Sugiharto, Ayub
Unknown Affiliation

Published : 20 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Kontekstualisasi Metode Penyampaian Pesan Injil Di Era Digital Ha’aretz, Evangel Glady Symphoni; Sugiharto, Ayub
Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani Vol 4 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtk.v4i1.867

Abstract

The purpose of this study is to find a contextual method that can be used in preaching the gospel in the digital era, considering that the existence of information technology has influenced changes in the lives of Indonesian people in communication, business, economy and also in terms of evangelism services. Information and communication technology can be used by Christians to teach the Bible and preach the gospel. Digital culture has entered everyday life, and social media, websites, applications, podcasts, and streaming technology are becoming increasingly important in the spread of religious teachings. Time passes and methods change. The individual characteristics of digital culture pose more and more challenges. Affection decreases and narcissism increases. Therefore, a new approach is needed in communication and interaction. The main mission of the church, evangelism, is also influenced by digital culture. Using descriptive qualitative methods, this study found that digital media allows the spread of the gospel to be delivered quickly and widely through websites, social media, and mobile applications in the form of general or personal messages.Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan metode kontekstual yang dapat digunakan dalam pemberitaan Injil di era digital, mengingat keberadaan teknologi informasi telah mempengaruhi perubahan kehidupan masyarakat Indonesia dalam komunikasi, bisnis, ekonomi dan juga dalam hal pelayanan penginjilan. Teknologi informasi dan komunikasi dapat digunakan oleh umat Kristiani untuk mengajarkan Alkitab dan memberitakan Injil. Budaya digital telah memasuki kehidupan sehari-hari, dan media sosial, situs web, aplikasi, podcast, dan teknologi streaming menjadi semakin penting dalam penyebaran ajaran agama. Waktu berlalu dan metode berubah. Karakteristik individu dari budaya digital menimbulkan semakin banyak tantangan. Kasih sayang berkurang dan narsisme meningkat. Oleh karena itu  diperlukan pendekatan baru dalam komunikasi dan interaksi. Misi utama gereja, penginjilan, juga dipengaruhi oleh budaya digital. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini menemukan bahwa media digital memungkinkan penyebaran Injil disampaikan  dengan cepat dan luas melalui situs web, media sosial, dan aplikasi seluler yang berupa pesan umum maupun pribadi.
Manajemen Gereja Dalam Konsep Governmentality Dan Aplikasinya Dalam Pelayanan Gereja Lokal Ratupaira, Arnolis; Sugiharto, Ayub
Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani Vol 4 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtk.v4i1.868

Abstract

The implementation of management in the church often does not receive serious attention even though management can be one of the determining factors for the success of church services. The purpose of this study is to conduct a study of church management in the concept of governmentality and its application in local church services. The method used in this study is a qualitative descriptive method. The conclusion of this study shows that church management in the concept of governmentality has principles that can be applied in local church services. Good church management in the concept of governmentality has principles in the Bible, namely: growth, development, discipline, obedience, realization of the mission, love, joy, preaching the true Word of God, using digital media appropriately to achieve targets according to God's intent and purpose.Pelaksanaan manajemen di gereja sering kali tidak mendapat perhatian serius meskipun manajemen bisa menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan pelayanan gereja. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan kajian tentang manajemen gereja dalam konsep governmentality dan aplikasinya dalam pelayanan gereja lokal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen gereja dalam konsep governmentality memiliki prinsip-prinsip yang dapat diaplikasikan dalam pelayanan gereja lokal. Manajemen gereja yang baik dalam konsep governmentality memiliki prinsip-prinsip dalam Alkitab, yaitu: pertumbuhan, perkembangan, disiplin, ketaatan, terealisasinya misi, kasih, sukacita, memberitakan Firman Tuhan yang benar, menggunakan media digitalisasi dengan tepat untuk mencapai sasaran sesuai maksud dan tujuan Allah.   
Pengaruh Pembinaan Iman dan Pendampingan Pastoral Terhadap Pengharapan Hidup Jemaat Lanjut Usia Herawati, Liem Evi; Sugiharto, Ayub
Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani Vol 4 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtk.v4i2.874

