Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Beyond Technology Acceptance: An Interplay of Self-Efficacy, Language Proficiency, and ChatGPT Adoption from a TAM Perspective Fauzi, Chandra; Rahmani, Eka Fajar; Utimadini, Nindya Juwita
Jurnal Pendidikan Progresif Vol 15, No 3 (2025): Jurnal Pendidikan Progresif
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpp.v15i3.pp1970-1988

Abstract

Beyond Technology Acceptance: An Interplay of Self-Efficacy, Language Proficiency, and ChatGPT Adoption from a TAM Perspective. Objective: Adopting Generative AI tools for writing improvement, such as ChatGPT, among EFL students is a complex phenomenon where perceptions of technology, often explained by the Technology Acceptance Model (TAM), intersect with important psychological factors like self-efficacy as the theoretical lens. This study seeks to empirically examine the constructs of the TAM framework and scrutinize the differences in ChatGPT acceptance viewed from students' self-rated writing proficiency. Method: This quantitative research adopted a descriptive-correlational design, utilizing convenience sampling to recruit 76 fourth-semester English Education EFL learners at a state university in West Kalimantan. A 29-item questionnaire was administered to collect the data, which was subsequently analyzed using the Mann-Whitney U test, Spearman correlation, and multiple regression. Findings: The regression model predicting attitude was significant (F (2,73) = 161.65, p < 0.001), in which 81.1% of the variance (Adjusted R2 = 0.811) was accounted for by PU (Perceived Usefulness) and Perceived Ease of Use (PEOU), confirming PU as the main predictor (β = 0.644). At the same time, PEOU also exerted a notable influence (β = 0.301), and a strong positive correlation was found between attitude and actual usage (r = .845, p < 0.01). A significant difference in attitude existed between writing proficiency groups (p = .039), with the intermediate group showing more positive attitudes. Conclusion: The results demonstrate that whereas TAM constructs strongly predict technology acceptance, they are also influenced by students' writing proficiency. Furthermore, a significant difference exists in ATU, but not in BI, in terms of writing proficiency. These findings highlight the necessity for differentiated teaching practices that recognize discrepancies in students' writing proficiency and the potential of self-efficacy level. Keywords: academic writing, ChatGPT, Self-efficacy, technology acceptance model (TAM), writing proficiency.
Pendampingan Implementasi Layanan PAUD dalam Kurikulum Merdeka di Daerah Ibu Kota Negara Nusantara (IKN) Putri, Ayu Aprilia Pangestu; Wahyuningsih, Tri; Sjamsir, Hasbi; Halida, Halida; Fauzi, Chandra
Publikasi Pendidikan Vol 14, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/publikan.v14i3.63836

Abstract

Ibu Kota Negara Nusantara (IKN) Indonesia adalah sentral dan simbol jati diri bangsa dan negara. Pengembangan dan pembangunan dalam segala bidang perlu dilakukan secara matang. Adanya situasi miskonsepsi terhadap kurikulum merdeka beserta penerapannya, menjadikan kegiatan pendampingan ini sebagai upaya dalam menciptakan pembelajaran yang berkualitas di daerah IKN pada bidang pendidikan khususnya implementasi kurikulum merdeka.. Terdapat empat kegiatan yang dilakukan diantaranya; observasi awal; melaksanakan refleksi; memberikan penguatan dan umpan balik serta melaksanakan evaluasi. Dari hasil kegiatan ini, guru mendapatkan gambaran yang utuh dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka, mulai dari pelaksanaan pembelajaran; implementasi pendidikan anak usia dini (PAUD) holitik integratif dan program transisi PAUD ke Sekolah Dasar yang menyenangkan. Hasil kegiatan ini memberikan manfaat terhadap pengembangan kompetensi guru PAUD dalam menciptakan pembelajaran yang berkualitas khususnya di Daerah IKN
Pelatihan Penggunaan Aplikasi Canva dalam Optimalisasi Bahan Ajar bagi Guru PAUD di Wilayah Ibu Kota Nusantara Putri, Ayu Aprilia Pangestu; Wahyuningsih, Tri; Setiawan, Ady; Fauzi, Chandra; Cahyaningrum, Gyta Krisdiana; Winanti, Suci; Adisty, Deshiva Idfi Aji
Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025 (Juni)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Flores Ende

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/abdika.v5i2.5373

Abstract

Early Childhood Education Teachers need a variety of learning strategy applications, which aims to improve the quality of learning that is appropriate for early childhood education. In learning activities, the use of Artificial Intelligence-based technology such as Canva is one alternative strategy to help teachers compile interesting and visual teaching materials for early childhood. This community service activity aims to provide training to early childhood education teachers in Muara Jawa District, the Indonesian Capital Region, in utilizing the Canva application to create appropriate teaching materials and apply learning strategies that are appropriate to the needs of early childhood. The method used includes three stages, namely the initial stage, the implementation stage and the stage. The results of the activity showed the enthusiasm and active involvement of teachers while receiving the Canva Application material. Teachers were also able to produce creative and interesting visual teaching materials, which can be used directly in the learning process. This activity shows that the use of Canva can improve teacher competence in designing teaching materials while enriching children's learning experiences through more enjoyable and communicative media.
Pendampingan komunitas belajar pendidikan anak usia dini di daerah Ibu Kota Nusantara (IKN) Paser Penajam Utara Putri, Ayu Aprilia Pangestu; Nuraini, Pareng; Halida, Halida; Fauzi, Chandra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23041

Abstract

Abstrak Pembentukan komunitas belajar dalam penerapan kurikulum bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan, akan tetapi data terkait pelaksanaan komunitas belajar yang diketahui masih belum maksimal. Pendampingan ini bertujuan sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan pada pendidikan anak usia dini di daerah Paser Penajam Utara yang berada di Ibu Kota Nusantara. Pendampingan dilaksanakan pada empat lembaga pendidikan anak usia dini dipilih karena minimnya penerapan komunitas belajar pada lembaga tersebut. Kegiatan dilakukan dengan diskusi awal terkait pemerolehan informasi hambatan dalam pelaksanaan komunitas belajar, dilanjutkan dengan pelatihan untuk pembentukan komunitas belajar, pemberian materi pendukung, evaluasi dan berbagi praktik baik pelaksanaan komunitas belajar. Dengan dilaksanakan pendampingan ini guru menjadi lebih kompeten dalam merancang kegiatan pembelajaran untuk anak usia ini. Lebih jauh, pendampingan ini membawa manfaat pada pengembangan kompetensi guru secara berkelanjutan serta dapat dijadikan upaya dalam memotivasi guru untuk menciptakan pembelajaran berkualitas sesuai dengan tujuan pelaksanaan komunitas belajar dalam Kurikulum merdeka. Kata kunci: pendampingan; komunitas belajar; paud. Abstract The formation of a learning community in implementing the curriculum aims to improve the quality of education; however, data related to the implementation of the learning community is known to have not been optimal. This assistance aims to improve the quality of education in early childhood education in the Paser Penajam Utara area in the archipelago's capital city. Mentoring is carried out at four early childhood education institutions chosen because of the minimal implementation of learning communities at these institutions. Activities were carried out with initial discussions related to obtaining information on obstacles in implementing learning communities, followed by training for forming learning communities, providing supporting materials, and evaluating and sharing good practices in implementing learning communities. By implementing this assistance, teachers become more competent in designing learning activities for children of this age. Furthermore, this assistance benefits the continuous development of teacher competency and can motivate teachers to create quality learning following the objectives of implementing learning communities in the independent curriculum. Keywords: accompaniment; learning community; early childhood education programs.