Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

The Influence of Educational Media via WhatsApp Group on Pregnant Women’s Ability for Early Detection of Preeclampsia in Pulau Tinggi Village Pesa, Yadriati Maya; Erika, Erika; Anita, Wan; Lutfiyah, Ummu
International Journal of Health Sciences Vol. 3 No. 4 (2025): IJHS : International Journal of Health Sciences
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/ijhs.v3i4.915

Abstract

Preeclampsia remains one of the leading causes of maternal mortality in Indonesia and globally. Early detection is essential to prevent further complications. The use of digital media such as WhatsApp Groups has the potential to serve as an effective educational platform for pregnant women, particularly in rural areas with limited access to health information. Objective: To determine the influence of educational media delivered via WhatsApp Group on pregnant women’s ability to perform early detection of preeclampsia in Pulau Tinggi Village. Methods: This study employed a pre-experimental design with a one-group pretest–posttest approach. The sample consisted of 34 pregnant women who met the inclusion criteria, selected through total sampling. Educational interventions were provided through a WhatsApp Group for four weeks. The ability to detect preeclampsia early was measured using a validated questionnaire administered before and after the intervention. Data were analyzed using a paired t-test. Results: There was a significant increase in early detection ability after the educational intervention. The mean pretest score was 55.8 ± 7.9, increasing to 83.4 ± 6.8 in the posttest (p < 0.001). Knowledge categories also improved, with the proportion of respondents in the high category rising from 5.9% to 82.4%. Most respondents were aged 20–35 years, had a senior high school education, were multigravida, and were in the second trimester. Conclusion: Health education delivered via WhatsApp Group is proven effective in improving pregnant women’s ability to perform early detection of preeclampsia. This medium offers an accessible, low-cost, and sustainable alternative for maternal health education in rural communities.
Predisposition Factors Related to Stunting Preventing Behaviors Anita, Wan; Islami Zalni, Rummy; Widadari Aldinda, Tharra
Journal of Ners and Midwifery Vol 12 No 1 (2025)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v12i1.ART.p026-034

Abstract

Stunting is a child growth disorder characterized by a child's lack of height compared to children his age. Morbidity and mortality rates, decreased growth, learning achievement, increased risk of infectious and non-communicable diseases, and decreased productivity are all effects of stunting. This research aimed to find predisposing factors that contribute to stunting preventing behaviors. This research focused on the working area of Sidomulyo Inpatient Health Center. The research design was cross-sectional, with 95 mother subjects. The measurement used a questionnaire. Research results from bivariate analysis using chi square analysis showed that there was a correlation between age (p-value 0.022), occupation (p-value 0.024), education (p-value 0.000), and knowledge (p-value 0.015) with the level of stunting. It is recommended to the community and families who will have children under five that the mother's age, occupation, education and knowledge influence their behavior in preventing stunting. Health workers can provide counseling or education about predisposing factors related to stunting prevention behavior to their patients.
Pelatihan Kader Remaja Untuk CAMAR (Cegah Anemia Remaja) dan Deteksi Dini Anemia Melalui Pemeriksaan Hb Anita, Wan; Erika, Erika; Pesa, Yadriati Maya; Aldinda, Tharra Widadari
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/f9z9xq08

Abstract

Anemia adalah suatu kondisi di mana kadar Hemoglobin (Hb) dalam darah lebih rendah dari nilai normal untuk sekelompok orang berdasarkan usia dan jenis kelamin, di mana pada remaja perempuan, hemoglobin normal adalah 12-15 g/dl. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk membentuk kader remaja dalam Komunitas CAMAR (Cegah Anemia Remaja) sebagai kegiatan dalam upaya pencegahan anemia pada remaja dan melakukan pemeriksaan kadar Hb secara rutin. Metode pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan partisipatif berbasis sekolah yang melibatkan remaja sebagai subjek aktif dalam pencegahan dan deteksi dini anemia. Lokasi pengabdian masyarakat berada di SMK N 4 Pekanbaru dengan 30 peserta yang mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat ini. Hasil pengabdian masyarakat adalah peningkatan pengetahuan remaja melalui pendidikan tentang anemia dan peran kader remaja serta dapat melakukan pemeriksaan kadar Hb. Rekomendasi. Program CAMAR direkomendasikan untuk dikembangkan melalui model partisipatif remaja berbasis sekolah dengan membentuk dan mengintegrasikan kader remaja ke dalam kegiatan UKS, PMR, atau OSIS, serta memperkuat pendidikan gizi dan kepatuhan konsumsi tablet suplemen zat besi untuk seluruh siswi. Selain itu, perlu dilakukan pemantauan kadar Hb secara rutin bekerja sama dengan puskesmas, mereplikasi program ke kelas atau sekolah lain, dan mendukung kebijakan sekolah agar upaya pencegahan anemia dapat berjalan berkelanjutan.
Edukasi Tentang stunting pada ibu hamil sebagai upaya deteksi dini kejadian stunting Mayapesa, Yadriati Maya; Erika, Erika; Anita, Wan; Luthfiyah, Ummu
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/6ahfk595

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia. Salah satu faktor utama penyebab stunting adalah rendahnya pengetahuan ibu hamil mengenai pemenuhan gizi selama kehamilan serta kurangnya deteksi dini terhadap risiko kekurangan energi kronis (KEK). Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai stunting dan pencegahannya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang stunting serta melakukan deteksi dini risiko stunting sejak masa kehamilan. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan melalui ceramah dan diskusi interaktif, pembagian media edukasi berupa booklet, serta pemeriksaan Lingkar Lengan Atas (LILA) untuk mendeteksi risiko KEK. Kegiatan dilaksanakan di Desa Pulau Tinggi Kecamatan Kampar dengan melibatkan 36 ibu hamil. Evaluasi dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil dari rata-rata 60% pada pre-test menjadi 85% pada post-test. Selain itu, pemeriksaan LILA mampu mengidentifikasi ibu hamil yang berisiko KEK sehingga dapat dilakukan pemantauan lebih lanjut oleh tenaga kesehatan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan mendukung upaya pencegahan stunting sejak masa kehamilan. Kata kunci: stunting, ibu hamil, edukasi kesehatan, deteksi dini, pencegahan stunting   Abstrak Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia. Salah satu faktor utama penyebab stunting adalah rendahnya pengetahuan ibu hamil mengenai asupan nutrisi yang cukup selama kehamilan dan kurangnya deteksi dini risiko kekurangan energi kronis (PAUD). Oleh karena itu, pendidikan kesehatan diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang stunting dan pencegahannya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang stunting dan melakukan deteksi dini risiko stunting selama kehamilan. Metode yang digunakan meliputi pendidikan kesehatan melalui ceramah dan diskusi interaktif, distribusi media pendidikan berupa buklet, dan pengukuran Lingkar Lengan Atas (PAUD) untuk mendeteksi risiko PAUD. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Pulau Tinggi, Kabupaten Kampar, melibatkan 36 ibu hamil. Evaluasi dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu hamil dari rata-rata skor 60% pada pre-test menjadi 85% pada post-test. Selain itu, pengukuran lingkar lengan atas (MUAC) mengidentifikasi ibu hamil yang berisiko mengalami kekurangan gizi kronis (CED) yang kemudian direkomendasikan untuk pemantauan lebih lanjut oleh petugas kesehatan. Temuan ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan mendukung upaya pencegahan stunting selama kehamilan. Keywords: stunting, pregnant women, health education, early detection, community service