Abstract

The background to this research considers the importance of faith formation for the elderly through pastoral care at the Good God Church, the Imamat Rajani Restoration Congregation, Surabaya and the Good God Mahanaim Church, Sidoarjo. The results of the findings in this research, show that the variable influence of faith formation (X1) on the life expectancy of the elderly congregants at the Good God's Church, the Imamat Rajani Restoration Congregation, Surabaya and the Good God Mahanaim Church, Sidoarjo, is 0.355 or 35 .5% which is less than 64.5%. is in the Low category. Second, using simple linear regression analysis, showing the variable Influence of Pastoral Assistance (X2) on the Life Expectancy of Elderly Congregants in the Church Allah is Good Congregation for the Restoration of the Royal Imamate of Surabaya and Allah is Good Mahanaim Church of Sidoarjo (Y). is 0, 406 or 40.6% which is less than 59.4%. The resulting figure for the influence between variables shows a Medium influence.Third, shows the influence of Faith Formation and Pastoral Assistance (X1X2) in the Church of Allah is Good, the Congregation for the Restoration of the Royal Imamate of Surabaya and the Church of Allah is The God Good Church Mahanaim Sidoarjo (Y) is 0.645 or 64.5% which is less than 35.5%. Adjusted R Square is 0.399 or 39.9%, meaning there is still 60.1.5% influence from other factors, the results of the influence between variables show a low influence.Penelitian ini dilatar belakangi mengingat pentingnya pembinaan iman pada lansia melalui pelayanan pastoral di Gereja Allah Baik Jemaat Pemulihan Imamat Rajani Surabaya dan Gereja Allah Baik Mahanaim Sidoarjo. Hasil temuan dalam penelitian ini, menunjukkan bahwa ada pengaruh variabel pembinaan iman (X1) terhadap harapan hidup jemaat lanjut usia di Gereja Allah Baik Jemaat Pemulihan Imamat Rajani Surabaya dan Gereja Allah Baik Mahanaim Sidoarjo sebesar 0,355 atau 35,5% kurang dari 64,5%. termasuk dalam kategori Rendah. Kedua, dengan menggunakan analisis regresi linier sederhana menunjukkan variabel Pengaruh Pendampingan Pastoral (X2) Terhadap Harapan Hidup Jemaat Lansia di Gereja Allah Baik, Jemaat Pemulihan Imamat Rajani Surabaya dan Gereja Allah Baik Mahanaim Sidoarjo (Y). adalah 0,406 atau 40,6% yang kurang dari 59,4%. Angka pengaruh antar variabel yang dihasilkan menunjukkan pengaruh Sedang. Ketiga, menunjukkan pengaruh Pembinaan Iman dan Pendampingan Pastoral  (X1X2) pada Gereja Allah Baik Jemaat Pemulihan Imamat Rajani Surabaya dan Gereja Allah Baik Mahanaim Sidoarjo (Y) sebesar 0,645 atau 64,5% kurang dari 35,5%. Adjusted R Square sebesar 0,399 atau 39,9% artinya masih terdapat pengaruh dari faktor lain sebesar 60,1%, hasil pengaruh antar variabel menunjukkan pengaruh yang rendah. 
Etika Penginjilan Rasul Paulus Berdasarkan Kisah Para Rasul 19 Dan Implementasinya Bagi Penjangkauan Masyarakat Urban Sari, Intan Betesda; Sugiharto, Ayub
DIDASKO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 4, No 2 (2024): Teologi dan Pendidikan Kristen - Oktober 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Diaspora Wamena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52879/didasko.v4i2.142

