Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Pengetahuan Pekerja di Palembang Mengenai Penggunaan Tabir Surya Pamudji, Raden
Syifa'Medika Vol 8, No 1 (2017): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v8i1.1354

Abstract

Kulit merupakan organ yang paling sering terpapar radiasi sinar UV. Paparan sinar UV dapat mengakibatkan eritema dan kulit terbakar, warna kulit menjadi hitam, penuaan kulit, photosensitivity, dan karsinogenesis. Pekerjaan juga merupakan salah satu penyebab seringnya seseorang terpapar sinar UV. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan pekerja mengenai penggunaan tabir surya. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang pada pekerja HSE Center Pertamina Palembang dengan besar sampel 134 orang. Subjek penelitian diminta mengisi kuesioner lalu dianalisis dengan uji Chi Square. Pekerja di Pertamina HSE Training Center mempunyai tingkat pendidikan rendah 1,5%, tingkat menengah 41,8%, dan tinggi 56,7%. Pekerja memiliki tingkat pengetahuan baik 20,1%, pengetahuan cukup 26,9%, dan pengetahuan kurang 53,0%. Nilai p untuk hubungan antara tingkat pendidikan dan pengetahuan mengenai penggunaan tabir surya adalah 0,405. Tingkat pengetahuan yang kurang mengenai manfaat tabir surya mungkin disebabkan oleh kurangnya sosialisasi mengenai tabir surya kepada pekerja Kesimpulan, tidak terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan pekerja mengenai penggunaan tabir surya.
HUBUNGAN ANTARA CARA MENCUCI VAGINA DENGAN TIMBULNYA VAGINITIS PADA PELAJAR SMA Pamudji, Raden; Saraswati, Nia Ayu; Gialini, Windy Ulfa; Purwoko, Mitayani
Syifa'Medika Vol 10, No 1 (2019): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v10i1.1887

Abstract

Vaginal hygiene kemungkinan memiliki peranan penting dalam timbulnya vaginitis. Cara mencuci vagina yang tidak benar dapat menyebabkan timbulnya vaginitis pada remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara cara mencuci vagina dengan timbulnya vaginitis pada pelajar SMA.Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatancross sectional.Penelitian dilaksanakan pada di SMA Muhammadiyah 1 Palembang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total samplingsesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Data mengenai cara mencuci vagina dan vaginitis diperoleh dari kuesioner.Sebanyak 83,3% subjek termasuk kategori cara mencuci vagina yang buruk, 73,5% berusia 17 tahun, dan 66,7% memiliki riwayat vaginitis. Hasil uji Chi-Square mengenai hubungan cara mencuci vagina dengan timbulnya vaginitis pada penelitian ini menunjukkan nilai p sebesar 0,000 (p<0,05). Hal ini kemungkinan akibat faktor usia remaja, kelembaban Indonesia yang tinggi, serta tingkat pengetahuan mengenai vaginal hygieneyang masih rendah.Kesimpulan,terdapat hubungan yang sangat bermakna antara cara mencuci vagina yang buruk dengan timbulnya vaginitis pada pelajar SMA.
HUBUNGAN EFLUVIUM DENGAN PENGGUNA JILBAB DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG Wahyuni, Rizky Saniyyah; Suarni, Ertati; Pamudji, Raden
MESINA (Medical Scientific Journal) Vol 1, No 1 (2020): Medical Scientific Journal (MESINA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/msj.v1i1.2622

Abstract

Kerontokan rambut (efluvium) adalah suatu kelainan dengan terlepasnya rambut berkisar 120 helai per hari, dengan atau tanpa penipisan yang tampak. Salah satu faktor penyebab efluvium adalah tarikan rambut. Tingkat keparahan dan keluhan kejadian efluvium lebih sering pada wanita yang berjilbab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan efluvium dengan penggunaan jilbab pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang. Jenis penelitian analitik dengan metode cross sectional. Populasi pada penelitian ini seluruh mahasiswi Kedokteran Muhammadiyah Palembang. Pengambilan sampel dengan teknik simple random sampling adalah sebanyak 117 orang dan memenuhi kriteria inklusi serta eksklusi. Data didapatkan melalui pengisian kuisioner dan dianalisis secara bivariat. Hasil penelitian menggunakan uji chi square test didapatkan terdapat hubungan efluvium dengan bahan jilbab (p value 0,006), terdapat hubungan antara efluvium dengan tarikan rambut (p value 0,036), terdapat hubungan antara efluvium dengan kepadatan rambut atau memakai dalaman jilbab (p value 0,041), terdapat hubungan antara efluvium dengan lama pemakaian jilbab (p value 0,046) dan terdapat hubungan antara efluvium dengan penggunaan jilbab yang salah (p value 0,039). Sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan antara efluvium dengan pengguna jilbab pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang.
THE ACCOMPANIMENT OF SUPPLEMENTARY FOOD FOR MONITORING THE STUNTING RISK CHILDREN IN RENGAS I VILLAGE OGAN ILIR Ghiffari, Ahmad; Asmalia, Resy; Julia Liona Putria, Sinta; Azhara, Alya; Artanto, Ardi; Utama, Budi; Anisa Suardin, Lucille; Pamudji, Raden; Bagus Setiawan, Rifqi; Saputra, Amja
Jurnal Pengabdian Masyarakat Dalam Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): OCTOBER 2024
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpmk.v6i2.55920

