Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

TINGKAT RESILIENSI REMAJA YANG ORANG TUANYA BERCERAI Fikriyah Mardhatillah; Frischa Meivilona Yendi; Afdhal; Taufik; Miftahul Fikri
Ekasakti Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 1 (2024): (EJPP) Ekasakti Jurnal Penelitian & Pegabdian (November 2023 - April 2024)
Publisher : LPPM Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/ejpp.v4i1.1192

Abstract

Resilience in adolescents experiencing parental divorce is influenced by gender and the type of divorce. Boys and girls exhibit different responses to divorce, both behaviorally and emotionally. Additionally, the type of divorce (divorce alive or divorce dead) has varying impacts on adolescent resilience. The respondents of this study were 87 adolescents selected using purposive sampling. The instrument used was a resilience questionnaire. Data were analyzed using descriptive statistical techniques and t-test analysis. The results show: (1) The overall level of resilience among adolescents is mostly in the moderate category; (2) There is a significant difference in resilience between male and female adolescents; (3) There is a significant difference in resilience between adolescents experiencing parental divorce in the case of divorce alive versus divorce dead. To support optimal resilience development, it is important for teachers, counselors, and parents to understand these dynamics and provide support that meets the individual needs of adolescents.
Sosialisasi Vermikompos Pada Kelapa Sawit Fase Belum Menghasilkan Kepada Koperasi Unit Desa Bina Makmur Petapahan Syahputri, Sri Oktika; Afdhal; Boris Kaido; Feri Agriani; Zakaria
Journal Of Rural Community Development Vol. 2 No. 1 (2025): Volume 2 Nomor 1 : April 2025
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jrcd.v2i1.20

Abstract

Koperasi Unit Desa UUO Bina Makmur didirikan pada tanggal 16 Juli 1997 dan anggotanya adalah penduduk atau masyarakat desa Tanjung Sawit dan desa Petapahan Kec. Tapung Kab. Kampar dan mayoritas penduduknya memiliki mata pencaharian sebagai petani kelapa sawit. Pada fase belum menghasilkan sangat membutuhkan perawatan terutama pemupukan, informasi tentang pentingnya penggunaan pupuk organik terhadap tanaman belum sepenuhnya terealisasi tanpa memperhatikan keadaan tanah dan tanaman dimasa yang akan datang. Agar para petani tetap menjaga tanah dan tanaman dalam jangka panjang maka perlu adanya pemupukan pada fase tanaman belum menghasilkan secara rutin dengan pemberian pupuk organik. Keunggulan pupuk organik selain mudah didapat dan harganya murah, pupuk organik juga mampu memenuhi unsur hara tanaman, memperbaiki struktur tanah akibat adanya residu dari pupuk kimia. Salah satu pupuk organik yaitu vermikompos yang berbahan dasar cacing tanah dan kompos. Target dalam permasalahan kali ini diharapkan petani mendapatkan edukasi dalam pentingnya penggunaan pupuk organik seperti vermikompos khususnya pada fase belum menghasilkan pada tanaman kelapa sawit. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini tujukan kepada perangkat kantor unit desa (KUD) bina makmur unit usaha otonom (UUO) desa petapahan kec. Tapung berupa sosialisasi pupuk vermikompos khusunya pada fase belum menghasilkan tanaman kelapa sawit. Kegiatan PkM telah selesai dilaksanakan pada 04 Desember 2024 oleh Tim PkM Program studi D4 Pengelolaan Perkebunan Politeknik Kampar. Kegiatan berupa sosialisasi penggunaan pupuk organik yang akan mempengaruhi keadaan fisik dan kimia tanah terhadap tanaman dimasa yang akan datang
THE TAKSONOMI PEMBELAJARAN MERDEKAMENURUT MOHAMMAD SJAFEI: MERDEKA OTAK, HATI, DAN TANGAN Afdhal; Ramdhan, Rizki Muhammad
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 16 No 1 (2023)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v16i1.697

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melanjutkan penelitian tentang perspektif Moh. Sjafei dalam konsep pendidikan yang bertujuan membangun jiwa merdeka di Ruang Pendidik INS Kayutanam. Konsep pendidikan merdeka diaktualisasikan dalam taksonomi pembelajaran merdeka dan aliran filsafat pendidikannya. Istilah taksonomi pembelajaran itu sendiri lebih populer digunakan oleh Bloom sejak tahun 1956. Namun, jauh sebelum itu, sejak tahun 1926, praktik dan konsepnya telah dikenalkan oleh Moh. Sjafei melalui ruang pendidikan INS Kayutanam. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi pustaka. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat tiga dimensi taksonomi pembelajaran Moh. Sjafei, yaitu dimensi otak, hati, dan tangan. Dimensi otak memiliki beberapa tingkatan, yaitu mulai dari inzicht (memberikan pemahaman), habits (pembiasaan), inovasi, dan produsir (mencipta). Sedangkan dimensi hati melingkupi kesenian, keagamaan, dan kemasyarakatan. Selanjutnya, dimensi tangan melingkupi pembelajaran keterampilan yang dapat memerdekakan jiwa siswa. Ketiga bagian ini harus seimbang dan diterapkan dalam proses pembelajaran. Sedangkan filsafat pendidikan sebagai dasar dari konsep taksonomi Sjafei adalah filsafat pragmatisme.
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI DI SMAN 2 RAMBATAN Aura Yesisco Putri; Afdhal
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.34181

