Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : Transmisi

REDESAIN KOMPOR LIMBAH OLI UNTUK KEPERLUAN INDUSTRI Pratama, Demmy Eka; Ma'ruf, Mohammad; Widiharsa, Fransiskus A.
Jurnal Teknik Mesin TRANSMISI Vol 14, No 1 (2018): Edisi Pebruari 2018
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v14i1.4655

Abstract

Limbah oli termasuk dalam golongan B3(Bahan Berbahaya dan Beracun) serta mengandung logam berat, tetapi limbah oli mempunyai properti fisik berupa titik nyala serta titik api sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif sebagai bahan bakar kompor limbah oli sehingga kompor tersebut dapat diaplikasikan sebagai pengganti penggunaan kompor  tradisional yang masih digunakan di dunia industri. Kompor limbah oli terdahulu menghasilkan percikan oli di luar area dapur pembakaran karena terbawa pusaran(siklon) udara pembakaran, hal ini  membuat limbah baru dan mempengaruhi tingkat konsumsi bahan bakar kompor limbah oli. Dengan redesain kompor limbah oli hal tersebut tidak terjadi, pada laju aliran massa udara yang sama(0,0002 hingga 0,00025 kg/detik), laju aliran massa limbah oli  sebelum redesain = 0,00434 kg/detik sedangkan laju aliran massa limbah oli setelah redesain = 0,00174 kg/detik. Dengan debit limbah oli yang sama(0,001m3/detikhingga 0,0025 m3/detik, energi persatuan waktu yang dihasilkan kompor limbah oli sebelum redesain = 3,06 kJ/detik, sedangkan energi persatuan waktu yang dihasilkan kompor limbah oli setelah redesain = 5,43 kJ/detik.
ASPEK TERMAL DAN ENERGI KELUARAN PADA RUMAH TUMBUH BERATAP MODUL SEL SURYA TERINTEGRASI Nurhamdoko B.; Fransiskus A. Widiharsa
TRANSMISI Vol 8, No 2 (2012): Edisi September 2012
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v8i2.4575

Abstract

Rumah tumbuh merupakan salah satu solusi dari kompleksitas problem perumahan. Di dalam prosesperencanaan dan perancangannya, telah disertakan banyak faktor sebagai pertimbangan. Seiringkecenderungan penggunaan sel surya dalam bangunan, paper ini membahas spekulasi kompatibilitas integrasisel surya pada atap rumah susun. Energi listrik terkumpul dicari dengan uji lapangan. Kondisi termal interiordicari dengan simulasi menggunakan perangkat lunak computational fluid dynamics. Berkaitan dengan suhuinterior rumah tumbuh, hasil simulasi menunjukkan bahwa rancangan tahap akhir pertumbuhan rumahtumbuh (RSS-2) memerlukan revisi pada letak pintu.
CONVECTOR WATER EXCHANGE ANALYSIS IN FEROZA SERVICE CARS WITH DIFFERENT RUNNING VARIATIONS Celcio Novian Primananda; Fransiskus A. Widiharsa; Agus Mulyono
TRANSMISI Vol 15, No 1 (2019): Edisi Pebruari 2019
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v15i1.4747

Abstract

The cooling system at work of a gasoline engine functions as a protective engine by absorbing heat. Engine heat is produced from combustion of fuel in the cylinder. The heat is something that is deliberately created to produce energy, but if left unchecked will cause excessive heat (over heating effect). Excessive heat is the cause of changing mechanical properties as well as the shape of the engine components. The purpose of the study was to determine the temperature of the cooling water on the convector / radiator on the convector / radiator on the ferroza official car that has been modified using a multi point injection system. This cooling system does work simultaneously with the combustion system, so as to produce engine work which is the output of the engine. The cooling system is a support system of engine work. The system is not the main system that is the basis of the engine  to do work and effort, but both systems have a very vital function.
KARAKTERISTIK PANEL SURYA DENGAN VARIASI INTENSITAS RADIASI DAN TEMPERATUR PERMUKAAN PANEL Fransiskus A. Widiharsa
TRANSMISI Vol 2, No 2 (2006): Edisi September 2006
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v2i2.4457

