Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Penyuluhan Hukum Penyelesaian Sengketa Pertanahan Melalui Jalur Non Litigasi di Kec. Uepai Kab. Konawe Ariadi, Agus; Lahadi, Jaya Satria; Saranani, Abdul Mutalib; Misnar, Siti; Harlita, Harlita; Hartono, Hasim
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i4.10864

Abstract

Permasalahan tanah atau konflik agraria menjadi isu nasional yang sangat memperihatinkan menjadi skala prioritas untuk diselesaikan, kehadiran pemerintah untuk menyelesaikan khususnya bidang pertanahan seperti mengacu pada Undang-undang No 51/Prp/1960 di berikan kewenagan kepada para bupati/ walikota untuk secara arif dan bijaksana menyelesaikan sengketa tanah yang dikauasai secara illegal  diperlukan bentuk lain (alternatif) untuk menyelesaikan sengketa pertanahan di negara ini khususnya seperti yang terjadi di daerah Kabupaten Konawe yang merupakan bagian pemekaran sebelumnya dati II Kendari Sulawesi Tenggara persoalan yang terjadi di daerah ini khususnya di kec. Uepai yaitu adanya saling klaim antara Masyarakat lokal dan Masyarakat transmigrasi terkait masalah persoalan tanah,  sehingga perlu diupayakan  penyelesaian berupa solusi penanganan dengan segera dan tuntas. Tujuan Pengabdian Masyarakat adalah meningkatkan pengetahuan dengan memberikan penyuluhan tentang kebijakan hukum penyelesaian sengketa dan konflik pertanahan melalui jalur non litigasi kegiatan ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan untuk dapat memberian pemahaman dan wawasan kepada Masyarakat terhadap perlindungan hukum khususnya bidang pertanahan baik presfektif pidana maupun perdata,Metode yang digunakan dalam penyuluhan ini yaitu ceramah (Luring/Tatap muka), Diksusi,  Tanya Jawab, dan Metode interaktif hasil dari pengabdian ini menunjukan bahwa peningkatan dan respon warga Masyarakat atau peserta penyuluhan adanya peningkatan pengetahuan dan kaingin tahuan Masyarakat dengan bentuk respon yang positif pada saat kegiatan dilaksanakan
PENDAMPINGAN PENESEHAT HUKUM BAGI ANAK YANG BERKONFLIK DENGAN HUKUM Ariadi, Agus
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Yayasan Azam Kemajuan Rantau Anak Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the legal application of child offenders in conflict with the law at the level of investigation, prosecution and trial in the Unaaha District Court and what are the legal consequences if a child offender is in conflict with the law if not accompanied by a legal advisor in a Case Study Number 8 / Pid.Sus-Anak / 2017 / PN. This research is a normative legal research that is perspective with a legislative approach and a case approach. The type of data used is secondary data. Secondary data sources used include primary legal materials and secondary legal materials. Data collection techniques used are literature study techniques. The analysis technique used in this study is a syllogism method that uses deductive thinking patterns. The results of this study indicate that the Child Criminal Justice System Law requires mentoring legal counsel by looking at the subject of the perpetrator, which means that all children in conflict with the law with any indictment must be accompanied by advocates or other legal aid providers. law if it is not fulfilled. Law No. 11 of 2012 has closed the gap for judges / judges to examine cases of child defendants who are not being accompanied by lawyers or other legal aid providers.
IMPLEMENTASI RESTORATIVE JUSTICE DALAM PERSPEKTIF HUKUM PIDANA MELALUI PENDEKATAN KEARIFAN LOKAL: Indonesian Tomalili, Rahmanuddin; Ariadi, Agus
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol. 6 No. 4 (2021)
Publisher : Yayasan Azam Kemajuan Rantau Anak Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Untuk menganalisis, menjelaskan dan menemukan hakikat restorative justice dalam penegakan hukum pidana melalui pendekatan kearifan lokal. Metode Penelitian ini adalah adalah penelitian hukum sosiologis (Socio-legal research) atau termasuk penelitian non doktriner, yang memandang hukum sebagai gejala sosio empirik yang teramati dalam pengalaman. Hukum tidak dipandang sebagai bentuk norma yang abstrak dan normatif belaka, melainkan sebagai gejala empirik yang dapat diamati pelaksanaannya, yang mempengaruhi restorative justice dalam penegakan hukum pidana melalui pendekatan kearifan lokal, sebagai suatu proses tersendiri dalam masyarakat, yang bertujuan mempertahankan hukum dan ketertiban. Hasil Penelitian Pada Implementasi Restorative Justice Dalam Perspektif Hukum Pidana Melalui Pendekatan Kearifan Lokal bahwa penyelesaian kasus yang menggunakan sarana di luar dari sistem peradilan pidana dirasa lebih efektif , dengan memanfaatkan instrumen musyawarah antara pihak yang bermasalah guna memulihkan keseimbangan masyarakat yang telah terganggu akibat adanya perbuatan yang melawan hukum di ikuti dengan penegakan hukum pidana, maka sebaiknya aparat penegak hukum lebih mendorong kepada para pihak yang berkepentingan, untuk memanfaatkan pendekatan restorative justice di dalam penyelesaian suatu tindak pidana dengan berdasarkan pada kewenangan diskresi yang dimilikinya.
Fungsi Kontrol Pers Media Harian Rakyat Sultra Terhadap Kebijakan Penanganan Bencana Banjir Pemerintah Kota Kendari Marhum, Umar; Tomalili, Rahmanuddin; Hasjad, Hasjad; Ariadi, Agus
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 3 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i3.996

