Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Ners

Pengaruh Senam Hipertensi Terhadap Penurunan Tekanan Darah Tinggi Pada Lansia: Case Report Adila Salwa; Vinami Yulian
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.32241

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama kematian dini di seluruh dunia. Seseorang yang mengalami hipertensi mungkin tidak merasakan gejala apa pun, oleh karena itu hipertensi sering disebut juga sebagai silent killer. Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan bersama dengan kader posyandu lansia Desa Jati didapatkan data bahwa terdapat 62 orang yang mengalami hipertensi pada tahun 2024. Untuk meminimalisir hal tersebut maka diperlukan suatu upaya salah satunya adalah senam hipertensi. Karya ilmiah ini merupakan laporan kasus (case report) menerapkan lima proses keperawatan, yaitu pengkajian, perumusan diagnosakeperawatan, intervensi, implementasi, serta evaluasi yang dilakukan sesuai dengan Evidence-based Nursing Practice. Hasil penerapan menunjukan bahwa senam hipertensi dapat menurunkan tekanan darah pada lansia, dan hasil tersebut diperoleh setelah menerapkan senam hipertensi secara rutin. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara senam hipertensi terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi.
Case Report : Asuhan Keperawatan Pada Ibu Hamil dengan Defisiensi Pengetahuan Tentang Pentingnya Gizi Selama Masa Kehamilan di Desa Bakipandeyan Mayang Tri Hardiyana; Vinami Yulian
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.33445

Abstract

Gizi adalah zat makanan yang di perluka untuk pertumbuhan dan keseimbangan tubuh yang di kosumsi secara normal melalui proses pencernaan, penyerapan, metabolisme dan pengeluaran zat gizi. Gizi juga merupakan hal penting yang harus dipenuhi selama kehamilan berlangsung, dimana akan timbul masalah jika tubuh kekurangan zat gizi yang proses sehingga jumlah sel darah merah (eritrosit) yang terlalu sedikit atau lebih rendah daripada nilai normal, Kekurangan energi kronis (KEK). Tujuan dari artikel ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang gizi selama masa kehamilan yang dilaksanakan di kelas ibu hamil. Adapun subjek artikel ini yaitu ibu hamil sebanyak 18 orang. Dari hasil edukasi kesehatan ibu hamil terkait gizi selama kehamilan, hasil pretest dan posttest pada ibu hamil di peroleh nilai (58.89) menjadi (85.56). Hasil ujian peried t-test Pvelue 0,000 (P velue <0,05) yang berarti terjadi peningkatan pengetahuan ibu hamil berdasarkan hasil edukasi pendidikan kesehatan dalam peningkatan pengetahuan pentingnya gizi selama masa kehamilan di Desa Bakipandeyan
Pemberdayaan Kader Dalam Upaya Pencegahan Anemia Pada Kelompok Remaja Putri Adisti Kusuma Putri; Vinami Yulian
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43423

Abstract

Merujuk pada literatur sebelumnya menunjukkan bahwa 27,2% kelompok remaja putri menderita anemia. Berbagai strategi dilakukan untuk mencegah peningkatan kejadian anemia. Pemberdayaan kader yang menjadi salah satu strategi untuk menurunkan angka kejadian anemia khususnya pada kelompok remaja putri. Tujuan asuhan keperawatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader tentang pencegahan kejadian anemia pada remaja putri. Pemberdayaan kepada kader terdiri dari pelatihan, pendampingan dan evaluasi yang dilakukan secara kontinu. Intervensi dilakukan kepada tujuh kader. Instrumen intervensi ini menggunakan lembar kuesioner tingkat pengetahuan dengan total 27 pertanyaan. Adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dalam upaya pencegahan kejadian anemia pada remaja putri dengan kader yang mempunyai tingkat pengetahuan baik meningkat dari tiga kader (42,9%) menjadi tujuh kader (100%) dan kader yang mempunyai pengetahuan cukup menurun dari empat kader (57,1%) menjadi tidak ada kader yang mempunyai pengetahuan cukup mengenai pencegahan anemia (0%). Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader dalam upaya pencegahan kejadian anemia pada remaja putri.