Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Flourishing Pasien Hipertensi: Adakah Peranan Relasi Sosial di Dalamnya? Pratama, Okik Yoga; Rina, Amherstia Pasca; Noviekayati, IGAA; Syaharani, SRK
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 5 No 1 (2025): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/brpkm.v5i1.65172

Abstract

Hypertension recorded as the fifth non-communicable disease (NCD) that became a major health problem in Indonesia. This study investigated the association between social relationships and flourishing among individual with hypertension. This study used a cross-sectional method involving 109 participants with hypertension at the Pasuruan City Police Pratama Clinic. The flourishing level was measured with the Flourishing Index scale and social relation is measured with the NIH Toolbox Adult Social Relationship. The results showed that there was a positive relationship between social relations and flourishing among individuals with hypertension (r = 0.437, p < 0.01), which indicates that the better the individual's social relations, the better the individual's flourishing.
Harga diri dan perilaku konsumtif dalam pembelian produk secara online Putri Maskani, Shania Ariffah; Noviekayati, IGAA; Rina, Amherstia Pasca
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No 1 Juni 2025
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of digital technology has facilitated people's shopping activities, especially through e-commerce platforms such as Shopee, Tokopedia, and TikTok Shop. This convenience has triggered an increase in consumer behavior, particularly among students aged 18–21 who are in the phase of searching for identity and the need for social recognition. One psychological factor believed to play a role in consumer behavior is self-esteem. This study aims to determine the relationship between self-esteem and consumer behavior in online product purchases among students in Surabaya City. This study used a quantitative approach with a correlational design. The subjects were students aged 18–21, and data were collected using a self-esteem scale and a consumer behavior scale. Data analysis was carried out using correlation analysis. The results of the study indicate a relationship between self-esteem and consumer tendencies in online shopping. These findings provide an overview of the role of psychological factors in shaping student consumption patterns and serve as a basis for efforts to develop self-management education and healthy consumption among the younger generation.
Peran pola asuh demokratis dan stimulasi sosial orang tua pada anak dengan speech delay Wulandari, Dyah Asih; Noviekayati, IGAA; Rina, Amherstia Pasca
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No 1 Juni 2025
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the relationship between democratic parenting and social stimulation among parents of children with speech delay. Democratic parenting is characterized by supportive, open, and communicative behaviours, which are believed to enhanced children’s social stimulation. The study used a quantitative correlational approach with snowball methods involving 73 parents from Surabaya and Jakarta. Research instruments included a democratic parenting scale and a social stimulation scale, developed based on the theories of Baumrind and Vygotsky. The result of the Pearson Product-Moment correlation analysis showed a correlation coefficient of r = 0.630 with a significance level of p < 0.01, indicating a significant positive relationship between the two variables. Therefore, the higher the level of democratic parenting applied, the greater the social stimulation received by children with speech delay. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh demokratis dengan stimulasi sosial pada orang tua yang memiliki anak dengan speech delay. Pola asuh demokratis mencerminkan gaya pengasuhan yang mendukung, terbuka, dan komunikatif, yang diyakini dapat meningkatkan stimulasi sosial anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan metode snowball kepada 73 orang tua di Surabaya dan Jakarta. Instrumen penelitian ini meliputi skala pola asuh demokratis dan skala stimulasi sosial yang disusun berdasarkan teori Baumrind dan Vygotsky. Hasil analisis menggunakan korelasi Pearson Product Moment yang menunjukkan koefisien korelasi sebesar r = 0.630 dengan signifikansi p < 0.01, yang berarti terdapat hubugan positif yang signifikan antara kedua variabel. Dengan demikian, semakin tinggi penerapan pola asuh demokratis, maka semakin besar pula stimulasi sosial yang diberikan kepada anak dengan speech delay.
Kebahagiaan Otentik pada Anak Jalanan Ditinjau dari Penerimaan Diri dan Dukungan Sosial Pratitis, Nindia; Rina, Amherstia Pasca; Agustin, Arinda Hermadita; Azizah, Adinda Nur
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 7 No 1 (2022): Volume 7 Nomor 1, Februari 2022
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.72 KB) | DOI: 10.28926/briliant.v7i1.824