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik sebuah panel surya dengan variasi intensitas radiasidan temperatur permukaan panel. Panel surya terdiri dari 33 sel surya yang berukuran 10 x 10 cm2 sehinggaluasan total panel surya 30 x 110 cm2. Karakteristik dilihat sebagai hubungan antara parameter-parameterseperti tegangan, arus, daya dan efisiensi dengan intensitas radiasi dan temperatur yang berbeda. Hasilmenunjukkan bahwa intensitas yang semakin tinggi akan memberikan tegangan, arus dan daya yang semakinbesar. Daya maksimum terdapat didaerah lengkungan kurva karena daya adalah hasil kali tegangan dan arus.Daya maksimum sebesar 31,59 Watt terjadi pada intensitas tertinggi yaitu sebesar 1000 W/m2. Penurunandaya juga dikuti dengan penurunan efisiensi maksimum untuk temperatur yang semakin tinggi. Walaupunsecara keseluruhan efisiensi masih dipengaruhi oleh variabel-variabel yang lain seperti kerugian refleksi,tahanan dan cahaya baik yang tak dapat terserap maupun yang terlampau kuat.Daya sel surya berkurang seiring dengan naiknya temperatur. Tegangan hubung terbuka Voc berkurangsejalan dengan kenaikan temperatur. Panel surya dengan tegangan 18 Volt pada temperatur 27 oC akanberkurang sampai 17, 23 V pada 48 oC. Terjadi reduksi tegangan hubung terbuka sebesar 0,0323 V untuktiap derajat kenaikan temperatur. Sebaliknya arus hubung singkat semakin tinggi dengan bertambahnyatemperatur sebesar 0,0022 A/oC. Arus hubung singkat terbesar 2.669 A terjadi pada temperatur tertinggi 48oC.Besarnya daya maksimum yang dapat dihasilkan dari suatu panel dinyatakan oleh suatu nilai yaitu fill factor,yang diperoleh sebesar 0,659.
Distribusi Aliran Berbagai Bentuk Drag Model dengan Variasi Kecepatan Fluida Menggunakan Software Fluent Flowizard 2.0.4 Gigih Dwi Nugroho; Fransiskus A. Widiharsa; Mohammad Ma'ruf
TRANSMISI Vol 16, No 1 (2020): March 2020
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v16i1.4494

Abstract

Fenomena aliran fluida melalui suatu bentuk body hambatan/drag model merupakan fenomena yang sering kita temui dalam kehidupan. Bentuk drag model yang berbeda akan menghasilkan karakteristik aliran fluida yang berbeda dan sangat berpengaruh terhadap fungsi dari bentuk drag model tersebut. Fluent Flowizard adalah software dengan program Computational Fluid Dynamics (CFD) yang dapat mensimulasikan aliran fluida pada sekitar permukaan desain berbagai macam bentuk drag model. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi tekanan statis  dan tekanan total  serta distribusi  kecepatan berbagai bentuk drag model dengan  variasi kecepatan aliran fluida. Drag model yang disimulasikan adalah bentuk bola, setengah bola cekung, setengah bola cembung, piringan dan streamline. Kecepatan aliran fluida yang digunakan untuk simulasi adalah kecepatan 10 m/s, 15 m/s, 20 m/s dan 25 m/s. Hasil dari simulasi menunjukkan bahwa tekanan statis tertinggi terjadi pada bentuk setengah bola cekung saat kecepatan aliran 25 m/s dengan besar tekanan statisnya 451 pascal, tekanan total tertinggi terjadi pada bentuk piringan saat kecepatan aliran 25 m/s dengan besar tekanan totalnya 475 pascal, dan peningkatan kecepatan tertinggi terjadi pada bentuk setengah bola cekung dan cembung pada kecepatan 25 m/s dimana kecepatanya menjadi 28,8 m/s atau meningkat 3,8 m/s dari kecepatan awal.
FUEL CELL SEBAGAI SUMBER ENERGI LISTRIK ALTERNATIF PENGISI BATERAI DENGAN PENGENDALI PANAS Mohammad Ma'ruf; Fransiskus A. Widiharsa
TRANSMISI Vol 12, No 1 (2016): Edisi Februari 2016
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v12i1.4491

