Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pemberdayaan Kesehatan Mental Perempuan melalui Terapi Dzikir pada Komunitas Literasi Daring: - Marmi, Marmi; Nuryawati, Lina Siti; Nuraeni, Rina; Irawan, Ade Tedi
JOURNAL OF PHILANTHROPY: The Journal of Community Service Vol. 4 No. 1 (2026): Journal of Philanthropy, January 2026
Publisher : Samodra Ilmu: Lembaga Penelitian, Penerbitan, dan Jurnal Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58353/jop.v4i1.327

Abstract

Women’s mental health in the digital era faces complex challenges, particularly psychological stress arising from multiple role demands and intensive online engagement. This community service activity aimed to empower women’s mental health through mental health education and dhikr-based therapy within an online literacy community, namely a women-dominated online book discussion community consisting of adult female members who actively participate in regular digital literacy activities. The program was conducted online in December 2025 and involved 20 active participants out of 30 invited members, with inclusion criteria of adult women who were active community members and willing to participate fully in the intervention. The methods included interactive mental health education, guided dhikr therapy practice using the istighfar recitation (astagfirullahal‘adhiim), and evaluation through pretest–posttest stress assessments accompanied by qualitative feedback. The results indicated an improvement in participants’ understanding of stress management and a descriptive decrease in stress levels following the intervention. Qualitative feedback further revealed enhanced inner calmness, emotional awareness, and perceived coping capacity in daily digital activities. These findings suggest that integrating mental health education with psycho-spiritual approaches within an online literacy community has the potential to serve as an adaptive and sustainable empowerment strategy to support women’s mental well-being.
Peningkatan Kompetensi Guru-Guru Sdn Pakis V Surabaya Dalam Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi  Digital Imaging Dwi Harjanti , Fransisca; Harjanti Dwi , Fransisca; Yuanta, Friendha; Marmi, Marmi; Rafi, Maulana
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 7 No. 4 (2025): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/fx43kf49

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru SDN Pakis V Surabaya dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis teknologi digital imaging. Latar belakang kegiatan ini adalah tuntutan pembelajaran abad ke-21 yang menekankan pemanfaatan teknologi digital untuk menciptakan pembelajaran yang interaktif dan bermakna. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pelatihan, workshop, dan pendampingan yang dilaksanakan secara bertahap, meliputi pengenalan digital imaging, pembuatan media pembelajaran, pendampingan proyek, serta pendokumentasian hasil karya dalam bentuk flipbook digital. Subjek kegiatan adalah guru SDN Pakis V Surabaya. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan kompetensi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan nilai rata-rata guru dari 65,7 pada pretest menjadi 85,1 pada posttest. Selain peningkatan pengetahuan dan keterampilan teknis, guru juga memperoleh pengalaman dalam mendokumentasikan media pembelajaran secara digital. Kegiatan ini berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran serta mendukung pencapaian SDG 4 tentang pendidikan berkualitas. Improving the Competence of Teachers at Pakis V Public Elementary School in Surabaya in Creating Digital Imaging Technology-Based Learning Media This community service program aimed to improve the competence of teachers at Pakis V Public Elementary School, Surabaya, in developing learning media based on digital imaging technology. The program was motivated by the demands of 21st-century learning, which emphasize the integration of digital technology to create interactive and meaningful learning experiences. The implementation employed training, workshops, and mentoring conducted in several stages, including the introduction to digital imaging, development of learning media, project-based assistance, and documentation of products in the form of digital flipbooks. The participants were teachers of SDN Pakis V Surabaya. Program effectiveness was evaluated using pretest and posttest assessments. The results showed a significant improvement in teachers’ competencies, with the average score increasing from 65.7 to 85.1. In addition to enhancing technical skills, teachers gained experience in digitally documenting learning media. This program positively impacted instructional quality and contributed to the achievement of Sustainable Development Goal 4 on quality education.
Edukasi Pembuatan Spesimen Tumbuhan dan Hewan sebagai Sumber Belajar Keanekaragaman Hayati Di Sanggar Bimbingan Wira Damai, Batu Caves, Selangor, Malaysia Isrianto, Pramita Laksitarahmi; Marmi, Marmi; Sunaryo, Sunaryo; Chamidah, Dina; Haryanta, Dwi; Rohma, Siti Ainuna; Marmi; Sunaryo; Siti Ainuna Rohma
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 8 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/92q5p279

Abstract

Keanekaragaman hayati merupakan konsep fundamental dalam pembelajaran biologi, namun pada praktiknya masih sering disampaikan secara teoritis, khususnya di lingkungan pendidikan nonformal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa terhadap keanekaragaman hayati melalui edukasi pembuatan awetan spesimen tumbuhan dan hewan sebagai media pembelajaran. Kegiatan dilaksanakan pada 21 November 2025 di Sanggar Bimbingan Wira Damai, Batu Caves, Selangor, Malaysia, dengan melibatkan 20 siswa sebagai peserta. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan berupa sosialisasi, penyuluhan, pelatihan, dan demonstrasi pembuatan spesimen, serta tahap evaluasi. Teknik pengawetan yang digunakan memanfaatkan bioplastik sebagai bahan ramah lingkungan. Evaluasi dilakukan melalui angket dan observasi untuk mengukur antusiasme, kepuasan, dan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan tingkat kepuasan peserta sebesar 90%, peningkatan pemahaman keanekaragaman hayati sebesar 88%, serta ketertarikan tinggi terhadap penggunaan spesimen awetan sebagai media pembelajaran. Kegiatan ini efektif dalam meningkatkan keterampilan praktis, kesadaran lingkungan, dan pembelajaran biologi yang kontekstual. Education on Preserved Specimen Preparation as a Biodiversity Learning Medium at Wira Damai Learning Center, Malaysi Biodiversity is a fundamental concept in biology education; however, in non-formal educational settings it is often delivered in a predominantly theoretical manner. This community service program aimed to enhance students’ understanding and practical skills related to biodiversity through hands-on activities involving the preparation of preserved plant and animal specimens as learning media. The activity was conducted on November 21, 2025, at Wira Damai Learning Center, Batu Caves, Selangor, Malaysia, and involved 20 student participants. A participatory–educational approach was employed, consisting of planning, implementation through socialization, instruction, training, and specimen-making demonstrations, followed by an evaluation stage. Environmentally friendly bioplastic materials were introduced as an alternative preservation technique. Program evaluation was carried out using questionnaires and observations to assess participants’ satisfaction, enthusiasm, and conceptual understanding. The results indicated a high level of participant satisfaction (90%), an increase in biodiversity understanding (88%), and strong interest in the use of preserved specimens as instructional media. Overall, the program effectively improved students’ practical skills, environmental awareness, and contextual learning experiences in biology within a non-formal education setting.