Abstract

Anak yang tinggal dan bekerja di jalanan menghadapi kehidupan yang keras dan penuh tantangan. Di sisi lain sama seperti manusia pada umumnya, mereka juga memiliki emosi baik emosi positif maupun negatif. Emosi positif yang dimiliki akan membawanya menuju kebahagiaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kebahagiaan otentik pada anak jalanan, ditinjau dari penerimaan diri dan dukungan sosial. Subjek dalam penelitian ini adalah 42 anak jalanan yang berada di bawah naungan UPTD Kampung Anak Negeri Surabaya dan Komunitas Save Street Children (SSC). Penelitian ini merupakan penelitian korelasional. Pengambilan data dilakukan dengan teknik convenience sampling. Alat ukur yang digunakan adalah The Perma Profiler, Ryff Psychological Well Being, dan Multidimensional Scale of Perceived Social Support. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan diri tidak berkorelasi dengan kebahagiaan otentik pada anak jalanan, sedangkan dukungan sosial memiliki korelasi positif yang sangat signifikan dengan kebahagiaan otentik pada anak jalanan.
Hubungan Antara Persepsi Diri Dengan Kebahagiaan Pada Remaja Rina, Amherstia Pasca; Pratikto, Herlan; Mart, Ricky Alejandro
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 7 No 2 (2022): Volume 7 Nomor 2, Mei 2022
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.114 KB) | DOI: 10.28926/briliant.v7i2.931

Abstract

Remaja merupakan masa yang pelik dan penuh tantangan. Mencapai kebehagiaan akan membantu remaja untuk melewati masa perkembangannya dengan baik dan bermakna. Pencapaian kebahagiaan tidak lepas dari cara pandang remaja terhadap dirinya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara persepsi diri dengan kebahagiaan pada remaja. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. Partisipan dalam penelitian ini sejumlah 306 remaja. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan program komputer SPSS (Statistical Product and Service Solution) for Windows Release versi 20.00. Berdasarkan hasil analisis data uji korelasi Pearson Product Moment diperoleh nilai sebesar 0,706 dengan p = 0,000 (p < 0,001) sehingga terdapat korelasi antara variabel persepsi diri dan variabel kebahagiaan. Jika dibandingkan dengan r tabel maka diperoleh hasil r hitung 0,706 > r tabel (0,148) pada taraf signifikansi 1%, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi positif yang signifikan antara persepsi diri dan kebahagiaan.
Mindfulness Based Cognitive Therapy Untuk Menurunkan Burnout Pegawai Rizal, Muchammad; Rina, Amherstia Pasca; Noviekayati, IGAA
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 8 No 2 (2023): Volume 8 Nomor 2, Mei 2023
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/briliant.v8i2.1207

Abstract

Pengaruh kesehatan mental pada pegawai ditempat kerja telah mendapatkan perhatian yang lebih. Stress kerja menyebabkan pegawai mengalami kelelahan kerja. Selanjutnya jika stress kerja berlangsung lama dan tidak ditangani dengan baik maka berkemungkinan  besar akan menimbulkan burnout. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas MBCT dalam menurunkan tingkat burnout pada pegawai. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 20 orang yang dibagi kedalam kelompok kontrol dan kelompok eksperimen yang masing-masing kelompok berjumlah 10 orang. Alat pengumpulan data yang digunakan yaitu skala burnout (α= 0,921). Hasil uji hipotesis menggunakan Mann Whitney U Test memperoleh skor z = -2.234 dengan signifikansi p = 0,025. Artinya ada perbedaan yang signifikan penurunan burnout pada kelompok kontrol dan eksperimen. Hasil uji effect size diketahui berdasarkan Rank-Biseral berjumlah -0,590. Artinya MBCT memiliki efek yang besar untuk menurunkan burnout pada pegawai.
Tinjau Flourishing: Workshop dalam Upaya Preventif bagi Penyintas Penyakit Kronis Rina, Amherstia Pasca; Surjaningrum, Endang R.; Dewi, Triana Kesuma
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.19783

