Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Perancangan Sistem Terdokumentasi Untuk Fungsi Monitoring Pada Proses Pengadaan Berdasarkan Requirements ISO 9001:2015 Menggunakan Pendekatan Business Process Management Pada Umkm Kripik Bujangan Fadhilawardani, Ilma; Sutari, Wiyono; Budiasih, Endang
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — UMKM Kripik Bujangan, yang bergerak diindustri makanan khas Bandung, menghadapi masalah utamadalam pendokumentasian proses pengadaan, yangmenyebabkan kesulitan dalam monitoring. Dari 16 aktivitasproses pengadaan, hanya 3 yang terdokumentasi dengan baik.Penelitian ini bertujuan merancang informasi terdokumentasiuntuk UMKM Kripik Bujangan sesuai dengan ISO 9001:2015klausul 7.5 dan klausul terkait lainnya, guna meningkatkankualitas proses aktivitas mereka. Pendekatan Business ProcessManagement (BPM) digunakan dalam penelitian ini, meliputitahapan pengumpulan data sekunder dan primer, processidentification, process discovery, process analysis, dan process redesign.Rancangan informasi terdokumentasi dibuatberdasarkan klausul 8.1, 8.5.3, 8.7.2, 9.1.1, 9.1.3, dan 9.3.3. Hasildari perancangan informasi terdokumentasi ini diharapkanmembantu UMKM Kripik Bujangan memenuhi persyaratanISO 9001:2015, memudahkan monitoring, dan meningkatkanefisiensi, kinerja operasional, serta kualitas proses pengadaan.Dengan demikian, UMKM dapat menstabilkan pendapatan ditengah persaingan dan berkontribusi dalam memerangikemiskinan di Indonesia. Kata kunci — Business Process Management, ISO 9001:2015, Informasi Terdokumentasi, Proses Pengadaan.
Perancangan Standard Operating Procedure (SOP) Perbaikan dan Pemeliharaan Armada Pengiriman Darat Berdasarkan ISO 9001:2015 Klausul 7.1.3 dengan Menggunakan Metode Business Process Improvement di PT Sarana Sukses Bersama Trans Pratama, Raihan Hanif Surya; Sutari, Wiyono; Hakim, Bela Pitria
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Perbaikan dan pemeliharaan merupakanserangkaian kegiatan untuk menjaga serta merawat armadaagar tetap dalam kondisi yang optimal. PT Sarana SuksesBersama Trans merupakan perusahaan yang perlu menjagakegiatan perbaikan serta pemeliharaan pada infrastrukturnya.Perusahaan ini bergerak dalam bidang ekspedisi sejak tahun2012 dan saat ini telah memiliki berbagai client besar.Permasalahan yang terjadi pada PT Sarana Sukses BersamaTrans adalah masih terdapatnya kerusakan pada armada yangmereka miliki. Hal tersebut dibuktikan dengan adanyakerusakan armada pada Perusahaan ini. Kerusakan armadayang masih terjadi pada perusahaan diakibatkan oleh kurangoptimalnya penerapan kegiatan pemeliharaan preventif padaarmada yang mereka milki. Penelitian ini dilakukan dengantujuan merancang Standard Operating Procedure (SOP)perbaikan dan pemeliharaan armada pengiriman darat sesuaidengan requirement ISO 9001:2015 klausul 7.1.3 dan teorimanajemen pemeliharaan dengan menggunakan metodeBusiness Process Improvement. Dengan adanya usulanperancangan SOP ini dapat membantu PT Sarana SuksesBersama Trans dalam meminimalisir terjadinya kerusakankarena telah sesuainya SOP dengan standar yang seharusnyasehingga perusahaan dapat memaksimalkan penggunaanarmada darat yang mereka miliki untuk melakukanpengiriman barang customer. Kata kunci— Perusahaan Ekspedisi, ISO 9001:2015,Standard Operating Procedure, Business Process Improvement
Perancangan Usulan Risk Treatment dan Risk Monitoring Pada Proses Operasional di Rumah Batik Komar Menggunakan Pendekatan ISO 31000:2018 dan House Of Risk (HOR) Amiratunnisa, Ningmas; Sutari, Wiyono; Safrudin, Yunita Nugrahaini