Abstract

Penginjilan adalah tugas dan tanggungjawab semua orang percaya. Sadar atau tidak, setiap orang percaya dipanggil untuk memberitakan Injil.  Tentu ini bukan hal yang mudah, khususnya di daerah-daerah yang terkenal kuat dengan tradisi maupun keyakinan terhadap iman lama mereka.  Seringkali penginjilan memberikan titik berat pada strategi atau metode yang dipakai para penginjil.  Namun, tak kalah penting dari strategi atau metode, etika dan sikap hidup penginjil juga berperan penting dalam proses penginjilan.  Seorang penginjil harus memiliki etika yang baik dan benar.  Dalam penelitian ini, Paulus, seorang rasul yang cukup terkenal menjadi contoh teladan dalam melakukan penginjilan.  Dengan urapan yang dari Allah bisa dikatakan penginjilan Rasul Paulus berhasil memenangkan jiwa-jiwa dan mendirikan gereja di kota tersebut. Efesus merupakan salah satu kota terbesar pada masa Kekaisaran Romawi.  Rasul Paulus memiliki etika yang baik dalam penginjilannya di kota Efesus yang dijelaskan dalam Kisah Para Rasul 19. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui penelitian bibliografi. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menyajikan etika yang digunakan Rasul Paulus dalam penginjilannya di kota Efesus, kemudian dapat menggunakannya ditengah pelayanan masyarakat urban untuk merealisasikan Amanat Agung.
STRATEGI PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KRISTEN DI PERGURUAN TINGGI Karnay, Nixen; Sugiharto, Ayub
Metanoia Vol 7 No 1 (2025): Metanoia Januari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/metanoia.v7i1.168

Abstract

Pendikan Kristen adalah hal yang fundamental dalam pembangunan generasi muda kristiani. Pendidikan Kristen merupakan sebuah wadah untuk menciptakan sumber daya manusia yang bertanggung jawab dalam menghadapai tantangan globalisasi yang semakin maju dan moderen ini. Oleh sebab itu gereja harus memperhatikan pendidikan generasi muda sejak usia dini hingga Perguruan Tinggi. Pemerintah mengharapkan agar Pendidikan Nasional berlandaskan pada budaya bangsa dan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan serta martabat bangsa. Pendidikan ini diharapkan mampu menciptakan masyarakat yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, pendidikan ini tidak hanya menekankan pada kualitas yang baik, tetapi juga pada kemandirian, sehingga setiap individu dapat membangun dirinya sendiri dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekitarnya. Hal ini sekaligus bertujuan untuk memenuhi kebutuhan nasional dalam upaya pembangunan bangsa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan strategi peningkatan mutu pembelajaran pendidikan Kristen di perguruan tinggi. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, dapat disimpulkan bahwa strategi yang dibutuhkan terkait dengan pengembangan kurikulum, pengembangan kualitas staf pendidik, serta peningkatan kemampuan manajerial.
Model Pendekatan Misi Perkotaan Melalui Kelompok Penemuan Alkitab Sugiharto, Ayub; Kurnianto, Putut Agung
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol. 7 No. 2 (2025): Maret 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v7i2.716

Abstract

Urban missions experienced an important shift from mission models focused on evangelization and individual conversion to more holistic and inclusive strategies. A mission approach is needed that is relevant to the problems and needs of urban communities, so that there are real solutions that can be felt by the community. By understanding the shift from the mission model, the church should be increasingly aware of its being sent by the Lord Jesus Himself to reach souls who do not yet know Him. In the midst of a very large number of communities with increasingly complex life problems and increasing levels of difficulty, today's churches are not only expected to be able to live adaptably in the midst of the community, but the church also needs to see opportunities to take part in soul winning. Using descriptive qualitative methods, researchers explain what is meant by urban mission and what methods are appropriate to use at this time. This research aims to conduct an in-depth analysis of the urban mission model with the social conditions and lifestyle of urban communities. The results show that the group pattern of biblical discovery is very relevant and very likely to be used as a tool of evangelism, given the trend of group lifestyle in social interaction.
Model Pendekatan Misi Perkotaan Melalui Kelompok Penemuan Alkitab Sugiharto, Ayub; Kurnianto, Putut Agung
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol. 7 No. 2 (2025): Maret 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v7i2.716