Abstract

ABSTRAK Salah satu urgensi dalam masyarakat saat ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan mental bagi kondisi fisik individu dengan penyakit kronis seperti autoimun, khususnya dalam masa perubahan iklim yang tidak menentu. Dampak perubahan iklim yang tidak menentu akan menyebabkan kondisi penyakit individu bisa menjadi tidak terkendali baik secara psikologis, fisik, maupun sosial. Berdasarkan hal ini, kondisi psikologis menjadi salah satu faktor penting yang dapat membantu mengelola penyakit autoimun yang dimiliki oleh individu. Kondisi psikologis yang baik cenderung dapat mencegah perburukan penyakit dan sebaliknya. Melalui pendekatan psikologi positif yaitu flourishing, individu dapat mengelola kondisi psikologisnya sebagai upaya pengelolaan penyakit supaya tidak semakin parah. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan konsep desain pelatihan dengan memfasilitasi kegiatan workshop paralel mengenai kesehatan individu dari faktor psikologis, fisik, serta sosial. Berdasarkan hal ini maka serangkaian kegiatan mengenai kesehatan disusun dengan tema yaitu “BTS (Build The Step): Bangun Langkah Sehat Melalui Flourishing” yang diselenggarakan untuk memperingati Hari Kesehatan Mental Dunia juga pada tanggal 16 November 2024 secara daring bersama Komunitas Orang dengan Autoimun (Komodai) Yayasan TULUS. Hasilnya kegiatan workshop paralel yang diberikan kurang efektif diberikan kepada penyintas individu dengan penyakit kronis, hal ini dikarenakan desain workshop yang kurang ideal dan latar belakang individu yang sudah mengetahui konsep mengenai flourishing dalam kesehatan. Workshop paralel yang diberikan dalam satu waktu merupakan desain kegiatan preventif untuk menjaga kondisi kesehatan individu dengan penyakit kronis, namun perlu adanya strategi implementatif dalam pelaksanaannya seperti melakukan olahraga bersama disamping memberikan workshop terkait flourishing.  Kata Kunci: Flourishing, Positive Activity, Penyakit Kronis, Relasi Sosial  ABSTRACT One of the urgencies today is to raise public awareness about the importance of mental health for the physical condition of individuals with chronic diseases such as autoimmune diseases, especially in times of erratic climate change. The impact of erratic climate change will cause individual disease conditions to become uncontrollable both psychologically, physically, and socially. Based on this, psychological conditions become one of the important factors that can help manage autoimmune diseases owned by individuals. A good psychological condition tends to prevent worsening of the disease and vice versa. Through a positive psychology approach, namely flourishing, individuals can manage their psychological conditions as an effort to manage the disease so that it does not get worse. This service activity is carried out with a training design concept by facilitating parallel workshop activities regarding individual health from psychological, physical, and social factors. Based on this, a series of activities on health were organized with the theme “BTS (Build the Step): Build Healthy Steps Through Flourishing” which was held to commemorate World Mental Health Day also on November 16, 2024, online with the TULUS Foundation Community of People with Autoimmune (Komodai). As a result, the parallel workshop activities provided were less effective for survivors of individuals with chronic diseases, this was due to the less-than-ideal workshop design and the background of individuals who already knew the concept of flourishing in health. Parallel workshops given at one time are a preventive activity design to maintain the health conditions of individuals with chronic diseases, but there needs to be an implementative strategy in its implementation such as doing sports together in addition to providing workshops related to flourishing. Keywords: Flourishing, Positive Activity, Chronic Illness, Social Relation
Loneliness dengan Regulasi Emosi dan Perilaku Agresi pada Emerging Adulthood yang Fatherless Sefira, Dieva Putri; Noviekayati, I Gusti Ayu Agung; Rina, Amherstia Pasca
