Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Perancangan Pelabuhan Barang Yos Soedarso Kota Samarinda Nopianti, Putri; Sari, Dharwati P.; Faradita P., Sabrina; Aliyah F., Hanny; Wahyuni, Sri
TRANSFORM: Journal of Tropical Architecture and Sustainable Urban Science Vol. 2 No. 2 (2023): TRANSFORM
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/transform.v2i2.1107

Abstract

ABSTRAK Pelabuhan merupakan infrastruktur kritis yang memfasilitasi aktivitas transportasi laut, perdagangan internasional, dan kegiatan maritim lainnya. Artikel ini membahas peran dan fungsi pelabuhan penumpang dan pelabuhan barang, dengan fokus pada perancangan dan analisis Pelabuhan Yos Soedarso. Metode penelitian melibatkan analisis kuantitatif, survei primer dan sekunder, serta konsep perancangan. Hasil penelitian menunjukkan pentingnya penataan ruang, sirkulasi, dan fasilitas dalam meningkatkan kualitas Pelabuhan Yos Soedarso. Analisis tapak melibatkan aspek seperti arah matahari, kebisingan, dan arah angin. Kesimpulan menyoroti perlunya perencanaan tata ruang, sirkulasi, dan pemenuhan fasilitas penunjang untuk meningkatkan fungsi dan kelayakan pelabuhan. Saran mencakup perhatian khusus terhadap pembangunan, perencanaan, dan pengelolaan pelabuhan serta pemenuhan fasilitas dengan jelas dan memadai. Kata Kunci: Pelabuhan, Pelabuhan Barang, Perancangan, Sirkulasi, Tata Ruang ABSTRACT Ports are critical infrastructure that facilitate sea transportation activities, international trade, and other maritime activities. This article discusses the role and function of passenger ports and freight ports, focusing on the design and analysis of Yos Soedarso Port. The research method involves quantitative analysis, primary and secondary surveys, and design concepts. The results show the importance of spatial arrangement, circulation, and facilities in improving the quality of Yos Soedarso Port. The site analysis involved aspects such as sun direction, noise, and wind direction. The conclusion highlights the need for spatial planning, circulation, and fulfillment of supporting facilities to improve the function and feasibility of the port. Suggestions include special attention to the development, planning, and management of the port and the fulfillment of clear and adequate facilities. Keyword: Ports, Freight Ports, Planning, circulation Planning, Spatial
Perancangan Resort dengan Pendekatan Arsitektur Tropis pada Kawasan Wisata Bahari Pantai Corong Kabupaten Penajam Paser Utara Jannah, Miftahil; Asriatul Kholifah, Nur; Azizah, Anisah; Nopianti, Putri; Tristanto, Kartika
TRANSFORM: Journal of Tropical Architecture and Sustainable Urban Science Vol. 4 No. 2 (2025): TRANSFORM
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/

Abstract

Garis pantai dan pesisir Kabupaten PPU mencapai 151,169 km2 atau sekitar 15.116,9 ha. Kawasan pantai terbentang sepanjang perbatasan dataran dengan Teluk Balikpapan. Pantai Corong merupakan pantai yang terletak paling ujung berbatasan dengan muara Sungai Tunan. Pantai ini terletak di Jalan Pariwisata, Kelurahan Tanjung Tengah, Kecamatan Penajam. Dalam program pengembangan kepariwisataan Kabupaten PPU dibutuhkan ketersediaan sarana pendukung pariwisata salah satunya akomodasi penginapan pada kawasan wisata yaitu resort. Pengumpulan dan pengolahan data perancangan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Jenis data yang dikumpulkan berupa data primer dan sekunder. Perancangan dilakukan berdasarkan hasil analisis konteks, analisis kebutuhan dan analisis rupa. Keterkaitan perancangan resort dengan lokasi pesisir yang beriklim tropis mendukung untuk diterapkannya konsep arsitektur tropis agar dapat beradaptasi dan bertahan dengan iklim setempat. Dengan adanya perancangan ini sehingga dapat menjadi referensi bagi pengelola Kawasan Wisata Bahari Pantai Corong.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas Pare (Momordica charantia L.) Terhadap Berbagai Konsentrasi Kolkisin Julianto, Reza Prakoso Dwi; Indawan, Edyson; Nopianti, Putri; Ragut, Agustinus Ariano
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 8, No 2 (2026): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 8 Nomor 2 Februari 2026
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatl.8.2.2026.21392.69-75