Abstract

Introduction: The Ogan Ilir Regency district has the second-highest prevalence of stunting in South Sumatra, with a prevalence rate of 24.9%. Providing additional meals (PMT) is an essential component, especially to improve the conditions of low-income communities affected by malnutrition, with a specific focus on young children. The purpose of the activity is to provide a continuous supply of food, thus preventing body weight loss and promoting optimal nutritional well-being. Methods: The event took place at a village in Payaraman District situated in Ogan Ilir Regency. The participant were the two children, namely Anak R (3.5 years old) and Anak S (1.7 years). The service methods included the process of meal preparation for PMT and the delivery of meals to the homes of children. The method used for the PMT involved the daily allocation of food, the nutrient composition of various foods, including pumpkin, potatoes, carrots, maize and similar substitutes. At the end of the month, the final anthropometric measurements were collected. The anthropometric measurements encompassed body weight, and height. The weight of the youngster was measured using a digital scale manufactured for further analysis. Results: There was a noticeable improvement in weight and height of Anak R and Anak S. Anak R demonstrated a weight gain after the programme from exactly 9.30 kg to 9.80 kg, while Anak S showed an increased weight from 7.80 kg to 8.50 kg. Anak R's height improved from 81.0 cm to 85.0 cm and Anak S's from 71.0 cm to 72.0 cm. Despite the observed growth in the weight and height of both children, the acquired findings did not meet the desired levels for each child's weight and height. Conclusion: Community service activities include food supplementary accompaniment and stunting surveillance has assisted for children with high risk of stunting conditions to gain weight and height after food additions. The accompaniment community service activity can be used as an effort to reduce cases of malnutrition.
HUBUNGAN USIA MENARCHE DAN LEBAR BAHU SISWI SMP NEGERI 2 PAGAR GUNUNG Ramadhiani, Nadhira Rizky; Pamudji, Raden; Pratiwi, Ratih; Indriyani, Indriyani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.41683

Abstract

Menarche merupakan menstruasi pertama yang menjadi salah satu cerminan dari kesehatan reproduksi perempuan, umumnya terjadi pada usia 10-16 tahun. Usia menarche yang tidak normal berhubungan dengan risiko beberapa penyakit (hipertensi, diabetes mellitus tipe 2, sindrom metabolik dan carcinoma mammae) serta mempengaruhi percepatan pertumbuhan tulang. Usia menarche sangat dipengaruhi social ekonomi, genetik, psikologis, gizi dan aktivitas fisik. Faktor-faktor tersebut juga mempengaruhi pertumbuhan fisik. Maknanya, karakteristik fisik (dalam hal ini lebar bahu) dan kematangan seksual saling berkaitan satu sama lain. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional yang dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Pengambilan data dilakukan secara total sampling kepada seluruh siswi SMP Negeri 2 Pagar Gunung yang memenuhi kriteria, yaitu sebanyak 52 orang. Informasi usia menarche didapatkan melalui kuesioner dan lebar bahu diukur menggunakan Spreading Caliper. Hasil uji korelasi menunjukkan hubungan yang bermakna antara usia menarche dan lebar bahu dengan p-value 0,037. Ditemukan korelasi negative yang lemah antara usia menarche dan lebar bahu dengan r= -0,29 di mana remaja perempuan dengan usia menarche cepat cenderung memiliki bahu yang lebih lebar. Berdasarkan hasil dan kajian literatur pada penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara usia menarche dan lebar bahu pada siswi SMP Negeri 2 Pagar Gunung.
Clean And Healthy Lifestyle Behavior Education Program to Improve Personal Hygiene in Elementary School Shalshabilla, Alysha Titania; Mukhtarudin, Kuntafie Al Haq; Pamudji, Raden; Ghiffari, Ahmad; Tusadiah, Halimah; Antoni, Antoni; Kurniatullah, Ridho; Prayoga, Randi; Muchsiri, Mukhtarudin
Indonesia Berdaya Vol 4, No 4 (2023)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023544

Abstract

Clean and Healthy Living Behaviors (PHBS) are about all health practices used due to individual awareness for the family and its members to assist themselves in health and play a significant role in community activities. Such activity can protect against several illnesses, including infections. This activity aims to teach the students of SD Negeri 1 Karang Agung village about the meaning of PHBS and how it is applied. This exercise involves PHBS education, including using excellent and appropriate toothbrushes, the WHO six-step hand washing procedure, and disease information. The activities indicated that many SD Negeri 1 Karang Agung students still do not understand personal hygiene. Promoting the PBHS program at the school level and replicating similar activities in other villages or sub-district is recommended.