Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pengembangan Tanaman Penghasil Minyak Atsiri Sebagai Sumber Pendapatan Petani dan Pelestarian Kawasan Hutan Mochamad Chanan; Galit Gatut Prakosa
KALANDRA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 3 (2022): Mei
Publisher : Yayasan Kajian Riset Dan Pengembangan Radisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55266/jurnalkalandra.v1i3.149

Abstract

Pujon Hill merupakan lokasi hutan pendidikan yang dikelola oleh UMM, dimana kawasannya termasuk tanah miring dengan tingkat kemiringan lebih dari 25%. Lokasi ini dikenal sebagai Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK). KHDTK Pujon Hill terletak pada bagian hulu DAS Brantas di Kecamatan Pujon. UMM harus memperhatikan masyarakat sekitar yang terakomodasi di Kelompok Tani Hutan (KTH) Pujon Hill dalam mengelola kawasan hutan. Lahan di sana tidak memenuhi persyaratan untuk konservasi tanah dan air karena petani di sana tidak memahami model atau tanaman konservasi. Minimnya pemahaman dan pemanfaatan pengembangan kawasan konservasi menjadi perhatian utama pengusul dan mitra. Pemilihan jenis tanaman yang memiliki kemampuan penahan erosi, seperti tanaman serai wangi, merupakan langkah pertama yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan secara tuntas. Pembuatan alat yang berfungsi sebagai penyulingan melalui penyulingan minyak atsiri memberikan solusi untuk pengolahan tanaman menjadi minyak atsiri. Minyak sereh disuling untuk menghasilkan dua jenis minyak esensial yang berbeda. Minyak atsiri kelas A digunakan untuk penjualan langsung, sedangkan minyak atsiri kelas B digunakan untuk membuat asam karbol.
Variation Of Bamboo and Adhesive Types on Physical And Mechanical Properties Of Particle Board Gatut Prakosa, Galit; Chanan, Mochamad; Lora, Rinda Laca
International Journal of Science, Technology & Management Vol. 4 No. 6 (2023): November 2023
Publisher : Publisher Cv. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46729/ijstm.v4i6.1004

Abstract

Bamboo can be used as a material in the manufacture of particleboard. The purpose of this study was to examine the effect of various types of bamboo and their adhesion on the physical and mechanical properties of particleboard. The study used a factorial completely randomized design with three repetitions. Particleboard made using cold pressing made of bamboo betung (Dendrocalamus asper Schult.), bamboo apus (Gigantochloa apus Kurz), bamboo ori (Bambusa arundinacea Retz), and Urea Formaldehyde and Polyvinyl Acetate adhesives. The particle size used was through eight meshes with an adhesive concentration of 20% and a target board density of 1 gram/cm³. Board testing using SNI 03-2105-2006, correlation analysis, and regression to see the relationship between variables. The resulting particleboard has a density between 0.5 – 0.69 gram/cm³, air content between 12.7% - 15.2%, thickness expansion between 2.2% - 17.55%, MOE 1.963 - 4.898 kg/ cm², MOR 4.89 – 9.36 kg/cm². The type of bamboo has no significant effect on density, moisture content, MOE, and MOR of particleboard. The type of adhesive has a significant effect on the density, MOE, and MOR of the particleboard. The interaction between the type of bamboo and the type of adhesive has a significant effect on the thickness development of the particleboard.
Pendapatan masyarakat dan evaluasi pola silvopastura di Desa Tawangsari dan Sukomulyo Kecamatan Pujon Kabupaten Malang Nurainy, Siti; Prakosa, Galit Gatut; Ramadhan, Ramli
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i1.12966