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis study aims to analyze the relationship between Loneliness and emotion regulation onaggressive behavior in fatherless emerging adults. Using a quantitative correlationalapproach, the research involved 111 participants selected through purposive sampling. Datawere collected using the Aggression Questionnaire, the UCLA Loneliness Scale, a nd anemotion regulation scale based on Gross s (1998) theory. The results indicate a significantpositive relationship between Loneliness and aggressive behavior, as well as a significantnegative relationship between emotion regulation and aggressive beh avior. These findingshighlight that individuals experiencing Loneliness are more prone to aggressive behavior,particularly if they have low emotional regulation. This research contributes to the developmentof psychological interventions to reduce aggres sive tendencies in fatherless adolescents.Keywords:Loneliness, Emotion Regulation, Aggressive Behavior, Emerging Adulthood,FatherlessAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antaraLoneliness dan regulasi emositerhadap perilaku ag resi pada individu emerging adulthood yang mengalami kondisifatherless. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional, penelitian inimelibatkan 111 partisipan yang dipilih melalui teknik purposive sampling . Data dikumpulkanmenggunakan skala Agg ression Questionnaire, UCLA Loneliness Scale, dan skala regulasiemosi berdasarkan teori Gross (1998). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positifsignifikan antara Loneliness dan perilaku agresi, serta hubungan negatif signifikan antararegulasi emosi dan perilaku agresi. Temuan ini menegaskan bahwa individu yang mengalamiLoneliness lebih rentan terhadap perilaku agresi, terutama jika mereka memiliki regulasiemosi yang rendah. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan intervensips ikologis untuk mengurangi perilaku agresif pada remaja fatherless.Kata Kunci:Loneliness , Regulasi Emosi, Perilaku Agresi, Emerging Adulthood, Fatherless
Peran Family Function dan Resiliensi dalam Menekan Kecemasan Korban Revenge Porn Putri Arianti, Salwa Aretha; Noviekayati, IGAA; Rina, Amherstia Pasca
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractRevenge porn is a form of Gender – Based Online Violence (GBOV) that has a significant impact on the psychological well – being of victims, one of which is anxiety, which can disrupt their social and emotional lives. This study aims to analyze the role of family function and resilience in reducing anxiety among revenge porn victims. This research employs a quantitative approach, involving 90 respondents aged 16 – 29 years who have experienced revenge porn and reside in East Java. The sampling technique was conducted using purposive sampling and snowball sampling, while data collection utilized a Likert scale, including the anxiety scale (Nevid, 2005), family function scale (Epstein, 1978), and resilience scale (Connor & Davidson, 2003). The findings indicate that, simultaneously, family function and resilience have a negative relationship with anxiety. Partially, both family function and resilience also show a significant negative correlation with anxiety. These results emphasize that good family function and high levels of resilience can help revenge porn victims manage their anxiety effectively.Keywords: Anxiety; Family Function; Resilience; Revenge PornAbstrakRevenge porn merupakan salah satu bentuk Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) yang memiliki dampak signifikan terhadap kesejahteraan psikologis korban, salah satunya adalah kecemasan yang dapat mengganggu kehidupan sosial dan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran family function dan resiliensi dalam mengurangi kecemasan pada korban revenge porn. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 90 responden berusia 16 – 29 tahun yang pernah mengalami revenge porn dan berdomisili di Jawa Timur. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dan snowball sampling, serta pengumpulan data menggunakan skala Likert yang meliputi skala kecemasan (Nevid, 2005), skala family function (Epstein, 1978), dan skala resiliensi (Connor & Davidson, 2003). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, family function dan resiliensi memiliki hubungan negatif dengan kecemasan. Secara parsial, family function dan resiliensi juga memiliki hubungan negatif yang signifikan dengan kecemasan. Temuan ini menegaskan bahwa family function yang baik serta tingkat resiliensi yang tinggi dapat membantu korban revenge porn dalam mengelola kecemasan mereka.Kata kunci: Family Function; Kecemasan; Resiliensi; Revenge Porn