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Persaingan pada industri manufakturdihadapkan untuk terus berinovasi dan menjaga kualitasproduk guna mempertahankan eksistensi dan daya saing.Rumah Batik Komar sebagai salah satu perusahaan batikmenghadapi beberapa risiko dalam proses operasional. Untukmengatasi risiko ini, Rumah Batik Komar dapat menerapkanmanajemen risiko berpedoman pada standar ISO 31000:2018yang mencakup proses identifikasi, analisis, evaluasi, danmitigasi risiko secara menyeluruh dan sistematis. Selain itu,metode House of Risk (HOR) digunakan sebagai alat bantuuntuk mengidentifikasi prioritas agen risiko danmengembangkan tindakan pencegahan yang tepat dan efisien.HOR fase satu berfokus pada penetapan risiko yang perludiprioritaskan dalam pencegahan, sedangkan HOR fase duadigunakan untuk menetapkan tindakan mitigasi yang harusdiprioritaskan berdasarkan efisiensi dan efektivitasnya. Hasilpenelitian menunjukkan terdapat enam belas risk event dan riskagent terpilih yang dijadikan input dalam penyusunan strategimitigasi. Terdapat sebelas preventive action yang dapatdilakukan untuk langkah mitigasi. Adapun hasil dari penelitianini adalah checksheet pemesanan bahan baku dengan supplieruntuk memastikan bahwa proses pemesanan dilakukan secarasistematis dan terstruktur. Tujuannya yaitu untuk mengurangikemungkinan kesalahan dalam pemesanan serta meningkatkankualitas bahan baku untuk mendukung stabilitas operasionalpada kualitas produk. Kata kunci— Batik, Risiko, ISO 31000:2018, House of Risk (HOR).
Analisis Pendekatan Line Balancing Menggunakan Metode Ranked Positional Weight Pada Proses Produksi Laura Laundry J Haritz; Sutari, Wiyono; Susanto, Hadi
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laura Laundry merupakan usaha yang bergerak dalam bidang jasa pencucian pakaian. Dalam proses produksi Laura Laundry terdapat permasalahan yaitu waktu tunggu (idle time) work station pengeringan selama 30 menit untuk masuk ke proses selanjutnya. Dengan adanya waktu tunggu selama 30 menit, terjadi keterlambatan dalam menyelesaikan satu orderan customer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui balance delay, jumlah stasiun kerja dan output produksi pada alur sistem produksi Laura Laundry dapat berjalan optimal. Agar dapat menyelesaikan permasalahan tersebut perlu dilakukan penyeimbangan lini perakitan dengan meminimasi jumlah stasiun kerja, dan meningkatkan efisiensi lini perakitan. Pada penelitian ini penyeimbangan lini perakitan ( line balancing ) dilakukan dengan metode ranked positional weight (RPW). Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan metode ranked position weight didapatkan jumlah stasiun kerja optimal sebanyak 2 stasiun kerja. Selanjutnya pada balance delay didapatkan hasil 46,84%. Pada efisiensi sistem didapatkan hasil sebanyak 53,2%, dan jumlah ouput yang dihasilkan mengalami peningkatan menjadi 6 kg. Kata kunci : Proses Produksi, Line Balancing, Ranked Positional Weight
Perancangan Alat Bantu Kerja Penyangga Jumbo Bag pada Proses Pengayakan PS Grit PT Purna Baja Harsco menggunakan Metode Quality Function Depoyment (QFD) Putri, Andhini Amalia; Sutari, Wiyono; Salma, Sheila Amalia