Abstract

Urban missions experienced an important shift from mission models focused on evangelization and individual conversion to more holistic and inclusive strategies. A mission approach is needed that is relevant to the problems and needs of urban communities, so that there are real solutions that can be felt by the community. By understanding the shift from the mission model, the church should be increasingly aware of its being sent by the Lord Jesus Himself to reach souls who do not yet know Him. In the midst of a very large number of communities with increasingly complex life problems and increasing levels of difficulty, today's churches are not only expected to be able to live adaptably in the midst of the community, but the church also needs to see opportunities to take part in soul winning. Using descriptive qualitative methods, researchers explain what is meant by urban mission and what methods are appropriate to use at this time. This research aims to conduct an in-depth analysis of the urban mission model with the social conditions and lifestyle of urban communities. The results show that the group pattern of biblical discovery is very relevant and very likely to be used as a tool of evangelism, given the trend of group lifestyle in social interaction.
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MENGCOUNTER HOAX DAN CYBERBULLYING Sugiharto, Ayub; Respatya, Satria
Metanoia Vol 6 No 2 (2024): Metanoia Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/metanoia.v6i2.140

Abstract

Tulisan ini membahas peran guru Pendidikan Agama Kristen dalam menghadapi tantangan era digital, khususnya Hoax dan Cyberbullying. Studi ini menunjukkan bahwa pendidikan agama Kristen memberikan pengaruh positif dalam pembentukan karakter siswa dan mengajarkan mereka keterampilan kritis untuk menangani fenomena negatif di internet. Guru Kristen diharapkan tidak hanya mengajar agama tetapi juga menjadi pendidik moral yang membantu siswa memahami, menemukan, dan mengatasi masalah seperti hoax dan cyberbullying. Studi ini membahas berbagai pendekatan untuk mengajar kehati-hatian; ajaran Alkitab tentang kebenaran dan etika digital; pembinaan ketahanan rohani; dan peran guru sebagai model integritas. Hasil penelitian ini dapat dijadikan rujukan bagi para pendidik Agama Kristen dalam usaha memperlengkapi siswa dengan pemaahaman iman Kristen serta keterampilan yang dibutuhkan dalam interaksi sosial secara positif di era digital ini..
Penginjilan di Kalangan Generasi Z dan Alpha: Tantangan dan Strategi Kontekstual Suwito, Herman; Sugiharto, Ayub
Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani Vol 5 No 2 (2025): November 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/tjt.v5i2.1019

Abstract

This article discusses contextual evangelism among Generation Z and Generation Alpha, who live in an era of digitalization, globalization, and value pluralism. These two generations possess unique characteristics, such as strong attachment to technology, concern for social issues, and a critical tendency toward traditional authority. However, they also face major challenges, including identity crises, technological distractions, and relativism of truth. Using a descriptive qualitative approach, this article examines the theological principles of evangelism rooted in the Great Commission, as well as contextual strategies that can be applied, including digital media, relational approaches, social engagement, and the integration of technology in ministry. The findings indicate that the the message of the Gospel should be shared in a creative way, relevant, and authentic ways in order to be received by Generations Z and Alpha without diminishing its essence. The church and evangelists are called to be creative, relevant, and sensitive to the needs of these generations, while firmly upholding the authority of God’s Word as the unshakable foundation. This article affirms that the church needs to be transformed—not by changing the Gospel, but by adapting its methods of communication—so that it remains effective in fulfilling the Great Commission amidst the changes of the times.
Fenomena "Kristen Muhammadiyah": Suatu Tinjauan dari Perspektif Wawasan Dunia Kristen Sugiharto, Ayub; Yusuf, Etni Grace Andi
Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani Vol 5 No 2 (2025): November 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/tjt.v5i2.1036

Abstract

Indonesia's pluralistic religious landscape gives rise to unique interfaith engagement phenomena, one of which is the presence of Christians in Muhammadiyah institutions without converting, known as “Muhammadiyah Christians.” This article aims to objectively describe the phenomenon and analyze it through the lens of a Christian worldview. The research uses a literature study approach and critical-theological analysis, with reference to the thoughts of Abdul Mu'ti and Fajar Riza Ul Haq, as well as the Bible-based framework of Christian theology. The research findings show that this phenomenon is not a form of religious syncretism, but rather a form of socio-relational engagement in the context of diversity. From a Christian worldview perspective, this phenomenon demands the wisdom of faith that is balanced between love and truth, as well as unwavering Christian witness in the midst of plurality. This research emphasizes the importance of healthy interfaith dialogue and contextual faith formation that is rooted in biblical truth and does not compromise the core doctrines of the Christian faith.