Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

KAJIAN INOVASI TEKNOLOGI PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU (PTT) PADI SAWAH DI KELURAHAN KLARU, DISTRIK MARIAT-KABUPATEN SORONG-PBD Kambu, Danilo; Soekamto, Mira Herawati; Ohorella, Zainuddin; Maruapey, Ajang
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 14, No 1 (2024): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v14i1.4240

Abstract

Studi ini dilakukan di Kelurahan Klaru, Distrik Mariat, Kabupaten Sorong, dari Januari hingga Maret 2024. Lokasi ini dipilih karena Kelurahan ini adalah salah satu pusat produksi tanaman padi di Kabupaten Sorong. Metode yang dipakai dalam pengambilan data responden adalah metode survei. data yang di kumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer dapat dikumpulkan melalui wawancara dan pengambilan foto tentang aktivitas usaha tani padi di lapangan. Sedangkan pengambilan data sekunder dipeoleh dari instansi terkait.Selanjutnya di analisis secara deskriptif kualitatif. Setelah itu, data diolah, ditabulisi, dan ditampilkan dalam bentuk tabel atau gambar. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian besar petani, atau 57,14 persen dari petani yang disurvei, sudah dapat menggunakan komponen teknologi dasar dan pilihan sesuai dengan pedoman teknis pengelolaan tanaman terpadu (PTT). petani yang menggunakan varietas unggul baru seperti varietas mekongga dengan produksi GKP tertinggi 6,36 ton/ha dan varietas ciherang 5,82 ton/ha, lebih tinggi dibandingkan varietas lokal. dua varietas unggul baru yang digunakan sudah sangat sesuai dan memenuhi rekomendasi PTT padi.
Analisis Pertumbuhan Gulma Asystasia gangetica (L.) T. Anderson Untuk Pemanfaatan Sebagai Tanaman Penutup Tanah Asbur, Yenni; Purwaningrum, Yayuk; Lubis, Fiqi Alfisar; Maruapey, Ajang
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 16 No. 2 (2024): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/md.v16i2.3520

Abstract

Asystasia gangetica merupakan gulma invasif dengan daya adaptasi yang tinggi sehingga sangat berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai penutup tanah. Namun pengembangan penggunaan A. gangetica sebagai penutup tanah belum dapat dilakukan secara luas karena keterbatasan data ilmiah terutama mengenai pertumbuhan dan perkembangannya serta sifat interaksinya dengan tanaman pangan di lahan kering. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gedung Johor, Medan. Pengamatan dilakukan secara destruktif pada 10 tanaman setiap minggunya. Dari hasil amatan setiap minggunya terlihat bahwa A. gangetica mudah diperbanyak menggunakan stek batang karena pertumbuhan akar relatif cepat. Pertumbuhan dan perkembangan A. gangetica juga relatif cepat yang terlihat dari pertambahan tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah daun, ILD, laju asimilasi bersih, dan laju tumbuh relatif. Laju penutupan lahan juga cepat, yaitu menutup lahan 100% pada 9 MST, sehingga memenuhi kriteria sebagai penutup tanah. 
PENGGUNAAN TEPUNG AMPAS TAHU SEBAGAI PAKAN SUBSTITUSI BROILER PERIODE FINISHER Tharukliling, Selvia; Supartini, Nonok; Maruapey, Ajang; Ngantu, Robertus
Jurnal Pertanian Terpadu Santo Thomas Aquinas Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Pertanian Terpadu Santo Thomas Aquinas
Publisher : STIPER Santo Thomas Aquinas Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to determine the effect of tofu dregs flour levels on broiler finisher periods. Furthermore, it can be used as information about the use of tofu dregs flour as an efficient broiler finisher feed ingredient, however the resulting production remains good. This research was an experimental study using a completely randomized design (CRD). The treatment given was replacing the proportion of basal ration with tofu dregs flour, namely: R0 = 0% tofu dregs flour + 100% basal feed, R1 = 5% tofu pulp flour + 95% feed basal, R2 = 10% tofu dregs flour + 90% basal feed, R3 = 15% tofu dregs flour + 85% basal feed. The parameters observed were feed consumption, body weight gain, feed conversion. The use of tofu dregs flour at a percentage of 10% (R2) in the finisher period broiler ration resulted in the highest feed consumption, weight gain and the lowest value for feed conversion when compared with basal feed.
Inovasi Teknologi Pupuk Organik Super Bokashi MA-11 Oleh Mahasiswa Faperta Unamin dalam Meningkatkan Produktivitas Jagung Manis di Kabupaten Sorong Nurlela, Nurlela; Lestaluhu, Rajab; Wae, Femida; Rumuar, Salbia; Saputri, Nur Ela Eka; Maruapey, Ajang
JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L) Vol 3 No 2 (2026): JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L): Volume 3 Nomor 2,
Publisher : LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (LKPPL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/jp3l.v3i2.106