Abstract

Tanaman pare (Momordica charantia L.) merupakan salah satu jenis tanaman sayuran yang tergolong dalam famili cucurbitaceae, yang tumbuhnya menjalar atau merambat dan mudah untuk dibudidayakan serta tumbuhnya tidak tergantung dengan kondisi musim. Permasalahan utama tanaman pare saat ini yaitu rendahnya tingkat produktivitas hanya sekitar 11,5 ton/ha sedangkan tingkat kebutuhan buah pare terus mengalami peningkatkan seiring dengan peningkatan jumlah penduduk yang terus meningkat setiap tahunnya. Pemuliaan tanaman dengan cara penggandaan kromosom (poliploid) menggunakan kolkisin, merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan hasil tanaman pare. Poliploidi berpengaruh terhadap peningkatan ukuran nukleus, sehingga menyebabkan adanya penambahan ukuran sel dan jaringan, organ dan tanaman sehingga menyebabkan penampakan morfologis tanaman menjadi lebih besar dibandingkan tanaman diploid. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kolkisin terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pare, serta menentukan dosis kolkisin terbaik untuk peningkatan hasil dan pertumbuhan tanaman pare. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa aplikasi kolkisin pada beberapa varietas tanaman pare (Momordica charantia L.) mampu meningkatkan hasil tanaman dan berbeda nyata dengan tanaman pare yang tidak diaplikasikan kolkisin. Aplikasi kolkisin dengan dosis 30 ppm memberikan hasil paling optimal, hal ini dapat diketahui dari parameter juppmaj buah, bobot buah, dan diameter buah. Sedangkan aplikasi kolkisin menyebabkan panjang sulur tanaman pare menjadi lebih pendek,dan meningkatkan ukuran luas daun, sehingga hal ini akan berdampak terhadap peningkatan proses fotosintesis tanaman
Comparing Urban Qualities: A City Livability Framework Applied to Jakarta and Nusantara Capital City Utomo, Pandu K.; Azizah, Anisah; Nopianti, Putri; Kholifah, Nur Asriatul; Tristanto, Kartika; Bodromulatsih, Ratri
International Journal of Engineering, Science and Information Technology Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Malikussaleh University, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52088/ijesty.v6i1.1784

Abstract

This research develops a systemic framework for analyzing urban livability by applying the DPSIR (Drivers, Pressures, States, Impacts, Responses) model to the contrasting cases of Jakarta, Indonesia's established megacity, and Nusantara Capital City (IKN), the planned new capital. Through a systematic literature review and comparative case analysis, we move beyond static indicators to reveal the dynamic causal mechanisms shaping livability. The findings indicate that Jakarta's unmanaged organic growth has established a negative feedback loop of uncontrolled urban intensity, resulting in three interrelated consequences: significant environmental deterioration, substantial economic losses from persistent congestion, and compromised resident well-being. In contrast, IKN's "Forest City" plan represents a comprehensive attempt to integrate density, Diversity, access, and Form from the outset. However, this planned approach is risky. If neighbourhoods lack lively shops and services, people may not use the excellent public transit. Also, if new development makes housing too expensive, it could push out the very people the city is meant to serve. The DPSIR framework proves invaluable for diagnosing these complex interdependencies, offering a practical tool for anticipatory governance. The comparative analysis underscores that creating livable cities requires managing entire causal pathways through integrated, adaptive policies rather than pursuing isolated interventions. This research provides critical insights for Indonesian urban policy and contributes a robust analytical approach to the global pursuit of cities that balance development with human dignity and resilience.