Abstract

Fuel cell merupakan alat konversi energi yang ramah lingkungan dan tidak menimbulkan polusi. Fuel cell dapat menguraikan gas hidrogen menjadi energi listrik. Dengan memanfaatkan gas hidrogen sebagai bahan bakar, fuel cell dapat melakukan reaksi bahwa kandungan electron dan proton dari gas hydrogen bisa dipisahkan sehingga bisa menghasilkan energi listrik. Beberapa komponen yang digunakan untuk memisahkannya yaitu anoda (sebagai kutub negatif), katoda (sebagai kutub positif), serta katalis (untuk membantu proses pemisahan atom electron dan proton dari hidrogen), membrane (sebagai konduktor yang mengakibatkan proton mengalir ke katoda). Dikarenakan hasil dari fuel cell adalah energi listrik, maka aplikasinya dapat diterapkan pada mobil listrik sebagai sumber pengisian baterai atau sebagai alat penerangan lainnya. Pada Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya efisiensi fuel cell yang digunakan dan reaksi antara hidrogen dan oksigen pada suhu stack 700 C. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen nyata di lapangan dan metode analisa hasil yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan fuelcell dan reaksi kimianya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa hasil daya maksimal 9,17865 (watt), tekanan hidrogen 1,5 bar dengan efisiensi fuel cell 30% dan waktu 30 (dt).
ANALISA EFISIENSI TERMAL TUNGKU BIOMASSA MENGGUNAKAN BAHAN BAKAR KAYU BAKAR Atim Abdul Ajis; Fransiskus A. Widiharsa; Mohammad Ma'ruf
TRANSMISI Vol 11, No 1 (2015): Edisi Pebruari 2015
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v11i1.4535

Abstract

Penggunaan energi terbarukan sebagai energi alternatif merupakan keharusan karena cadangan minyak bumi di Indonesia semakin menipis. Terutama penggunaan energi dari biomassa bisa menjadi energi alternatif dalam kebutuhan masak sehari-hari terutama di wilayah pedesaan. Akan tetapi penggunaan tungku biomassa konvensional pada masyarakat umumnya masih memiliki permasalahan dengan emisi gas buang hasil pembakaran dan efisiensi. Pada penelitian ini dirancang tungku biomassa yang bisa mengurangi emisi gas buang dan meningkatkan efisiensi dari tungku tersebut.Metode penelitian yang digunakan berupa pengujian pengaruh kecepatan udara yang dialirkan ke dalam ruang pembakaran tungku dengan variasi kecepatan udara 0,5 m/s, 1,0 m/s dan 1,5 m/s. Dengan ketiga variasi pengujian di atas dapat kita ketahui seberapa besar pengaruh variasi kecepatan udara terhadap proses pembakaran di dalam tungku serta lama waktu pengujian berlangsung.Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi kecepatan udara yang dialirkan sangat berpengaruh pada energi yang dihasilkan oleh bahan bakar kayu, lama waktu pendidihan air dan efisiensi tungku. Dimana energi yang dihasilkan bahan bakar kayu terbesar didapat pada kecepatan udara 1,0 m/s sebesar 612 kJ, waktu pendidihan air tercepat pada kecepatan udara 1,5 m/s dengan waktu 300 detik dan nilai efisiensi termal tungku terbaik adalah 58% pada pengujian tungku dengan penambahan aliran udara dengan kecepatan 1,5 m/s.
GEOMETRI RADIASI MATAHARI DI KOTA MALANG Fransiskus A. Widiharsa
TRANSMISI Vol 4, No 2 (2008): Edisi September 2008
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v4i2.4486

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui parameter-parameter arah dan posisi yang berpengaruh padaradiasi matahari yang diterima di Malang (8o Lintang Selatan dan 112o Bujur Timur) dalam setahun.Parameter–parameter itu meliputi selisih waktu antara waktu sesungguhnya (solar time) dengan WIB,panjang hari, lintasan matahari , altitude, azimuth, kemiringan (slope) dan insiden. Dari hasilmenunjukkan bahwa sebagian besar matahari berada di utara kota Malang yaitu selama 223 hari daritanggal 2 Maret sampai dengan 10 Oktober atau sebesar 61% dalam setahun dan sisanya 39% berada diselatan. Posisi matahari tegak lurus permukaan horisontal terjadi pada tanggal 2 Maret dan 11 Oktober.
TENDA BARAK PENGUNGSI BERTENAGA SURYA MULTIGUNA FA Widiharsa; Nurhamdoko Bonifacius
TRANSMISI Vol 12, No 2 (2016): Edisi September 2016
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.588 KB) | DOI: 10.26905/jtmt.v12i2.944