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak-PT Purna Baja Harsco merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa pelayanan peleburan baja serta pengelolaan limbah. Perusahaan tersebut memproduksi PS Grit dalam pelayanannya yang bernama Slag Processing menggunakan teknik pengayakan (sieving). Salah satu aktivitas pada proses produksi PS Grit terdapat subproses pengayakan yang bermasalah mengenai waktu proses yang melebihi waktu standar sehingga berpengaruh terhadap waktu siklus produksi PS Grit. Pada analisis akar permasalahan menggunakan diagram fishbone dan analisis Business Process Improvement (BPI) diketahui bahwa faktor penyebab masalah tersebut yaitu terjadinya aktivitas berulang yaitu memeriksa jumbo bag di posisi output hopper. Untuk memperbaiki proses pengayakan yang bermasalah agar dapat meminimasi waktu, maka dilakukan perancangan alat bantu kerja penyangga jumbo bag agar operator dapat dengan mudah menyiapkan jumbo bag untuk memaksimalkan aktivitas pemasangan jumbo bag tanpa harus dilakukan inspeksi bahkan inspeksi berulang menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD). QFD merupakan metode pengembangan produk untuk menerjemahkan kebutuhan pelanggan ke dalam suatu karakteristik teknis sebagai dasar untuk merancang produk dengan memenuhi user needs. Perancangan alat bantu kerja penyangga jumbo bag diharapkan dapat menghilangkan inspeksi berulang pada proses pengayakan dari jumlah efisiensi waktu siklus eksisting 80% menjadi 88%. Kata kunci- PS grit, proses pengayakan, jumbo bag, business process improvement, quality function deployment, alat bantu kerja
Perancangan Website Tracking Process dan Time Reminder Pada Proses Pencairan Dana Beasiswa Eksternal di Universitas Telkom dengan Pendekatan Business Process Improvement (BPI) dan Pendekatan SCRUM Ghina, Fathia Nafila; Sutari, Wiyono; Salma, Sheila Amalia
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak-Universitas Telkom merupakan salah satu perguruan tinggi swasta di Indonesia yang berlokasi di Kota Bandung. Universitas Telkom memberikan kemudahan bagi mahasiswanya dalam segi pembayaran uang kuliah melalui beasiswa internal maupun eksternal. Ketepatan waktu dalam proses pencairan dana beasiswa hingga potongan BPP tercantum dalam iGracias sangat diharapkan oleh mahasiswa penerima beasiswa. Proses pencairan dana beasiswa eksternal yang ada di Universitas Telkom masih membutuhkn waktu yang cukup lama, bahkan mendekati batas akhir registrasi dan melewati batas pembayaran BPP. Dari kondisi aktual diketahui bahwa proses pemantauan masih dilakukan manual dengan pengecekan setiap hari dan masih terdapat aktivitas-aktivitas yang dilakukan manual. Perbaikan proses bisnis eksisitng dilakukan dengan menggunakan pendekatan business process improvement dengan tools yang dipakai yaitu improvement technique wheel. Sedangkan metode yang digunakan dalam proses perancangannya yaitu pendekatan scrum. Hasil dari penelitian ini berupa usulan perancangan website tracking process dan time reminder yang dapat mengotomatisasi aktivitas-aktivitas yang sebelumnya masih dikerjakan secara manual. Fitur tracking process dapat digunakan oleh penerima beaisswa untuk melihat proses yang dijalankan sudah sampai mana, sedangkan fitur time reminder berfungsi untuk memberikan pesan otomatis terkait tenggat waktu kepada pihak yang bersangkutan.Kata kunci - business process improvement (BPI), improvement technique wheel, scrum
Perancangan Pemenuhan Kebutuhan Rekaman Terkait Proses Pemesanan (Order-To-Cash) Produk Custom Menggunakan Metode Business Process Management (Bpm) Pada Umkm Industri Alas Kaki Kulit Al Mudhofar , Jafier Rayhan; Sutari, Wiyono; Salma , Sheila Amalia