Abstract

Penelitian ini membahas tentang faktor-faktor penyebab rendahnya motivasi belajar siswa kelas XI SMAN 2 Rambatan pada mata pelajaran geografi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan faktor-faktor yang menjadi penyebab rendahnya motivasi belajar, baik dari aspek intrinsik maupun ekstrinsik, yang mempengaruhi keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran dan pencapaian hasil belajar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI dan guru mata pelajaran geografi. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Keabsahan data diperoleh melalui teknik triangulasi sumber untuk memastikan validitas informasi yang dikumpulkan. Berdasarkan hasil penelitian, rendahnya motivasi belajar siswa kelas XI pada mata pelajaran Geografi di SMAN 2 Rambatan disebabkan oleh kombinasi faktor intrinsik dan ekstrinsik. Faktor intrinsik meliputi rendahnya minat serta rasa ingin tahu terhadap Geografi dan kurangnya tujuan belajar jangka panjang siswa, sementara faktor ekstrinsik lebih dominan, seperti metode pengajaran yang monoton, suasana kelas yang tidak kondusif, minimalnya penghargaan, serta pengaruh teman sebaya. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa meskipun faktor dalam diri siswa ikut serta, rendahnya motivasi belajar geografi lebih banyak disebabkan oleh faktor eksternal yang kurang mendukung. Oleh karena itu, peningkatan motivasi belajar memerlukan sinergi antara perbaikan faktor eksternal melalui inovasi strategi pembelajaran interaktif dan penguatan faktor internal melalui pelatihan minat serta tujuan belajar siswa.
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI DI SMAN 2 RAMBATAN Aura Yesisco Putri; Afdhal
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.34181

Abstract

Penelitian ini membahas tentang faktor-faktor penyebab rendahnya motivasi belajar siswa kelas XI SMAN 2 Rambatan pada mata pelajaran geografi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan faktor-faktor yang menjadi penyebab rendahnya motivasi belajar, baik dari aspek intrinsik maupun ekstrinsik, yang mempengaruhi keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran dan pencapaian hasil belajar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI dan guru mata pelajaran geografi. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Keabsahan data diperoleh melalui teknik triangulasi sumber untuk memastikan validitas informasi yang dikumpulkan. Berdasarkan hasil penelitian, rendahnya motivasi belajar siswa kelas XI pada mata pelajaran Geografi di SMAN 2 Rambatan disebabkan oleh kombinasi faktor intrinsik dan ekstrinsik. Faktor intrinsik meliputi rendahnya minat serta rasa ingin tahu terhadap Geografi dan kurangnya tujuan belajar jangka panjang siswa, sementara faktor ekstrinsik lebih dominan, seperti metode pengajaran yang monoton, suasana kelas yang tidak kondusif, minimalnya penghargaan, serta pengaruh teman sebaya. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa meskipun faktor dalam diri siswa ikut serta, rendahnya motivasi belajar geografi lebih banyak disebabkan oleh faktor eksternal yang kurang mendukung. Oleh karena itu, peningkatan motivasi belajar memerlukan sinergi antara perbaikan faktor eksternal melalui inovasi strategi pembelajaran interaktif dan penguatan faktor internal melalui pelatihan minat serta tujuan belajar siswa.
EFEKTIVITAS MODEL KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMEN (TGT) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA KELAS XI SMAN 2 SAWAHLUNTO PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI Ella Marsalina; Afdhal
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.30941

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of the Teams Games Tournament (TGT) cooperative learning model in improving students' cognitive learning outcomes in Geography for Grade XI at SMAN 2 Sawahlunto. The background of this study is the low cognitive learning outcomes of students caused by a lack of variety in learning models and low student engagement in the learning process. This study employs a quantitative approach using an experimental method and a pretest-posttest control group design. The research sample consists of two classes: XI.F4 as the experimental class and XI.F5 as the control class, with a total of 67 students. Data were collected through pretest and posttest assessments and analysed using descriptive statistical tests, normality tests, homogeneity tests, t-tests, and N-Gain tests. The results of the study indicate that the implementation of the TGT model significantly improves students' cognitive learning outcomes. The posttest average of the experimental class reached 86.94 with a completion rate of 91%, compared to the control class, which only reached an average of 70.42 with a completion rate of 7%. The N-Gain value of the experimental class was 0.72, which is classified as quite effective. Thus, the TGT cooperative learning model has been proven to be effective in improving students' cognitive learning outcomes in Geography.
Development of Geography Literacy-Based Learning Models in an Effort to Build Spatial Intelligence in Students Sari, Yulia Permata; Afdhal; Wijayanto, Bayu; Rahmi, Lailatur
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 12 (2025): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i12.13071

Abstract

This study aims to develop a geography literacy-based learning model in an effort to build spatial intelligence in junior high school students. The model was developed using the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) procedure. The analysis stage found that teachers and students needed an innovative model that could connect geographical concepts with the surrounding environment. The design stage produced model tools in the form of syntax, lesson plans, student worksheets, and assessment instruments that were validated by experts with an average score of 88% (highly valid category). In the development stage, a limited trial involving 25 students showed an increase in student engagement from 62% to 82%. The implementation stage involved experiments in two classes, where the experimental class used the geographic literacy model and the control class used conventional methods. The posttest results showed that the average spatial intelligence of students in the experimental class reached 82.6 (high category), higher than the control class at 74.1 (medium category), with a significant difference (p < 0.05). The evaluation showed a 16% increase in geographic literacy skills and an 18% increase in spatial intelligence, as well as positive responses from teachers regarding the practicality of the model. These results confirm that the geography literacy-based learning model is valid, practical, and effective in improving the spatial intelligence of junior high school students.