Abstract

Applications of integrated photovoltaic electrical energy promises 'clean and mean'. People considered 'clean' because there is no exhaust emissions or pollutants and is considered 'saving' because it does not require fuel. In the tropics, sunshine reaching Earth's surface. Sunlight is the source of electrical energy. Electrical energy is urgently needed in the refugee camps in remote areas (remote areas) and or a natural disaster. In such locations, providing electrical energy becomes a major problem. Generator sets are easy to use but the problem is the availability of fuel oil. Transportation of fuel to remote locations make the price of fuel becomes economically feasible. On the other hand, solar electric energy can be obtained free of charge at the site, without the distribution line and without transmission. The price of solar power is the price of the device alone, being free electricity. Solar power generation is to be constructed. Increased capacity is easy to do because only adds to the module unit. Methods of laboratory experiments conducted in outer space. Book study to identify the needs of a wide and electrical load of refugees activity. Experiments in the laboratory standardization of outdoor space to get daily energy output. It is also related to the need and the unit load. Experiments were also conducted to standardize the system, the test model of a solar power plant integrated multipurpose, build a prototype.
PERBANDINGAN FAKTOR GESEKAN PADA KOLEKTOR ENERGI SURYA JENIS PLAT DATAR DENGAN SALURAN BERBELOK-BELOK DAN LURUS Nursubyakto Nursubyakto; Fransiskus A. Widiharsa; Rusdijanto Rusdijanto; Heris Pamuntjar
TRANSMISI Vol 4, No 1 (2008): Edisi Pebruari 2008
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v4i1.4475

Abstract

Setiap fluida yang mengalir melewati saluran, umumnya saluran berbentuk pipa atau duct, selalumengalami faktor gesekan (friction factor). Semakin besar faktor gesekan maka semakin besar pulaenergi yang diperlukan untuk menggerakkan fluida tersebut melewati saluran. Ditinjau dari rezimaliran terlihat aliran turbulen akan menimbulkan faktor gesekan yang lebih besar dibandingkanterhadap aliran laminer. Suatu fluida yang melewati saluran lengkung akan menimbulkan turbulensipada aliran yang laminer di mana aliran tersebut disebut dengan aliran sekunder. Aliran sekunder(secondary flow) adalah aliran yang berpusar. Aliran ini terjadi pada aliran fluida yang melewatisaluran yang melengkung atau berbelok dan profil aliran adalah kembar dan saling berlawanan arah.Terjadinya aliran sekunder ini diakibatkan oleh keseimbangan antara tekanan dan gaya sentrifugal didinding sisi luar saluran. Perlakuan pemanasan pada dinding saluran akan menimbulkan orientasialiran sekunder pada sumbu simetri aliran di mana sumbu simetri akan berputar berlawanan arahjarum jam. Jika saluran berbelok disambung secara seri maka aliran sekunder akan terus berputarputar(spiral) melewati saluran. Keuntungan dengan adanya aliran sekunder yang berputar ini adalahlaju perpindahan panas meningkat meskipun aliran ini akan menimbulkan kerugian tekanan jikadibandingkan dengan saluran dengan pipa lurus. Kerugian tekanan digambarkan dengan faktorgesekan, semakin besar nilai faktor gesekan maka kerugian tekanan juga akan naik. Dimensi pipayang diuji baik untuk pipa berbelok maupun lurus adalah 0,0127 m, panjang pipa 1,161 m untuk pipalurus dan 1,81 m bagi pipa berbelok, serta jari-jari kelengkungan pipa berbelok adalah 0,225 m.Dimensi kolektor yang digunakan baik untuk pipa lurus maupun berbelok adalah 1,0 m panjang, 0,5mlebar dan tinggi 0,4 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengoperasian kolektor antara jam 09:45sampai 11:30 faktor gesekan kolektor surya plat datar dengan saluran berbelok atau lengkungmemberikan nilai lebih tinggi dibandingkan dengan jenis pipa lurus. Hal ini memberi peluang bahwapemakaian saluran dengan pipa lengkung akan memberikan hasil yang lebih baik pada jam di manaintensitas matahari mencapai puncaknya, yaitu sekitar tengah hari.