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlahUMKM terbanyak di Indonesia pada tahun 2022, adapunindustri UMKM dengan tingkat pertumbuhan produksitertinggi di Indonesia pada tahun 2022 yaitu industri kulit,barang dari kulit dan alas kaki sebesar 20.92%. Pada tahunyang sama, Jawa Barat justru mengalami penurunan tingkatpertumbuhan pada industri kulit, barang dari kulit dan alaskaki rata-rata sebesar -13.70%. Terdapat beberapa faktor yangmenyebabkan hal ini tejadi yaitu kurangnya informasi atasproduk yang akan dipesan oleh konsumen, tidak terlaksananyakontrol atas kualitas produk dan layanan yang diberikan, dantidak berjalannya strategi produksi yang telah direncanakansehingga manajemen kualitas tidak dapat berjalan dengansemestinya. Pada penelitian ini dilakukan perancanganrekaman informasi untuk memenuhi kebutuhan informasi yangdiperlukan dalam proses pemesanan (order-to-cash) sesuaidengan requirement ISO 9001:2015. Adapun dalam melakukanperancangan usulan akan digunakan metode Business ProcessManagement (BPM) melalui BPM Lifecycle yang meliputi tahapprocess identification, process discovery, process analysis, danprocess re-design. Adapun hasil dari penelitian ini beruparekaman informasi terkait proses pemesanan (order-to-cash)yang telah sesuai dengan ISO 9001:2015. Diharapakan hasilrancangan dapat memberikan acuan pemenuhan mutupelanggan oleh UMKM terkait dan mampu memberikanperbaikan yang berkelanjutan. Kata kunci— Proses Bisnis, Pemesanan, ISO 9001:2015,Business Process Management
Perancangan Sop Persiapan Pengukuran Kepuasan Mahasiswa Terhadap Kegiatan Praktikum Pada Program Studi Teknik X Universitas Telkom Menggunakan Metode Business Process Improvement Berdasarkan Iso 9001:2015 Klausul 9.1.2 Dewi , Aura; Sutari, Wiyono; Susanto , Hadi
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Studi (Prodi) Teknik X merupakan salahsatu prodi dalam Fakultas Teknik Y. Dalam proses belajarmengajarnya, terdapat kegiatan praktikum yang dilaksanakanoleh laboratorium terkait. Setiap modul terakhir sesuai aturandari Prodi, terdapat kegiatan feedback atau umpan balik kegiatanpraktikum maupun laboratorium terkait, yaitu berupa pengisiankuesioner secara online yaitu melalui media microsoft forms.Kegiatan pengambilan feedback sudah berjalan selama ini, tetapibelum memiliki panduan dokumen secara tertulis dalampelaksanaannya. Melakukan perancangan Standard OperatingProcedure (SOP) persiapan pengukuran kepuasan mahasiswaterhadap kegiatan praktikum pada Program Studi Teknik X,digunakan standar mutu ISO 9001:2015 klausul 9.1.2 mengenaikepuasan pelanggan dan metode Business Process Improvement(BPI). Dan untuk mengetahui akar permasalahan, dilakukanwawancara kepada laboran dan kepala laboratorium terkait dandigambarkan dalam bentuk diagram fishbone. Sehingga dari hasilrancangan tersebut dibuat kedalam bentuk SOP yang dapatdigunakan oleh Prodi sebagai panduan dalam persiapanpengukuran kepuasan mahasiswa terhadap kegiatan praktikum.Sehingga, melalui SOP yang telah dirancang diharapkan agarProdi dapat melakukan sosialisasi serta persiapan pengukurankepuasan mahasiswa sesuai dengan prosedur yang sudah sesuaidengan ISO 9001:2015 klausul 9.1.2. Kata Kunci - ISO, ISO 9001:2015, SOP, BPI, Kepuasan Mahasiswa, Persiapan Pengukuran
Perancangan Usulan Perbaikan Proses Bisnis Untuk Meningkatkan Efisinesi Waktu Proses Dispatch Kargo Dengan Menggunakan Metode Business Process Improvement (Bpi) Herawati, Tania Naya; Sutari, Wiyono; Salma, Sheila Amalia
