Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PARENTING PERAN ORANGTUA DALAM MENGONTROL PENGGUNAAN GADGET PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR Anggra Lita Sandra Dewi; Agus Prasetya
Jurnal Edukasi Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2023): JANUARI 2023
Publisher : FIP UNIRA MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/eduabdimas.v2i1.2124

Abstract

Kegiatan Perenting ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan di lapangan yang banyak dihadapi oleh para orangtua masa kini dalam mengontrol penggunaan gadget pada anak usia sekolah dasar. Hal ini disebabkan karena tingkat perekembangan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknolohi) yang berkembang semakin pesat. Tujuan pelaksanaan pengabdian ini adalah memberikan wawasan kepada orangtua dalam mengontrol penggunaan gadget apada anak usia sekolah dasar. Materi yang dipilih dalam kegiatan parenting difokuskan pada tutorial mengotrol penggunaan HP jarak jauhm dengan aplikasi Google Family link. Peralatan yang digunakan adalah Gadget (HP) orangtua masing-masing sebagai sarana penyuluhan. Kegiatan parentimg ini dilaksanakan di SDN Jatijejer Trawas-Mojokerto. Secara keseluruhan kegiatan ini berlangsung dengan lancar dan orangtua dapat memahami akan pentingnya kontrol penggunaan Gadget pada anak usia sekolah dasar.
IbM for Increasing Bread Business “Bite Me” and “Dapoer Teh Widia” Kejuron Village, Madiun City Agus Prasetya; Beni Dwi Komara; Ani Anjarwati
GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/gandrung.v4i2.2835

Abstract

The “Bite Me” and “Dapoer Teh Widia” bakery businesses have considerable marketing potential, operating in the Kejuron Village area, Madiun City. The problems faced at this time are not having a dough making machine so that it is less smooth and the process of making bread is quite long. This business also lacks understanding of business financial management, and online marketing methods to develop a business. These problems make their businesses unable to meet market demand, difficult to access capital and the acceleration of business development is not as expected. Recognizing the problems faced by partners, community service activities were carried out to improve the performance of the two partners. The method used is in the form of 1) Providing Mixer Machine assistance with a capacity of 25 kg. 2). Training to increase the ability to make business and business risk accounting 3). Improved ability to market online. The results that have been achieved are the procurement of production equipment that has been planned even with the existing budget more production equipment can be fulfilled, there is a change in behavior to use business bookkeeping that was previously unknown and after the training there is a desire and ability to market online. All of this has an impact on increasing the quantity and quality of production which also significantly increases the market and partners' income.
Building an Entrepreneurship Development Model for Millennial Farmers Human Resources Heri Cahyo Agus Setiawan; Agus Prasetya; Ilham Ilham; Nuzulul Fatimah; Tatag Herbayu Latukismo
Sharia Agribusiness Journal Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Agribisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/saj.v3i2.36022