Abstract

Silvopastura yang mengabungkan antara pohon dan pakan ternak merupakan salah satu pola agroforestri yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat jika dibandingkan dengan pola agroforestri lainnya. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui pendapatan masyarakat dan juga mengevaluasi hasil dari pelaksanaan pola Silvopastura di Desa Tawangsari dan Sukomulyo yang sebagian besar masyarakatnya berpencarian sebagai peternak yang mendapatkan pakan hijauannya berasal dari Kawasan hutan di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2022 dengan menggunakan metode sensus dengan responden 364 di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang, untuk menganalisis pendapatan masyarakat berdasarkan harga (market place), dan analisis evaluasi keberhasilan pelaksanaan Silvopastura menggunakan wawancara dan observasi dengan memperhatikan dan membandingkan faktor penentu keberhasilan wanaternak. Kombinasi di kedua desa yaitu berupa jenis pohon pinus (Pinus merkusii Jungh. et de Vries). dan pakan ternak berupa rumput gajah (Pennisetum purpureum CV. Mott). Rata-rata pendapatan bersih Desa Sukomulyo lebih tinggi yaitu Rp.44.923.325/tahun, dan Desa Tawangsari Rp.36.737.846/tahun. Hasil evaluasi keberhasilan pola Silvopastura kedua desa dinilai berhasil.
Pelatihan Pembuatan Kompos dari Seresah Daun dan Sampah Organik untuk Ibu-ibu PKK Dusun Tretes dan Kelompok Tani Hutan Pujon Hill Wibowo, Febri Arif Cahyo; Fitri, Ayu Chandra Kartika; Boedirochminarni, Arfida; Prakosa, Galit Gatut; Aditya, Sukma Arty Purwa; Nurmalasari, Desi; Handayani, Novita Safitri; Alhaqie, Iqbal Arif; Dinata, Muhammad Agung
JAST : Jurnal Aplikasi Sains dan Teknologi Vol 8, No 2 (2024): EDISI DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jast.v8i2.6294

Abstract

The village development program is an initiative aimed at improving the welfare of rural communities through various training and empowerment activities carried out by UMM and UNITRI Malang lecturers with target partners, the Pujon Hill Forest Farmer Group (KTH) and the PKK mothers of Tretes Hamlet along with the Government/Local Government. Bendosari Village is one of the villages located in the mountains and highlands of Pujon District. Almost all of the community's land is used for agriculture and plantations. There are several spots of waste accumulation at the service location, ranging from livestock waste to household organic waste, which is a significant problem that needs to be addressed because there is no location for waste disposal. Thus, composting technology is required for leaf litter, household waste, and livestock waste. The stages of the Community Service activity method are: a). Establishment of KTH and PKK mothers' institutions, b). Training in processing household, agricultural, livestock, and forest leaf litter waste into organic compost, then analyzing its quality with laboratory tests; c). application of leaf waste shredding machine technology, plastic drums/composters, and demonstration plots for compost storage; d). Packaging technology training and compost product packaging design, e). Introduction and planting of essential plants that play a role in inhibiting soil erosion and have the potential to become essential oils, such as citronella. The results that have been achieved include organic compost products that can be marketed under the Ekombi brand, activity posters, activity videos, Partner Institutional Decrees, ISBN books, HKI Waste shredder tools, and participation in National seminars. This program has succeeded in providing a positive impact, especially in increasing public awareness of the importance of waste processing and sustainable forest land management.ABSTRAKProgram bina desa merupakan salah satu inisiatif yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah pedesaan melalui berbagai kegiatan pelatihan, dan pemberdayaan yang dilakukan oleh dosen UMM dan UNITRI Malang dengan mitra sasaran Kelompok Tani Hutan Pujon Hill (KTH) dan Ibu-ibu PKK Dusun Tretes beserta Pemerintah/Pemda. Desa Bendosari  merupakan salah satu desa yang berada di pegunungan dan dataran tinggi kecamatan pujon. Hampir seluruh lahan masyarakat yang ada digunakan untuk pertanian dan perkebunan. Terdapat beberapa spot penumpukan sampah di lokasi pengabdian, mulai dari kotoran ternak, dan limbah organik rumah tangga menjadi permasalahan penting yang perlu diatasi karena belum ada lokasi untuk pembuangan sampah. Sehingga, diperlukan adanya teknologi pembuatan kompos dari serasah daun, limbah rumah tangga, dan kotoran ternak. Tahapan metode kegiatan Pengabdian yaitu: a). Pembentukan kelembagaan KTH dan Ibu-Ibu PKK, b). Pelatihan pengolahan limbah rumah tangga, pertanian, peternakan dan serasah daun hutan menjadi kompos organik, lalu menganalisa kualitasnya dengan uji laboratorium, c). penerapan teknologi mesin pencacah sampah daun dan drum plastic/komposter serta demplot untuk tempat penyimpanan kompos, d). Pelatihan teknologi pengemasan dan desain pengemasan produk kompos, e). Pengenalan dan penanaman tanaman atsiri yang berperan dalam menahan laju erosi tanah dan berpotensi menjadi minyak atsiri, seperti serai wangi. Hasil yang sudah dicapai, antara lain produk kompos organik yang bisa dipasarkan dengan merk ekombi, poster kegiatan, video kegiatan, SK Kelembagaan Mitra, buku ber-ISBN, HKI Alat pencacah limbah, dan keikutsertaan dalam seminar Nasional. Program ini berhasil memberikan dampak positif, terutama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengolahan sampah dan pengelolaan lahan hutan yang berkelanjutan.
Pembuatan Karbon Aktif Dan Biopelet Dari Bambu Lokal Malang Nircela Pradipta, Naresvara; Gatut Prakosa, Galit; Masykurrahmat, Faisal Hardin; Basuseno, Galang Dwi
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol. 41 No. 1 (2023): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jphh.2023.680