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakatmenjadikan sektor logistik mengalami perkembangan yangmembaik, pada perkembangan tersebut perlu didukung dengansuatu upaya yang dilakukan untuk mencapai sebuah sistemlogistik yang lebih efektif dan efisien sehingga dapatmeningkatkan kepuasan pelanggan. Kepuasan pelanggan salahsatunya dapat ditandai dengan ketepatan waktu dalam prosespengiriman dan proses pengiriman yang efektif dan efisien.Dalam penelitian ini, diketahui bahwa pengiriman di PT XYZseringkali mengalami keterlambatan pengiriman. Berdasarkandata pengiriman pada bulan Juli hingga Agustus 2022 shippingyang mengalami keterlambatan lebih dari 50%. Hal tersebutdikarenakan terdapat alur proses yang kurang optimal dalampelaksanaannya yaitu proses dispatch. Pada perbaikan prosesdispatch di PT XYZ dilakukan dengan menggunakan metodeBusiness Process Improvement (BPI). Dari hasil penelitiandidapatkan rekomendasi perbaikan dengan menambahkanforclift pada proses dispatch. Setelah melakukan perbaikandiketahui bahwa penambahan forclift pada proses dispatchdapat menghilangkan 2 aktivitas sehingga didapatkan totalaktivitas menjadi 12 aktivitas dengan 9 aktivitas RVA dan 3aktivitas BVA dengan total waktu siklus menjadi 72,5 menit danmemiliki efisiensi waktu siklus 88,96%. Sedangkan total waktupada proses dispatch eksisting yaitu 123 menit dengan efisiensiwaktu 59,34%. Sehingga dapat diketahui bahwa terdapatpengurangan waktu siklus selama 50,5 menit pada proses bisnisusulan dengan peningkatan efisensi waktu siklus 29,62%. Kata kunci— Logistik, Business Process Improvement,Proses bisnis.
Usulan Prosedur Sebagai Hasil Risk Treatment Untuk Memenuhi Persyaratan Iso 9001:2015 Klausul 6.1 Pada Proses Produksi Tahu Rizky, Muhammad Akmal; Sutari, Wiyono; Salma, Sheila Amalia
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebuah produsen mengolah 600-700 kg kedelai menjadi produk tahu setiap harinya. Pada proses produksitahu, produsen pernah mengalami permasalahan karena terjadinya kejadian berisiko yaitu saringan air yangdipakai tidak dirawat dengan baik sehingga menyebabkan produk yang tidak menemui ekspektasiperusahaan. Kejadian tersebut merupakan kejadian berisiko yang terjadi karena belum terdapatnya prosesmanajemen risiko dan proses penilaian risiko. Tujuan dari tugas akhir ini adalah untuk mengetahui apa sajarisiko yang belum teridentifikasi, bagaimana potensi dampak yang ditimbulkan oleh risiko tersebut jikadibiarkan, juga bagaimana cara organisasi melakukan penanganan dari risiko-risiko tersebut. Penelitian inimenggunakan metode risk assessment ISO 31000:2018 untuk memenuhi persyaratan klausul 6.1 ISO9001:2015. Juga dengan menggunakan tool matriks risiko untuk mengevaluasi status risiko yang telahdiidentifikasi dan di analisis. Tahapan-tahapan dari metode yang digunakan pada penelitian ini adalahidentifikasi risiko, analisis risiko, dan evaluasi risiko. Dari tahapan-tahapan tersebut lalu akan dibuat risktreatment. Hasil rancangan pada penelitian ini berupa Standard Operating Procedure atau SOP PerawatanMesin dan didukung oleh perekaman perawatan mesin dengan harapan mencegah atau meminimasi dampakrisiko yang telah diidentifikasi, di analisis, dan di evaluasi. Dengan rancangan tersebut, diharapkan produsendapat mengaplikasikan sistem manajemen mutu sesuai dengan ISO 9001:2015 dan sistem manajemen risikodengan melaksanakan risk assessment yang ada pada ISO 31000:2018 sehingga dapat meminimasi kejadianberpotensi risiko yang dapat berpotensi menimbulkan kerugian bagi organisasi. Kata kunci: risiko, ISO 9001:2015, penilaian risiko, ISO 31000:2018, matriks risiko