical thinking; and post-class by evaluating. Combining asynchronous and synchronous activities was the process. Students learn independently during the pre-class stage by answering pre-learning questions and watching videos. During the class phase, Zoom meetings are used for synchronous learning to discuss salt hydrolysis applications in particular contexts. Discussion assignments on the salt hydrolysis case help students learn asynchronously after class. The study results showed that the flipped classroom using the Powtoon application can be an alternative for distance learning and can influence the students’ critical thinking at a very good level. It also helps them be more active and critical in learning, like exchanging opinions with others and doing assignments on the topic of salt hydrolysis.