Abstract

In industry 4.0, agricultural human resources, especially the millennial generation, are required to have an entrepreneurial spirit and technological capabilities in carrying out entrepreneurial activities in the agricultural sector. Not many studies that discuss farmers human resources millenial in Indonesia have been studied seriously, especially educational institutions that deal with the entrepreneurial agricultural sector (Setiawan, et.al, 2023). Sustainable development of agricultural human resources requires the development of farmers' own entrepreneurship. So it requires support from all parties, especially the world of education, which has a vision and mission and an orientation towards developing agricultural human resources. In Indonesia, one of the educational programs that educates agricultural human resources and millennial farmers has begun to grow, one of which is the Agripreneur Academy. This research aims to explore what is the human resource development model for millennial farmers with an entrepreneurial character? The research method used was qualitative by conducting in-depth interviews with millennial farmer informants who were participants in the agripreneur academy program. For validation, we also conducted a group discussion forum with informants from the management of the Agripreneur Academy, academics from university and agricultural figures from associations. This research produces the following results: (1) agripreneur academic institutions play a role in building the entrepreneurial mindset of millennial farmers' human resources that farmers must be able to become entrepreneurs in the agricultural sector; (2) the character of the formation of farmers with an innovative spirit, from being limited to traditional farmers transforming into millennial entrepreneurial farmers who are market-oriented and utilize technology in marketing the agricultural food products that are being developed.  Keywords: human resources; millennial farmer; agripreneur; entrepreneurship  ABSTRAK Dalam industri 4.0, sumber daya manusia pertanian khususnya generasi milenial dituntut memiliki jiwa wirausaha dan kemampuan teknologi dalam menjalankan kegiatan wirausaha di sektor pertanian. Belum banyak penelitian yang membahas tentang sumber daya manusia petani milenial di Indonesia yang dikaji secara serius, khususnya lembaga pendidikan yang bergerak di bidang wirausaha sektor pertanian (Setiawan, et.al, 2023). Pembangunan sumber daya manusia pertanian yang berkelanjutan memerlukan pengembangan kewirausahaan petani itu sendiri. Sehingga memerlukan dukungan semua pihak khususnya dunia pendidikan yang memiliki visi misi dan orientasi pada pengembangan sumber daya manusia pertanian. Di Indonesia, salah satu program pendidikan yang mendidik SDM pertanian dan petani milenial sudah mulai tumbuh, salah satunya adalah Agripreneur Academy. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana model pengembangan sumber daya manusia petani milenial yang berkarakter wirausaha? Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam terhadap informan petani milenial peserta program agripreneur academy. Untuk validasi, kami juga melakukan forum diskusi kelompok dengan narasumber dari pimpinan Agripreneur Academy, akademisi dari universitas dan tokoh pertanian dari asosiasi. Penelitian ini menghasilkan hasil sebagai berikut: (1) institusi akademik agripreneur berperan dalam membangun pola pikir kewirausahaan sumber daya manusia petani milenial bahwa petani harus mampu menjadi wirausaha di bidang pertanian; (2) karakter terbentuknya petani yang berjiwa inovatif, dari yang semula hanya sebatas petani tradisional bertransformasi menjadi petani wirausaha milenial yang berorientasi pasar dan memanfaatkan teknologi dalam memasarkan produk pangan pertanian yang dikembangkan.  Kata Kunci:     sumber daya manusia; petani milenial; agripreneur; kewirausahaan
PENDAMPINGAN KEGIATAN MANAJEMEN LABORATORIUM DI SD BERORIENTASI PADA PENDEKATAN SAINTIFIK BAGI GURU SD KREATIF TEMPEL SUKOREJO BOJONEGORO Agus Prasetya; Suparti Suparti; Wuwuh Asri; Ary Purwantiningsih; Romi Siswanto; Sulistyono Sulistyono; Dwi Sambada; Heri Cahyo Bagus Setiawan
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol 6 No 3 (2024): DedikasiMU September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v6i3.8351

Abstract

Pelatihan ini penting untuk dilakukan karena salah satu faktor penentu keberhasilan kegiatan laboratoriun SD adalah guru dan hasil pelatihan dapat meningkatkan kemampuan guru dalam merancang dan melaksanakan kegiatan laboratorium IPA dan selanjutnya diharapkan berpengaruh positif terhadap frekuensi kegiatan laboratorium IPA di SD. Impleentasi pada kelas riil menunjukkan hasil positif dan respon guru serta siswa sanagat positif. Setelah kegiatan pelatihan di SD Taman Kota Madiun maka peserta diharapkan membiasakan melanjutkan membuat LKS terus terasah dengan baik dan bermanfaatt bagi anak didiknya. Anak didik yang terbiasa dengan pembelajar berbasis inqiury akan membaentuk sikap sebagai seorang ilmuwan. Kegiatan pelatihan selanjutnya dilakukan oleh team adalah implementasi hasil merancangan dalam simulasi pembelajaran di kelas SD masing-masing MGMP peserta pelatihan. Simulasi di kelas riil dilaksanakan pada bulan Oktober 2023. Pada pelaksankegiatan dilakukan monitoring oleh kedua belah pihak.yakni tim abdimas dan kepala SD dan pada akhir kegiatan diadakan evaluasi terhadap pelaksanakan hasil. Respon siswa setelah diterapkan LKS hasil rancangan guru di kelas masing-masing, menunjukkan bahwa bahwa sebagaian besar siswa baru dengan LKS tersebut, merasa terbimbing dan termotivasi dengan adanya peralatan laboratorium yang berwujud seperti alat yang ada di sekitar kita dan harganya murah. Seperti pada rancangan guru dalam menemukan hubungan terang lampu dengn jumlah baterai yang digunakan mudah di amati dan dilakukan karena memakai batteray besar, wadah batteray yang ada di toook elektonik, lampu besar biasa dan tatakan lampu juga ada di pasaran dan mudah mendapatkan serta murah harganya