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana fungsi pers Harian Rakyat Sultra dalam menjalankan fungsi kontrolnya terhadap kebijakan Pemerintah Kota Kendari dibidang penanganan bencana banjir di Kota Kendari serta untuk mengetahui upaya apa saja yang dilakukan Pers Harian Rakyat Sultra dalam menjalankan fungsi kontrolnya sebagai bentuk pressure kebijakan Pemerintah Kota Kendari terhadap masalah penanganan bencana banjir di Kota Kendari. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Maret sampai dengan Mei 2023 di kantor Harian Rakyat Sultra, penelitian ini lebih komprehensif dan obyektif, karena data yang dikumpulkan dianalisis secara kualitatif lalu dideskripsikan. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa, media Harian Rakyat Sultra dalam mengemban fungsi kontrol pers, sebagaimana yang tercantum dalam Undang-Undang Pokok Pers No : 40 Tahun 1999 tentang Pers dibidang lingkungan, khususnya dalam hal menyuarakan masalah penagananan banjir yang terus melanda masyarakat Kota Kendari, pada setiap musim hujan dengan intensitas tinggi, belum maksimal. Walaupun pada dibidang lain seperti Pendidikan, Bisnis dan Politik telah dilakukannya secara maksimal, karena adanya rubrikasi khusus yang disiapkan. Sementara rubrik lingkungan, khususnya penanganan masalah banjir di Kota Kendari hanya ditempatkan pada rubrik halaman Metro, yang merupakan gabungan dari semua berita peristiwa di Kota Kendari. Tidak adanya rubrik halaman khusus tentang lingkungan pada media Harian Rakyat Sultra, alasan adanya unsur fungsi bisnis media dalam sebuah penetapan rubrik menjadi faktor penyebab minimnya jumlah berita harian Rakyat Sultra dalam menyorot isu kebijakan pemerintah kota Kendari terhadap masalah banjir dan penanganannya.
Tanggung Jawab Perusahaan dalam Memastikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Menurut Hukum Perdata Sobahul, Fibrayir Dalika; Ariadi, Agus
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4074

Abstract

Penelitian ini membahas tanggung jawab perusahaan dalam memastikan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) menurut perspektif hukum perdata. Tujuan penelitian adalah mengetahui bentuk tanggung jawab perusahaan dalam menjamin keselamatan dan kesehatan kerja serta konsekuensi hukum yang muncul apabila terjadi kelalaian dalam penerapannya. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif melalui studi kepustakaan terhadap berbagai regulasi, antara lain KUHPerdata, Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, serta Permenaker Nomor 11 Tahun 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggung jawab perusahaan dalam K3 merupakan kewajiban hukum bersifat preventif maupun represif. Tanggung jawab preventif diwujudkan melalui upaya pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja dengan menyediakan perlindungan, alat keselamatan, pelatihan, dan evaluasi risiko. Sementara itu, tanggung jawab represif muncul ketika terjadi kecelakaan atau kerugian, yang dapat menimbulkan konsekuensi hukum berupa sanksi perdata, pidana, maupun administratif. Kelalaian perusahaan dalam memenuhi standar K3 dapat memicu gugatan ganti rugi berdasarkan wanprestasi maupun perbuatan melawan hukum. Oleh karena itu, penerapan K3 yang komprehensif dan konsisten diperlukan untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan melindungi hak tenaga kerja. Penelitian ini juga menekankan pentingnya pengawasan pemerintah dan penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3) sebagai instrumen untuk meminimalkan kecelakaan kerja, meningkatkan kepastian perlindungan hukum bagi pekerja, serta memastikan perusahaan menjalankan kewajiban hukumnya secara bertanggung jawab.
Analysis Of The Vrijspraak Decision Of The Bireuen District Court Number : 202/Pid.Sus/2024/Pn Bir And Examination Of The Public Prosecutor's Cassation Decision Number: 7506 K/Pid.Sus/2025: - Putra, Muhammad Iqbal Mannur; Ariadi, Agus
Multidisciplinary Journals Vol. 2 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/mj.v2i4.1086