Abstract

Melalui kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM), petani dapat memproduksi dan memanfaatkan pupuk organik Super Bokashi MA-11 secara mandiri. Dengan pelatihan dasar proses produksi harian dan evaluasi langsung di lapangan. Langkah ini menjadi strategi utama untuk pertanian berkelanjutan, di mana petani diposisikan sebagai pelaku utama. Hasilnya, pupuk Super Bokashi MA-11 meningkatkan kualitas tanah dengan memperbaiki struktur fisik tanah dan menyediakan lebih banyak unsur hara esensial. Jika dibandingkan dengan metode pemupukan kimia konvensional, produktivitas jagung manis meningkat sekitar 20%. Selain itu, program ini dapat meningfkatakna kapasitas petani tentang bagaimana limbah pertanian dapat digunakan sebagai pupuk bernilai tambah, membuka peluang bisnis lokal baru, dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa. Program ini menunjukkan kerja sama yang kuat antara perguruan tinggi, petani, dan pemerintah daerah dalam transfer teknologi. Disarankan agar kelompok tani membangun unit produksi pupuk organik sendiri, dengan pendampingan teknis berkelanjutan dari akademisi dan dukungan kebijakan pemerintah daerah. Secara keseluruhan, Super Bokashi MA-11 adalah solusi aplikatif yang ramah lingkungan yang meningkatkan produktivitas pertanian dengan menggunakan sumber daya lokal.
Pemanfaatan Super Bookashi MA-11 dan Biosaka Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Padi (Oryza sativa L.) Varietas Inpari 10 Maruapey, Ajang; Asbur, Yenni
Agrosains : Jurnal Penelitian Agronomi Vol 27, No 2 (2025): Agrosains: Jurnal Penelitian Agronomi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/agsjpa.v27i2.109807

Abstract

In rice cultivation practices, the use of organic fertilizers such as super bokashi MA-11 and Biosaka offers a more sustainable and environmentally friendly solution compared to conventional chemical fertilizers. The aim of this study was to evaluate the effectiveness of the use of super bokashi MAS-11 and biosaka on the growth and yield of Inpari 10 rice varieties. The study was conducted in Klaru, Mariat, Sorong, Southwest Papua, from February to May 2024. The experiment was conducted using a two-factor Randomized Block Design and three replications. Super bokashi MA-11 organic fertilizer as the first factor was applied in four levels: S0 (no treatment), S1 (5 tons/ha), S2 (7 tons/ha), and S3 (9 tons/ha). Biosaka as the second factor consisted of three levels: B0 (no treatment), B1 (20 mL/5 L of water), B2 (40 mL/5 L of water), and B3 (60 mL/5 L of water). The results of the study showed that the super bokashi MA-11 dose of 9 tons/ha (S3) successfully increased the dry grain yield (GKP) of rice up to 6.48 tons/ha, while the application of Biosaka at a dose of 60 mL/5 L of water (B3) could increase the GKP yield of rice up to 5.98 tons/ha.