Abstract

Bamboo endemic species in Malang that have great potential for biomass utilization are apus, java, rampal, ori, and ampel bamboos. The fast-grown bamboo plant opens another potential to be used as an energy source as mixed pellets and carbon sources. In this study, the biopellet was made from bamboo powder that sieved with 40 and 60 mesh as initial treatment, then formed with pellet mold and dried. The products were tested according to SNI-8675-2018: Pellet. Furthermore, the carbon was made from mashed charcoal, where the powder than was activated using HCl solution with different concentrations namely 10% and 15%. The quality was tested according to Technical Activated Charcoal Standard (SNI 06-3730-1995). The results were tested by ANOVA to see the interaction of bamboo species and the pretreatment used. Rampal and Ori biopellets met the the SNI and has the highest calorific value. While the Ampel, Apus, Ori and Rampal bamboo carbon have the highest iodine absorption of 785,39 mg/g.
PENDAMPINGAN INISIASI USAHA SOUVENIR BERBASIS ECOPRINT MANGROVE BAGI PENGELOLA KAWASAN EKOWISATA DESA TAMBAKREJO, KABUPATEN MALANG Pradipta, Naresvara; Prakosa, Galit Gatut; Muttaqin, Tatag; Triwanto, Joko; Kayanti, Mardita Riski; Ainiyah, Qurrotul; Anggara, Arik
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Abdi Masyarakat Mei 2024
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v7i2.5569

Abstract

Ecotourism is a form of tourism that still pays attention to the preservation of unspoiled nature (ecology), maintaining social culture (Social), empowering local communities around the area (economic), and can provide learning and education to the community or visitors (education). If one of these aspects is missing, it is necessary to evaluate the ecotourism. Clungup Mangrove Conservation Tiga Warna (CMC Tiga Warna) is located in Tambakrejo Village, Sumbermanjing Wetan District, Malang Regency. The ecotourism area here is managed by the local Sendang Biru community who are members of the Bhakti Alam Sendang Biru Foundation. Socio-economic problems are one aspect that needs to be resolved in an effort to impact community welfare. This Community service provided by training in ecoprint production and assisting in digital marketing and advertising for CMC managers and agents to decrease the sosio-economic tension.