Abstract

This study aims to analyze in depth the dynamics of criminal procedural law in narcotics cases through a case study of the Bireuen District Court's Vrijspraak Decision Number : 202/Pid.Sus/2024/PN Bir and an examination of the Cassation decision submitted by the Public Prosecutor, namely the Supreme Court Decision Number : 7506 K/Pid.Sus/2025. This study uses a normative legal research method, which analyzes court decisions as positive rules. The case approach is used to critically compare the ratio decidendi of two court decisions at different levels. The results of the study indicate that the Bireuen District Court erred in applying the doctrine of limited negative evidence by prioritizing the lack of physical control of narcotics (insufficient valid evidence), which resulted in the failure to form a conviction in the judge. The Public Prosecutor challenged the decision by arguing an error in the application of the law (onjuiste toepassing van het recht). The Supreme Court, as judex juris, corrected the error in the ruling by confirming that the element of "intermediary" had been fulfilled through the defendant's functional role in the criminal network, even though evidence was found on another party. This correction affirmed the Supreme Court's role as guardian of the unity of substantive law.
Legal Analysis Land Parcel Sale and Purchase Agreement Entered Into by Dewe Land Parcel Developer in Kudus Regency Hana , Mohammad Yusrul; Ariadi, Agus
Multidisciplinary Journals Vol. 3 No. 1 (2026): March
Publisher : Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/mj.v3i1.1154

Abstract

This study aims to analyze the validity and legal certainty of the sale and purchase agreement of land plots conducted by developer Kavling Dewe in Kudus Regency, and to identify clauses that have the potential to harm consumers (adverse clauses). The type of research used is normative juridical with statutory and conceptual approaches. The data used is secondary data sourced from primary, secondary, and tertiary legal materials. The results show that substantively, the sale and purchase agreement made by developer Kavling Dewe has fulfilled the requirements for a valid agreement as regulated in Article 1320 of the Indonesian Civil Code (KUHPerdata). However, in practice, several clauses were found to be entirely dominated by the developer, such as clauses regarding late payment, force majeure, and dispute resolution which tend to burden the consumer and are unbalanced. These clauses have the potential to contradict the principle of good faith and the principle of balance in contract law, and violate the provisions of Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. Stricter supervision from the Financial Services Authority (OJK) and the Consumer Dispute Settlement Agency (BPSK) is needed to ensure balanced legal protection for the parties.
Implementation of Restorative Justice By The Police In Handling Children's Theft Crimes In The City Of Sibolga Surbakti, Perdana A.R; Ariadi, Agus
Multidisciplinary Journals Vol. 3 No. 1 (2026): March
Publisher : Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/mj.v3i1.1155

Abstract

The implementation of restorative justice by the police in handling theft crimes in the City of Sibolga is carried out in accordance with the mandate of the Juvenile Criminal Justice System (SPPA) Law, emphasizing the urgency of rehabilitation rather than repressive actions towards children to create social welfare for children as offenders. The purpose of the study is to analyze the implementation of restorative justice by the police in achieving restorative justice for children as perpetrators, victims, and the community, as well as to identify the supporting and inhibiting factors in its implementation. The research method used is qualitative with a case study approach, involving in-depth interviews with police officers, social workers, parents of child offenders, and victims, as well as document analysis related to cases of child theft handled using the restorative justice approach in the City of Sibolga. The results of the study indicate that the implementation of restorative justice by the police in Sibolga City has been carried out, although there are variations in its success rates, as seen from the recurrence of offenses committed by children. Mediation and deliberation to reach an agreement are important parts of this method, allowing dialogue among all parties to find restorative solutions. The level of success highly depends on the willingness of all parties to actively participate, the capabilities of competent facilitators, as well as support from relevant institutions and the broader community. However, there are challenges such as the public's lack of understanding of restorative justice, limited resources, and resistance from some parties, which remain significant obstacles. This research clearly shows that restorative justice provides a good alternative in handling crimes involving children, with the potential to reduce the rate of repeat offenses and support the social well-being of children in the City of Sibolga.